Entah apa yang ada di benakmu sekarang ma.
Besok pagi, dua anakmu yang selalu menemanimu di istana kita di kampung halaman akan meninggalkanmu menuju pulau seberang. Mereka meninggalkanmu untuk mengejar cita-cita mereka, hidup mereka. Setelah setahun yang lalu, aku dan N memutuskan untuk merantau meskipun dengan pulau yang berbeda dan tepat setahun kemudian, ab dan ru pun memutuskan untuk melangkahkan kaki mereka menuju sebuah pulau untuk menggapai asa yang mulai benderang.
Entah apa yang ada dipikiranmu sekarang ma.
Mungkin kali ini, engkau dan ayah akan tinggal berdua sesaat semua anak-anakmu pergi menjejakkan kaki-kaki mereka di bumi yang lain. Aku ingat dengan jelas tahun lalu, saat engkau melepasku merantau ke kota ini, air matamu mulai menetes meskipun wajahmu memperlihatkan ketegaran namun air matamu tidak mampu menyembunyikan kesedihan saat engkau melepas anak-anakmu. Kali ini, dua anakmu akan pergi jauh, walau engkau selalu mengeluhkan mereka dengan keras kepalanya namun tetap saja engkau akan merindukan mereka, aku tidak perlu lagi menerka apa yang terbersit di kepalamu karena aku sungguh yakin bahwa engkau pasti sedih meskipun merelakan mereka pergi jauh mencari asa yang masih diselimuti tabir yang belum terungkap.
Entah apa yang ada di benakmu sekarang ma,
Praktis setelah kami berempat tidak lagi di sulawesi, hanya si bungsu dan si sulung yang dekat denganmu namun tidak selalu berada disampingmu. Si bungsu mks sedang menempuh kuliahnya dan si sulung R telah menikah dan tidak akan selalu di sampingmu karena dia telah punya tanggungan hidup, praktis engkau dan ayah yang menempati istana kita, istana kenangan yang tidak akan mungkin digantikan dengan istana semegah apapun
Entah apa yang sedang engkau rasakan sekarang ma,
Setelah dua lagi anakmu akan meninggalkanmu, engkau akan bergelut sepi setelah bertahun-tahun dipusingkan dengan tingkah nakal kami dan selalu saja engkau bersabar akan hal itu meskipun terkadang oceehan-ocehan kecil keluar dari mulutmu. hanya jagoan kecil fadel yang menemanimu. Memeriahkan harimu dan menjadi penghiburmu saat penat menyerangmu karena tidak ada lagi anak-anakmu di sampingmu.
Entah apa yang mungkin engkau katakan sekarang maa,
Perpisahan selalu saja menyisakan kesedihan yang mendalam setelah bertahun-tahun hidup dalam kebersamaan. Perpisahan bagaikan sebuah momen yang paling dibenci meski terkadang perpisahan itu sendiri menyimpan beribu makna dan pelajaran. Terkadang untuk memahami makna kebersamaan dan kepedulian terhadap yang dicintai maka perpisahan adalah wujud nyata dalam membuktikan kecintaan kita.
Entah apa yang ada dipikiranmu sekarang ma,
Ini kali pertama akbar harus meninggalkan sulawesi menuju pulau yang lain. Akan banyak kekhawatiran yang mengganggu di benakmu meski aku sendiri yakin bahwa semua akan berjalan dengan wajar hanya saja pikiran kita yang terlalu banyak memunculkan kecemasan-kecemasan yang tidak berarti. Selama ketergantungan kita ada pada Sang Maha maka Dia tidak akan pernah meninggalkan kita dengan permasalahan yang tidak bisa kita pecahkan.
Entah apa yang berkecamuk di benakmu ma,
Tapi percayalah ma, hidup ini indah dan selalu menyenangkan maka nikmatilah hiodup ini. Anak-anakmu akan baik-baik saja di Bumi Tuhan selama mereka tetap bergantung kepadaNYA. Percayalah bahwa perpisahan kali ini bukan berarti kesedihan namun perpisahan kali ini adalah momen untuk mengakrabkan kita semua.
1 comment:
amiiin insya Allah.... tp yg ku ingin kan kk bcara lah dengan kk rumaeda... krn aku yakin hanya engkau dan bpak fadel yg d dengar klw bcara,,, maka berilah pengertian kepadanya....
Post a Comment