October 12, 2015

Belajar Tentang Kehilangan

Aku menikmati masa-masa bahagia di kontrakan super mini bersama isteriku. Kontrakan yang hanya terbagi dalam dua ruangan, satu ruang dapur dan juga ruangan utama. kurang luasnya kontrakan yang kami sewa memaksa kami untuk menaruh sendal dan sepatu di teras kontrakan.

Pagi-pagi, isteriku sudah siap berangkat sedangkan aku baru saja selesai mandi. Aku bergegas untuk berangkat ke kantor bareng isteri. saat aku mencari sepatu kerja yang kutaruh dengan sembrono di teras kontrakan, aku terperangah ketika sepatu yang kucari tidak ada di tempat. Aku menanyakan perihal sepatuku ke pada isteriku namun dia pun tidak tahu menahu. aku sadar bahwa sepatu tersebut telah hilang, entah hilang karena dicuri ataupun sebab lainnya. 

Meski bukan sepatu mahal namun setidaknya sepatu tersebut lumayan settle di kaki ku yang jarang sekali cocok dengan sepatu, entah karena kegedean atau mungkin kekecilan. Sepatu tersebut kubeli di pasar senen saat baru saja tiba dari surabaya dengan harga 200 ribu. mungkin sepatu tersebut menjadi saksi betapa kerasnya aku pontang panting di kota ini mencari pekerjaan, memasukkan lamaran di kantor-kantor kemudian mengikuti seabrek tes dan kebanyakan gagal.

Kehilangan sepatu mungkin bukan hal yang perlu disesali namun setidaknya dalam setiap peristiwa selalu saja tersirat pelajaran. aku terlalu ceroboh dan menggampangkan hal-hal yang mungkin kelihatannya sederhana atau mungkin peristiwa tersebut mengajarkanku untuk sedikit lebih waspada karena tidak semua orang seperti anggapan kita. atau bahkan hilangnya sepatu tersebut adalah sebuah peringatan mungkin saja aku terlalu pelit dalam membagi rejeki.

Rawamangun, 12 Oktober 2015

No comments: