July 12, 2020

Tulus

Saya random menonton youtube di setiap waktu senggang yang saya punya. saya sadari bahwa kebiasaan tersebut tidak berdampak baik terhadap peningkatan kapasitas diri saya. alih-alih belajar untuk mengisi masa senggang, saya malah asik menonton youtube dan menghabiskan bergiga-giga paket data saya.

Di sela-sela menonton youtube, saya mendapati sedikit pelajaran yang menurut pengamatan saya sesuai dengan apa yang saya lihat. jadi salah seorang publik figur diwawancarai kisah hidupnya yang berasal dari 0. dia seorang tukang bersih jalanan kemudian pindah menjadi OB di sebuah kantor media dan jalan hidup membawanya menjadi publik figur. dari kisahnya tersebut, dia menceritakan bagaimana dia tulus menjalani semua pekerjaan yang mungkin sebagian masyarakat menganggap bahwa pekerjaan tersebut untuk kaum proletar. ketulusan lah yang memperkuat takdirnya menggapai hal-hal baik yang sekarang berada di tangannya. ketulusan yang dapat diartikan juga sebagai keikhlasan dalam menjalani hidup seringkali mempertemukan kita dengan hal-hal baik. ketulusan dalam hal ini bahwa menjalani profesi dengan hati yang senang tanpa berkeluh kesah.

Saya pribadi sedang dalam masa yang bisa dianggap demotivasi. saya terlalu sering mengeluh tentang pekerjaan saya sekarang padahal di awal-awal bekerja, saya mampu mengatasinya dengan mengatakan bahwa ini pilihan sadar saya dan saya sendiri yang memilih untuk mendaftar kemudian memutuskan bekerja di sini, lalu kenapa kemudian saya harus menghabiskan energi saya dengan berkeluh kesah tak berujung. Sampai kapan saya harus mengeluhkan apa yang saya pilih sebagai sebuah pilihan sadar. 

Saya sedang berusaha untuk mengidentifikasi apa yang menjadi penyebab ini semua. mungkinkah perasaan pride terhadap diri yang terlalu tinggi atau mungkin juga keinginan-keinginan yang tidak tercapai sehingga begitu sulitnya berdamai dengan diri dalam masa seperti ini. bahkan jika terlepas dari lingkaran pekerjaan ini dengan perasaan insecure pun berarti saya telah gagal dalam satu momen hidup. seharusnya ketika berpisah dari satu potongan hidup seharusnya dengan hati yang senang bukan semacam pelarian karena tidak mampu berdamai dengan apa yang sedang dihadapi.

benar-benar hidup yang membingungkan.

No comments: