Di sudut Cikini yang hening.
kita menghempaskan diri di warung makan
hujan membunuh hasrat kita untuk tetap melaju
hujan pula memperparah perut yang minta diisi
kubiarkan semua titik air membasahi ujung rambutmu
aku menatapmu dengan semua perasaan yang kumiliki
engkau sesekali merajuk dalam hujan
entah mengapa
engkau seberani ini bersamaku
menantang malam bahkan hujan
yang sekalipun tak kau lakukan saat sendiri
rawamangun. 230315
kita menghempaskan diri di warung makan
hujan membunuh hasrat kita untuk tetap melaju
hujan pula memperparah perut yang minta diisi
kubiarkan semua titik air membasahi ujung rambutmu
aku menatapmu dengan semua perasaan yang kumiliki
engkau sesekali merajuk dalam hujan
entah mengapa
engkau seberani ini bersamaku
menantang malam bahkan hujan
yang sekalipun tak kau lakukan saat sendiri
rawamangun. 230315
No comments:
Post a Comment