March 3, 2015

HINGGA UJUNG WAKTU




Serapuh kelopak sang mawar
Yang disapa badai berselimutkan gontai
Saat aku menahan sendiri
Diterpa dan luka oleh senja

Semegah sang mawar dijaga
Matahari pagi bermahkotakan embun
Saat engkau ada disini
Dan pekat pun berakhir sudah

Akhirnya aku menemukanmu
Saat ku bergelut dengan waktu
Beruntung aku menemukanmu
Jangan pernah berhenti memilikiku

Hingga ujung waktu
Setenang hamparan Samudra
Dan tuan burung camar
Tak kan henti bernyanyi

Saat aku berakhayal denganmu
Dan berjanji pun terukir sudah
Jika kau menjadi istiriku nanti
Pahami aku saat menangis

Saat kau menjadi istriku nanti
Jangan pernah berhenti memilikiku
Hingga ujung waktu

Jika kau menjadi istriku nanti
Pahami aku saat menangis
Saat kau menjadi istriku nanti
Jangan pernah berhenti memilikiku
Hingga ujung waktu




Sheila On 7 – Hingga Hujung Waktu





tiba-tiba saja aku tergerak menulis tentang lagu ini saat mas elly disampingku menyetelnya. di bait yang ada kata-kata "saat kau menjadi isteriku nanti," aku langsung terperangah dan tergugah menuliskannya. entahlah apa musababnya namun aku harus akui bahwa ternyata menyatu dengan seseorang itu tidak segampang dengan mengatakan gombal basi. butuh perjuangan yang amat keras untuk melalui setiap gelombang yang ada.karakter yang berbeda adalah indikasi utama begitu sulitnya untuk selalu bersama.

Lagu-lagu SO7 memang meninggalkan kenangan masa remaja yang mendalam. dia adalah kepingan masa lalu yang mungkin mayoritas remaja seusiaku mempunyai cerita dengan lagu-lagu SO7. begitulah lirik-liriknya merasuk dalam kenangan remajaku dan lagu yang barusan disetel oleh mas Elly mungkin lebih relevan dengan masa yang sebentar lagi akan kujalani.


berangkat dari kebersamaanku dengan windi. meski kami sudah mengikrarkan diri untuk berjuang namun selalu saja ada cela yang membuat kami tidak menemukan titik. aku tidak sanggup mengungkapkan beberapa kali kami tidak cocok atau bahkan beberapa kali aku memarahinya dan membuatnya menangis. aku mungkin egois namun begitulah hakekatnya sebuah jalinan yang akan dibangun.

"Jika kau menjadi istriku nanti,Pahami aku saat menangis,Saat kau menjadi istriku nanti, 
Jangan pernah berhenti memilikiku, Hingga ujung waktu"

 mungkin seharusnya juga yang mengatakan seperti itu adalah windi. akulah yang sering membuatnya menangis. akulah yang sering membuatnya terluka bahkan kerapkali tidak berusaha memahaminya.keputusan untuk bersama memang butuh perjuangan sepanjang hidup. suka duka adalah keniscayaan yang akan terjadi dalam hidup yang akan dijalani sekeras apapun kita berjuang untuk melawannya.






No comments: