August 10, 2015

Surat Maafku

Aku memilih untuk menjauh darimu untuk sementara waktu demi menjaga sebuah kesucian niat. Aku tahu memang berat melepas interaksi kita bahkan perhatianmu sekecil pun seakan menjadi kerinduan yang paling dalam di setiap langkah.

Aku pasti merindukan chat darimu yang menanyakan setiap hal yang remeh temeh tentangku, apakah aku lembur? Apakah sudah makan? Apakah sudah shalat subuh? Dan sederet perhatianmu yang membuatku harus mengelus dada disaat aku memutuskan untuk tidak menjalin komunikasi denganmu.

Mungkin engkau akan menganggapku pria paling egois karena disetiap perjumpaan kita, aku yang selalu memulai nista yang membuatku jera menemuimu. Engkau mungkin merasa dipermainkan.

Namun aku yakin ketika engkau diberi kesempatan menjadi seorang lelaki yang mencintai  wanita maka engkau akan merasakan betapa sangat sulitnya mengendalikan syahwat karena terkadang cinta dan syahwat itu tidak bisa dibedakan.

Aku memilih untuk tidak menjumpaimu dalam beberapa waktu semata-mata pilihan terakhir untuk menjaga diriku dari murka Tuhanku. Biarlah cemohaan menyerangku ketika hatiku kian tenang

Untukmu gadis yang tidak akan kuhubungi beberapa saat. Biarkanlah hatimu tenang dalam keheningan sejenak karena  seperti itu pula yang sedang kulakukan. Aku ingin merawat hatiku yang sedang terpenjara oleh syahwatku

Surat ini mungkin tidak akan sampai kepadamu namun semoga saja engkau merasakan melalui resapan perasaan kita yang menyatu.

kos rawamangun. 100815

No comments: