Aku pulang ke kontrakan super mini yang kita sewa di bilangan Mampang, namun tak kudapati dirimu berdiri menyambutku. baru lima hari memang hubungan ini kita semai sehingga masih prematur untuk menguji kesabaran kita dalam setiap kondisi apapun yang akan dilalui namun bukankah sebelum memutuskan untuk hidup bersama, kita telah sepakat untuk saling mengerti, engkau mengerti pekerjaanku ketika harus pulang malam dan mendapati dirimu sudah tertidur pulas begitupun aku yang aku selalu berusaha untuk memahami pekerjaanmu yang seringkali harus ke luar kota dan meninggalkanku dalam kesendirian di kamar kos.
Sejatinya, belum banyak hal yang ingin kuceritakan sejak kita resmi menjadi sepasang merpati yang akan selalu menjaga. aku bahkan masih harus belajar banyak hal untuk hidup menjadi bagian dari dirimu. namun entah kenapa, sejak memutuskan untuk hidup bersama, hidupku kembali bergairah dalam setiap hal apatahlagi tentangmu.
Kita memang sudah hidup di sebuah kontrakan namun aku selalu sadar bahwa kediaman itu hanya akan menjadi tempat bercengkerama bersama karena sesungguhnya sebagian besar waktu kita habiskan di kantor masing-masing.
Kita terlalu penat untuk mengumpat keadaan yang mengharuskan kita bertemu cuma 2 kali seminggu dan sejujurnya, kita menyenangi kondisi seperti ini karena selalu akan mengeratkan kasih diantara kita berdua.
Perjalanan waktu yang akan menguji kesabaran kita sampai dimana batasnya meski selalu kita melafalkan bahwa hubungan ini akan baik-baik saja sampai pada titik penghujung suatu saat nanti. kita hanya perlu sedikit bersabar dan banyak bersyukur untuk menikmati dinamika hubungan yang sedang kita jalani karena disetiap perjalanan, selalu terselip kondisi yang paradoks. disatu sisi kita berbahagia namun disisi lain, kita sedang berduka tetapi hal terpenting bagi kita adalah berbahagia dengan berbagi kebahgiaan dengan orang lain.
Kita memang sudah hidup di sebuah kontrakan namun aku selalu sadar bahwa kediaman itu hanya akan menjadi tempat bercengkerama bersama karena sesungguhnya sebagian besar waktu kita habiskan di kantor masing-masing.
Kita terlalu penat untuk mengumpat keadaan yang mengharuskan kita bertemu cuma 2 kali seminggu dan sejujurnya, kita menyenangi kondisi seperti ini karena selalu akan mengeratkan kasih diantara kita berdua.
Perjalanan waktu yang akan menguji kesabaran kita sampai dimana batasnya meski selalu kita melafalkan bahwa hubungan ini akan baik-baik saja sampai pada titik penghujung suatu saat nanti. kita hanya perlu sedikit bersabar dan banyak bersyukur untuk menikmati dinamika hubungan yang sedang kita jalani karena disetiap perjalanan, selalu terselip kondisi yang paradoks. disatu sisi kita berbahagia namun disisi lain, kita sedang berduka tetapi hal terpenting bagi kita adalah berbahagia dengan berbagi kebahgiaan dengan orang lain.
No comments:
Post a Comment