September 27, 2013

Reuni, Silaturahim, dan Prestise?

Reuni,,,
Kata itu sering kali terdengar di beberapa sekolah setelah lebaran kali ini usai bahkan mayoritas sekolah di daerahku mengadakan reuni dan salah satunya adalah SMA tempatku belajar dulu. Reuni sejatinya adalah kembali mempererat persaudaraan yang pernah terjalin sejak dulu dan mungkin agak renggang karena ruang dan waktu yang membatasi sehingga dengan adanya reuni tersebut maka diharapkan persaudaraan tersebut kembali terjalin. itulah sekelumit hakekat dari kata reuni yang sampai sekarang aku pahami. Definisi itu sendiri murni lahir dari kepalaku tanpa mencari referensi dari kamus ataupun buku buku tentang pengertian reuni.

Tulisan ini bukanlah sebagai narasi ilmiah tentang apa itu reuni dan apa tujuannya namun lebih bagaimana aku melihat reuni dari sisi yang berbeda, bukan mendiskreditkan orang-orang yang tulus ingin menjalin persaudaraan melalui reunian tetapi di mataku sendiri, reuni juga membawa tendensi lain mengenai sebuah prestise, yah sebuah prestise yang seakan-akan ingin diperlihatkan kepada kawan-kwan lama bahwa ini aku sudah sukses dengan berbagai macam barang-barang sebagai penandanya tanpa harus diucapkan lewat kata-kata.

Aku adalah salah satu dari beberpa temanku yang tidak terlalu suka dengan acara kumpul-kumpul dan bernostalgia ria yang dibarengi dengan berbagai prestise yang telah didapat. Mungkin saja aku  naif ataupun orang akan berteriak bahwa aku tidak mampu hingga harus menjadi oposisi dalam hal ini namun sekali lagi bukan karena itu, aku tidak terlalu sepakat dengan berbagai macam acara yang dikemas dengan terlalu formal yang kemudian dibarengi dengan perbincangan tanpa tujuan bahkan kampanye-kampanye terselubung.

Mungkin saja klise, namun begitu semua hal yang terpikir olehku dengan maraknya reunian yang dibungkus dengan acara silaturrahim ala masyarakat urban.

Reuni menjadi ajang pamer akan keberhasilan mereka. Reuni hanya akan menjadi ajang bagi mereka yang menganggap dirinya sukses secara materi tanpa ada ruang bagi mereka yang masih harus banting tulang memenuhi kebutuhan hidup.

Reuni adalah ambiguitas bagi masing-masing pribadi

0913

No comments: