September 20, 2013

Ceritaa Untukmu Hari Ini

Setelah menulis sesuatu tentang ibu yang bakalan hanya berdua dengan ayah di rumah setelah engkau dan R juga akan pergi merantau, kali ini aku pun akan menulis sesuatu untumu, apa saja itu. Semua tentang apa yang akan engkau lakukan dan engkau lewati karena hidup akan seperti ini. Sepertinya baru kemarin kita selalu bersama di istana kita sambil bercanda dan sekali berbeda pendapat kemudian bertengkar dan hampir 18 tahun lamanya kita selalu bersama karena engkau hanya 2 tahun di bawahku. 

Umur kita yang hanya berpaut dua tahun menjadikan kita seperti kawan meskipun kuingat saat kecil kita selalu bertengkar dan ada saja yang menjadi pemicu pertengkaran kita. Setelah aku melanjutkan kuliahku di makassar, kita sudah mulai terbiasa jauh dan bahkan hari ini hari di mana engkau akan meninggalkan kampung halaman dan merantau di pulau seberang saat tepat setahun yang lalu, aku juga memutuskan untuk merantau di pulau ini.

Aku tak tahu apa yang sedang engkau pikirkan sekarang. Mungkin saja engkau sedang khawatir, cemas atau bahkan sedih karena yang akan engkau tuju adalah hal yang benar-benar baru bagimu. Semua hal yang akan engkau temui benar-benar baru. Aku mafhum kalau engkau sedang cemas dan itu manusiawi namun harus pula engkau camkan bahwa engkau adalah laki-laki dan  memang harus keluar, menjejakkan kaki di tempat lain dan keluar jauh dari zona nyaman. hidup itu seperti petualangan dan mulailah petualanganmu untuk mencari apa yang engkau inginkan, jangan kubur semangat hidupmu dengan ketakutan untuk pergi melihat dunia lain. Banyak pelajaran berserakan di tempat lain yang harusnya engkau ambil dan  pelajari. Kematangan hidup seseorang ketika keluar dari zonanya dan menjumpai masalah kelak masalah dan pengalaman hidup yanga akan menempanya menjadi manusia yang dewasa.

Engkau benar-benar akan memulai petualangan hidupmu dan mencoba memberanikan diri merantu. Aku bangga dengan keputusanmu karena laki-laki harus berani. aku hanya berharap semoga saja engkau selalu belajar dari hidup dan mencoba mendewasakan pikiranmu. hidup di tanah rantau seringkali menjebak kita dalam dua sisi yang berbeda, ketika kita mampu mengalahkan diri maka kita sedang berada di jalur yang benar namun ketika nafsu yang merajai maka dia akan menghancurkan kita karena tidak ada lagi orang di dekatmu yang mengingatkan dirimu di saat engkau khilaf kecuali dirimu sendiri,

Aku punya beberapa hal yang mungkin saja engkau jadikan acuan jika engkau mau, bahwa ketika engkau jauh bahkan sangat jauh dari orang tua jadikanlah mereka sebagai peredam dirimu dikala engkau akan berbuat khilaf, saat dirimu diselimuti nafsu untuk berbuat khilaf, ingatlah wajah sendu ibu yang selalu mendoakan anak-anaknyaa, ingatlah  bapak yang setiap subuh harus bergegas ke kebun demi kita. Cinta mereka tak dibatasi oleh apapun dan harusnya cinta mereka kita balas dengan tingkah yang baik. Namun satu hal yang engkau ingat bahwa jangan sekali-kali berputus asa pada rahmat Tuhan dan jadikan Dia sebagai tujuanmu dan semua hal yang telah engkau pahami tentangNYA. jangan sekali kaki engkau gadaikan prinsip hidupmu hanya demi duniawi yang semu.

Terakhir aku pesan, berjalanlah, berjalanlah dan terus berjalan kemudian berlari dan berhenti sejenak namun jangan pernah berhenti dalam waktu yang lama, berhenti hanya untuk istirahat dan memulihkan tenaga namun setelah itu, berjalanlah lagi karena hidup itu terus saja berjalan. Jangan engkau hiraukan jalan yang tak terlihat ujungnya karena itu hanya ada dipikiranmu dan tugasmu hanyalah berjalan dan menyisakan jejak yang berguna bagi semesta, jangan sekali-kali menyisakan jejak yang melukai semesta karena itu berarti engkau telah gagal dalam perjalananmu. Ukuran keberhasilan bukanlah materi namun kebaikan untuk semesta.

buatmu ab 
yang akan merantau
besok siang
semoga perjalananmu
diridhai oleh Allah.

No comments: