March 30, 2015

Survei PT. Garansindo Inter Global

Sesekali sering kuamini bahwa menjadi staff survey benar-benar melelahkan. Bayangkan saja ketika proses penutupan sebuah produksi, kita harus survey kemudian ketika terjadi klaim maka surveyor pun bertanggung jawab terhadap liable tidaknya sebuah klaim. seringkali pula kuteguhkan dalam hati bahwa menjadi staff klaim memiliki banyak pelajaran bermakna.

Ada banyak hal yang membuatku menikmati pekerjaan di divisiku sebagai salah satu tim survey. Aku bisa berinteraksi dengan banyak orang yang otomatis membuatku menambah kenalan dan mengais hikmah dari mereka. Aku bisa melihat betapa memang hidup di kota ini mengalami jurang pemisah yang curam antar kelas sosial. minggu lalu aku survey puluhan mobil dari PT. Andrinusa dan beberapa diantara mobil tersebut hanya terparkir begitu saja seakan itu adalah mobil mainan. terlintas di kepalaku bagaimana masyarakat di pinggir rel, pasar-pasar dan tempat kumuh lainnya yang jangankan memiliki mobil, untuk makan pun mereka harus berpikir dimana mendapatkan penghasilan. 
 
Aku kembali berpikir seandainya mobil tersebut dijual dan dibagi-bagikan kepada mereka yang kurang beruntung menjalani hidup. Aku sekali lagi percaya bahwa bumi ini menyiapkan makanan yang cukup untuk semua penghuninya namun sebagian orang yang memonopoli kekayaanlah yang membuat beberapa orang tidak bisa mengakses sumber makanan.

Kemarin aku kembali survei sebuah perusahaan besar yang memperlihatkanku betapa sebenarnya kekayaan banyak di kota ini namun aku tidak habis pikir masih banyak orang yang kelaparan. Sebuah showroom mobil mewah yang mungkin untuk memiliki satu mobil di showroom tersebut hanyalah dalam angan-angan. Pemilik showroom tersebut adalah orang Arab. Mobil Jeep berjejer rapi di dalam showroom tersebut. Selalu saja yang ada dalam pikiranku ketika survei adalah kemewahan yang benar-benar membuat hatiku terenyuh tentang perbedaan status sosial di kota ini.

PT. Garansindo cab. Pondok Indah
 
Survey pertama di PT. Garansindo Cabang Pondok Indah. Pertama kali melihat kantor ini yang terlintas di kepala adalah kantor yang mega dan lux. kami ditemui oleh pak Anwar, staf SDM di kantor tersebut. Kami ditemani mengelilingi setiap kantor ini dan aku sibuk mengambil gambar setiap sisi kantor ini maupun stok mobil yang ada di dalamnya. kantor ini ada dua lantai. Lantai pertama digunakan sebagai showroom dan juga sebagai ruang customer sedangkan di lantai dua diperuntukkan sebagai ruang karyawan, ruangan SDM dan juga ruangan Managing Director.

Saat akan mengambil foto di ruangan Manager, terkesan si managernya tegas dan menanyakan kami dari mana. Barulah saat dijelaskan semua, dia mempersilahkan aku mengambil sisi dari ruangannya. Di depan ruangan manager terdapat taman yang didesain dari papan.

Kantor kedua yang kami survei terletak di jalan Maruya Jakarta Barat. Aku terkesan agak asing di daerah ini karena aku memang jarang plesiran ke daerah Jakarta Barat. Cabang di Jakarta Barat ini lumayan lebih besar dari cabang pondok indah. cabang Maruya terdapat bengkel body repair dan engine. Luas tanah di kantor Garansindo Cabang Maruya pun lebih luas karena selain bangunan, terdapat halaman di belakang gedung yang dipergunakan sebagai halaman untuk stok mobil.

Mobil Jeep
 
Cabang Maruya memang terlihat kecil dari depan karena bangunan tersebut memanjang ke belakang. Mayorita karyawan di PT. Garansindo ini terlihat elitis bahkan di sebuah kantor cabang Garansindo, hal yang biasa bagi karyawati merokok di dalam kantor. Aku sering menjumpai karyawati di kota ini merokok dan bahkan sudah menjadi hal yang lumrah namun menurutku masih tidak lumrah ketika mereka merokok di dalam kantor.

Kota ini menawarkan berbagai macam fenomena yang tidak biasa. Aku yang jauh dari kampung sana harus tertatih-tatih mengikuti arus kehidupan di kota ini yang seringkali kuanggap sudah di luar batas kewajaran. Bagaimana tidak, ketika semua fenomena yang merenggut akal sehatku sehingga menuntut harus belajar banyak, belajar menerima dan belajar memahami.

Kantor ketiga yang kami survei terletak di Bilangan Gatot Subroto. Kantor ini paling kecil dari dua kantor yang sebelumnya sudah kami survei

No comments: