September 8, 2013

Kak Aminah dan Kematian

Innalillahi wa innailahi rojiun..

Kalimat itu yang pertama berguman dari mulutku ketika mendengar berita duka dari saudara sepupuku di kampung. Sekitar pukul 13.00, saat aku asyik menikmati liburan di kota madiun, tiba-tiba saja HPku berdering dari telepon masuk dari seorang adikkku. Tidak ada firasat yang kualami sebelum dia mengabarkan berita duka bahwa salah satu saudara sepupuku, Aminah Salam, telah berpulang ke Rahmatullah. Memang beberapa bulan ini, dia terkulai lemah melawan sakit di payudaranya yang menggerogoti kesehatannya. Sampai akhirnya dia harus mengalah pada  penyakitnya tersebut yang menjadi sebab dia dipanggil Rabb.

Sebelum kembali menceritakan tentang pribadi saudara sepupuku tersebut lebih panjang lagi, aku ingin menulis banyak tentang kematian, tentang apa yang aku ketahui tentang mati. Entah kebetulan atau mungkin suatu fiarasat yang tidak kusadarai, dua hari ini, akku selalu terngiang-ngiang dengan kata mati, lihat saja di blogku yang sebelumnya ini, http://manhaj-manhaj.blogspot.com/2013/09/ulang-tahunku.html.

Sebenarnya aku menulis tentang hari ulang tahunku namun entah kenapa tiba-tiba saja akupun tertartik menulis segmen tentang mati. kemudian tadi siang sebelum mendengar berita kematian kak aminah, aku tiba-tiba sasja menemukan selebaran di mesjid Agung madiun dan membaca sebuah hadits Dari Abu Hurairah RA. Berkata : “Rasulullah SAW. Bersabda : “Perbanyaklah olehmu mengingat pemutus kenikmatan yaitu kematian” (HR. Tirmizi 2307, Ibnu Majah 4258, Nasa’i 1824). bahkan sebelumnya, aku juga pernah mendapaatkan artikel yang sama di sebuah mesjid di kota ngawi. entahlah, namun sebelum kematian kak aminah tadi siang, beberapa hari ini, aku selalu saja menjumpai sesuatu yang berhubung tentang kematian sampai akhirnya berita bahwa kak aminah teelah dipanggil oleh Sang Maha Kuasa.

Kembali aku ingin menceritakan kepribadian kak aminah sejauh yang aku kenal. benar-benar pribadi yang sangat baik. Masih teringat jelas dalam memori ingatanku tentang dia ketika masih di kampung, dia dengan sangat senang membantu saudara-saudaranya bahkan saat aku dan saudaraku masih kecil, dia seringkali mengajak kami berlibur ke kota makassar saat itu dia sedang kuliah. 

Seingatku, dia tidak pernah marah sekalipun kepadaku. dia pribadi yang sangat peduli terhadap saudara-saudaranya, bukan melebih-lebihkan namun tanyakan saja kepada orang yang kenal baik dengan dirinya, pasti kita akan mendapatkan cerita tentang kebaikan-kebaikannya. Terakhir kali aku bertemu dengannya saat aku mudik sebulan yang lalu, dia lunglai dalam sakitnya namun masih selalu berusaha tersenyum dikala setiap orang menjenguknya. Tak pernah sekalipun keluhan tentang penyakitnya keluar dari mulutnya. mungkin saja dia berusaha tegar agar tak ada orang yang sedih melihatnya karena setahuku. 

Dia tidak suka membebani orang lain. saat akan kutinggalkan dirinya dan berpamitan untuk kembali ke kota ini, kata-kata terakhir yang dia ucapkan kepadaku adalah doakan semoga saya sembuh. Aku tahu keinginan dia sembuh bukan karena hasratnya namun aku yakin karena keempat anak-anaknya masih membutuhkannya.

UNTUKMU KAK AMINAH SALAM

keceriaanmu tidak ada lagi
saat jalanmu telah berakhir
semua pertigaan teleah engkau lalui
kini saatnya
engkau berada di ujung jalan
di gerbang hidup yang lain
setapak telah engkau lewati
dengan berbagai warna yang engkau ukir
kutahu
setiap warna adalah warnamu
dan semoga saja
hitammu di hapus yang Maha Kuasa
kuingat
lagilagi kuingat dengan jelas
saat engkau mengajari
mengisi tts masa itu
sadarku,
saat masa itu,
aku masih bocah
namun mungkin saja engkau tak sadar
jejakjejak itu yang membuatku belajar
ruang demi ruang
masa demi masa
hingga akhirnya sampai saat ini
aku belajar dari hbidup
dan salah satunya dari engkau 
kak aminah salam
semoga saja
kuburmu menjadi terang
bahkan menjadi luas
untuk kau tempati
dan semoga saja,
maghfirah Tuhan selalu menyertaimu
karena engkau 
telah mengukir banyak kebaikan 
dan semoga setiap khilafmu terhapus
oleh rakhmat Tuhan

R.I.P
buat kak aminah
teramat banyak harus kutulis
hingga tak ada yang tergores
hanya tersimpan di memoriku

Ngawi,
8-9-13

1 comment:

Windi said...

Semoga segala amal ibadah beliau diterima dan diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Serta keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan. Aamiin