Beberapa waktu yang lalu, saya mengobrol dengan kawan si U "lagi-lagi" tentang kehidupan. U memang partner diskusi yang paling mumpuni masalah kehidupan. Semua kami bahwa dari A-Z tanpa terlewati. Bahkan terkadang kami menghabiskan berjam-jam mengobrol via telepon hanya membahas masalah kehidupan tanpa perlu embel-embel teori filsafat yang terlalu melangit.
Waktu itu kami membahas masalah kehidupan di kota. Saya dan U bersepakat bahwa lingkungan kota ikut mempengaruhi jiwa bahkan saya dan dia bersepakat lagi bahwa mungkin jiwa kami yang mulai "menua." Saya dan juga U sudah tidak terlalu suka dengan lingkungan yang terlalu ramai khas anak muda bahkan bunyi-bunyian yang keras memekakkan telinga. Kami bermimpi hidup di sebuah kota yang tenang tanpa harus berpacu dengan waktu.
Jika U ingin menetap dan hidup tenang di Makassar maka saya pun mungkin memilih Surabaya ataupun Malang sebagai kota untuk tempat tinggal menua, meskipun Surabaya termasuk kota yang terlalu padat. Satu hal yang ada di pikiranku bahwa aku tidak mau menua di Jakarta dengan berbagai macam dinamikanya yang sepertinya bakalan mematikan jiwaku. Aku tidak sanggup untuk terus berjibaku dengan kehidupan kota ini. biarkanlah orang mengatakan bahwa aku kalah dalam melawan ibukota ataupun aku pecundang namun setidaknya kamusku bukan kalah tetapi lebih mengalah untuk mencari keteduhan bumi yang membuatku lebih menikmati hidup tanpa harus banyak mengorbankan fisik ataupun pikiran yang kalut ditengah kondisi perkotaan yang sudah tidak bersahabat untuk menyalakan hati nurani.
Saya tidak menjustifikasi bahwa di kota ini sudah tidak ada lagi orang baik namun sebaliknya bahwa di tengah kondisi seperti ini, aku yakin dengan haqqul yakin bahwa terselip kekasih Tuhan di dalamnya meski untuk menemukan orang seperti itu butuh kerja keras yang tidak mudah. Aku memilih untuk mencari kota yang lebih tenang hanya dengan satu alasan bahwa aku ingin meresapi getaran jiwaku dan menghitung waktu berjalannya kehidupan karena menurutku, waktu di kota ini seperti sudah tidak berharga sama sekali. semua berjalan begitu cepat tanpa menyisakan sedikit ruang untuk bernafas.
Butuh berkali lipat ketahan fisik dan mental untuk tetap berada di kota ini dalam kondisi seperti ini bahkan saya tidak bisa membayangkan wajah kota ini 10 tahun kedepan. seperti apa suasana di jalanan maupun di kantor-kantor atau wajah manusia yang tetap memilih di kota ini.
Saya tidak mempunyai otoritas sebenarnya untuk memilih dimana saya akan tinggal selanjutnya karena kuasa Ilahi yang akan berjalan namun setidaknya saya punya rencana dan tetap berdoa kepadaNya semoga dia menempatkan saya dan "calon" isteri saya di salah satu kota di jawa timur sebagai impian kami untuk menjalani hidup dan mengerti kehidupan ini.
Mungkin Malang, Surabaya. semoga Ya Rabb..!!!
Malam saat lembur di kantor Rawamangun
24.08.15
Saya tidak menjustifikasi bahwa di kota ini sudah tidak ada lagi orang baik namun sebaliknya bahwa di tengah kondisi seperti ini, aku yakin dengan haqqul yakin bahwa terselip kekasih Tuhan di dalamnya meski untuk menemukan orang seperti itu butuh kerja keras yang tidak mudah. Aku memilih untuk mencari kota yang lebih tenang hanya dengan satu alasan bahwa aku ingin meresapi getaran jiwaku dan menghitung waktu berjalannya kehidupan karena menurutku, waktu di kota ini seperti sudah tidak berharga sama sekali. semua berjalan begitu cepat tanpa menyisakan sedikit ruang untuk bernafas.
Butuh berkali lipat ketahan fisik dan mental untuk tetap berada di kota ini dalam kondisi seperti ini bahkan saya tidak bisa membayangkan wajah kota ini 10 tahun kedepan. seperti apa suasana di jalanan maupun di kantor-kantor atau wajah manusia yang tetap memilih di kota ini.
Saya tidak mempunyai otoritas sebenarnya untuk memilih dimana saya akan tinggal selanjutnya karena kuasa Ilahi yang akan berjalan namun setidaknya saya punya rencana dan tetap berdoa kepadaNya semoga dia menempatkan saya dan "calon" isteri saya di salah satu kota di jawa timur sebagai impian kami untuk menjalani hidup dan mengerti kehidupan ini.
Mungkin Malang, Surabaya. semoga Ya Rabb..!!!
Malam saat lembur di kantor Rawamangun
24.08.15
No comments:
Post a Comment