Sudah hampir setahun saya kuliah di kampus Parmad. kuliah dengan situasi yang sangat berbeda karena saya mengambil kelas sabtu otomatis hanya sekali dalam seminggu. sebuah kondisi yang menurut saya tidak terlalu ideal karena kuliah bukan hanya sebagai sebuah rutinitas dalam kelas semata. kuliah seharusnya memberikan ruang yang lebih luas untuk berinteraksi dengan siapa saja dan banyak hal. kondisi perkuliahan saya semakin diperparah dengan pandemi Covid-19 yang merebak di awal semester dua, alhasil saya harus mengikuti kuliah online dan intensitas interaksi dengan kampus semakin berkurang.
Kondisi seperti ini membuat banyak hal hilang dari perkuliahan pada umumnya. satu hal yang paling saya rasakan adalah kedekatan dengan teman kuliah yang tidak begitu akrab, meski ada beberapa diantara mereka yang mulai akrab namun kuliah dengan mayoritas pegawai kantoran membuat suasana perkuliahan sangat tidak mengasyikkan bahkan hampa. tidak bisa disalahkan karena mereka mempunyai banyak urusan selain kuliah misalnya tugas kantor atau kehidupan keluarga bagi mereka yang sudah berkeluarga.
Saya yang berada diantara mereka pun akhirnya ikut dalam arus perkuliahan yang monoton. datang ke kampus, masuk kelas, sedikit beretorika kemudian istirahat dan menunggu kelas berikutnya dan sore hari pulang ke rumah. rutinitas perkuliahan yang tidak seperti dalam bayangan saya namun tetap harus saya jalani karena kondisinya memang sudah berbeda.
Sebenarnya saya sangat berhasrat bertemu dengan teman kuliah yang gandrung akan ilmu dan suka berdiskusi untuk sekedar menambah isi kepala namun nampaknya, sampai pada tahun pertama berlalu, sama sekali belum ada teman kuliah yang seperti dalam bayangan saya. tidak ada yang benar-benar menyukai diskusi tentang konsentrasi kuliah yang sedang dijalani. mayoritas hanya menjadi apa adanya seperti pelajar pada umumnya. bukan, bukan saya merasa haus pengetahuan atau apalah namun lebih karena saya menyesali masa lalu saya yang banyak terbuang dengan main-main sehingga saya membutuhkan relasi yang serius dalam mengejar pengetahuan, namun nampaknya belum ada seperti dalam bayangan saya.
Entahlah mungkin saya yang belum pantas menemukan teman yang seperti itu. saya harus memantaskan diri terlebih dulu.
No comments:
Post a Comment