Saya sudah terlalu sering menulis tentang dinamika di jalanan Jakarta. sebuah fenomena yang menurut saya menjadi gambaran betapa manusia mempertontonkan dirinya bahkan termasuk saya. kalimat yang beberapa tahun saya katakan bahwa jika ingin menguji kesabaranmu pada level berapa maka hiduplah di jalanan Jakarta dan rasakan sensasinya. jika dalam sebulan atau beberapa bulan, kau mendapati dirimu mampu memaklumi dan bersabar atas semua yang terjadi di jalan Ibu kota ini maka kau termasuk orang yang sabar. saya yang sudah 6 tahun lalu lalang di jalanan Ibu kota dengan kendaraan motor, tidak sepenuhnya mampu menahan diri atas apa yang saya saksikan meskipun di beberapa kesempatan mungkin saya juga yang masuk dalam kubangan ketidakaturan tersebut misal menerobos lampu merah atau masuk jalur Busway.
Dua hari yang lalu, saya berangkat bersama isteri ke kantor seperti biasanya. setelah menurunkan isteri di bilangan Rasuna Said, saya putar balik ke arah Kebayoran baru. sebelum masuk ke terowongan Kuningan Timur, saya mengambil jalur kanan supaya memudahkan saya untuk mengambil jalur terowongan dan tidak menghalangi kendaraan yang akan mengambil jalur ke Gatot Subroto. sepersekian detik, saya merasa ada yang aneh karena bunyi klakson mobil di belakang saya beberapa kali terdengar, saya tidak bergeming karena merasa tidak ada yang salah dengan jalur yang saya lewati, kemudian saya disalip oleh mobil Yaris yang hendak belok kiri. saat tepat di samping saya, si sopir memperlambat laju mobilnya sambil mendongak ke arah saya dengan mimik muka yang kesal. saya berpikir keras apa yang salah dengan jalur yang saya lewati. saya memutuskan untuk melaju tanpa merespon si pengendara mobil.
Tadi saat berangkat ke kantor, saat melintas di warung buncit yang lampu merah penyeberangan, seorang ibu sudah memencet lampu merah kemudian menyebang namun pemandangan yang saya lihat adalah kendaraan tidak peduli sama sekali, mereka mungkin berpikir bahwa lampu merah hanya di persimpangan itupun masih sering diterobos.
Jalanan Jakarta memang menawarkan banyak hal dan satu yang pasti tentang bagaimana kita menguji kesabaran.
1 Juli 2020
No comments:
Post a Comment