Di masa saya bocah, sepeda adalah kemewahan tersendiri namun meskipun saya sadari bahwa zaman di kampung saya saat itu, sepeda adalah strata terbawah dalam kepemilikan kendaraan dalam masyarakat, namun memiliki sepeda sudah menjadi kemewahan tersendiri bagi saya yang terlahir dengan saudara enam orang dan dari orang tua yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuh primer dan sekunder sedangkan kebutuhan tersier jarang dimasukkan dalam list kebutuhan.
Saya ingat keluarga kami pernah memiliki speda merek BMX tapi seingat saya bahwa sepeda itu tidak dibelikan oleh orang tua namun diberikan secara percuma oleh saudara lain. Saya dan kakak saya yang beda umur 2 tahun dengan saya yang sering menggunakan sepeda tersebut. paling sering digunakan untuk mengantar beras yang akan digiling dan dibikin kue oleh ibu saya. jadi intinya bahwa sepeda saya tersebut bukan untuk bersenang-senang namun difungsikan untuk alat bekerja.
Beberapa tahun kemudian, Sepeda dikomodifikasi oleh para Pengusaha menjadi trend kalangan atas. meskipun trend sepeda sudah berlangsung beberapa tahun sebelumnya namun mencapai puncaknya ketika wabah Covid-19 menyerang. fenomena bersepeda menjadi sebuah keharusan bagi masyarakat urban untuk meningkatkan imun dari serangan virus, namun yang terlihat di mata saya bukan tujuan berolahraganya tetapi bagaimana para Perusahaan sepeda berhasil mengkontruksi paradigma masyarakat untuk beralih ke gaya hidup sepeda alhasil, Perusahaan sepeda mendapat keuntungan yang tak terkira.
melihat fenomena sepeda yang semakin menjamur di masa pandemi saat ini, saya menyadari bahwa status sepeda tidak lagi berada pada strata paling bawah bahkan ada sepeda yang lebih mahal dari 1 unit mobil Agya maupun Ayla. untuk ukuran sepeda yang umum, butuh duit dengan digit jutaan untuk bisa membeli sepeda di saat sekarang. salah seorang teman kantor saya beberapa hari lalu menjual sepedanya seharga 8 jutaan yang sebelumnya dia membeli sepeda tersebut sebelum booming sekitar 4 jutaan.
Kemudian apa yang harus dipelajari dari fenomena seperti ini? bahwasanya masyarakat begitu mudahnya digiring dalam sebuah trend yang biasanya diinisiasi oleh para Pengusaha besar dengan menggandalkan media-media untuk mempromosikan sesuatu dengan tampilan yang berbeda dengan hakekatnya, misalnya bersepada ditampilkan sebagai usaha untuk menjaga tubuh tetap kuat dan sehat meski pada akhirnya bahwa mereka tetap berusaha mengeruk keuntungan yang besar dari trend yang sedang menjamur. toh selain bersepada, banyak hal yang bisa dilakukan untuk membuat badan tetap berkeringat.
Saya tidak sedang mendegradasi orang-orang yang memang hobi bersepeda namun lebih pada beberapa kalangan yang pada akhirnya mengeluarkan dana yang begitu besar hanya untuk menjadi terlihat keren dengan bersepeda.
No comments:
Post a Comment