sebenarnya sudah sangat klise untuk mengatakan bahwa "gunakan waktumu sebaik-baiknya karena waktu laksana busur panah yang melesat tak terkendali dan tiba-tiba kita akan sadar sudah berada di ruang yang sudah sangat jauh terbawa waktu, kemudian kita menyesali apa yang sudah terlewat"
iya sangat klise mendengar hal seperti itu karena setelah momen perenungan berlalu, saya kembali ke rutinitas menunda - nunda dan membuang waktu secara percuma.
hingga kemarin, saya menyadari bahwa staf baru yang direkrut kantorku dengan posisi yang sama denganku ternyata selisih 11 tahun lebih muda denganku. sebuah tamparan yang lebih keras bahwa harta berupa waktu yang selama ini kupunya, tercecer tak bersisa. jika saya bandingkan dengan rekan kerja yang seumuran denganku di kantor, mayoritas mereka telah menduduki jabatan yang berarti bahwa sebelumnya, mereka menggunakan waktu untuk menambah kapasitas diri mereka sedangkan saya hanyalah seorang pelamun bodoh yang terdampar di pinggir laut memandangi semua orang sudah berlayar ke tengah samudera.
saya kemudian mengingat ingat, kemana semua waktuku terbuang. saya melempar kenangan ke beberapa tahun silam. ketika tamat SMA, saya menganggur setahun tanpa melakuka sesuatu yang berarti sehingga waktu saya setahun terbuang. tahun berikutnya saya kuliah selama empat tahun. anggaplah saya menggunakan waktu empat tahun itu meskipun dalam proses perjalanan kuliah saya, banyak sekali waktu yang hanya berlalu. kemudian setelah kuliah, saya menganggur dua tahun tanpa mengerti ke mana arah yang harus kujejak. sudah total 3 tahun terbuang percuma.
Saya kemudian memutuskan merantau dan bekerja di Perusahaan. dua perusahaan saya lewati sebelum memutuskan untuk bekerja di perusahaan yang sekarang. kurang 3 bulan lagi saya genap 6 tahun di perusahaan ini. lumayan panjang dengan kondisi yang tidak terlalu berubah. 6 tahun terakhir saya jalani dengan rutinitas yang sama. senin sampai jumat berangkat kantor jam 7, di perjalanan sejam kemudian pulang kantor jam 5, tiba di rumah ketika Maghrib berlalu. sabtu minggu saya habiskan random, kadang tidur sesekali keluyuran.
Waktu saya habis dalam rutinitas tersebut tanpa ada prioritas ke depan, atau paling tidak, saya menyisihkan beberapa jam dalam seminggu untuk memperdalam ilmu kearifan.
Saat ini saya melanjutkan pendidikan sambil tetap bekerja. saya menetapkan prioritas untuk bergelut di bidang akademisi setelah menyelesaikan pendidikan meski kadang pesimis dengan usia yang sudah tidak muda lagi namun baru memulai tetapi tak apalah
Semoga Semesta menakdirkan saya dalam impian yang sesuai dengan misi saya dihadirkan di bumi ini.
2 Juli 2020
No comments:
Post a Comment