Mutasi adalah sesuatu yang normal dalam dunia perusahaan. Banyak alasan yang dijadikan landasan bagi perusahaan untuk melakukan mutasi. tidak bisa dipungkiri bahwa hal tersebut seperti sebuah keniscayaan jadi tidak ada yang luar biasa seperti mutasi yang terjadi pada kepala cabang di kantorku dan digantikan oleh kepala cabang dari K Gading.
Setiap pemimpin punya ciri khas masing-masing dalam memimpin bawahannya jadi bagi saya tidak ada sama sekali terhadap setiap karakter kepemimpinan, itu jika saya melihat hanya personal bagi diri saya namun lain halnya ketika saya harus memperhatikan teman sejawat. tentunya bahwa karakter kepemimpinan akan berpengaruh bagi mereka terutama dari segi penghasilan.
AF, kepala Cabang yang baru di kantor saya pindahan dari cabang terdekat. Sekilas pribadinya yang tenang dan tidak terlalu banyak cerita meski pada rapat kemarin, dia mendeklarasikan dirinya sebagai pribadi yang temperamen namun entahlah apa maksud dari perkataannya tersebut karena sepengetahuan saya, hanya orang lain yang bisa menilai diri kita maka mungkin dalam perjalanan nantinya, baru bisa dinilai seperti apa dan bagaimana cara memimpinnya.
Menarik untuk menuliskan kembali pembahasan hasil rapat kemarin dengan pak AF. Mencoba untuk menyederhanakan pikirannya bahwa dia adalah orang yang terukur dalam hidup dalam artian kontekstual dan menjalani segalanya sesuai dengan apa yang ada tanpa terlalu banyak gerakan tambahan.
Mungkin hipotesa saya masih terlalu prematur untuk membuktikannya namun rentang waktu seminggu sudah sedikit membuktikan bahwa dia orangnya pendiam dan sedikit tenang bahkan tidak terlalu mengurusi hal-hal yang bahasannya hanya lelucon.
Dia akan duduk tenang di ruangannya ketika tidak ada yang perlu dikerjakan dan bahkan ketika saya meminta tandatangan maka dia tidak terlalu banyak bertanya tentang klaim tersebut. Begitulah analisa awal bagi kepala cabang yang baru.
Sekali lagi bagi saya bahwa tidak ada hal yang mampu mengganggu konstelasi hidupku karena saya sedang berusaha untuk menentukan satu arah dalam hidup yaitu Ilahi. Selain daripadaNya, semua saya anggap hanya lelucon belaka yang hanya perlu ditertawakan.
Rawamangun. 130815
No comments:
Post a Comment