February 13, 2015

Perkawanan

RENCONG MARENCONG
 
Hei bagaimana kabar kawan-kawan
Apakah baik kondisimu disana
Kami disini sedang bernyanyi kawan
Akan senandung lagu rindu tentang kamu
Yang ada di timur, bagaimana kabarmu
Yang ada di barat, bagaimana kabarmu
Yang ada di utara, bagaimana kabarmu
Yang ada di selatan, bagaimana kabarmu
Yang ada di gunung, bagaimana kabarmu
Yang di sebrang lautan, bagaimana kabarmu
Yang di kota-kota, bagaimana kabarmu
Yang di desa-desa, bagaimana kabarmu
Yang dibalik tembok, bagaimana kabarmu
Yang dikolong jembatan, bagaimana kabarmu
Yang dipasar-pasar, bagaimana kabarmu
Yang dijalan-jalan, bagaimana kabarmu
Yang tersapu badai, bagaimana kabarmu
Yang terbakar matahari, bagaimana kabarmu
Yang terbujur sakit, bagaimana kabarmu
Yang berselimut dingin, bagaimana kabarmu
Kurindukan selalu untuk dirimu
Semoga kau disana bersahaja slalu
Rencong marencong, rencong marencong


By : Band Marginal 

Lagu  ini  amat familiar di telingaku saat masih berstatus mahasiswa. meski di sebagian besar masyarakat Indonesia masih menganggap miring kelompok punk yang juga termasuk Band Marginal yang membawakan lagu tersebut namun percayalah bahwa ada pesan moral yang mereka coba untuk ketengahkan ke masyarakat.

Saya tidak punya kapasitas untuk menceritakan tentang apa itu Punk atau bagaimana spirit band Marginal dalam bermusik namun aku hanya ingin bercerita tentang perkawanan dengan diiringi bait-bait lagu Band Marginal diatas. memang sangat dalam maknanya.

Aku adalah orang yang menjunjung tinggi perkawanan. Dalam kamusku, ketika sudah dekat dengan orang maka pantang bagiku mengkhianati relasi yang sudah terbangun meski aku sendiri mengakui bahwa aku bukanlah pribadi yang supel dalam berkawan namun tetap saja prinsip yang kupegang bahwa relasi perkawana yang terjain pantang untuk dihancurkan begitu saja kecuali ketika kawan tersebut berkhianat karena menurutku, dosa terbesar dalam sebuah perkawanan bahkan relasi sosial apapun yang terjalin adalah pengkhianatan.

Kamarkosrawamangun. 100215

No comments: