Sehari kemarin, saya menghabiskan 6 jam survei penutupan mobil PT. Andrinusa Utama Indah yang jumlahnya begitu banyak. Memang sebelumnya perusahaan ini sudah menjadi nasabah di kantor dengan kontribusi yang lumayan gede. namun dalam perjalanan kerjasama yang dijalin dengan perusahaan tersebut, ada kesalahpahaman yang menyebabkan perusahaan tersebut menarik produksinya. Entahlah siapa yang salah namun memang perjanjiannya, perusahaan tersebut tidak menggunakan kendaraannya sesuai yang dijamin polis.
Permasalahan tersebut muncul setelah ada salah satu mobil PT. Andrinusa Utama Indah yang hilang. Seingatku kejadiannya sekitar akhir tahun lalu. Saya dan seorang kawan yang survei kehilangan kendaraan tersebut di sekitar jln Tipar Cakung, Jakarta Timur. Saat di lokasi kejadian, ada beberapa kejanggalan yang kami temui ketika melihat lokasi dan bertanya ke warga sekitar tentang kehilangan mobil di daerah tersebut. Kejanggalan pertama adalah akses untuk masuk ke lokasi kehilangan mobil sangat sempit dan sedang ada galian got. Kedua bahwa warga sekitar tidak tahu-menahu tentang kejadian kehilangan tersebut bahkan satpam yang ditanyakan tentang kehilangan tersebut pun tidak tahu. Ketiga bahwa ketika saya menanyakan langsung ke ketua RT, dia pun tidak tahu tentang kejadian tersebut, hanya saja si sopir datang dan meminta surat pengantar kehilangan mobil.
Dari beberapa kejanggalan tersebut, kami kemudian melaporkan ke kantor kemudian meminta jasa Surveyor independen untuk melakukan survey ulang yang lebih valid. Beberapa hari kemudian, hasil survey dari tim independen keluar hasilnya dan ternyata mobil tersebut hilang saat disewakan ke orang kedua. PT. Andrinusa kemudian mengklaim namun ditolak karena sesuai dengan polis, kendaraan hanya diperuntukkan untuk pribadi dan dinas bukan untuk komersil. polemik ini kemudian berlarut-larut bahkan Pak Ridwan selaku pemilik PT. Andrinusa tersebut beberapa kali datang di kantor mengajukan keberatannya karena klaim kehilangan kendaraannya tidak bisa diakomodasi. Pernah sekali dia bicara dengan kasie teknik dengan amat sangat keras.alhasil Pak Ridwan tersebut menarik semua produksinya dan meminta refund premi.
Awal maret ini, saya tidak tahu bagaimana awalnya atau mungkin agen dari PT. Andrinusa sehingga ada kesepakatan bahwa mobil-mobil tersebut yang jumlahnya ratusan kembali menjadi produksi namun dengan syarat diubah penggunaannya menjadi komersil dengan konsekuensi ratenya dinaikkan.
Tidak mau melakukan kesalahan yang sama, saya dan E bertugas untuk melakukan survei semua kondisi kendaraan tersebut. Alhasil kami kemudian melakukan survei semua kondisi fisik kendaraan.
Sebenarnya bukan tentang kronologis semua apa yang telah saya ceritakan di atas yang ingin kusampaikan disini. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa betapa seorang mempunyai mobil begitu banyak bahkan seperti mobil-mobilan yang bertebaran dimana-mana. Entahlah apa yang ada dipikiran si pemilik namun saya sendiri ketika melakukan survei di beberapa tempat, saya melihat mobil tersebut seperti tidak terawat dan dibiarkan begitu saja. ada 4 mobil yang masih di belakang gedung auto 2000 pramuka dan dibiarkan begitu saja.
Saya harus katakan bahwa kesenjangan di kota ini memang begitu curam. Seorang bisa saja mempunyai ratusan mobil kemudian di lain tempat, seorang bocah yang seperti kutulis. harus berjuang keras demi sebungkus nasi.
Saya pun tidak berpretensi untuk mengatakan bahwa mereka yang punya kekayaan begitu banyak tidak peduli dengan mereka yang kurang beruntung namun kenyataan yang saya temui selama saya di kota ini benar-benar membuka mata saya bahwa bagaimana kesenjangan tersebut nyata dan benar adanya.
disaat lagi capek pulang survei. 240315
No comments:
Post a Comment