Aku sebenarnya tidak pernah mengingat-ingat ulang tahunku sejak kecil sampai masuk kuliah. Saat kuliah pun aku terpaksa harus harus mengingat hari ulang tahunku karena setiap ulang tahun, teman-temanku mengucapkan selamat ulang tahun yang menurutku sangat ganjil karena tradisi di keluarga kami tidak pernah saling mengucapkan selamat saat hari ulang tahun bahkan saudara-saudaraku dan juga orang tuaku tidak pernah mengucapkan selamat saat ulang tahun dan parahnya lagi, aku tidak hapal tanggal lahir mereka namun aku bahagia dengan tradisi keluargaku yang seperti itu karena memang tidak ada petunjuk dalam Agama yang kuanut untuk memperingati hari ulang tahun.
Barulah saat kuliah, aku sering mengingat momen ulang tahunku dan beberapa tahun terakhir, aku lebih sering menulis sesuatu saat tanggal 7 september menghampiriku. Menulis pun menjadi hal yang paling kusenangi saat momen itu datang lagi dan saat ini menjelang 2 jam tepat tanggal lahirku, aku menulis hal apa saja yang aku mau tulis untuk memperingati miladku sendiri yang pada dasarnya, aku sangat mengharapkan kado berupa tulisan dari siapapun saat hari ulang tahunku karena kecintaanku pada dunia menulis entah itu dari keluarga, teman, sahabat atau bahkan orang yang tak kukenal namun sampai menjelang umurku yang sudah lebih 1/4 abad, aku belum jua mendapatkan kado ulang tahun berupa tulisan dari siapa-siapa.
Namun peduli apa aku dengan harapanku yang masih kosong, yang jelasnya diriku masih bisa memberikan kado tulisan terhadapku meski itu berisi tentang masa lalu, masa sekarang, masalah bahkan harapan-harapan. Semenjak aku mulai menata setiap hal yang ingin kulakukan dua tahun terakhir, aku tidak pernah lagi merasa kecewa terhadap apa yang tidak aku dapatkan, aku tidak pernah terlalu mencinta dan aku pun tidak pernah terlalu membenci karena semua itu hanyalah sensasi yang akan berlalu begitu saja.
Aku pernah mengalami kekecewaan terhadap harapan yang tak terwujud dan itu mengajarkanku tentang arti kecewa. Aku pernah merasa bahagia saat memperoleh sesuatu yang kemudian menguap begitu saja kemudian itu pula mengajarkanku bahwa bahagia terhadap yang semu adalah sensasi bahkan yang lebih mengajarkanku banyak hal tentang sesuatu yang namanya cinta adalah aku pernah mengharap cinta dari seorang perempuan selama tujuh tahun yang kemudian pernah memberiku harapan dan seiring harapan yang ia berikan dan mulai aku pupuk kemudian dia mencampakkan begitu saja harapanku dan menggiringku kedalam kekecewaan yang amat sangat. Namun kemudian itu pula yang mengajarkanku untuk tidak terlalu berharap banyak kepada setiap wanita yang aku suka karena romansa yang ditujukan kepada wanita yang engkau damba sering kali hanya menyisakan sakit hati, hanya ada satu wanita sekarang yang membuat hatiku sangat mencintainya, dia adalah Ibuku yang sedang berada diujung pulau seberang yang selalu mendoakanku dan memberi harapan-harapan untuk hidupku bahkan menjadi penyemangatku saat aku rapuh.
Di edisi ulang tahunku kali ini, aku akan menulis beberapa segmen dan hidupku
Benci adalah perasaan yang sangat manusiawi ketika kita tidak suka terhadap sesuatu secara belebihan, entah itu kepada binatang yang kita takuti membuat kita membencinya atau bahkan terhadap manusia yang berbuat hal yang mengganggu kita sehingga kita menanam kkebenciaan terhadapnya. akupun sering kali membenci orang dan itu dulu, yah itu dulu saat aku masih labil, masih sering emosional dan terlalu mengaku diri bahkan kebenciaanku sering aku pendam. namu tidak untuk sekarang, kadang aku tidak suka kepada orang yang tidak sejalaan denganku namun tidak sampai menjadi benci karena aku sudah bertekad bahwa rasa kebencian itu hanyalah olah pikir yang membuat kita menyimpan hal-hal yang tidak baik terhadap seseorang yang kemudian mempengaruhi emosi kita meski sesungguhnya orang yang kita benci itu mempunyai sisi kebaikan yang kita tidak lihat karena rasa kebencian yang kita simpan untuknya.
Cinta,rasa yang mungkin bisa merubah hidup. membuat hidup selalu bahagia. setiap orang yang sedang jatuh cinta akan meluapakan hal yang lain dan hatinya selalu terpaut dengan yang dicinta. saat umurku menginjak lebih dari 1/4 abad, aku tahu bahwa cinta itu hanya satu yaitu cinta itu sendiri dan yang membedakan adalah tentang objek yang dicintai. akupun tahu bahwa mana cinta yang temporer nan semu dan mana cinta yang benar-benar membuat bahagia. saat ini, objek yang tidak pernah memudarkan rasa cintaku adalah kecintaanku terhadap ibuku, bahkan dari dulu dan sampai sekarang, rasa cintaku terhadapnya menjadi lebih besar. akupun yakin bahwa kecintaan kepada Sang Khalik adalah cinta yang hakiki namun Dialah yang berhak menanamkan rasa cinta kedalam diri kita terhadapNYA. cinta yang terakhir adalah cinta terhadap lawan jenis, cinta inilah yang amat tidak terlalu menyita waktuku. pengalaman masa lalu tentang perasaan cintaku kepada teman kuliahku selama tujuh tahun yang kemudian dia pergi begitu saja sasat memberi harapan untukku tanpa rasa bersalah ,mengajarkanku begitu banyak tentang cinta kepada lawan jenis. setelah itu, aku tahu bahwa cinta seperti itu adalah sensasi yang dibumbuhi nafsu hingga akhirnya aku memutuskan untuk tidak terlalu menghabiskan waktuku memikirkan cinta yang satu ini. cinta yang hanya menyisakan kekecewaan karena sejatinya saat kita mencinta terhadap seorang wanita itu berarti kita mengharapkan dia selalu bersama kita dan saat harapan kita tidak terwujud ketika suatu saat dia pergi maka yang tersisa adalah kekecewaan bahkan bisa kerujung kebencian terhadapnya, ketika seperti itu adanya maka cinta itu tidak tulus berbeda misalnya kita mencintai Rabb dan orang tua kita, sama sekali kita tidak mengharapkan apa-apa dari rasa cinta kita tersebut karena perasaan cinta itu muncul dari hati yang paling dalam menejlma menjadi cinta yang tulus.
Hidup, hal yang paling rumit dimengerti. hidup menjadi sangat susah ketika kita punya beegitu banyak angan-anagn di dalamnya namun hidup juga akan menjadi kebahagiaan yang tiada tara ketika kita tidak berhenti bersyukur atas semua hala yang terjadi dalam hidup kita.
Mati, peristiwa yang sebagian orang sangat takuti terutama orang yang sudah sangat mencintai hidupnya dengan berbabagi kesenangan-kesenangan didalamnya.mati adalah peristiwa yang niscaya akan menjemput kita sukak ataupun tidak suka dan waktunya amat sangat dekat.
harapan-harapan.
tidak terlalu banyak harapoan-harapan yang aku susun saat menjelang ulang tahunku ini. harapan yang amat sangat besar dalam benakku adalah bagaimana membantu meringankan beban orang tuaku terutama ibuku yang seriap hari pasar harus membanting tulang menjual di pasar dan ayahku yang setiap hari haris berangkat ke kebun mencari sesuap nasi saat sekarang mereka sudah mulai sepuh dan kupikir bahwa saatnyalah mereka menikmati masa tua mereka namun ternyata tidak, mereka masih harus membanting tulang karena anak-anak mereka masih belum bisa mandiri, semoga saja memasuki usia yang lebih dari 1/4, Tuhan mempertemukanku dengan pekerjaan yang diridhai olehNYA dan mampu membantu meringankan beban orang tuaku.semoga saja aku diberi rezeki yang berkah untuk meringankan beban orangtuaku.
semoga saja setiap apa yang aku kerjakan adalah ikhlas.
tentang hidupku
tiba-tiba saja hadir
di hari senin yang dimana orang disunnahkan berpuasa
entah dari mana
keluar dari rahim seorang ibu
dari tempat yang paling aman
namun tak peduli
saat hadirnya di dunia ini
dia menangis
menangis dengan sejadi-jadinya
entahlah,
tidak ada yang mengerti kenapa dia menangis
walau semua sadar bahwa tangisnya pasti beralasan
orang-orang disekitarnya mereka-reka
menangis karena dingin
menangis karena keluar dari tempat yang paling aman
bahkan mungkin menangis karena hadir di alam yang penuh fitnah
hingga hari ini
hari pengulangan 26th yang lalu
dia belum juga mengerti
kenapa dia menangis hari itu
hanya sekarang
telah menjelma menjadi sesosok makhluk
yang sedang berjuang tentang hidup
dan dia
teramat sering salah dan khilaf
hingga akhirnya
apakah dia akan menjadi makhluk yang dicinta
atau bahkan makhluk hina
sama sekali dia tidak mengerti
hidupnya
berjalan dengan harapan-harapan
kadang harapan yang hakiki
namun sering yang absurb
itu diri
yang kemudian bernama minhajuddin
tanpa embel-embel apapun
ditakdirkan hidup sampai sekarang
meski harus sadar
bahwa tanggung jawab hidup amat sangat besar
tentang dia
yang berusaha mengerti tentang hidup dan dirinya
kado dariku
untuk diriku
sebagai pengingat
bahwa waktu terus berjalan
tanpa berhenti sedetik pun
semoga saja sadar
tentang diri
mengenal diri
dan tak jauh diri
Cupo, Kab. Ngawi
September 6th, 2013
23.10 WIB
menjelang 26th
usia yg sudah
tidak muda lagi
No comments:
Post a Comment