February 14, 2015

Senyumlah

Tulisan ini sebenarnya berangkat dari kondisi kos yang sekarang saya tempati. Ada 5 kamar yang terisi semua termasuk kamarku. 2 kamar berada tepat di depan tangga naik sedangkan 3 kamar lainnya berada di dalam ruangan. Sebenarnya kos ini lebih mirip seperti rumah pribadi karena kamarnya tidak berjejaran tanpa ada sekat laiknya kos pada umumnya. Bahkan persis seperti rumah yang terbagi dalam beberapa kamar dan juga ruang tamu.

Sekilas kondisi kos saya seperti itu namun bukan itu intinya yang ingin saya utarakan di sini. Sebelum memilih kos ini, harapan saya adalah semua penghuni kos akrab satu dengan lain seperti pada umumnya kos Mahasiswa di makassar, namun harapan memang seringkali tidak sesuai dengan realita bahkan ada orang yang beranggapan bahwa hal yang paling sulit dalam hidup adalah menyinkronkan harapan dengan kenyataan dan mungkin seperti itu yang saya alami di kos ini.

Dari kelima penghuni kos ini, jangankan meluangkan waktu untuk mengobrol akrab sambil bercerita panjang lebar, saat berpapasan pun sepertinya senyum adalah hal yang terlalu mahal. Beberapa kali saya mencoba melempar senyum kepada mereka saat berpapasan namun hal yang saya dapatkan ada muka tanpa ekspresi alhasil saya tengsin sendiri.

Memang sih ada salah satu yang lumayan ramah, dia termasuk penghuni kos paling baru dan kamarnya berada di depan tangga. Dia berasal dari grobogan bahkan ketika bertemu, kami saling sapa namun yang lain benar-benar menganggap senyum sebagai barang mewah.

Namun begitulah hal yang mungkin harus saya sadari bahwa tidak semua hal yang diharapkan menjadi kenyataan. Setelah itu, saya pun seakan enggan untuk menyungging senyum ketika berpapasan dengan mereka.

Ah sudahlah, mungkin mereka kurang piknik,
Atau mungkin mereka merasa paling banyak masalah hidupnya
Ataukah mungkin juga jauh dari keluarga
Ah, sudahlah, mungkin seperti itu cara mereka merayakan hidupnya tanpa harus senyum
Mungkin juga mereka lelah

Tidur ahhhhh
Kamarkosbambukuningrawamangun
140215 08:29

No comments: