July 8, 2020

Makanan

Sudah menjadi kebiasaan di kantor Isteri saya bahwa ketika mereka lembur sampai malam, biasanya akan disiapkan makan malam beserta makanan pelengkap lainnya entah kue, buah-buahan atau apapun. hal yang sama kemarin malam ketika saya menjemput isteri saya. sesaat sebelum naik ke motor, dia memberitahu bahwa ada dua nasi kotak dan kemungkinan yang satu tidak dimakan karena mama sudah makan. biasanya jika seperti itu, kami memberikan ke siapa saja yang kami temui di jalan yang kami anggap layak dan biasanya para orang tua sepuh yang mendorong gerobak.

entah apa yang dipikiran saya saat itu, saya jawab bahwa bawa saja ke rumah dan besok saya mau bawa ke kantor sebagai bekal. biasanya kalau seperti itu, tidak bakalan menjadi rezeki.

Esok hari, makanan tersebut dipanasi di ricecooker beserta lauknya. saya masukkan ke tempat makan sebagai bekal makan siang di kantor. 

Seharian di kantor, ada hidangan cemilan sehingga perut saya tidak terasa lapar sampai siang. akhirnya saya tidak menyentuh makanan tersebut sampai sore. menjelang pulang, saya membuka bekal tersebut karena merasa bersalah jika tidak dimakan meskipun dengan perut yang tidak terlalu lapar. dugaanku benar, nasinya sudah keras dan sudah tidak enak dikonsumsi. akhirnya saya hanya memakan lauknya dan nasinya berakhir di tempat sampah. 

Saya sering mengalami hal-hal seperti itu bahwa dalam berbagai kondisi, jika keinginan yang mendominasi maka hasilnya tidak sesuai harapan. kasus di atas contohnya, saya sudah kenyang namun tetap saja pikiranku ingin memakan makanan yang seharusnya bukan rezekiku. 

8 Juli 2020

No comments: