December 6, 2016

Mauro, Pemuda yang sedang mencari jati diri


http://mulpix.com/instagram/digitalart_seriea.html


Ditakdirkan menjadi seorang Interisti di saat seperti sekarang memang butuh kesabaran tingkat dewa. penampilan yang angin-anginan dengan materi pemain yang mumpuni semakin menyesakkan dada. bayangkan saja, di Liga Eropa, Inter Milan sudah mengepak koper pulang kampung ketika turnamen masih menyisakkan 2 pertandingan.

coba tengok para pesaing Inter Milan di Liga Eropa yang berada satu group. ada Hapoel Be'er Sheva, Southampton dan Sparta Prague. untuk ukuran kualitas pemain dan nilai jual para pemain, jelas Inter Milan di atas tiga klub tersebut. namun seperti yang diketahui, Inter Milan tergopoh-gopoh menjalani pertandingan di Liga Eropa bahkan Inter Milan dikalahkan dua kali oleh Hapoel Be'er Sheva. 

Begitu memilukan perjalanan Inter Milan dari awal musim sampai 2016/17 sampai akhir tahun ini. tetapi saya tidak akan membahas Inter Milan secara keseluruhan kali ini. saya lebih tertarik menulis tentang sang bomber yang sedang on fire, Mauro Emanuel Icardi Rivero.

Seperti layaknya mayoritas Pemuda Argentina, Mauro dianugerahi talenta yang luar biasa dalam mengolah si kulit bundar. memilih menjadi seorang Striker adalah pilihan yang tepat bagi Mauro, badan yang tegap dengan tinggi badan 1,81 meter membuatnya lebih kuat dalam perebutan bola. tembakan kaki dengan akurasi yang sangat baik dan juga kemampuan heading di atas rata-rata. total 12 gol dari 15 pertandingan menahbiskan seorang Mauro sebagai top skor sementara serie A bersama Edin Dzeko.

meski kemampuan dribel yang tidak terlalu menonjol namun finishing di depan gawang lawan sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. di umur yang masih terhitung muda, Mauro sudah membuktikan sebagai kandidat striker masa depan. mungkin Mauro tidak seperti Aguero yang bisa melewati beberapa pemain bertahan sebelum mencebloskan bola ataupun bahkan jauh dari tipe seorang Messi yang bisa meliuk-liuk dari tengah lapangan ke depan gawang lawan. Mauro nampaknya lebih mirip striker Argentina lainnya seperti Crespo, Julio Cruz ataupun Higuain.

Ukuran mencetak gol, Mauro sudah tidak diragukan lagi. akademi La Masia membuatnya lebih matang dalam mengolah si kulit bundar.

sayangnya, kehidupan pribadi Mauro menjadi polemik. pernikahannya dengan seorang perempuan menjadi cerita yang tidak mengenakkan karena dia dianggap merebut isteri orang lain, apatahlagi orang tersebut adalah seniornya dari negara yang sama.

saya sebenarnya fans yang tidak terlalu peduli dengan kehidupan pribadi seorang pemain sepanjang tidak mempengaruhi penampilannya di atas lapangan hijau, toh Mauro tetap produktif dalam mencetak gol. namun masalah muncul ketika sang Isteri, Wanda Nara menjadi agen Mauro. seluk beluk masalah Mauro dengan klub menjadi tanggung jawab si isteri termasuk negoisasi kontrak dan perihal transfer.

"Mauro akan sangat sedih meninggalkan Inter, tapi kami memahami situasi ekonomi klub dan mereka tidak bisa mempertahankan Icardi. Tidak ada klausul pelepasan di kontraknya. Kami berharap Inter tidak meminta jumlah yang di luar nila pasar, melainkan cocok untuk kontraknya," tegas Nara."

Seandainya saja  Wanda lebih profesional saat bertindak lebih baik sebagai agen Mauro, mungkin tidak ada yang mempersoalkannya namun kenyataannya, dia terlalu gegabah dalam berbicara bahkan untuk hal yang belum pasti apatahlagi ditengarai bahwa Wanda sepertinya menjalankan trik tentang kepindahan Mauro supaya pihak klub mau menaikkan gaji sang Pemain.

polemik tersebut secara tidak langsung mempengaruhi psikologi elemen klub termasuk fans.Wanda dianggap terlalu materialistis. dia seharusnya menyadari bahwa Mauro sama sekali belum memberikan satu gelar pun kepada klub meskipun tanpa menafikan produktivitasnya sebagai striker.

Masalah kedua mungkin kecerobohan Mauro menulis dalam biografinya, Mauro pun menjelaskan bahwa dirinya siap menghadapi Curva Nord satu lawan satu. “Berapa jumlah mereka? 50?100? 200? OK. Saya tidak takut. Saya akan bawa 100 penjahat dari Argentina yang akan membunuh mereka di mana pun mereka bersembunyi. Camkan ini!”

Mauro memang terlalu berani berkonfrontasi dengan fans apatahlagi Curva Nord meski saya sendiri menganggap bahwa hal tersebut karena Mauro masih terbilang mudah dan dalam setiap tindakannya terkadang mengikuti emosi. saya meyakini bahwa seandainya saja Mauro bisa menghadirkan banyak gelar di lemari Inter Milan, permasalahan tersebut akan dianggap masa lalu.

satu hal lagi, Mauro terlalu cepat menulis biografinya di saat karirnya sebagai seorang pemain sepakbola baru saja memasuki babak awal. terlalu prematur menurutku.

terlepas dari semua itu, Mauro tetap menjadi amunisi paling diharapkan oleh Inter Milan mengingat torehan golnya yang tidak pernah berhenti.

Semangat bung Mauro. buktikan bahwa kau bisa menjadi suksesor Bung Javier Zanetti meski tidak akan pernah bisa menggantikannya dalam semua hal.

06 12 16

December 1, 2016

Gus Mus dan hal-hal yang meneduhkan

https://www.brilio.net/news/22-quote-gus-mus-yang-bikin-hati-makin-adem-mak-nyess-160323o.html

Saya tidak tahu harus memulai dari mana tulisan ini pun juga ragu menulis tentang pribadi yang dihormati begitu banyak orang. ingin menulis testimoni tentang beliau namun saya rasa, karya-karyanya belum kupahami dengan sesungguh-sungguhnya. toh salah satu cara mengenal seseorang selain berinteraksi langsung adalah menelaah tulisan-tulisannya. 

Mengandalkan google sebagai referensi dalam menulis testimoni tentang seseorang tokoh sebesar Gus Mus adalah sesuatu yang konyol dan tidak akan memiliki kekuatan apa-apa di tulisan tersebut, hanya sekedar barisan kata-kata yang tidak memiliki roh. kita harus memahami dari karya-karyanya, tidak harus seratus persen namun setidaknya, kita sudah paham arah pemikirannya.

nah, syarat yang saya buat di atas untuk menulis tentang seseorang sama sekali belum kupenuhi jika berniat menulis seputar pribadi Gus Mus. punya buku karyanya pun cuma dua. mendengar ceramahnya hanya sesekali ketika ada waktu lowong itupun dari yutub. tetapi satu semangatku bahwa sejauh ini, membaca karyanya dan mendengar tauziah-tauziahnya, saya selalu kagum dengan caranya menyebarkan kasih kepada semesta.

tapi tidak ada salahnya saya mencoba mengulas secuil ingatan saya tentang beliau. Saya pernah sekali bertemu, menyalami kemudian menyempatkan berfoto di Istora Senayan saat peluncuran buku Maman Suherman. kutemukan kesejukan di wajahnya bahkan keramahannya membuatku semakin kagum, beliau melayani semua orang yang menyalami dan mengajaknya berfoto tanpa sedikit guratan rasa kesal di mukanya. pada saat itu, beliau datang bersama alm. isterinya dan salah seorang anaknya.

pada salah satu masjid di kawasan kemang yang kulewati setiap pulang kantor, kulihat wajahnya terpampang di spanduk yang dipasang di masjid lengkap dengan puisi beliau yang berjudul "kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana." saya tidak pernah luput menikmati pemandangan tersebut setiap kali melintasi jalan di depan masjid tersebut.

bagi saya yang tidak berinteraksi dengan beliau, salah satu cara paling ampuh menggali hikmah yang terpancar dari dalam dirinya adalah menelaah karya beliau entah dari artikel maupun puisi dan bahkan ceramahnya yang tersebar luas melalui youtube.

Sependek pengetahuanku, beliau seorang yang sangat toleran dan penuh kasih terhadap semesta. bahkan dalam melontarkan kritik terhadap apa saja, beliau melakukannya dengan amat santun. Beliau mengkritik kelompok fundamentalis dalam puisinya yang berjudul "kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana." Beliau mengekspresikan kerinduannya terhadap Nabi Muhammad melalui puisi "oh Muhammadku." saya punya buku kumpulan puisinya yang berjudul "Aku Manusia," yang memuat kumpulan puisinya.

beberapa waktu lalu, Gus Mus mengupload sebuah lagu berjudul "Laskar Cinta." saya menduga, hal tersebut dilakukan sebagai kritik terhadap seorang yang menyanyikan lagu tersebut pasca orasinya pada aksi 411.

Gus Mus adalah pribadi yang sangat mencintai keluarganya. saya sering mengikuti status sosmed anak-anaknya yang selalu tulus mengungkapkan kecintaan mereka terhadap Gus Mus. bahkan Alm. isternya selalu berada di sampingnya selama hidupnya.

pernah saya membaca bagaimana cara Gus Mus mengatasi saat ada sesuatu yang tidak disenangi terhadap isterinya. beliau mengurung diri di kamar kemudian menulis kekesalannya lalu kemudian merobek-robek tulisannya, esok hari, hatinya akan kembali tenang.  

kesabaran dan keluasan hati Gus Mus diperlihatkan saat beberapa waktu lalu, Beliau dicaci dengan amat tidak pantas oleh Pandu, salah seorang karyawan BUMN. melalui twitter, Pandu menuliskan "Ndasmu" yang ditujukan kepada Beliau. sebagai seorang yang tidak khatam bahasa jawa namun sempat menetap di jawa timur beberapa tahun, saya menyadari betul bahwa kata "Ndasmu" adalah penghinaan yang sudah melampau batas apatahlagi diucapkan kepada seorang yang lebih tua. kata tersebut sepadan dengan umpatan "matamu" , "Cangkemmu", "mukamu" dan kata-kata lain yang disandingkan dengan panca indera. memang sih di jawa timur, kata-kata tersebut kadang menjadi kata sapaan akrab bagi anak muda yang sudah begitu akrab.

Gus Mus menanggapi cacian yang ditujukan kepadanya dengan memaafkan. begitu luas hatinya dan alangkah arif pribadi beliau. 

 masih banyak lagi hal-hal terlewatkan tentang pribadi beliau namun jika menilai secara kasat mata, terlihat dari wajahnya yang teduh dan bercahaya.

1 12 16

November 30, 2016

Gabbar is Back (2015)

"Bahkan polisi tidak diperbolehkan di dalam kampus ini."

Akhsay Kumar selalu mempesona dalam setiap filmnya. akting yang mendekati paripurna. mimik muka yang meyakinkan dalam setiap perubahan suasana hatinya. 

kali ini, Akhsay berperan sebagai Aditya, seorang Dosen Fisika di sebuah kampus terkenal. Aditya mengajar Mahasiswanya dengan cara learning by doing. 

Selain sebagai seorang Dosen, Aditya juga mengorganisir beberapa orang yang melakukan tindakan melawan hukum. Mereka menculik setiap pejabat yang diindentifikasi melakukan korupsi kemudian menghukum mereka dengan cara digantung di tempat umum.

Aditya menggunakan nama samaran dengan julukan Gabbar. sebelum melancarkan aksinya, Gabbar (aditya) merekam suaranya kemudian dikirim ke pihak kepolisian.

Gabbar menggunakan taktik dengan cara merekrut setiap orang jujur yang bekerja di sebuah instansi. kumpulan rekrutan ini yang menjadi informan siapa saja yang terindikasi melakukan tindak korupsi.

Film ini banyak menguap praktek keji di tataran borjuasi yang sering mengelabui rakyat biasa.

di satu bagian episode, Gabbar bertemu dengan seorang ibu yang dikelabui oleh rumah sakit. suaminya sebenarnya sudah meninggal namun untuk menguras uang dari si ibu, rumah sakit memanipulasi surat kematian dan mengatakan bahwa suaminya masih ditangani dokter ahli. setelah itu, si wanita diberi tahu oleh pihak rumah sakit bahwa suaminya meninggal dan boleh membawanya pulang dengan catatan harus menebus biaya rumah sakit yang amat sangat mahal. Gabbar tahu akan permainan tersebut kemudian membongkar kelicikan rumah sakit dengan membuktikan bahwa sebelumnya, si suami sudah meninggal.

cerita lain berputar pada masalah penculikan pejabat ataupun pengusaha yang korupsi kemudian dieksekusi oleh kelompok Gabbar.

tindakan Gabbar tersebut sejatinya sedikit berbau balas dendam karena beberapa tahun sebelumnya, isterinya meninggal akibat musibah runtuhnya apartemen yang baru ditempatinya. keruntuhan bangunan tersebut bukan murni kecelakaan tetapi ada kecurangan saat pembangunan apartemen tersebut. setelah diselidiki, Gabbar menemukan titik temu bahwa Digvijay Patil, seorang developer kaya yang melakukan korupsi.

Gabbar tidak bisa menyeret Patil pada saat itu bahkan hampir saja, nyawanya melayang saat itu saat terlibat perkelahian dengan Patil. untung saja, Gabbar diselamatkan oleh sekumpulan mahasiswa setelah dirinya dibuang begitu saja oleh Patil di jalanan.

Gabbar is back. setelah beberapa tahun, dia kembali hadir dan berperan sebagai guru sekaligus pemimpin kelompok yang menculik para koruptor yang kemudian dieksekusi tanpa melibatkan aparat hukum. 

Semua korupsi terkait dengan Patil. pada akhirnya, Patil dieksekusi oleh Gabbar yang kemudian divonis hukuman mati. meski mayoritas masyarakat menolak vonis tersebut karena menganggap apa yang dilakukan oleh Gabbar telah membawa dampak yang positif di mana semua pejabat publik tidak mau menerima sogokan.

Gabbar tetap menerima hukuman mati sebagai konsekuensinya melakukan tindakan di luar ketentuan hukum.

nampaknya film ini mencoba mengkritisi penegakan hukum di India yang sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga digambarkan bahwa akan ada pribadi maupun kelompok yang akan melakukan tindakan di luar nalar untuk meluruskan semua kegaduhan di Pemerintahann. mungkin Indonesia juga harus seperti itu.
30 11 16

November 25, 2016

Tetirah

Betapa sulitnya aku menemukan getaranMu Tuhan. betapa saya begitu hampa dalam setiap hari yang kujalani. rutinitas yang memuakkan yang menyerang jiwaku.

bangun dari tempat tidur, menunaikan dua rakaat sebisaku, mandi tanpa pernah merasakan hangatnya air kemudian menyusuri jalanan yang sesak di kota ini.

duduk di sebuah ruangan ber AC yang hampir pasti meremukkan semua tulang belulangku. memandangi layar dengan tatapan kosong kemudian menunggu mentari menjatuhkan dirinya pada senja, lalu berbalik arah pulang.

selalu berulang lima kali dalam seminggu.

kemudian setiap nafasku, setiap gerakku yang kutujukan untuk menemuiMu tetapi selalu gagal. jasadku ada dan bersujud berpuluh-puluh kali namun jiwaku entah kemana.

Aku ingin kembali bermesraan denganMu.

adakah langkahku yang keliru? adakah niatku yang tidak tertuju kepadamu atau mungkin adakah sari-sari makanan yang seharusnya masuk ke dalam aliran tubuhku? sehingga begitu sulitnya aku menangkap iramaMu.

sekali lagi, ingin kudekap setiap pesonaMu, setiap tanda yang Engkau curahkan kepadaku meski dengan cara apa, aku tak tahu.

aku ingin meneteskan air mata ini mengingat betapa Engkau begitu menyayangiku namun kusia-siakan semua kasihMu. aku terbenam dalam angan-angan palsu yang melenakan.

Tuhan, bantulah aku menjemput diriku membawa kembali ke arah yang lurus, hanya lurus kepadaMu, tidak kepada siapa-siapa.

ini diriku yang nampaknya telah jauh melangkah dariMu, namun langkahku tetap kuarahkan menuju hakekatMu.

25 11 16


November 14, 2016

Gadis mungil itu bernama Intan

Kemudian terjadi lagi kekejian atas nama agama. seseorang yang lagi-lagi mengatasnamakan agama membunuh seorang bocah mungil yang sedang menikmati hidupnya dengan bermain-main di beranda rumah ibadah.

anak ini terlalu polos menanggung perilaku biadab seorang. hanya lantaran dia sedang berada di rumah ibadah yang berbeda dengan rumah ibadah yang sering didatangi oleh pelaku.

Setelah kejadian yang merenggut nyawa gadis mungil yang masih polos, mungkin kita akan bertanya kenapa dia Tuhan, kenapa pada saat kejadian, dia harus ditakdirkan bermain di teras gereja, kenapa pada saat pelaku melempar bom, dia di dalam gereja saja sedang lari bersama teman-temannya sambil menunggu orang tuanya beribadah? 

dan pasti begitu banyak lagi pertanyaan menggugat yang tidak bakalan mengembalikan hidupnya. setelah lelah bertanya, akan ada orang yang menyudahinya dengan beranggapan bahwa itulah takdir maka seharusnya diterima dengan sabar. 

oke, saya sendiri meyakini bahwa itu adalah takdir karena sudah terjadi. namun tidak harus sampai pada sebatas menerima pemakluman atas nama takdir akibat ulah manusia.

Seandainya saja bukan karena bom yang menyebabkan tubuhnya terbakar, seandainya saja dia terkena petir atau bencana yang murni dari alam maka mungkin sekedar pemakluman atas takdir sudah cukup dan doa-doa yang dipanjatkan. namun apa yang dialami oleh gadis ini akibat kekerdilan berpikir seseorang yang melegitimasi tindakannya atas nama agama, demi sebuah angan-angan kehidupan surgawi.

Lantas, dimana letak surgawi yang sedang dikejar ketika jalan yang ditempuh harus mengorbankan orang lain apatahlagi seorang gadis kecil yang tentunya masih dipenuhi jiwa kepolosan tanpa setitik dosa?

Saya sudah punya seorang bayi mungil berumur 4 bulan. tentunya saya tahu betul rasanya punya seorang bocah dan bagaimana saya mengasihi dan menyayangi anak saya.

Dalam beberapa kali episode, anak saya mengalami demam dan itu sudah membuatku panik setengah mati. saya selalu berharap demamnya berpindah ke saya saja. bahkan pada saat dia menangis pun, ada rasa sedih yang kemudian bergelayut di hatiku.

Tidak berlebihan ketika saya sedih melihat foto ayah intan pasca kematiannya akibat bom yang membakar sebagian besar tubuh anaknya. betapa hancur hatinya.

Saya tidak pernah percaya atas ajaran mengejar surgawi yang mengorbankan orang lain apapun alasannya. kita selalu berada dalam perasaan paling benar dan berhak menghakimi orang lain bahkan dalam beberapa kesempatan, kita merasa paling didzalimi kemudian membenarkan tindakan-tindakan kita dalam menista penganut agama lain.

oh Tuhan, kapan berakhirnya kekejaman atas nama agama, atas nama mengejar cintaMu.
Maafkan kami

14 11 16

November 9, 2016

Main Hoon Na (2004)

film lama tetapi masih menarik untuk dinikmati. film yang memadukan antara konflik keluarga dengan semangat menciptakan hubungan harmonis antara India dan Pakisan.

awal cerita, saya mengira bahwa film ini akan banyak bercerita tentang hubungan India dengan Pakistan. dimana film ini dibuka dengan rencana pemerintah India mengadakan proyek milap. proyek yang bertujuan menciptakan hubungan baik dengan Pakistan dengan cara membebaskan orang-orang sipil yang ditangkap di perbatasan India dan Pakistan. hal tersebut dilakukan sebagai tanda kepercayaan dan perdamaian antara dua negara.

Proyek tersebut ditentang oleh seorang yang bernama Raghavan Dutta, seorang mantan polisi yang dipecat dan memiliki dendam pribadi. dia tidak percaya atas semua yang berhubungan dengan Pakistan. 

Raghavan menembak mati Brigadir Jenderal Shekhar Sharma pada acara live di stasiun TV yang sedang membahas proyek milap.

Konflik dimulai setelah kematian Brigjen Shekhar memiliki seorang anak yang berpangkat mayor yang diperankan oleh Shahrukh Khan yang bernama Ram Prasad Sharma.

sebelum meninggal, Brigjen Shekhar menceritakan semua rahasianya kepada Ram. Shekhar memiliki anak yang lain dan seorang isteri yang sah sedangkan Ram sendiri adalah anak selingkuhan. Shekhar berwasiat kepada Ram untuk mencari saudara tirinya tersebut dan bersama-sama mengalirkan abu mayatnya.

sudah bisa ditebak bahwa pada akhirnya, Ram berhasil menemukan keberadaan saudara dan ibu tirinya. proyek milap pun tetap berjalan atas jasa Ram.

satu yang menarik dari isi cerita film ini karena isu yang diangkat masalah hubungan India dengan Pakistan dilihat dari sudut pandang yang lebih fair. memilih untuk menempatkan kedua negara tersebut dalam posisi yang setara tanpa mendiskreditkan salah satunya.

saya percaya bahwa film punya pengaruh kuat sebagai media dalam perdamaian kedua negara apatahlagi industri film Bollywood begitu dominan di India bahkan dunia.

eh satu yang terlupa. Shahrukh Khan terlalu kuat dalam setiap film aksi yang dibintanginya dan tetap menampilkan sisi kelucuannya.

9 11 16

November 8, 2016

Madaari (2016)

ketemu lagi si aktor macho, Irrfan Khan yang selalu mempesona dalam setiap aktingnya, setelah beberapa waktu lalu menonton filmnya yang lain, Jazbaa.

film ini mengedepankan permasalahan pribadi yang dialami oleh Irrfan Khan yang memerankan Nirmal Kumar. dia kehilangan anaknya, Apu yang masih berumur karena kecelakaan runtuhnya jembatan. 

Nirmal yang seorang single parent sangat sedih mengingat Apu anak satu-satunya yang sangat disayanginya. apatahlagi sesaat sebelum kejadian tersebut, Nirmal sudah bersiap mengantar Apu ke Sekolah namun tiba-tiba mendapat telepon panggilan kerja. hal tersebut yang membuat rasa penyesalannya berlipat.

film ini dikemas dengan sangat baik karena kejadian runtuhnya jembatan yang merenggut nyawa Apu akibat korupsi pada lingkaran pejabat publik. 

Nirmal hampir bunuh diri atas kesedihan yang menderanya sebelum akhirnya dia memilih jalan lain. Nirmal memutuskan membalas dendam atas kematian anaknya dengan cara yang tidak biasa. 

Dia menculik anak Perdana Menteri dengan tebusan agar supaya Perdana Menteri mencari siapa saja yang melakukan korupsi saat pekerjaan Jembatan. secerdik apapun petugas kepolisian menyelidiki keberadaan Nirmal namun tidak berhasil karena pada dasarnya, Nirmal seorang yang cerdas ditambah lagi keahliannya dalam bidang IT.

pada akhirnya, semua oknum yang terlibat dalam lingkaran korupsi, mulai dari kontraktor sampai pejabat berkumpul di sebuah rumah dimana Nirmal menjadikan Yohan, anak perdana menteri sebagai tumbal.

kejadian tersebut disiarkana secara live oleh stasiun tv dan semua oknum dipaksa oleh Nirmal mengakui peranan mereka dalam lingkaran korupsi. jika salah satu diantara mereka menolak, maka tabung gas yang diduduki Yohan akan diledakkan.

semua pejabat mengakui apa yang mereka lakukan di depan stasiun TV. seluruh masyarakat mendengarkan kesaksian tersebut. Nirmal akhirnya menyerahkan diri setelah puas membalas dendam atas kematian puteranya dengan cara yang tidak biasa.

untuk film yang ini, sekali lagi saya mengangkat topi kepada Irrfan Khan yang menurutku sukses memerankan sosok Nirmal yang sedang dirundung sedih akibat kehilangan satu-satunya putera yang sangat disayanginya.

Irrfan hanya sekali atau dua kali menumpahkan air mata di cerita tersebut namun ekspresi wajahnya sudah sangat cukup menggambarkan seorang ayah yang sedang larut dalam nestapa.

oh ya. di film ini, tidak ada tari-tarian khas Bollywood yang selama ini menjadi bagian wajib dalam setiap film india.

8 11 16

Dagelan politik

Masih ingat kan perseteruan antara ahmad dhani dengan FPI beberapa tahun yang lalu? Perseteruan yang terjadi karena Dhani dianggap melecehkan agama. beritanya di sini.
 
Kemudian apa yang sedang Dhani dan FPI pertontonkan pada aksi 4 november lalu? Mereka saling berangkulan melakukan aksi menuntut Ahok diadili atas tuduhan penistaan Al-Quran.

Aneh kan? Iya memang aneh.

Menarik ditunggu di masa yang akan datang, isu apa gerangan yang kemudian akan mengkonfrontasikan kembali dhani dan FPI karena saya yakin kekompakan mereka kemarin hanya berdasar kepentingan semata.

8 Nov 16

November 1, 2016

Mari Berkabung

kalau Pilkada diibaratkan sebagai sebuah pertarungan, kita sudah kalah bahkan sebelum pertarungan dimulai. pesta sudah bubar bahkan sebelum tenda-tenda untuk merayakan pesta dikibarkan. itu jika pilkada dianggap sebagai sebuah perayaan demokrasi.

apa yang bisa diperebutkan, apa yang patut dibanggakan dari pesta yang sudah tercederai. apa pula yang harus dikejar jika harus saling menghancurkan, siapa yang paling bertanggung jawab atas semua kekacauan ini?

dari manakah asal mula dari semua ribut-ribut ini dan kemana pula ujungnya? 

pada titik tertentu, saya selalu berharap bahwa negeri ini senantiasa merawat persatuan dan bahu-membahu melawan setiap kelompok yang ingin menghancurkan persatuan.

namun apalah dayaku ini apatahlagi cuma harapan-harapan, ketika kelompok tertentu berusaha mencapai tujuannya dengan mengedepankan sentimen agama, maka bisa dipastikan akan banyak simpatisan yang datang dari segala penjuru, mungkin itulah yang sedang terjadi sekarang.

jikalau memang ribut-ribut ini sudah mencapai titik nadirnya, saya berharap supaya kekacauan ini jangan tanggung, sekalian perang sehingga semua menemui kehancuran.mungkin saja dengan kehancuran, mereka akan lebih memaknai kehidupan yang damai.

atau karena imanku masih seujung kuku sehingga tidak bisa mengikuti alur berpikir para pengawal kesucian agama yang selalu mendiskreditkan manusia lain yang memilih menganut agama yang berbeda.

sejak kecil, kita selalu dicekoki tentang asumsi-asumsi yang tak berdasar bahwa kaum agama lain selalu menjadi ancaman. jika agama lain melakukan aktivitas sosial, kita selalu curiga bahwa pasti mereka sedang menjalankan kerja-kerja misionaris.

"meskipun mereka menyumbang masjid, mendirikan sekolah ataupun aktivitas yang membantu sesama, toh mereka tetap kafir." pernyataan yang benar-benar ngeri dilontarkan oleh sebagian dari manusia yang mendeklarasikan dirinya seorang muslim. teman sekantor saya pun melontarkan hal yang sama sesaat setelah kami berbincang masalah kepemimpinan Gubernur Jakarta.

Saya tidak berani menjustifikasi kafir seseorang yang sudah berbuat baik meskipun seorang non-Islam. sikap saya sebenarnya lebih kepada tidak peduli apakah orang akan masuk syurga ataupun neraka sepanjang mereka berbuat baik terhadap semesta. toh saya sendiri tidak mampu menjamin diri saya akan masuk surga, kemudian kenapa saya harus memusingkan seseorang apakah dia seorang kafir atau bukan?

Saya pernah mempercayai asumsi bahwa setiap kaum non-Islam selalu punya agenda terselubung jika berbuat kebaikan. wajarlah karena di kampung saya, warganya homogen, 100 persen Islam. sampai pada akhirnya ketika saya menempuh pendidikan di bangku kuliah, saya menjumpai fenomena yang membalikkan semua asumsi saya.

saya sering bertamu bahkan menginap di rumah teman saya yang nasrani. sikap mereka menurutku cukup membuktikan bahwa asumsi saya keliru. mereka bahkan menyiapkan sajadah ketika waktunya shalat dan bahkan mengingatkan saya shalat ketika adzan sudah berkumandang. saat makan pun mereka menyediakan makanan yang halal buat saya. jika sudah seperti itu, kok saya tega-teganya mengasumsikan bahwa mereka sedang menjalankan agenda terselubung untuk menjeratku? tetapi ketika fenomena seperti ini diceritakan kepada mereka yang yang selalu curiga kepada kaum non-Islam maka kemungkinan saya dianggap sudah terpengaruh.

kita sudah kalah dan saya sudah hampir menyerah memupuk keinginan saya melihat masyarakat yang penuh toleransi. alasan saya sederhana karena sampai pada lapisan masyarakat paling bawah pun sudah mulai berani menjustifikasi bahwa keyakinan mereka sudah benar secara absolut sehingga yang tidak sepaham dengannya pasti kafir. intoleransi di negeri ini apatahlagi di Ibu kota sudah semakin mengerikan.

saya bermimpi melihat negeri ini hidup dengan penuh toleransi. tidak ada saling curiga antar sesama penganut agama. tetapi nampaknya saya harus mengubur impian saya sebentar lagi tepat tanggala 4 november 2016.

sekali lagi saya tidak mendukung siapa-siapa. saya hanya ingin menyaksikan kehidupan masyarakat yang penuh dengan sikap toleransi dan saling menghormati.

1 11 16

4 November

Saya sudah sekuat hati menahan gejolak supaya tidak larut dalam kegaduhan menjelang Pilkada Ibu kota. alasannya karena memang saya tidak pernah percaya atas setiap hal yang berbau politik dan yang kedua karena pada dasarnya KTP saya bukan Jakarta meskipun saya sudah beberapa tahun bermukim di Jakarta.

Saya akhirnya harus menuliskan kerisauan yang terus menumpuk di kepalaku. bagaimana tidak, setiap hari saya mendengar dan disesaki dengan celutukan masalah pilkada khususnya caci maki terhadap Petahana.

Teman kantor samping mejaku setiap hari menyentil isu-isu mengenai Petahana. dia pun sepakat dengan golongan yang menginginkan supaya Petahana diadili. Saya seringkali mengatakan bahwa saya sama sekali tidak peduli dengan dunia politik karena hanya permainan para politikus. contoh nyata, menjelang dan pasca pilpres 2014, Jokowi berseberang dengan Prabowo, namun lihatlah kejadian kemarin, mereka sedang bermesraan sambil berkuda.

teman saya masih saja bersikukuh bahwa fenomena Petahana bukanlah ranah politik namun murni masalah penistaan agama. menurut saya, terlalu naif jika masih saja haqqul yakin bahwa masalah tersebut murni agama. tidakkah kita sedikit berpikir bahwa jauh hari sebelum pidato blunder yang diucapkan oleh Petahana, isu penolakan dirinya sebagai Gubernur sudah mengalun keras di mana-mana. pidato tersebut hanyalah setitik celah untuk menjegal dirinya menjadi Gubernur.

saya bukan pendukung Gubernur petahana dan tidak peduli siapapun yang akan terpilih nantinya sebagai Gubernur DKI. bahkan banyak ketidaksepatan saya terhadap Petanaha, misalnya kebijakan gusur-menggusur dan reklamasi pantai. namun menurut saya, ada hal yang sudah tidak bisa dikompromikan dalam polemik menjelang pilkada. Petahana yang notabene beragama minoritas harus menghadapi bertubi-tubi serangan dalam segala bentuk dan dari kelompok yang merasa sedang berjuang menegakkan ajaran agamanya. menurut saya, hal tersebut sudah termasuk perbuatan dzalim.

Dalam diam pun, Petahana akan mendapat resistensi yang tidak terbendung apatahlagi, beberapa waktu yang lalu, dia membuat blunder yang menurutku cukup signifikan dan dijadikan pintu masuk oleh kelompok "agamis" untuk menjatuhkan dirinya.

imbas dari pidatonya beberapa waktu yang lalu ternyata berdampak besar. bukan hanya di Jakarta, namun di beberapa daerah, demo besar-besaran menuntut Petahana diadili atas tuduhan penistaan agama. banyak dari kaum mayoritas yang tiba-tiba berubah wujud menjadi malaikat yang ingin mengadili seseorang atas tuduhan melecehkan Tuhan dan ayat-ayatNya, oh sungguh ironi. sedangkan sesungguhnya Tuhan adalah Tuhan dengan segala kesuciannya.

4 November dijadikan momentum oleh para penjaga agama melakukan aksi unjuk rasa menuntut Petahana diseret ke meja hukum. entah apa arti dibalik tanggal tersebut sehingga dijadikan momentum selain karena bertepatan dengan hari Jum'at.

Rencananya, Para serdadu pembela agama akan berkumpul di Istiqlal menunaikan shalat Jum'at kemudian setelah itu akan pawai jalan kaki ke Istana. mereka tidak hanya berasal dari Ibu kota tetapi seluruh penjuru nusantara.

saya pribadi sama sekali tidak ada dorongan nurani untuk ikut aksi tersebut bahkan kemarin saat kawan saya mengatakan bahwa jika seandainya semua pegawai diliburkan maka akan banyak massa yang ikut dan dia pun berniat ikut, saya kemudian menimpali bahwa lebih baik saya tidak libur daripada harus ikut aksi menuntut seseorang diadili karena tuduhan melecehkan agama.

entahlah, atau mungkin iman saya yang lemah sehingga sama sekali tidak terbersit sedikit pun untuk ambil bagian dalam aksi tersebut. satu hal yang saya yakini bahwa pertama, Tuhan tidak akan pernah bisa dilecehkan. kedua, isu di atas sama sekali bukan fokusnya pada masalah agama namun bagaimana sekelompok orang yang berkepentingan menjegal Petahana yang beragama minoritas supaya gagal menjadi Gubernur.

pada akhirnya, saya berharap semoga mendapat hidayah untuk menggerakkan hati saya untuk ikut aksi 4 november, masih tersisa 4 hari. saya khawatir sudah digolongkan ke dalam barisan golongan liberal atau kelompok yang tidak perduli terhadap agama. saya juga berharap ikut dalam garda pembela kesucian agama.

ah, tetapi setelah saya pikir-pikir, saat mereka berangkat aksi, lebih baik saya pulang ke rumah menjumpai anak saya. mengganti popoknya, memandikannya kemudian menggendongnya sambil mendongeng tentang sebuah agama yang lebih mencintai dan memuliakan semua makhluk dan menemukan Tuhan dalam cinta kasih tidak melalui perang dan caci maki tidak pula beragama secara simbolis. setelah itu, dia tertidur dalam dekapanku dan kucium pipinya berulang kali.

Cipaku, 1 November 16

October 28, 2016

Dishoom (2010)

Sesaat setelah menonton awal film ini, saya berharap endingnya akan menawarkan cerita yang lebih kompleks seperti pada film Agent Vinod namun harapanku sia-sia. cerita film ini terlalu sederhana menurutku.

dan yang paling menggelikan sekaligus menjijikkan, Akshay Kumar kok mau-maunya berperan sebagai gay di film ini dengan gaya centilnya yang hampir membuatku mules sepanjang menonton film tersebut. wait, I dont have any problem about gay dan siapapun yang ditakdirkan menjadi seorang gay, saya tidak ada masalah sama sekali, hanya saja saya tidak tahan melihat akting Akhsay Kumar yang sudah tercitrakan sebagai cowok macho dan keren tiba-tiba muncul dengan celana pants, rambut diikat dan cara bicara yang aduhai apatahlagi hanya sebagai figuran.

 Film ini mengangkat cerita tentang penculikan pemain Kriket India yang akan berlaga di laga final melawan Pakistan. Pemain andalan india, Viraj, diculik beberapa hari sebelum final. situasi tersebut membuat pihak India mengirim Kabir, seorang intelejen yang handal untuk mengusut penculikan tersebut.

Kabir dan Junaid mulai melakukan penyelidikan atas penculikan tersebut. mreka mengusut dari awal Viraj berada di Hotel kemudian menelusuri dengan siapa dia keluar dan apa motif dari penculikan tersebut.

seperti dugaanku bahwa ending dari film akan bercerita tentang ditemukannya Viraj sesaat sebelum pertandingan dan Viraj akan tetap main di pertandingan final. hal yang membuatku kecewa karena dalang dibalik penculikan tidak sesuai dengan ekspektasiku. Viraj diculik oleh Wagah. dia ingin membujuk Viraj supaya bermain dengan asal-asalan dengan imbalan uang.

harapanku, dalang dibalik penculikan seharusnya bisa didesain lebih rumit. tapi ya sudahlah. setidaknya film Bollywood sekarang sudah tidak terlalu didominasi dengan lagu yang tidak jelas.

Saya masih tidak percaya Akshay Kumar menerima tawaran sebagai seorang Gay apatahlagi doski memerankan seorang Gay dengan amat sangat tanggung.

Oktober 2016