Seharusnya ucapan selamat ini kutulis saat engkau sedang merayakan euforia sebagai seorang sarjana. aku pernah merasakan saat-saat itu dimana semua energi di penghujung sebagai Mahasiswa benar-benar lepas terbang ke angkasa. berbagai rasa memang bercampuk aduk saat memakai toga dan menyandang predikat sebagai seorang sarjana. ada perasaan lega telah menyelesaikan amanah dari orang tua, ada perasaan senang saat titel di belakang nama bertambah namun ada pula perasaan tidak tega meninggalkan dunia kampus yang menurutku amat sangat menyenangkan, entah menurutmu menyenangkan atau tidak.
Momen tersebut engkau rayakan 4 hari sebelum hari pernikahanku. aku yakin engkau berbahagia dengan gelarmu tersebut dan sepantasnya aku mengucapkan selamat untukmu, selamat atas segala pencapaianmu namun yang terpenting menurutku dari semua itu adalah selamat telah menunaikan amanah dari Ibu dan Bapak yang menurutku itulah tanggung jawab terberat saat kuliah, bukan tugas ataupun kegiatan organisasi.
Momen tersebut engkau rayakan 4 hari sebelum hari pernikahanku. aku yakin engkau berbahagia dengan gelarmu tersebut dan sepantasnya aku mengucapkan selamat untukmu, selamat atas segala pencapaianmu namun yang terpenting menurutku dari semua itu adalah selamat telah menunaikan amanah dari Ibu dan Bapak yang menurutku itulah tanggung jawab terberat saat kuliah, bukan tugas ataupun kegiatan organisasi.
Sekarang jangan terlalu lama merayakan euforia kelulusanmu. tidak ada waktu untuk berhenti sejenak meski melepas penat untuk sementara waktu pun perlu dalam mengumpulkan energimu namun satu hal bahwa belajar harus tetap berlanjut, jangan pernah menyimpan buku-bukumu di dalam rak kemudian menguncinya rapat-rapat karena belajar itu inheren dalam hidup, bukan sekedar baca buku, noted.
Engkau rencana ke Kediri untuk belajar bahasa Inggris, okelah itu tidak masalah dan aku tetap akan mendukungmu meski aku sendiri selalu menganggap bahwa belajar bahasa inggris adalah hal yang kesekian, saat engkau keluar dari zonamu maka banyak hal yang engkau akan pelajari, mulai dari bertemu dengan orang-orang yang berbeda kebudayaan sampai pada hal yang akan membuka paradigmamu bahwa semesta ini luas, tidak melulu enrekang ke makassar. banyak hal tercecer yang mesti dipelajari.
Bertemu banyak orang akan membuat kita percaya bahwa kebenaran yang selama ini kita anggap mutlak ternyata relatif, kita akan belajar untuk lebih toleran dan menghargai orang lain. kepala akan lebih enteng untuk menerima perbedaan yang sering kita jumpai karena percayalah, hidup ini adalah aneka perbedaan yang ada.
Aku bercerita sedikit tentang perjalananku pertama kali merantau ke pulau Jawa. sebelum menginjakkan kaki di Pulau ini, kepalaku dipenuhi dengan paradigma yang tertanam sejak kecil bahkan pada hal yang bersifat syariat, aku lebih condong ke budaya Muhammdiyah karena memang kita dididik keras mengikuti semua tradisi Muhammadiyah namun apa yang terjadi ketika aku berada di pulau yang Mayoritas Masyarakatnya adalah Penganut NU bahkan sebagian besar dari mereka adalah Pengikut Garis Keras?
Engkau rencana ke Kediri untuk belajar bahasa Inggris, okelah itu tidak masalah dan aku tetap akan mendukungmu meski aku sendiri selalu menganggap bahwa belajar bahasa inggris adalah hal yang kesekian, saat engkau keluar dari zonamu maka banyak hal yang engkau akan pelajari, mulai dari bertemu dengan orang-orang yang berbeda kebudayaan sampai pada hal yang akan membuka paradigmamu bahwa semesta ini luas, tidak melulu enrekang ke makassar. banyak hal tercecer yang mesti dipelajari.
Bertemu banyak orang akan membuat kita percaya bahwa kebenaran yang selama ini kita anggap mutlak ternyata relatif, kita akan belajar untuk lebih toleran dan menghargai orang lain. kepala akan lebih enteng untuk menerima perbedaan yang sering kita jumpai karena percayalah, hidup ini adalah aneka perbedaan yang ada.
Aku bercerita sedikit tentang perjalananku pertama kali merantau ke pulau Jawa. sebelum menginjakkan kaki di Pulau ini, kepalaku dipenuhi dengan paradigma yang tertanam sejak kecil bahkan pada hal yang bersifat syariat, aku lebih condong ke budaya Muhammdiyah karena memang kita dididik keras mengikuti semua tradisi Muhammadiyah namun apa yang terjadi ketika aku berada di pulau yang Mayoritas Masyarakatnya adalah Penganut NU bahkan sebagian besar dari mereka adalah Pengikut Garis Keras?
Perlahan-lahan aku mengikuti dan berdiskusi dengan mereka, mengamati kehidupan sehari-hari dan kemudian meluangkan waktuku untuk berbicara ke dalam diriku tentang perbedaan ini, pada akhirnya aku berkesimpulan bahwa perbedaan yang ada adalah hidup itu sendiri dan kita hanya perlu sedikit mengerti dan bertoleran dengan apa-apa yang berbeda dengan isi kepala kita. tetapi tolong dicatat bahwa diantara beribu banyak perbedaan yang nantinya akan engkau temui, wajib engkau memiliki prinsip dalam hidup, nilai yang seharusnya engkau pegang terus sebagai identitas sehingga tidak terombang ambing, sekali lagi hal itu adalah hal yang prinsipil dalam hidup, sesuatu yang tidak boleh dimoderasi oleh apapun.
Aku hanya ingin sedikit meningalkan pesan untuk setiap langkah yang engkau tempuh disetiap langkah hidupmu bahwa ada amanah besar dari seorang Perempuan yang mulai memasuki usia senja. Perempuan yang tidak pernah letih melafalkan doa untuk kebaikan-kebaikan kita berenam, tentang tangannya yang tidak pernah letih menengadah disetiap akhir shalatnya kemudian mengais rejeki dengan keahliannya menjual aneka jajanan di pasar kampung sebelah.
Aku hanya ingin sedikit meningalkan pesan untuk setiap langkah yang engkau tempuh disetiap langkah hidupmu bahwa ada amanah besar dari seorang Perempuan yang mulai memasuki usia senja. Perempuan yang tidak pernah letih melafalkan doa untuk kebaikan-kebaikan kita berenam, tentang tangannya yang tidak pernah letih menengadah disetiap akhir shalatnya kemudian mengais rejeki dengan keahliannya menjual aneka jajanan di pasar kampung sebelah.
Perempuan yang tidak pernah memperlihatkan air matanya di depan kita namun selalu saja Dia menyimpannya yang pada tengah malam baru diteteskan seiring doa-doanya. Perempuan yang tangguh dan tak pernah kutemukan sedikit pun kurangnya kasih sayang sejak aku kecil sampai pada saat aku mempunyai keluarga sendiri. aku hanya mengingatkan engkau bahwa ada doa-doanya yang mengiringi langkahmu.
ah, terlalu banyak hal yang kuceritakan kepadamu padahal aku hanya ingin mengucapkan selamat atas kelulusanmu sebagai Mahasiswa UIN Makassar.
tetaplah belajar, belajar dari apa dan siapa saja, belajar dari kehidupan. sedikit menundukkan kepala untuk menerima pelajaran-pelajaran hidup
Rawamangun, 23 Oktober 2015 16:42
ah, terlalu banyak hal yang kuceritakan kepadamu padahal aku hanya ingin mengucapkan selamat atas kelulusanmu sebagai Mahasiswa UIN Makassar.
tetaplah belajar, belajar dari apa dan siapa saja, belajar dari kehidupan. sedikit menundukkan kepala untuk menerima pelajaran-pelajaran hidup
Rawamangun, 23 Oktober 2015 16:42



