Kukutuk benih kemarahan jiwaku untukmu. menjadikanmu puingpuing asa yang berserakan.
aku memunguti setiap serpihan itu dan menyimpan di hati.
kau tahu tidak?
seperti katamu kita bak drama King dan Queen.
ah iya juga yah, aku baru menyadarinya
aku bak sutradara dan engkau adalah lakonnya
tapi tidakkah engkau tahu bahwa sang sutradara sangat menyayangi semua tokoh dalam ceritanya
meski berlebihan
namun akupun tidak pernah benarbenar menyakitimu
kau tahu kan alasanku setiap aku membentakmu?
itu karena kesalahan yang kita ulangi
dan kau tahu kan apa artinya ketika aku membentakmu?
itu karena aku marah terhadap diriku sendiri.
dan kau tahu kan ketika aku memarahimu.
itu artinya aku marah terhadap diriku sendiri
saat engkau tersedu sedan, akulah yang paling merana dan saat kau tertawa renyah pun aku ikut terbahak.
aku merasakan setiap aliran rasa yang mengalun indah di sukmamu
karena bagian hidupku adalah dirimu
mungkin terlalu dini merayumu dengan syair indah namun kau pun menerawang jauh kebelakang betapa aku tidak pernah benar-benar menyakitimu.
aku memang egois, keras kepala bahkan tak sabar namun tidak menyurutkan sedikitpun kasihku untuk menyayangi setiap apa yang ada padamu.
syair syahdu pagi hari
060315
aku memunguti setiap serpihan itu dan menyimpan di hati.
kau tahu tidak?
seperti katamu kita bak drama King dan Queen.
ah iya juga yah, aku baru menyadarinya
aku bak sutradara dan engkau adalah lakonnya
tapi tidakkah engkau tahu bahwa sang sutradara sangat menyayangi semua tokoh dalam ceritanya
meski berlebihan
namun akupun tidak pernah benarbenar menyakitimu
kau tahu kan alasanku setiap aku membentakmu?
itu karena kesalahan yang kita ulangi
dan kau tahu kan apa artinya ketika aku membentakmu?
itu karena aku marah terhadap diriku sendiri.
dan kau tahu kan ketika aku memarahimu.
itu artinya aku marah terhadap diriku sendiri
saat engkau tersedu sedan, akulah yang paling merana dan saat kau tertawa renyah pun aku ikut terbahak.
aku merasakan setiap aliran rasa yang mengalun indah di sukmamu
karena bagian hidupku adalah dirimu
mungkin terlalu dini merayumu dengan syair indah namun kau pun menerawang jauh kebelakang betapa aku tidak pernah benar-benar menyakitimu.
aku memang egois, keras kepala bahkan tak sabar namun tidak menyurutkan sedikitpun kasihku untuk menyayangi setiap apa yang ada padamu.
syair syahdu pagi hari
060315
No comments:
Post a Comment