Kita memulai romansa ini, di oktober yang menyisakan banyak perih untuk negeri namun tidakkah ketika berkeyakinan bahwa selalu saja kita kuat dari kondisi yang sulit tetapi ini bukan kita yang sedang sulit dek, mereka yang berada di pulau seberang bahkan bernafas pun mereka harus berkelahi dengan asap.
Di oktober yang menyisakan banyak kelabu di negeri ini, kita bahkan melangsungkan momen untuk mensakralkan hubungan kita namun tidakkah kita sedikit meluangkan waktu untuk bercerita tentang kesusahan mereka yang berjuang dengan derita sementara kita hanya asyik bercumbu di kamar yang dingin tanpa harus terganggu dengan kepulan asap.
Aku takut dek, kita berbahagia diatas semua derita negeri ini. Aku ingin berbahagia dan sedikit membagikan bahagia itu kepada mereka yang ada disamping kita meski hanya sebuah senyuman.
Namun oktober benar-benar ironi dek. Aku dan kau merayakan hubungan kita namun mereka sedang merayakan tragedi hidup. ataukah kita hanya perlu sedikit waktu untuk menertawakan hidup hidup?
Kita merayakan oktober dengan sisa cinta yang masih ada. namun dia selalu ada dan abadi dengan segala kekurangannya. Kita merayakan cinta di kontrakan mini tanpa perabotan, kita merayakan cinta oktober dengan motor butut yang sudah 10 tahun usianya, kita merayakan cinta oktober di warteg langganan dengan lauk tempe, kita merayakan cinta oktober dengan segala kesederhanaannya, namun bukankah kita telah berikrar bahwa kesederhanaan yang akan menguatkan tali cinta di antara kita.
Tetapi sekali lagi, jangan pernah kita lupa untuk merayakan kebahagiaan dengan yang lain, bersama penghuni semesta karena bahagia itu bukanlah kebahagiaan jika dirayakan sendiri.
Ada cinta kita di oktober dalam riuh negeri yang penuh tragedi.
Mampang, 22 Oktober 2015
Kita merayakan oktober dengan sisa cinta yang masih ada. namun dia selalu ada dan abadi dengan segala kekurangannya. Kita merayakan cinta di kontrakan mini tanpa perabotan, kita merayakan cinta oktober dengan motor butut yang sudah 10 tahun usianya, kita merayakan cinta oktober di warteg langganan dengan lauk tempe, kita merayakan cinta oktober dengan segala kesederhanaannya, namun bukankah kita telah berikrar bahwa kesederhanaan yang akan menguatkan tali cinta di antara kita.
Tetapi sekali lagi, jangan pernah kita lupa untuk merayakan kebahagiaan dengan yang lain, bersama penghuni semesta karena bahagia itu bukanlah kebahagiaan jika dirayakan sendiri.
Ada cinta kita di oktober dalam riuh negeri yang penuh tragedi.
Mampang, 22 Oktober 2015
No comments:
Post a Comment