Pernah beberapa waktu lalu, aku menulis tentang seorang polisi yang kutemui di polsek metro kelapa gading.aku menulis tentang polisi yang lumayan baik diantara beberapa oknum yang pernah kutemui sebelumnya. entahlah apa yang selalu terlintas di benakku ketika mendengar kata polisi namun yang jelasnya bahwa banyak keluargaku yang memilih profesi tersebut bahkan kedua kakakku pernah beberapa kali ikut seleksi polisi namun tidak lulus.
ketika aku kemudian tidak bersepakat dengan profesi tersebut, bukan karena kekecewaan kedua kakakku tidak lulus seleksi namun ada hal prinsipil yang membuatku tidak bersepakat. pertama aku ingin mengatakan bahwa aku bahkan malah bersyukur kedua kakakku tidak lulus seleksi karena dengan begitu, orang tuaku lepas dari perbuatan menyogok. aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana saat kakakku sudah sampai pada tes terakhir dan dari seorang petingi polisi yang juga sekampung denganku menjadi backing dan disediakan sejumlah uang. memang pada saat itu aku tidak tahu sama sekali namun jujur sampai sekarang, aku bersyukur kedua kakakku tidak lulus seleksi.
mungkin ini terletak pada apa yang disebut prinsip namun aku pun menyadari bahwa masih ada diantara oknum polisi yang lulus tanpa menyogok, aku masih percaya itu meski perbandingannya jauh lebih kecil dari yang menyogok. hal kedua adalah banyak diantara oknum polisi yang bahkan menerima suap ketika sudah menjadi polisi apatahlagi ketika menjadi seorang petugas lalu lintas. hal lain bahwa banyak diantara mereka yang kemudian menjadi arogan.
diluar dari semua itu, aku percaya bahwa selalu saja ada orang baik diantara setiap orang yang kurang baik. kemarin aku menemukan seorang polisi yang kuanggap baik. mungkin kesannya subjektif namun begitulah adanya. ceritanya seperti ini. hari sabtu pagi, aku sudah bersiap ke arah karet pendurenan. ada dua jalur sebenarnya ke arah tersebut dari rawamangun. pertama melalui jalan pemuda ke arah pramuka-manggarai kemudian sampai di rasuna said namun menurutku jalur tersebut terlalu jauh. jalur yang kuanggap dekat melalui Cipinang kearah Casablanca. aku memilih aternatif kedua. sesampai di Jln Basuki Rakhmat, ada putaran yang memang sebenarnya dilarang namun karena putaran tersebut sebagai jalan kompas dan aku sudah sering melewatinya sehingga tanpa ragu aku memutar di jalan itu, apesnya pada saat itu ternyata ada 6 polisi yang sedang swipping. dengan pasrah, aku berhenti ketika seorang polisi memberhentikan motorku dan memberitahu bahwa aku melanggar rambu lalu lintas. sebelum dia menyuruh memperlihatkan SIM dan STNK, aku langsung berinisiatif mengeluarkan dan memperlihatkan kepadaku. saat itu aku sudah membatin harus kembali berurusan dengan pengadilan untuk mengambil SIM namun diluar dugaan, sang polisi mengatakan bahwa ini teguran pertama dan kemudian membiarkanku melanjutkan perjalanan.
yah, memang subjektif jika aku mengatataka bahwa dia seorang polisi yang baik namun aku pun beralasan bahwa 1 diantara 10 orang polisi yang mau berbaik hati seperti itu ketika kita sudah melanggar, yang ada bahwa ketika kita sudah jelas-jelas melanggar maka harus pasrah apakah damai di tempat atau bahkan harus ke pengadilan mengambil SIM.
terkadang kita menjumpai orang baik diantara mereka yang kurang baik.
pulogadung.210315
ketika aku kemudian tidak bersepakat dengan profesi tersebut, bukan karena kekecewaan kedua kakakku tidak lulus seleksi namun ada hal prinsipil yang membuatku tidak bersepakat. pertama aku ingin mengatakan bahwa aku bahkan malah bersyukur kedua kakakku tidak lulus seleksi karena dengan begitu, orang tuaku lepas dari perbuatan menyogok. aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana saat kakakku sudah sampai pada tes terakhir dan dari seorang petingi polisi yang juga sekampung denganku menjadi backing dan disediakan sejumlah uang. memang pada saat itu aku tidak tahu sama sekali namun jujur sampai sekarang, aku bersyukur kedua kakakku tidak lulus seleksi.
mungkin ini terletak pada apa yang disebut prinsip namun aku pun menyadari bahwa masih ada diantara oknum polisi yang lulus tanpa menyogok, aku masih percaya itu meski perbandingannya jauh lebih kecil dari yang menyogok. hal kedua adalah banyak diantara oknum polisi yang bahkan menerima suap ketika sudah menjadi polisi apatahlagi ketika menjadi seorang petugas lalu lintas. hal lain bahwa banyak diantara mereka yang kemudian menjadi arogan.
diluar dari semua itu, aku percaya bahwa selalu saja ada orang baik diantara setiap orang yang kurang baik. kemarin aku menemukan seorang polisi yang kuanggap baik. mungkin kesannya subjektif namun begitulah adanya. ceritanya seperti ini. hari sabtu pagi, aku sudah bersiap ke arah karet pendurenan. ada dua jalur sebenarnya ke arah tersebut dari rawamangun. pertama melalui jalan pemuda ke arah pramuka-manggarai kemudian sampai di rasuna said namun menurutku jalur tersebut terlalu jauh. jalur yang kuanggap dekat melalui Cipinang kearah Casablanca. aku memilih aternatif kedua. sesampai di Jln Basuki Rakhmat, ada putaran yang memang sebenarnya dilarang namun karena putaran tersebut sebagai jalan kompas dan aku sudah sering melewatinya sehingga tanpa ragu aku memutar di jalan itu, apesnya pada saat itu ternyata ada 6 polisi yang sedang swipping. dengan pasrah, aku berhenti ketika seorang polisi memberhentikan motorku dan memberitahu bahwa aku melanggar rambu lalu lintas. sebelum dia menyuruh memperlihatkan SIM dan STNK, aku langsung berinisiatif mengeluarkan dan memperlihatkan kepadaku. saat itu aku sudah membatin harus kembali berurusan dengan pengadilan untuk mengambil SIM namun diluar dugaan, sang polisi mengatakan bahwa ini teguran pertama dan kemudian membiarkanku melanjutkan perjalanan.
yah, memang subjektif jika aku mengatataka bahwa dia seorang polisi yang baik namun aku pun beralasan bahwa 1 diantara 10 orang polisi yang mau berbaik hati seperti itu ketika kita sudah melanggar, yang ada bahwa ketika kita sudah jelas-jelas melanggar maka harus pasrah apakah damai di tempat atau bahkan harus ke pengadilan mengambil SIM.
terkadang kita menjumpai orang baik diantara mereka yang kurang baik.
pulogadung.210315
No comments:
Post a Comment