Baru saja aku menghabiskan sejam waktuku mengobrol lewat telepon dengan windi. Semula kami hanya bercerita tentang aktivitas seharian di kantor masing-masing. Aku bercerita bahwa tadi di kantorku ada karyawan baru yang dengan lugunya hanya tersenyum tipis saat digoda oleh teman kantor sambil sesekali nyengir. Aku juga bercerita bahwa penilaian kinerja karyawan di divisi staff teknik. Aku menduduki peringkat ketiga namun menurutku penilaian tersebut sama sekali tidak mempengaruhi apa-apa tentang apa yang ingin kucapai karena aku sudah memutuskan untuk tidak terlalu peduli dengan apa pendapat orang tentang diriku selama aku tidak merugikan mereka. Windi juga bercerita banyak tentang aktivitasnya di kantor. Dia pun sedang penilaian kinerja dan dia amat menyesali penilaian tentang perilakunya yang mendapat nilai paling rendah dari beberapa aspek penilaian yang lain. di titik ini, aku berpesan kepada windi bahwa salah satu cara paling sederhana untuk menguji keikhlasan kita dalam bekerja adalah ketika hati kita tidak terpengaruh tentang hasil penilaian yang ditujukan kepada kita entah itu baik ataupun hasilnya kurang baik.
Aku kemudian iseng membacakan beberapa potongan kalimat dari buku "Surat-surat kepada Karen." Windi diam dan mendengarkan beberapa kalimat di buku tersebut yang kubaca. Aku memang suka membacakan kalimat-kalimat puitis meski kusadari tanpa dia dengar pun aku suka membaca tulisan-tulisan puitis yang sentimentil namun sarat makna. mungkin suatu saat ketika semesta merestui kami menjadi keluarga, aku ingin meluangkan malam-malamku untuk membacakan puisi di depannya maupun di depan anak-anakku kelak. norak memang namun itulah keinginan sederhanaku yang kupikir paling menyenangkan ketika kami bersama di malam hari saat semua kepenatan menyerang tubuh setelah seharian bersetebuh dengan rutinitas harian.
Entah kenapa pembicaraan kami berlanjut tentang blogku dan juga tentang tulisan-tulisanku. Harus kuaku bahwa pegunjung setia blogku adalah windi seorang atau bahkan tidak ada orang lain selain dirinya yang mengunjungi blogku. katanya sih blogku sebagai hiburan, sebagai penawar dahaga di tengah rutinitas kerja yang memusingkan. entahlah benar atau pun mungkin hanya menghiburku dan yakinlah bahwa meskipun dia tidak pernah sama sekali menyukai tulisanku satupun tetapi aku tetap akan menulis karena dengan cara inilah, aku melepaskan semua energi yang menumpuk di kepalaku. tentang apa saja yang membuatku harus menuliskan kalimat demi kalimat. kalau katanya membaca blogku adalah sebuah hiburan maka aku juga ingin berkata bahwa menulis adalah sebuah hiburan buatku, tidak peduli orang suka tulisanku ataupun tidak.
Aku kemudian meminta pendapat tentang tulisan-tulisanku yang terpampang serampangan di blogku. Akupun sudah siap menerima kritikan darinya. Ada beberapa masukan yang sangat baik dari windi. Katanya bahwa tulisan masih terlalu monoton dan seringkali mengulang kata atau kalimat yang sama. Dia menambahkan bahwa tulisanku belum hidup sehingga terkesan pembaca seperti dirinya cepat bosan dan tidak merasa penasaran akan isi tulisan. tulisan memang sejatinya harus menampilkan sebuah racikan kata-kata yang membuat orang terpesona. aku amat sangat percaya bahwa tulisan yang diramu dengan sepenuh hati dan datangnya dari dalam hati maka orang yang membacanya pun akan tersentuh.
Yang ingin digarisbawahi dari kritikannya adalah tentang tulisan hidup. Akupun menyadari bahwa tulisanku masih terlalu monoton dan tidak hidup. Ilustrasi yang sering aku utarakan di setiap tulisanku sama sekali belum mampu memikat pembaca setiaku. Aku selalu saja iri dengan beberapa orang yang dengan pawainya menulis dengan ilustrasi yang sangat kuat dan hidup sehingga pembaca ketagihan untuk membaca semua tulisan bahkan membuat penasaran. Sebutlah kak ochan, Arham kendari, yusran darmawan dan banyak lagi penulis yang membuatku penasaran bagaimana mereka sampai pada level dimana tulisan-tulisan mereka seperti bernyawa.
Tadi aku menguraikan kegalauanku bahwa jikalau memang kepiawaian dalam menulis adalah bakat alami yang given dari Sang Khalik maka aku sudah menyatakan pasrah untuk menyamai mereka yang mampu menulis dengan tulisan yang mempesona namun jikalau memang keahlian tersebut melalui proses panjang pembelajaran dan latihan-latihan maka aku punya asa menjadi penulis yang baik karena aku tekadkan sedari awal bahwa suatu saat nanti aku menjadi seorang penulis yang mampu mengilustrasikan tulisan dengan baik.
Mungkin juga salah satu penyebab dari kegagalanku menulis dengan baik adalah tulisanku tidak berasal dari hati sehingga setiap pembaca pun tidak mampu mengikutkan hati ketika membaca tulisan ku.
Masalah kedua mungkin yang belum mampu menghidupkan tulisan-tulisanku adalah kekuranganku dalam membaca sehingga referensi dan pengetahuan yang hendak kusampaikan di setiap tulisanku tidak sampai pada pembaca.
Namun begitulah, entah itu bakat yang terpendam namun aku akan terus mencoba sampai suatu waktu semua orang penasaran akan tulisanku dan menunggu setiap apa yang kutuliskan. Asa adalah spirit hidup yang harus tetap dijaga sambil terus mencoba.
aku sudah melewati beberapa fase yang membuat aku berpikir ulang bahwa semua fase dalam kehidupanku adalah sesuatu yang pernah aku pikirkan sebelumnya bahkan dalam beberapa kasus tertentu pun, apa yang menjadi kenyataan di diriku sekarang adalah hal-hal yang pernah kuanggap mustahil adanya. itulah yang menguatkan keyakinanku bahwa dalam hidup ini, bakat hanyalah sebuah variabel penunjang dan latihan serta ketekunan dalam mengasah diri adalah variabel primer pada setiap apa yang kita inginkan.
memang terlalu naif ketika menvonis orang lain ataupun diri sendiri dalam mengejar impian karena semesta bersama dengan orang yang tekun dan sungguh-sungguh. adagium "keberhasilan adalah puncak dari usaha yang sungguh-sungguh". jangan sekali-kali meremehkan diri sendiri dalam menggapai apa yang kita yakini adanya. satu hal yang dibutuhkan dalam mengejar setiap impian kita adalah memalingkan muka dari setiap cibiran orang-orang yang tidak percaya akan apa yang kita cita-citakan. hidup terlalu singkat untuk mendengarkan ocehan kosong orang-orang karena yakinlah pekerjaan yang paling disenangi manusia adalah mencibir orang yang sedang berjuang dari bawah bahkan dari orang yang mencibir tersebut sebenarnya sedang berusaha menyembunyikan ketidakmampuannya. so, berjalan tersebut dan tutup telinga dari cibiran kosong manusia.
Well, apapun itu, aku yakin haqqul yakin dengan izin Sang Khalik, someday aku bisa menulis apa saja yang mampu membuat orang menyenangi tulisan-tulisanku. semua akan terekam dalam buku-buku yang akan kutulis dan someday, orang-orang akan menyenangi setiap tulisanku.
someday, bukuku akan terpampang di rak Gramedia sebagai buku bestseller. Amiin
Kamarkosrawamangun. 160215
Aku kemudian iseng membacakan beberapa potongan kalimat dari buku "Surat-surat kepada Karen." Windi diam dan mendengarkan beberapa kalimat di buku tersebut yang kubaca. Aku memang suka membacakan kalimat-kalimat puitis meski kusadari tanpa dia dengar pun aku suka membaca tulisan-tulisan puitis yang sentimentil namun sarat makna. mungkin suatu saat ketika semesta merestui kami menjadi keluarga, aku ingin meluangkan malam-malamku untuk membacakan puisi di depannya maupun di depan anak-anakku kelak. norak memang namun itulah keinginan sederhanaku yang kupikir paling menyenangkan ketika kami bersama di malam hari saat semua kepenatan menyerang tubuh setelah seharian bersetebuh dengan rutinitas harian.
Entah kenapa pembicaraan kami berlanjut tentang blogku dan juga tentang tulisan-tulisanku. Harus kuaku bahwa pegunjung setia blogku adalah windi seorang atau bahkan tidak ada orang lain selain dirinya yang mengunjungi blogku. katanya sih blogku sebagai hiburan, sebagai penawar dahaga di tengah rutinitas kerja yang memusingkan. entahlah benar atau pun mungkin hanya menghiburku dan yakinlah bahwa meskipun dia tidak pernah sama sekali menyukai tulisanku satupun tetapi aku tetap akan menulis karena dengan cara inilah, aku melepaskan semua energi yang menumpuk di kepalaku. tentang apa saja yang membuatku harus menuliskan kalimat demi kalimat. kalau katanya membaca blogku adalah sebuah hiburan maka aku juga ingin berkata bahwa menulis adalah sebuah hiburan buatku, tidak peduli orang suka tulisanku ataupun tidak.
Aku kemudian meminta pendapat tentang tulisan-tulisanku yang terpampang serampangan di blogku. Akupun sudah siap menerima kritikan darinya. Ada beberapa masukan yang sangat baik dari windi. Katanya bahwa tulisan masih terlalu monoton dan seringkali mengulang kata atau kalimat yang sama. Dia menambahkan bahwa tulisanku belum hidup sehingga terkesan pembaca seperti dirinya cepat bosan dan tidak merasa penasaran akan isi tulisan. tulisan memang sejatinya harus menampilkan sebuah racikan kata-kata yang membuat orang terpesona. aku amat sangat percaya bahwa tulisan yang diramu dengan sepenuh hati dan datangnya dari dalam hati maka orang yang membacanya pun akan tersentuh.
Yang ingin digarisbawahi dari kritikannya adalah tentang tulisan hidup. Akupun menyadari bahwa tulisanku masih terlalu monoton dan tidak hidup. Ilustrasi yang sering aku utarakan di setiap tulisanku sama sekali belum mampu memikat pembaca setiaku. Aku selalu saja iri dengan beberapa orang yang dengan pawainya menulis dengan ilustrasi yang sangat kuat dan hidup sehingga pembaca ketagihan untuk membaca semua tulisan bahkan membuat penasaran. Sebutlah kak ochan, Arham kendari, yusran darmawan dan banyak lagi penulis yang membuatku penasaran bagaimana mereka sampai pada level dimana tulisan-tulisan mereka seperti bernyawa.
Tadi aku menguraikan kegalauanku bahwa jikalau memang kepiawaian dalam menulis adalah bakat alami yang given dari Sang Khalik maka aku sudah menyatakan pasrah untuk menyamai mereka yang mampu menulis dengan tulisan yang mempesona namun jikalau memang keahlian tersebut melalui proses panjang pembelajaran dan latihan-latihan maka aku punya asa menjadi penulis yang baik karena aku tekadkan sedari awal bahwa suatu saat nanti aku menjadi seorang penulis yang mampu mengilustrasikan tulisan dengan baik.
Mungkin juga salah satu penyebab dari kegagalanku menulis dengan baik adalah tulisanku tidak berasal dari hati sehingga setiap pembaca pun tidak mampu mengikutkan hati ketika membaca tulisan ku.
Masalah kedua mungkin yang belum mampu menghidupkan tulisan-tulisanku adalah kekuranganku dalam membaca sehingga referensi dan pengetahuan yang hendak kusampaikan di setiap tulisanku tidak sampai pada pembaca.
Namun begitulah, entah itu bakat yang terpendam namun aku akan terus mencoba sampai suatu waktu semua orang penasaran akan tulisanku dan menunggu setiap apa yang kutuliskan. Asa adalah spirit hidup yang harus tetap dijaga sambil terus mencoba.
aku sudah melewati beberapa fase yang membuat aku berpikir ulang bahwa semua fase dalam kehidupanku adalah sesuatu yang pernah aku pikirkan sebelumnya bahkan dalam beberapa kasus tertentu pun, apa yang menjadi kenyataan di diriku sekarang adalah hal-hal yang pernah kuanggap mustahil adanya. itulah yang menguatkan keyakinanku bahwa dalam hidup ini, bakat hanyalah sebuah variabel penunjang dan latihan serta ketekunan dalam mengasah diri adalah variabel primer pada setiap apa yang kita inginkan.
memang terlalu naif ketika menvonis orang lain ataupun diri sendiri dalam mengejar impian karena semesta bersama dengan orang yang tekun dan sungguh-sungguh. adagium "keberhasilan adalah puncak dari usaha yang sungguh-sungguh". jangan sekali-kali meremehkan diri sendiri dalam menggapai apa yang kita yakini adanya. satu hal yang dibutuhkan dalam mengejar setiap impian kita adalah memalingkan muka dari setiap cibiran orang-orang yang tidak percaya akan apa yang kita cita-citakan. hidup terlalu singkat untuk mendengarkan ocehan kosong orang-orang karena yakinlah pekerjaan yang paling disenangi manusia adalah mencibir orang yang sedang berjuang dari bawah bahkan dari orang yang mencibir tersebut sebenarnya sedang berusaha menyembunyikan ketidakmampuannya. so, berjalan tersebut dan tutup telinga dari cibiran kosong manusia.
Well, apapun itu, aku yakin haqqul yakin dengan izin Sang Khalik, someday aku bisa menulis apa saja yang mampu membuat orang menyenangi tulisan-tulisanku. semua akan terekam dalam buku-buku yang akan kutulis dan someday, orang-orang akan menyenangi setiap tulisanku.
someday, bukuku akan terpampang di rak Gramedia sebagai buku bestseller. Amiin
Kamarkosrawamangun. 160215
No comments:
Post a Comment