February 3, 2015

Berdua Saja

Ada yang tak sempat tergambarkan oleh kata
Ketika kita berdua
Hanya aku yang bisa bertanya
Mungkinkah kau tahu jawabnya
Malam jadi saksinya
Kita berdua diantara kata
Yang tak terucap
Berharap waktu membawa keberanian
Untuk datang membawa jawaban
Mungkinkah kita ada kesempatan
Ucapkan janji takkan berpisah selamanya

Payung teduh
 SONG & LYRIC : IS

Mungkin sebagian besar lagu dari band payung teduh cocok di telingaku yang memang akrab dengan lagu yang mendayu-dayu. salah satu lagu diatas adalah satu diantara sekian lagu Payung Teduh yang selalu kudengarkan saat akan tidur. Entahlah namun lirik yang sederhana dengan bahasa puitis benar-benar membuatku hanyut dalam perasaan mendalam tentang apa saja.

Aku pernah membaca tulisan seorang kawan tentang lirik lagu Payung teduh dan aku memilih untuk bersepakat dengan pendapatnya bahwa Payung teduh mampu mengkonversikan semua perasaan entah itu cinta, benci bahkan rindu dalam bahasa yang sederhana namun tidak lebay seperti lirik lagu band yang sedang menjamur di indonesia.

Awal perkenalanku dengan Band yang keren ini adalah saat aku di Yogyakarta. Aku lupa persis tahunnya, kalau tidak salah ingat akhir 2012. Saat itu band ini tampil di kafe semesta. Tiga kawan dan aku segera meluncur ke sana. sesampai di sana, lokasi tempat manggung sudah sesak dengan pengunjung sehingga kami harus berdesakan dan memilih di pojokan. Sebelum tampil, ada sepatah kata dari personil payung teduh tentang kematian promotor mereka yang bunuh diri sehari sebelumnya dengan cara menabrakkan diri ke kereta karena terlilit utang.

Saat lagu pertama dinyanyikan, aku sudah jatuh hati pada lirik-liriknya yang sederhana dan yang membuatku terkesima adalah ternyata semua pengunjung ikut bernyanyi dan sudah hapal lagu-lagunya. Ternyata aku yang terlambat mengenal band yang keren ini.

Sensasi lagu-lagu payung terduh memang sangat terasa saat didengarkan di malam hari saat turun hujan sambil ditemani segelas kopi. Ah, payung teduh memang keren.

040215

No comments: