March 23, 2015

Asean Literary Festival

Aku tidak mengikrarkan diriku sebagai penyuka Sastra namun selalu saja ada bagian dari sastra yang membuatku menikmatinya. aku suka menulis puisi tetapi mungkin tergolong penulis puisi yang hanya main-main tanpa pola yang jelas. Aku suka menulis cerpen namun seringkali cerpenku yang tak mempunyai ending yang bermakna. Aku suka menulis setiap perjalanan waktu yang kulalui namun sekedar mengabadikan kenanganku bukan untuk sebuah hal yang berkaitan dengan sastra. begitulah sastra.

kemarin ada ASEAN LITERARY FESTIVAL 2015 di TIM. mungkin secara kebetulan aku disana karena memang setiap akhir pekan aku dan windi sering berkunjung ke TIM hanya untuk menghabiskan weekend. sesampai disana, aku melihat banyak penikmat sastra yang sedang berada disana, ada yang sedang asyik melihat-lihat buku pameran, ada yang sedang mengikuti diskusi dan banyak diantara mereka yang bercengkerama dengan teman. mungkin mereka lama tidak bertemu dan kemudian bertemu lagi di tempat tersebut.

aku dan windi sekedar melihat buku pameran. lumayan banyak buku bagus disana namun duit sudah menipis. kami memilih untuk mengikuti sebuah diskusi yang diadakan di panggung utama. diskusi tentang sastra yang panelisnya mahasiswa sastra UNJ dan pihak Diva Press. 

Kami datang pas sudah sesi tanya jawab sehingga kami tidak terlalu memahami materi diskusi yang dibahas meski sepintas dari sesi tanya jawab, aku menangkap bahwa bahasan tersebut tentang sastra yang mulai pudar. seorang panelis dari UNJ yang juga pengurus buletin Stomata dengan lugas memaparkan harapan-harapannya tentang sastra.

kami kemudian beranjak dan mengikuti sebuah diskusi berbahasa inggris. tidak banyak yang kudengar dari diskusi tersebut karena kami ikut saat diskusi akan berakhir. hingga maghrib menjelang, kami memutuskan untuk shalat maghrib di Basement dan memilih untuk pulang. ada kekecewaan yang menggelayut di hati karena baru mengetahui ada acara keren di TIM pada saat hari terakhir.

hujan mengguyur dengan derasnya saat kami akan meninggalkan TIM. kami nekat menerobos hujan dan memilih berteduh di sebuah warung makan sekaligus mengisi perut yang mulai keroncongan.

kami pulang ke kos masing-masing dengan weekend yang basah.


pulogadung220315

No comments: