October 5, 2013

Mereka Adalah Guru

Mungkin iseng saja kali ini, aku ingin menulis semua pengalamanku tentang guru yang kutemui di kota ini. Sekedar untuk mengabadikan mereka yang kelak suatu saat nanti akan kukenang karena sejatinya mereka telah masuk dalam cerita hidupku bahkan dalam proses pendalamanku tentang hidup bahkan tentang kearifan yang ditawarkan oleh mereka. 

Di kota ini, setiap hari aku harus berinteraksi dengan mereka dari berbagai karakter yang ada dan kutahu setiap karakter tersebut menyajikan berbagai macam hikmah yang harus kuambil. Semua yang nantinya akan kutulis tentang semua guru yang kujumpai murni dari sudut pandangku dan meski sedikit bercerita dari sisi negatif mereka,  bukan berarti aku menjelek-jelekkan mereka namun sekedar menulis dari apa yang aku lihat dan rasakan.

here they are....!
Pak Ha*i S***nto ( Kepala Sekolah SMPN 1 Ngawi )
Beliau salah satu guru yang pertama kali kukenal. Masih segar dalam ingatanku ketika pertama kali menginjakkan kakiku di kota ini. Saat itu, bosku memberikan briefing bahwa ada beberapa sekolah pareto yang harus kukunjungi dan salah satu dari sekolah tersebut adalah SMPN 1 Ngawi alhasil, di hari-hari pertama aku berkunjung ke sekolah, aku lantas mengunjungi SMPN 1 Ngawi dan bertemu dengan beliau.  

Kesan pertama yang kurasakan dari beliau adalah friendly dan dengan semangatnya bercerita tentang banyak hal. Beliau bertutur panjang masalah politik ekonomi bahkan ketidaksukaannya terhadap Mahfud MD. Alasannya sangat tendensius karena Mahfud lah yang mengusulkan penghapusan sekolah RSBI dan SMPN 1 Ngawi terkena imbasnya, alhasil dana yang sangat besar ketika masih berstatus RSBI sekarang tidak ada lagi bahkan  berbagai aturan yang kaku mengikat sekolah tersebut saat RSBI dihapuskan dan inilah yang menjadi alasan utama Beliau kurang sepakat dengan Mahfud. Aku juga beberapa kali berkunjung ke rumahnya yang terletak di jalan lorong Ahmad Yani. isterinya juga adalah kepala sekolah karang tengah. beliau hanya mempunyai 2 anak yang semuanya telah berkeluarga dan berstatus PNS.

Pak K**no (Mantan direktur RSBI SMPN 1 Ngawi sekarang mutasi ke SMPN 5 )
Guru ini termasuk salah satu guru yang sangat tegas. aku bahkan harus mencerna setiap kata yang keluar dari mulutnya kemudian menimpali. beliau adalah orang yang amat sangat dipercaya oleh pak Hadi sebagai kaki tangannya. banyak guru maupun siswa yang respek terhadap beliau. sama seperti pak hadi, aku pun sudah sering bertandang ke rumahnya. beliau berbeda selera dengan pak hadi ketika bercerita, beliau lebih suka memberi motivasi dan sekali bercanda. isterinya juga seorang guru di SMPN 2 ngawi yang nantinya juga akan kucereitakan di sini. beliau punya anak 2, salah satu diantaranya sudah berkeluarga.

Pak Su**rto (guru MM)
Tidak banyak yang mungkin bisa kucerita tentang beliau selain karena beliau satu ruangan dengan pak k**no yang membuatku seringkali bertemu ketika liputan di SMPN 1 ngawi. namun meski demikian, aku juga sudah beberapa kali bertandang ke rumahnya yang terletak di dempel.

Pak P**no(KTU)
orang yang menerima setiap kiriman buku

Ibu Nur**ti(Guru English)
salah satu guru yang pertama kali kukunjungi rumahnya

Ibu Wal**i (Perpustakaan)
lumayan friendly dan membuatku betah berlama-lama di perpustakaan

Ibu L*s(Guru IPA)
baru akhir-akhir ini kukenal di kopsis

Ibu Art**i( guru IPA)
Isteri dari pak am*r, guru sma 2 ngawi. beliau pernah berkunjung ke kantor dan akupun sudah dua kali berkkunjung ke rumahnya yang terleltak di perumahan karang asri

Pak Sud**man (guru Fisika)
Orangnya lumayan kalem dan sedikit bicara. asli boyolali. aku pernah sekali bertandang ke rumahnya di perumahan.

Mas M*ri dan Mas Fe*y (Security sekolah)
Mereka seringkali menyambutku dengan ramah ketika tiba di gerbang SMPN 1 Ngawi

Pak Ach**d T (Kepala Sekolah SMPN 2 Ngawi)
Beliau tinggal di depan stasiun kereta api kedunggalar. rumahnya lumayan besar. salah satu kepala sekolah senior di kota ini dan lumayan dihormati karena memimpin SMPN 2 Ngawi yang terkenal sebagai SMPN terbesar di sini. seingatku, aku hanya beberapa kali berinteraksi dengan beliau termasuk ketika aku berkunjung ke rumahnya. beliau sebentar lagi akan purna tepatnya bulan november. aku bahkan belum bisa menilai kepribadiaan beliau karena kurangnya intensitas berkomunikasi dengannya.

Pak Si*ik W.(Guru IPS)
Beliau adalah guru yang juga pertama kali kukenal di kota ini. orangnya tinggi besar dan lumayan ramah. rumahnya terletak di jl Ahmad Dahlan. aku bahkan seringkali ke rumahnya meski hanya sekedar duduk kemudian pulang bahkan ketika aku penat melakukan liputan, seringkkali aku ke rumahnya dan tidur di teras rumahnya. isterinya sedang menempuh S3 di UK dan semua anak-anaknya sementara kuliah. dia mempunyai 1 motor vixion merah dan satu mobil. awalnya kukenal beliau bahwa dia tidak terlalu mengejar laba meski pada akhirnya harus kuralat pikirankku itu setelah beberapa hari ini beliau datang di kantor dan menanyakan yang fee untuk sekolah.

Pak B*di (Guru MM)
Beliau bukan asli dari kota ini namun berasal dari klaten. beliau mempunyai 2 rumah yang terletak di kedungprahu dan perumahan prandon. kedua rumahnya pernah kukunjungi. isterinya membuka usaha salon di rumah yang terletak di kedungprahu. awal berada di sini, aku keliru memberinya rabat yang pada akhirnya harus kuakali supaya beliau tidak marah. sekali waktu saat beliau order, barang yang diorder tak kunjung datang membuatku harus ke surabaya siang mengambil barang tersebut dan sorenya langsung balik ke kota ini.

Pak Bu*i (guru English)
orangnya lumayan kalem dan friendly. di umurnya yang ke 44 thn, dia belum jua menikah, aku sendiri tak tahu alasannya kenapa dia memilih membujang di umur yang seperti ini. di menyewa rumah di belakang perpustakaan daerah yang juga dekat dari sekolah tempat beliau mengajar.

Pak N*r (guru BIN)
beliau adalah salah satu guru senior di SMPN 2 ngawi dan sangat dekat dengan pak si*ik. aku pernah sekali berkunjung ke rumahnya di desa cermei, Paron. beliau order begitu banyak pesanan namun ternyata tidak dipakai alhasil returku membengkak.

Pak Ma**ix (guru english)
Beliau kelihatan masih mudah. beliau yang mengumpulkan guru english dan order. rumahnya di grudo jalan pintas dari kota ke kantor

Ibu Ni**ng (guru PPkN)
seperti yang kuceritakan sebelumnya, beliau adalah isteri dari pak ka*no
Nb. beberapa tahun setelah saya pindah ke kota lain, saya mendengar kabar bahwa beliau meninggal karena kecelakaan lalu lintas di perempatan jalan dengan terminal. beliau hendak menuju sekolah untuk mengawas ujian.

Ibu E*y (Guru BIN)
beliau adalah guru BIN. isteri dari kepala sekolah SMPN 2 Paron. meski orangnya ramah ketika berinteraksi namun dia sama sekali tidak berusaha untuk membantuku sehingga buku BIN banyak yang retur

Ibu Ya*uk (guru IPA)
beliau bersaudara dengan salaah satu guru bhs inggris SMPN 4 ngawi. rumahnya terletak di perumahan prandon namun aku belum pernah bertandang ke sana. orangnya tidak berjilbab dengan potongan rambut yang sampai leher

ibu Fa**mah (guru IPA)
sama seperti ibu ya*uk, namun guru yang satu ini lumayan disegani oleh murid-muridnya dengan penampilan yang kelihatan garang. aku pernah sekali ke rumahnya namun tidak bertemu dengannya karena saat itu dia mantenan di rumah tetangga

Ibu Lu**k (guru english)
Ibu ini yang amat sangat friendly. aku paling betah berlama-lama bergosip dengan ibu ini. dengan perawakan yang gemuk dan muka yang selalu ceria membuatnya kelihatan ramah ditambah dengan senyuman yang selalu mengembang dari bibirnya

Ibu N*r (guru Biologi)
seingatku, akua sudah dua kali bertandang ke rumah ibu ini yang juga terletak di perumahan prandon. aku tidak tahu banyak tentangnya namun yang jelas dia amat ramah dan lumayan asyik diajak ngobrol

Ibu di*u (guru IPS)
ibu ini termasuk pula guru senior. aku baru sekali bertemu dengannya di aula sekolah kala itu aku akan mudik ke sulawesi. dia kelihatannya amat ramah karena pertama kali bertemu dengannya, dia sudah menceritakan banyak hal termasuk anaknya yg bekerja di makasssar

Ibu Sri mur*i (guru IPS)
Ibu ini lumayan garnag juga namun aku agak jarang berinteraksi dengannya, hanya beberapa kali saja itupun dnegan pembicaraan yang seperlunya saja.

Mas Wa*yu (keamanan sekolah)
Mas ini amat sangat low profile. terlihat dari wajahnya yang teduh, seringpula menjadi teman curhatku ketika penat berkeliling ke setiap sekolah. dia bahkan tidak pernah mengeluh meski dia baru sukuan di SMPN 2 Ngawi.

Pak D**to (KS SMPN 4 Ngawi )
Seingatku, baru 3 kali aku bersua dengannya dan dua diantaranya di rumahnya yang terletak di jl. Branjangan depan  BRI  kota ini. aku betah berlama-lama mengobrol dengannya karena dia amat friendly dan mendengarkan setiap apa yang aku sampaikan. wajahnya meneduhkan.

Pak pr**no
Guru yang satu ini rumahnya amat lumayan jauh. meeski begitu, aku harus sering ke rumahnya karena dia adalah salah satu DMU di sekolahnya alhasil jarak ke rumahnya selalu kutempuh setiap sore. dia hanya memiliki satu putra yang baru duduk di bangku SD.

Pak mud**ar
Aku kurang bisa mendiskripsikan bapak yang satu ini. dia baik dan sudah dua kali aku berkunjung ke rumahnya namun kita harus ingat semua janji kepadanya karena dia ingat akan janji-janji.rumahnya terletak di tungkul rejo kecamatan padas melalui jalan tengah sawah

Ibu S*i Wa**uni (Guru English)
Nah, ini dia ini ibu yang akhir-akhir ini sangat ramah kepadaku. setiap kali aku berkunjung ke rumahnya,  pasti disuguhi sesuatu. aku merasa tidak canggung ketika berhadapan dengan ibu y ang satu ini, bahkan seringkali kami berdua bercanda ria ketika bertemu baik di sekolah maupun di rumah

Ibu a*ti(Guru BIN)
Ibu ini sangat ramah denganku. aku masih berutang janji padanya yaitu payung namun berhubung dari perusahaan belum ada jadi aku belum sempat memberikan kepadanya.

Pak j*ko(guru Fisika)
aku amat sangat jarang berinteraksi dengan bapak ini namun kelihatannya dia lumayan baik dan tidak terlalu memusingkan sesuatu hal.

Pak R**diyanto KS(SMPN 5 Ngawi)
bapak ini dari awal sering kukunjungi rumahnya namun makin kesini aku semakin jarang berkunjung ke rumahnya.rumahnya terletak di jrubong.

Pak Ban*riyo
Awal mengenal beliau, saya agak sulit berkomunikasi dengannya karena terkadang ketika aku mencoba mencairkan suasana pembicaraan, selalu saja tidak berhasil karena dia hanya menempali dengan mukatarnya sambil memperhatikan gerik gerikku, namun itu tidak lama, semenjak aku sering bertandang ke rumahnya, aku tahu bahwa dia ikut muhammadiyah dan kuceritakan semua yang kutahu tentang Muhammadiyah dan kuceritakan bahwa keluarga besarku adalah muhammadiyah. sejak saat itu, pembicaraan kami sudah agak cair. sekarang beliau sedang menunaikan ibadah Haji. semoga saja ibadah Haji beliau diterima oelh Allah SWT dan beliau digolongkan kedalam Haji yang Mabrur. Amiiin...!!!!

Pak j*rot
Kesan pertama yang kulihat dari wajahnya adalah dia orang yang tegas. awalnya aku agak ragu untuk mencoba mengobrol banyak dengannya namun karena tugasku sebagai marketing mengharuskanku untuk berbicara apa saja kepada semua guru. beberapa kali aku  berkunjung ke rumahnya dan kuyakin bahwa dia orang yang baik. apatahlagi isterinya ayu dan anaknya yang masih kelas 2 SMA, semakin betahlah aku berlama-lama di rumahnya ketika berkunjung. hehehe.
Rumahnya terletak di karangasri jalan menuju Bojonegoro

Pak An**ai
Beliau ternyata orang sulawesi barat. dari pertama dia tahu bahwa aku dari sulawesi, dia begitu dekat denganku sampai akhirnya aku sangat sering ke rumahnya hanya memastikan dia sehat-sehat saja bahkan saat bulan Ramadhan, aku diundang buka di rumahnya. sekarang beliau telah pensiun dan aktif mengajar di SDIT.

Ibu He*i Pr**iwi (Guru IPA)
aku tidak terlalu banyak berinteraksi dengan beliau, hanya saja awal aku disini. dia isteri seorang polisi dan tinggal dekat dari kantor. hanya wajahnya yang cantik meskipun sudah paruh baya membuatku masih sering mengunjunginya,,hehe. yang ini hanya bercanda, aku sering mengunjunginya karena beliau berjanji ingin order buku dari saya meskipun sampai sekarang belum ada orderan darinya.

Ibu kr**tiana ( guru BIN)
Ibu inilah yang paling jarang berinteraksi dengannya. saat bertamu dan kutanyakan hal ihwal pembelian buku, dia selalu berkata silahkan tanya pak jarot dan saya akan manut sama beliau.

Pak L*luk (KS SMPN 1 Paron)
Beliau sedikkit kalem. aku bahkan harus berusaha mengunjungi rumahnya berkali-kali untuk mencairkan suasana saat mengobrol namun sampai sekarang, aku masih canggung ketika berhadapan dengannya bukan karena segan ataupun takut namun setiap kali kkupancing pembicaraan dengannya, aku merasa tak ada satupun segmen pembicaraanku yang berhasil memancing dirinya untuk menikmati oborolan kami. dia hanya menimpali satu dua kata. beliau tinggal di perumahan prandon.

Pak Irw**to (Guru MM sekaligus kurikulum SMPN 2 Paron)
Pertama kali aku bertemu beliau, aku merasa canggung karena lumayan tertutup dan hanya sekali mengulum senyum saat aku berusaha becanda namun saat dia mulai menanyakan asalku, aku dengan dengan jujur menceritakan semua tentang masa kecil walhasil dan mungkin ini yang disebut takdir semesta, ternyata beliau pertama kali diangkat sebagai guru di kampungku, saat itu aku masih sanagt kecil. beruntungnya lagi, beliau sangat terkesan dengan kampung saat masa tugasnya selama 5 tahun disana dan kutebak bahwa beliau tidak pernah mendapatkan kesan yang buruk hingga akhirnya beliau sangat dekat denganku sampai sekarang.

Pak Ha*y (KS SMPN 2 Paron)
Entah apa yang kupikirkan tentang beliau, karena awal aku disini, aku sering mengunjungi rumahnya hingga akhirnya dia mengorder barang dariku, namun entahlah saat buku datang dan ingin kukirim ke sekolahnya, tiba-tiba saja dia membatalkan lewat sms dengan alasan yang menurutku mengada-ada. saat kusambangi dia untuk  konfirmasi, katanya belum memesan buku sama sekali namun aku dapat informasi dari seorang guru bahwa dia mengorder dari yang lain. maaf pak karena itu kesan yang kudapat selama kita berinteraksi sampai sekarang.

Pak Ka*to (KS SMPN 1 Jogorogo)
Awalnya beliau adalah KS di SMPN 3 Ngrambe kemudian dimutasi pada bulan april. dia adalah salah satu KS yang sangat dekat denganku dan seringkali menyambutku dengan hangat ketika bertamu bahkan beberapa kali aku menyambangi rumahnya dan pastinya dia akan menyuguhiku dengan berbagai makanan. putranya yang bernama radit pun sangat dekat denganku.

suatu waktu di kota ngawi
di tahun 2013

Sebab Rindu Tak Harus Ditolak

Rindu selalu saja menyisakan gelisah. dia datang tanpa harus permisi kepada siapa objek yang tengah mengalami perasaan rindu. Kuyakin, semua orang yang dilanda perasaan rindu akan mencurahkan semua ingatannya terhadap yang dirindukan bahkan setiap helaan nafas pun akan menjadi berat karena rindu itu, yah begitulah adanya rindu itu. Sebab rindu tak harus di tolak karena dia datang dengan berbagai rasa yang mungkin saja tidak semua orang menikmatinya. 

Rindu yang ada ada sisa embun pagi semalam mengalun sepi dalam sebuah ruang kecil tak berdipan. Rindu itu nestapa tanpa ada apa-apa saat harus memuaskan rindu itu. Rindu itu kadang malam, pagi bahkan kadang pula senja karena rindu tak mengenal ruang dan waktu meski rindu tak harus ditolak.

Sang perindu adalah tersiksa, menguras setiap emosi yang mengendap dalam raga tanpa ada satu pun yang tercurah sebab dia jauh dan kabur, entah kapan waktu akan menawarkan kemurahannya untuk menggiring ke awan dan bercerita bahwa rindu itu sudah terlalu menyiksa bahkan lebih dari apapun. Sebab rindu tak harus ditolak

Bocah itu di penghujung pulau seberang. Jauh dari sebuah rumah panggung yang telah menjadi istana kerajaannya sejak lama. dia pergi jauh dan amat jauh sekali bahkan sampai di ujung penglihatan. Bocah itu meninggalkan semua orang yang dicintainya. Seorang perempuan tua yang beranjak sepuh namun tetap harus bergerak menjajal pasar demi menjajakan dagangannya. 

Begitu juga dengan seorang laki-laki yang juga sudah mulai menua namun tetap harus bangun di subuh yang gelap dan bersiap dengan semua peralatannya menuju ladang penghidupan. Bocah itu meninggalkan mereka hingga dia sampai di kota ini, kota yang amat jauh dan tak seorang pun yang mengiringinya bahkan hanya doa tulus dari kedua laki-laki dan perempuan tadi yang mulai menua. Ruang dan waktu telah membawa bocah itu kedalam rindu yang sesak meski dia juga sadar bahwa perpisahan bukanlah sebuah hal yang harus ditangisi karena seringkali mengajarkan cinta yang tulus. Yah benar, bocah itu meninggalkan kedua orang yang dicintainya karena cintanya demi sebuah cita-cita mulia dan bukan berarti dia lari dari kenyataan.

Bocah itu,  seringkali terpasung rindu, rindu yang tak pernah mengenal waktu. Namun dia bukanlah bocah yang rapuh, meski dia sadar bahwa begitu kerasnya jalan setapak yang sedang dijejaknya. Bocah itu, setiap mentari mulai keluar dari timur kota ini, dia harus mandi lebih awal, rutinitas yang hampir sama dilakoninya ketika dia masih sekolah namun kali ini tidak untuk sekolah namun demi hidup dan demi perut yang masih terus minta diisi. 

Bocah itu, seiring dengan pagi yang mulai berlalu, dia menyusuri sepanjang kota ini dengan sepeda motor yang mulai butut, tak peduli semua bahaya yang menanti, dia tegap dengan motornya sampai harus menempuh perjalanan berkilo-kilo jauhnya. Sama sekali tak diperdulikan akan hal itu karena dia yakin bahwa pagi akan selalu datang dengan berkahnya. Dia selalu berharap bahwa pergantian pagi akan membawanya ke hidup yang lebih ramah. yah, hanya pagi dan juga malam yang menemaninya bercerita, menuliskan semua keresahan dengan tetes hujan yang berlalu.

Pagi adalah tanda baginya bahwa perjalanan panjang akan dimulai dan senja adalah tanda baginya bahwa perjalanan kembali keperaduan dengan berbagai keringat yang tak pernah berhenti mengucur dari jidatnya yang mulai gosong karena mentari yang amat menyengat. ketika malam adalah istirahat bagi orang lain namun tidak buatnya, malam menjadi babak kedua perjalanannya untuk menyambangi setiap rumah kliennya. Ini adalah pertaruhan soal waktu bahwa ternyata waktu tidak lagi menjadi penghalang baginya untuk kemudian berjuang demi hidup dan berjuang demi dua orang yang  dicintainya di pulau seberang.

Hidup ini adalah pertaruhan bagi bocah itu. Dia tidak sepantasnya menyerah begitu saja pada hidup karena pengalaman masa lalu sebagai anak dari kaki gunung cukup membuatnya tegar. Dia seringkali bercerita kepada pagi bahwa harapan akan selalu terbit di timur langit bahkan saat senja menyapa, dia juga mengukir ceritanya bahwa semua kesulitan akan tenggelam bersama senja di saat malam akan datang. Semua semesta adalah teman baginya. Tak terlewat satupun karena manusia-manusia seringkali palsu dengan segala penampakannya.

Bocah itu memilih hidupnya sendiri. Di saat semua kawan-kawannya berlari menggapai asa yang menjulang tinggi di langit, dia memilih untuk berkhidmat kepada kedua orang tua yang dicintainya, entah dengan jalan apa dan bagaimana namun keputusan akan hal itu nampaknya tidak bisa lagi dibelokkan. Hidup memang adalah memilih seperti kata-kata para teoritikus dan bocah itu telah memilih untuk menghabiskan hidupnya untuk berkhidmat kepada kedua orang tua yang dicintainya. 

Selama pagi dan senja masih datang menyapanya maka selama itu pula, bocah itu tidak akan berhenti bermimpi membahagiakan kedua orang tua tersebut karena persoalan mimpi dan kenyataan hanyalah persoalan usaha dan waktu saja dan ketika Sang Pemilik Semesta telah berkenan maka mimpi itu dengan segera berubah menjadi kenyataan yang membahagiakan dan tanpa harus meletakkan prinsip-prinsip hidup yang diyakini.

Bocah itu terus saja berpeluh, mengayuh motor bututnya yang hampir saja tak mau diajak berkompromi. Peduli apa dia dengan keadaan seperti itu, hal yang terpikir olehnya adalah hidup ini indah sesulit apapun kondisi yang sedang dialami karena semua akan menjadi indah ketika sudah terlewati. Hidup hanyalah persoalan bagaimana mensyukuri semua yang ada tanpa  harus pasrah.

Bocah itu, dia tidak pernah menceritakan hal tersulit dalam hidupnya kepada ibunya, biarkan dirinya menjalani sendiri dan dia hanya akan mengabarkan kebahagiaannya kepada ibunya. temannya adalah pagi yang cerah, terkadang dia menumpahkan ceritanya kepada senja yang selalu menghampirinya bahkan ketika malam menjemput, nafasnya dihembuskan perlahan-lahan kemudian mencoba menutup mata dan berdoa tentang semua kebaikan, tentang cerita semesta sepanjang hari tadi.

September 27, 2013

Reuni, Silaturahim, dan Prestise?

Reuni,,,
Kata itu sering kali terdengar di beberapa sekolah setelah lebaran kali ini usai bahkan mayoritas sekolah di daerahku mengadakan reuni dan salah satunya adalah SMA tempatku belajar dulu. Reuni sejatinya adalah kembali mempererat persaudaraan yang pernah terjalin sejak dulu dan mungkin agak renggang karena ruang dan waktu yang membatasi sehingga dengan adanya reuni tersebut maka diharapkan persaudaraan tersebut kembali terjalin. itulah sekelumit hakekat dari kata reuni yang sampai sekarang aku pahami. Definisi itu sendiri murni lahir dari kepalaku tanpa mencari referensi dari kamus ataupun buku buku tentang pengertian reuni.

Tulisan ini bukanlah sebagai narasi ilmiah tentang apa itu reuni dan apa tujuannya namun lebih bagaimana aku melihat reuni dari sisi yang berbeda, bukan mendiskreditkan orang-orang yang tulus ingin menjalin persaudaraan melalui reunian tetapi di mataku sendiri, reuni juga membawa tendensi lain mengenai sebuah prestise, yah sebuah prestise yang seakan-akan ingin diperlihatkan kepada kawan-kwan lama bahwa ini aku sudah sukses dengan berbagai macam barang-barang sebagai penandanya tanpa harus diucapkan lewat kata-kata.

Aku adalah salah satu dari beberpa temanku yang tidak terlalu suka dengan acara kumpul-kumpul dan bernostalgia ria yang dibarengi dengan berbagai prestise yang telah didapat. Mungkin saja aku  naif ataupun orang akan berteriak bahwa aku tidak mampu hingga harus menjadi oposisi dalam hal ini namun sekali lagi bukan karena itu, aku tidak terlalu sepakat dengan berbagai macam acara yang dikemas dengan terlalu formal yang kemudian dibarengi dengan perbincangan tanpa tujuan bahkan kampanye-kampanye terselubung.

Mungkin saja klise, namun begitu semua hal yang terpikir olehku dengan maraknya reunian yang dibungkus dengan acara silaturrahim ala masyarakat urban.

Reuni menjadi ajang pamer akan keberhasilan mereka. Reuni hanya akan menjadi ajang bagi mereka yang menganggap dirinya sukses secara materi tanpa ada ruang bagi mereka yang masih harus banting tulang memenuhi kebutuhan hidup.

Reuni adalah ambiguitas bagi masing-masing pribadi

0913

September 20, 2013

Sedikit Kata Untukmu

Mungkin aku adalah satu-satunya orang yang tidak terlalu sepakat jika engkau merantau. bukan apa-apa namun ibu dan bapak akan tinggal tanpa anak-anaknya, selain karena engkau wanita aku juga percaya bahwa kemuliaan hidup ada di depanmu ketikka menemani hari-hari ayah dan ibu kemudian engkau berkhidmat kepada mereka, sekali lagi bukan berarti membatasi dirimu karena engkau wanita, tidak sama sekali, aku hanya berpikir bahwa penghidamatan kepada ayah dan ibu akan mengantarkan kita dan juga kamu menjadi manusia yang sejati. 

Tapi tak apalah, keputusan telah engkau ambil dan nampaknya ayah dan ibu juga tidak keberatan dengan keputusanmu itu hanya saja aku berpesan semoga engkau bisa menjaga diri dan tetap ingat ayah dan Ibu yang selalu berharap yang terbaik buat kita anak-anaknya. 

Engkau mungkin lebih tua dariku namun tidak ada salahnya jika aku menulis apa yang aku ketahui untuk engkau baca. aku tahu engkau memutuskan merantau demi ayah ibu dan tak ingin melihat mereka susah dan kumohon tetap jaga kepercayaan yang mereka sematkan padamu. Hidup adalah kadang harus seperti ini namun tetap pertahankan apa yang telah diajarkan oleh ayah dan ibu sejak kita kecil.

Ceritaa Untukmu Hari Ini

Setelah menulis sesuatu tentang ibu yang bakalan hanya berdua dengan ayah di rumah setelah engkau dan R juga akan pergi merantau, kali ini aku pun akan menulis sesuatu untumu, apa saja itu. Semua tentang apa yang akan engkau lakukan dan engkau lewati karena hidup akan seperti ini. Sepertinya baru kemarin kita selalu bersama di istana kita sambil bercanda dan sekali berbeda pendapat kemudian bertengkar dan hampir 18 tahun lamanya kita selalu bersama karena engkau hanya 2 tahun di bawahku. 

Umur kita yang hanya berpaut dua tahun menjadikan kita seperti kawan meskipun kuingat saat kecil kita selalu bertengkar dan ada saja yang menjadi pemicu pertengkaran kita. Setelah aku melanjutkan kuliahku di makassar, kita sudah mulai terbiasa jauh dan bahkan hari ini hari di mana engkau akan meninggalkan kampung halaman dan merantau di pulau seberang saat tepat setahun yang lalu, aku juga memutuskan untuk merantau di pulau ini.

Aku tak tahu apa yang sedang engkau pikirkan sekarang. Mungkin saja engkau sedang khawatir, cemas atau bahkan sedih karena yang akan engkau tuju adalah hal yang benar-benar baru bagimu. Semua hal yang akan engkau temui benar-benar baru. Aku mafhum kalau engkau sedang cemas dan itu manusiawi namun harus pula engkau camkan bahwa engkau adalah laki-laki dan  memang harus keluar, menjejakkan kaki di tempat lain dan keluar jauh dari zona nyaman. hidup itu seperti petualangan dan mulailah petualanganmu untuk mencari apa yang engkau inginkan, jangan kubur semangat hidupmu dengan ketakutan untuk pergi melihat dunia lain. Banyak pelajaran berserakan di tempat lain yang harusnya engkau ambil dan  pelajari. Kematangan hidup seseorang ketika keluar dari zonanya dan menjumpai masalah kelak masalah dan pengalaman hidup yanga akan menempanya menjadi manusia yang dewasa.

Engkau benar-benar akan memulai petualangan hidupmu dan mencoba memberanikan diri merantu. Aku bangga dengan keputusanmu karena laki-laki harus berani. aku hanya berharap semoga saja engkau selalu belajar dari hidup dan mencoba mendewasakan pikiranmu. hidup di tanah rantau seringkali menjebak kita dalam dua sisi yang berbeda, ketika kita mampu mengalahkan diri maka kita sedang berada di jalur yang benar namun ketika nafsu yang merajai maka dia akan menghancurkan kita karena tidak ada lagi orang di dekatmu yang mengingatkan dirimu di saat engkau khilaf kecuali dirimu sendiri,

Aku punya beberapa hal yang mungkin saja engkau jadikan acuan jika engkau mau, bahwa ketika engkau jauh bahkan sangat jauh dari orang tua jadikanlah mereka sebagai peredam dirimu dikala engkau akan berbuat khilaf, saat dirimu diselimuti nafsu untuk berbuat khilaf, ingatlah wajah sendu ibu yang selalu mendoakan anak-anaknyaa, ingatlah  bapak yang setiap subuh harus bergegas ke kebun demi kita. Cinta mereka tak dibatasi oleh apapun dan harusnya cinta mereka kita balas dengan tingkah yang baik. Namun satu hal yang engkau ingat bahwa jangan sekali-kali berputus asa pada rahmat Tuhan dan jadikan Dia sebagai tujuanmu dan semua hal yang telah engkau pahami tentangNYA. jangan sekali kaki engkau gadaikan prinsip hidupmu hanya demi duniawi yang semu.

Terakhir aku pesan, berjalanlah, berjalanlah dan terus berjalan kemudian berlari dan berhenti sejenak namun jangan pernah berhenti dalam waktu yang lama, berhenti hanya untuk istirahat dan memulihkan tenaga namun setelah itu, berjalanlah lagi karena hidup itu terus saja berjalan. Jangan engkau hiraukan jalan yang tak terlihat ujungnya karena itu hanya ada dipikiranmu dan tugasmu hanyalah berjalan dan menyisakan jejak yang berguna bagi semesta, jangan sekali-kali menyisakan jejak yang melukai semesta karena itu berarti engkau telah gagal dalam perjalananmu. Ukuran keberhasilan bukanlah materi namun kebaikan untuk semesta.

buatmu ab 
yang akan merantau
besok siang
semoga perjalananmu
diridhai oleh Allah.

Kata Untuk Menemanimu, Ma

Entah apa yang ada di benakmu sekarang ma.
Besok pagi, dua anakmu yang selalu menemanimu di istana kita di kampung halaman akan meninggalkanmu menuju pulau seberang. Mereka meninggalkanmu untuk mengejar cita-cita mereka, hidup mereka. Setelah setahun yang lalu, aku dan N  memutuskan untuk merantau meskipun dengan pulau yang berbeda dan tepat setahun kemudian, ab dan ru pun memutuskan untuk melangkahkan kaki mereka menuju sebuah pulau untuk menggapai asa yang mulai benderang.

Entah apa yang ada dipikiranmu sekarang ma.
Mungkin kali ini, engkau dan ayah akan tinggal berdua sesaat semua anak-anakmu pergi menjejakkan kaki-kaki mereka di bumi yang lain. Aku ingat dengan jelas tahun lalu, saat engkau melepasku merantau ke kota ini, air matamu mulai menetes meskipun wajahmu memperlihatkan ketegaran namun air matamu tidak mampu menyembunyikan kesedihan saat engkau melepas anak-anakmu. Kali ini, dua anakmu akan pergi jauh, walau engkau selalu mengeluhkan mereka dengan keras kepalanya namun tetap saja engkau akan merindukan mereka, aku tidak perlu lagi menerka apa yang terbersit di kepalamu karena aku sungguh yakin bahwa engkau pasti sedih meskipun merelakan mereka pergi jauh mencari asa yang masih diselimuti tabir yang belum terungkap.

Entah apa yang ada di benakmu sekarang ma,
Praktis setelah kami berempat tidak lagi di sulawesi, hanya si bungsu dan si sulung yang dekat denganmu namun tidak selalu berada disampingmu. Si bungsu mks sedang menempuh kuliahnya dan si sulung R telah menikah dan tidak akan selalu di sampingmu karena dia telah punya tanggungan hidup, praktis engkau dan ayah yang menempati istana kita, istana kenangan yang tidak akan mungkin digantikan dengan istana semegah apapun

Entah apa yang sedang engkau rasakan sekarang ma,
Setelah dua lagi anakmu akan meninggalkanmu, engkau akan bergelut sepi setelah bertahun-tahun dipusingkan dengan tingkah nakal kami dan selalu saja engkau bersabar akan hal itu meskipun terkadang oceehan-ocehan kecil keluar dari mulutmu. hanya jagoan kecil fadel yang menemanimu. Memeriahkan harimu dan menjadi penghiburmu saat penat menyerangmu karena tidak ada lagi anak-anakmu di sampingmu.

Entah apa yang mungkin engkau katakan sekarang maa,
Perpisahan selalu saja menyisakan kesedihan yang mendalam setelah bertahun-tahun hidup dalam kebersamaan. Perpisahan bagaikan sebuah momen yang paling dibenci meski terkadang perpisahan itu sendiri menyimpan beribu makna dan pelajaran. Terkadang untuk memahami makna kebersamaan dan kepedulian terhadap yang dicintai maka perpisahan adalah wujud nyata dalam membuktikan kecintaan kita.

Entah apa yang ada dipikiranmu sekarang ma,
Ini kali pertama akbar harus meninggalkan sulawesi menuju pulau yang lain. Akan banyak kekhawatiran yang mengganggu di benakmu meski aku sendiri yakin bahwa semua akan berjalan dengan wajar hanya saja pikiran kita yang terlalu banyak memunculkan kecemasan-kecemasan yang tidak berarti. Selama ketergantungan kita ada pada Sang Maha maka Dia tidak akan pernah meninggalkan kita dengan permasalahan yang tidak bisa kita pecahkan.

Entah apa yang berkecamuk di benakmu ma,
Tapi percayalah ma, hidup ini indah dan selalu menyenangkan maka nikmatilah hiodup ini. Anak-anakmu akan baik-baik saja di Bumi Tuhan selama mereka tetap bergantung kepadaNYA. Percayalah bahwa perpisahan kali ini bukan berarti kesedihan namun perpisahan kali ini adalah momen untuk mengakrabkan kita semua.

September 14, 2013

Ibadah, Rezeki, dan Tuhan

Dua hari ini, pikiranku picik. Banyak yang mengusik ketenangan pikiranku mulai dari cita-cita yang belum tercapai sampai hampir menyalahkan apa yang terjadi.

Hingga tadi malam, secara kebetulan atau mungkin saja cara Tuhan menasehatiku. Saat pulang dari rumah kepala sekolah MTsN Ngrambe yang terletak di sekitar pasar kedunggalar, aku mampir di kediaman kang Huda.

Sebelumnya aku ingin menceritakan sedikit tentang Kang Huda, beliau berperawakan agak kurus dan rambut gondrong sampai di bokongnya, usianya 35th. Beliau mempunyai seorang anak yang kira-kira berumur tiga tahun. Beliau adalah salah satu aktivits LSM Ngawi yang lumayan mumpuni karena dikenal di jajaran elit Ngawi, dia pun telah mendirikan beberapa sekolah TK yang digratiskan yang benar-benar gratis dan tidak seperti sekolah gratis yang digaungkan pemerintah yang ternyata hanyalah kamuflase. pertama kali saya kenal beliau ketika awal-awal di Ngawi, kawan saya munir mengajak saya ke rumahnya silaturrahim. Sejak pertama kali berkenalan dengannya, saya langsung terkesan dengan pembawaannya yang sangat sederhana apalagi beliau ternyata juga sangat suka menulis bahkan di beberapa episode pertemuan berikutnya, beliau menghadiakan buku sastra yang di karang sendiri buatku.

Kembali ke pertemuan semalam. setelah hampir menunggu sejam dia keluar dari kamarnya, kami bercerita panjang lebar tentang segala sesuatunya dan mungkin apa yang disampaikan olehnya tadi malam adalah teguran buatku yang beberapa hari ini mempertanyakan apa yang telah terjadi pada diriku. Hal yang diceritakan pun sebenarnya telah aku dapatkan dari Kak Hamzah namun karena sibuknya diriku dengan duniawiku dan terlalu banyak melihat kemewahan duniawi makanya hampir saja aku melupakan pelajaran-pelajaran penting yang pernah aku dapatkan dari kak hamzah. Pelajaran yang tidak pernah bisa kudaptkan ketika membaca buku.

Kang Huda memaparkan tentang Ibadah terutama salat dan hubungannya dengan rejeki. pada intinya, beliau mengatakan bahwa inti dari ibadah itu adalah medekatkan diri pada Tuhan serta mencari keridhaanNYA bukan malah ibadah ditujukan sebagai jalan supaya rejeki kita lancar. Ketika Ibadah dimaksudkan sebagai sarana agar rejeki kita dilancarkan oleh Allah maka besar kemungkinan kita akan terjatuh dalam keputus asaan, atau bahkan menggugat Tuhan saat rejeki kita mandek. Ibadah yang kita lakukan harusnya terpisah dari rejeki yang didapatkan meskipun mungkin saja banyak ahli ibadah yang rejekinya juga lancar. masalah inilah yang menderaku beberapa hari terakhir namun kemudian diingatkan oleh Allah tadi malam melalui diskusi singkat dengan beliau.

Selalu saja aku kehabisan kata-kata ketika berniat menulis sesuatu tentang hubungan dengan Tuhan. Banyak yang tersimpan dalam kepalaku yang tidak bisa kungkapkan dengan kata-kata. Aku bahkan sama sekali tidak mampu menjabarkan tentang apa yang aku pahami tentang hubungan-hubungan ini. Aku hanya menulis sekenaku meski kutahu banyak yang terdistorsi tentang apa yang aku paparkan melalui tulisanku

Semoga saja aku tidak beribadah karena ingin rejeki banyak, semoga saja aku tidak beribadah karena ingin dipuja, semoga saja aku tidak beribadah karena ingin syurga dan semoga saja aku beribadah karena Tuhan lah yang menggerakkanku untuk beribadah kepadaNYA.

September 12, 2013

Kado Ulang Tahun

kado ultah 26th

Setelah menginginkan beberapa lama HP baru, akhirnya tepat saat merayakan hari ulang tahunku yang ke sekian tahun. Aku memaksakan untuk membeli HP lumia warna kuning meskipun HP second. Memang setelah HP asha ku diambil kakakku, aku berniat membeli sony xperia ataupun lumia namun sebulan lamanya, aku harus memperhitungkan gajiku untuk membeli salah satu dari dua HP tersebut. Akhirnya kesampaian setelah sebulan lamanya dan Lumia yang jadi kubeli. Hitung-hitung menjadi kado ulang tahunku buat diriku sendiri meskipun sedikit kupaksakan untuk merogoh kocekku dalam-dalam.

Aku sebenarnya berpikir agak lama untuk membeli HP ini karena takutnya aku hanya membeli karena prestise dan pamer, disamping karena aku harus ngirit dengan gajiku yang belum stabil, aku juga mempertimbangkan aspek kegunaan kenapa aku harus membeli HP ini, namun setelah sekian lama mempertimbangkan akan hal itu, aku berpikir bahwa tidak ada salahnya memanjakan diriku setelah hampir setahun bekerja keras. mudah-mudahan saja berguna.

September 8, 2013

Kak Aminah dan Kematian

Innalillahi wa innailahi rojiun..

Kalimat itu yang pertama berguman dari mulutku ketika mendengar berita duka dari saudara sepupuku di kampung. Sekitar pukul 13.00, saat aku asyik menikmati liburan di kota madiun, tiba-tiba saja HPku berdering dari telepon masuk dari seorang adikkku. Tidak ada firasat yang kualami sebelum dia mengabarkan berita duka bahwa salah satu saudara sepupuku, Aminah Salam, telah berpulang ke Rahmatullah. Memang beberapa bulan ini, dia terkulai lemah melawan sakit di payudaranya yang menggerogoti kesehatannya. Sampai akhirnya dia harus mengalah pada  penyakitnya tersebut yang menjadi sebab dia dipanggil Rabb.

Sebelum kembali menceritakan tentang pribadi saudara sepupuku tersebut lebih panjang lagi, aku ingin menulis banyak tentang kematian, tentang apa yang aku ketahui tentang mati. Entah kebetulan atau mungkin suatu fiarasat yang tidak kusadarai, dua hari ini, akku selalu terngiang-ngiang dengan kata mati, lihat saja di blogku yang sebelumnya ini, http://manhaj-manhaj.blogspot.com/2013/09/ulang-tahunku.html.

Sebenarnya aku menulis tentang hari ulang tahunku namun entah kenapa tiba-tiba saja akupun tertartik menulis segmen tentang mati. kemudian tadi siang sebelum mendengar berita kematian kak aminah, aku tiba-tiba sasja menemukan selebaran di mesjid Agung madiun dan membaca sebuah hadits Dari Abu Hurairah RA. Berkata : “Rasulullah SAW. Bersabda : “Perbanyaklah olehmu mengingat pemutus kenikmatan yaitu kematian” (HR. Tirmizi 2307, Ibnu Majah 4258, Nasa’i 1824). bahkan sebelumnya, aku juga pernah mendapaatkan artikel yang sama di sebuah mesjid di kota ngawi. entahlah, namun sebelum kematian kak aminah tadi siang, beberapa hari ini, aku selalu saja menjumpai sesuatu yang berhubung tentang kematian sampai akhirnya berita bahwa kak aminah teelah dipanggil oleh Sang Maha Kuasa.

Kembali aku ingin menceritakan kepribadian kak aminah sejauh yang aku kenal. benar-benar pribadi yang sangat baik. Masih teringat jelas dalam memori ingatanku tentang dia ketika masih di kampung, dia dengan sangat senang membantu saudara-saudaranya bahkan saat aku dan saudaraku masih kecil, dia seringkali mengajak kami berlibur ke kota makassar saat itu dia sedang kuliah. 

Seingatku, dia tidak pernah marah sekalipun kepadaku. dia pribadi yang sangat peduli terhadap saudara-saudaranya, bukan melebih-lebihkan namun tanyakan saja kepada orang yang kenal baik dengan dirinya, pasti kita akan mendapatkan cerita tentang kebaikan-kebaikannya. Terakhir kali aku bertemu dengannya saat aku mudik sebulan yang lalu, dia lunglai dalam sakitnya namun masih selalu berusaha tersenyum dikala setiap orang menjenguknya. Tak pernah sekalipun keluhan tentang penyakitnya keluar dari mulutnya. mungkin saja dia berusaha tegar agar tak ada orang yang sedih melihatnya karena setahuku. 

Dia tidak suka membebani orang lain. saat akan kutinggalkan dirinya dan berpamitan untuk kembali ke kota ini, kata-kata terakhir yang dia ucapkan kepadaku adalah doakan semoga saya sembuh. Aku tahu keinginan dia sembuh bukan karena hasratnya namun aku yakin karena keempat anak-anaknya masih membutuhkannya.

UNTUKMU KAK AMINAH SALAM

keceriaanmu tidak ada lagi
saat jalanmu telah berakhir
semua pertigaan teleah engkau lalui
kini saatnya
engkau berada di ujung jalan
di gerbang hidup yang lain
setapak telah engkau lewati
dengan berbagai warna yang engkau ukir
kutahu
setiap warna adalah warnamu
dan semoga saja
hitammu di hapus yang Maha Kuasa
kuingat
lagilagi kuingat dengan jelas
saat engkau mengajari
mengisi tts masa itu
sadarku,
saat masa itu,
aku masih bocah
namun mungkin saja engkau tak sadar
jejakjejak itu yang membuatku belajar
ruang demi ruang
masa demi masa
hingga akhirnya sampai saat ini
aku belajar dari hbidup
dan salah satunya dari engkau 
kak aminah salam
semoga saja
kuburmu menjadi terang
bahkan menjadi luas
untuk kau tempati
dan semoga saja,
maghfirah Tuhan selalu menyertaimu
karena engkau 
telah mengukir banyak kebaikan 
dan semoga setiap khilafmu terhapus
oleh rakhmat Tuhan

R.I.P
buat kak aminah
teramat banyak harus kutulis
hingga tak ada yang tergores
hanya tersimpan di memoriku

Ngawi,
8-9-13

Hidup Penuh Sensani di Bis

Salah satu pengalaman yang sulit aku lupakan di pulau ini adalah kehidupan jalanan terutama di bis. Selalu saja menghadirkan berbagai sensasi setiap kali aku nge bis. dua hari kemarin, aku sudah 4 kali PP madiun-ngawi yang menyisakan pemandangan yang amat menarik di atas bis. Hari sabtu siang, sesaat setelah lepas kerja, aku berangkat ke madiun dengan menumpang bis sugeng rahayu. Kupandangi semua wajah-wajah di bis. Tempatku yang pas berada di lorng bis sambil berdiri karena tidak kebagian kursi membuatku leluasa memandangi satu persatu penumpang bis, wajah-wajah lelah, ada yang bercengkerama dengan keluarga, ada yang pulas dibuai mimpi dengan keringat yang bercucuran karena bis penuh sesak, ada yang asyik baca koran, yang lain sibuk memainkan HP bahkan ada orang tua sepuh yang harus berdiri di lorong bis karena tak ada satupun dari mereka yang dengan ikhlas menawarkan tempat duduk, namun pemandangan seperti itu sudah lumrah kujumpai. bis sugeng rahayu yang biasanya ngebut kali ini berjalan begitu amat pelan. 

Aroma di atas bis mungkin salah satu yang membuatku sangat merindukan kehidupan diatas bis. Aku selalu saja berhasrat ketika berada di kerumunan orang dan memandangi wajah mereka hanya untuk melihat guratan wajah yang beraneka macam.

Setelah pulang dari madiun, aku menumpang bis MIRA. Kali ini pemandangan yang aku temukan adalah kernetnya sama sekali tidak sehati dengan sopir. sang sopir sepanjang jalan mengomel sambil batuk-batuk. Kupandangi dalam-dalam wajah sang kernet yang diam terpaku setiap kali sang sopir mengomel. Saat kutemukan guratan wajahnya yang mulai dimakan usia, aku merasa iba terhadapnya, dia harus berdiri di sisi kiri bis mulai dari surabaya-jogjakarta sambil mengawasi kendaraan yang akan menyalip dari kiri. Mungkin saja dia punya anak isteri yang sedang menunggunya di rumah saat ia harus bekerja sebagai kernet.

Keesokan harinya, aku berangkat ke madiun lagi. Saat berangkat ke sana, tidak ada pengalaman yang terlalu menyenangkan bagiku namun saat pulang ke ngawi, aku mendapatkan pengalaman yang lain lagi, bis MIRA yang aku tumpangi mengalami kerusakan di terminal maospati, sesaat setelah 30 menit lamanya, para penumpang tidak tahu kenapa bis berhenti begitu lama kemudian salah satu dari penumpang laki-laki yang mungkin umurnya sudah 50an berdiri sambil teriak-teriak kenapa bis berhenti begitu lama, dia mengomel ke sopir dan kondekturnya. sang sopir menjelaskan bahwa AC mobil rusak dan sedang diperbaiki, si bapak tak menerima alasan tersebut dan terus saja memaki sang sopir dan kondektur hingga akhirnya dia turun dari bis. saat turun dari bis, dia masih masih saja mengomel ke kondektur bis dan saat sang kondektur menjelaskan, si bapak malah menutup mulut sang kondektur dengan gaya seperti mau memukul namun hal itu terjadi. aku hanya menyaksikan kejadian tersebut. si bapak akhirnya pindah ke bis sumber kencono dan kami penumpang yang lain dipindahkan ke bis MIRA yang sedang melintas.

Pengalaman di atas bis selalu saja menyisakan kenangan yang selalu aku rindukan. melihat wajah-wajah manusia. 

September 6, 2013

Ulang Tahunku

Aku sebenarnya tidak pernah mengingat-ingat ulang tahunku sejak kecil sampai masuk kuliah. Saat kuliah pun aku terpaksa harus harus mengingat hari ulang tahunku karena setiap ulang tahun, teman-temanku mengucapkan selamat ulang tahun yang menurutku sangat ganjil karena tradisi di keluarga kami tidak pernah saling mengucapkan selamat saat hari ulang tahun bahkan saudara-saudaraku dan juga orang tuaku tidak pernah mengucapkan selamat saat ulang tahun dan parahnya lagi, aku tidak hapal tanggal lahir mereka namun aku bahagia dengan tradisi keluargaku yang seperti itu karena memang tidak ada petunjuk dalam Agama yang kuanut untuk memperingati hari ulang tahun.

Barulah saat kuliah, aku sering mengingat momen ulang tahunku dan beberapa tahun terakhir, aku lebih sering menulis sesuatu saat tanggal 7 september menghampiriku. Menulis pun menjadi hal yang paling kusenangi saat momen itu datang lagi dan saat ini menjelang 2 jam tepat tanggal lahirku, aku menulis hal apa saja yang aku mau tulis untuk memperingati miladku sendiri yang pada dasarnya, aku sangat mengharapkan kado berupa tulisan dari siapapun saat hari ulang tahunku karena kecintaanku pada dunia menulis entah itu dari keluarga, teman, sahabat atau bahkan  orang yang tak kukenal namun sampai menjelang umurku yang sudah lebih 1/4 abad, aku belum jua mendapatkan kado ulang tahun berupa tulisan dari siapa-siapa.

Namun peduli apa aku dengan harapanku yang masih kosong, yang jelasnya diriku masih bisa memberikan kado tulisan terhadapku meski itu berisi tentang masa lalu, masa sekarang, masalah bahkan harapan-harapan. Semenjak aku mulai menata setiap hal yang ingin kulakukan dua tahun terakhir, aku tidak pernah lagi merasa kecewa terhadap apa yang tidak aku dapatkan, aku tidak pernah terlalu mencinta dan aku pun tidak pernah terlalu membenci karena semua itu hanyalah sensasi yang akan berlalu begitu saja. 

Aku  pernah mengalami kekecewaan terhadap harapan yang tak terwujud dan itu mengajarkanku tentang arti kecewa. Aku pernah merasa bahagia saat memperoleh sesuatu yang kemudian menguap begitu saja kemudian itu pula mengajarkanku bahwa bahagia terhadap yang semu adalah sensasi bahkan yang lebih mengajarkanku banyak hal tentang sesuatu yang namanya cinta adalah aku pernah mengharap cinta dari seorang perempuan selama tujuh tahun yang kemudian pernah memberiku harapan dan seiring harapan yang ia berikan dan mulai aku pupuk kemudian dia mencampakkan begitu saja harapanku dan menggiringku kedalam kekecewaan yang amat sangat. Namun kemudian  itu pula yang mengajarkanku untuk tidak terlalu berharap banyak kepada setiap wanita yang aku suka karena romansa yang ditujukan kepada wanita yang engkau damba sering kali  hanya menyisakan sakit hati, hanya ada satu wanita sekarang yang membuat hatiku sangat mencintainya, dia adalah Ibuku yang sedang berada diujung pulau seberang yang selalu mendoakanku dan memberi harapan-harapan untuk hidupku bahkan menjadi penyemangatku saat aku rapuh.

Di edisi ulang tahunku kali ini, aku akan menulis beberapa segmen dan hidupku

Benci adalah perasaan yang sangat manusiawi ketika kita tidak suka terhadap sesuatu secara belebihan, entah itu kepada binatang yang kita takuti membuat kita membencinya atau bahkan terhadap manusia yang berbuat hal yang mengganggu kita sehingga kita menanam kkebenciaan terhadapnya. akupun sering kali membenci orang dan itu dulu, yah itu dulu saat aku masih labil, masih sering emosional dan terlalu mengaku diri bahkan kebenciaanku sering aku pendam. namu tidak untuk sekarang, kadang aku tidak suka kepada orang yang tidak sejalaan denganku namun tidak sampai menjadi benci karena aku sudah bertekad bahwa rasa kebencian itu hanyalah olah pikir yang membuat kita menyimpan hal-hal yang tidak baik terhadap seseorang yang kemudian mempengaruhi emosi kita meski sesungguhnya orang yang kita benci itu mempunyai sisi kebaikan yang kita tidak lihat karena rasa kebencian yang kita simpan untuknya.

Cinta,rasa yang mungkin bisa merubah hidup. membuat hidup selalu bahagia. setiap orang yang sedang jatuh cinta akan meluapakan hal yang lain dan hatinya selalu terpaut dengan yang dicinta. saat umurku menginjak lebih dari 1/4 abad, aku tahu bahwa cinta itu hanya satu yaitu cinta itu sendiri dan yang membedakan adalah tentang objek yang dicintai. akupun tahu bahwa mana cinta yang temporer nan semu dan mana cinta yang benar-benar membuat bahagia. saat ini, objek yang tidak pernah memudarkan rasa cintaku adalah kecintaanku terhadap ibuku, bahkan dari dulu dan sampai sekarang, rasa cintaku terhadapnya menjadi lebih besar. akupun yakin bahwa kecintaan kepada Sang Khalik adalah cinta yang hakiki namun Dialah yang berhak menanamkan rasa cinta kedalam diri kita terhadapNYA. cinta yang terakhir adalah cinta terhadap lawan jenis, cinta inilah yang amat tidak terlalu menyita waktuku. pengalaman masa lalu tentang perasaan cintaku kepada teman kuliahku selama tujuh tahun yang kemudian dia pergi begitu saja sasat memberi harapan untukku tanpa rasa bersalah ,mengajarkanku begitu banyak tentang cinta kepada lawan jenis. setelah itu, aku tahu bahwa cinta seperti itu adalah sensasi yang dibumbuhi nafsu hingga akhirnya aku memutuskan untuk tidak terlalu menghabiskan waktuku memikirkan cinta yang satu ini. cinta yang hanya menyisakan kekecewaan karena sejatinya saat kita mencinta terhadap seorang wanita itu berarti kita mengharapkan dia selalu bersama kita dan saat harapan kita tidak terwujud ketika suatu saat dia pergi maka yang tersisa adalah kekecewaan bahkan bisa kerujung kebencian terhadapnya, ketika seperti itu adanya maka cinta itu tidak tulus berbeda misalnya kita mencintai Rabb dan orang tua kita, sama sekali kita tidak mengharapkan apa-apa dari rasa cinta kita tersebut karena perasaan cinta itu muncul dari hati yang paling dalam menejlma menjadi cinta yang tulus.

Hidup, hal yang paling rumit dimengerti. hidup menjadi sangat susah ketika kita punya  beegitu banyak angan-anagn di dalamnya namun hidup juga akan menjadi kebahagiaan yang tiada tara ketika kita tidak berhenti bersyukur atas semua hala yang terjadi dalam hidup kita. 
Mati, peristiwa yang sebagian orang sangat takuti terutama orang yang sudah sangat mencintai hidupnya dengan berbabagi kesenangan-kesenangan didalamnya.mati adalah peristiwa yang niscaya akan menjemput kita sukak ataupun tidak suka dan waktunya amat sangat dekat.

harapan-harapan.
tidak terlalu banyak harapoan-harapan yang aku susun saat menjelang ulang tahunku ini. harapan yang amat sangat besar dalam benakku adalah bagaimana membantu meringankan beban orang tuaku terutama ibuku yang seriap hari pasar harus membanting tulang menjual di pasar dan ayahku yang setiap hari haris berangkat ke kebun mencari sesuap nasi saat sekarang mereka sudah mulai sepuh dan kupikir bahwa saatnyalah mereka menikmati masa tua mereka namun ternyata tidak, mereka masih harus membanting tulang karena anak-anak mereka masih belum  bisa mandiri, semoga saja memasuki usia yang lebih dari 1/4, Tuhan mempertemukanku dengan pekerjaan yang diridhai olehNYA dan mampu membantu meringankan beban orang tuaku.semoga saja aku diberi rezeki yang berkah untuk meringankan beban orangtuaku. 
semoga saja setiap apa yang aku kerjakan adalah ikhlas.


tentang hidupku

tiba-tiba saja hadir
di hari senin yang dimana orang disunnahkan berpuasa
entah dari mana
keluar dari rahim seorang ibu
dari tempat yang paling aman
namun tak peduli
saat hadirnya di dunia ini
dia menangis
menangis dengan sejadi-jadinya
entahlah,
tidak ada yang mengerti kenapa dia menangis
walau semua sadar bahwa tangisnya pasti beralasan
orang-orang disekitarnya mereka-reka
menangis karena dingin
menangis karena keluar dari tempat yang paling aman
bahkan mungkin menangis karena hadir di alam yang penuh fitnah

hingga hari ini
hari pengulangan 26th yang  lalu
dia belum juga mengerti
kenapa dia menangis hari itu
hanya sekarang
telah menjelma menjadi sesosok makhluk 
yang sedang berjuang tentang hidup
dan dia 
teramat sering salah dan khilaf
hingga akhirnya
apakah dia akan menjadi makhluk yang dicinta 
atau bahkan makhluk hina
sama sekali dia tidak mengerti

hidupnya
berjalan dengan harapan-harapan
kadang harapan yang hakiki
namun sering yang absurb
itu diri 
yang kemudian bernama minhajuddin
tanpa embel-embel apapun
ditakdirkan hidup sampai sekarang
meski harus sadar
bahwa tanggung jawab hidup amat sangat besar

tentang dia 
yang berusaha mengerti tentang hidup dan dirinya


kado dariku
untuk diriku
sebagai pengingat
bahwa waktu terus berjalan
tanpa berhenti sedetik pun
semoga saja sadar
tentang diri
mengenal diri
dan tak jauh diri

Cupo, Kab. Ngawi
September 6th, 2013
23.10 WIB
menjelang 26th
usia yg sudah
tidak muda lagi

September 5, 2013

Sudahlah

sudahlah
kalau engkau tak mengerti jalanku
buat jalanmu sendiri
sudahlah
kalau engkau tidak mengerti diriku
setidaknya engkau mengenal dirimu
karena katanya
orang yang lupa diri
tidak akan menemukan jalannya