June 26, 2020

Neighborhoods

One of the most important thing in deciding where we live is neigborhoods and perhaps it's a main considering in it. iniatially, we forget it as a main thing despite it determines our daily life ahead. Neigbor is someting like coin that has two sides, we need them despite we don't. when we are having some trouble with them, they always bring it up when we aren't. ocasionally, the problem bring on by misunderstanding. 

when I wanted to buy my house, I almost call off by considering the surrounding.  I'm the kind a person who getting difficult to going easy with the new one so my wife does. at that time, we still rent a small house at Cilandak by 20 million and then I and my wife came up with the idea to bought a house despite rent a house with the same cost.

Finally we bought this house. saya sama sekali tidak menyesali keputusan yang sudah saya ambil meskipun dengan beberapa event yang sedikit membuat saya menganulir beberapa pertimbangan sebelumnya. kendala yang paling berarti adalah surrounding. kami sangat sulit for getting respect karena beberapa hal, bahkan akhirnya my wife believe the mitos bahwa her tribes has a big different with them sehingga hal tersebut yang sedikit menghambat closing with them.

Mungkin begitulah dinamikanya dengan perasaan yang masih aneh dan tetap berharap bahwa ada chance untuk mencari lingkungan baru dengan kenyamanan yang mendukung. hidup memang tidak menawarkan kemudahan-kemudahan yang jatuh tiba-tiba dari langit namun semua yang ada di tangan didapatkan melalui effort yang tidak mudah. 

Jangan pernah membenci dan jangan pernah menyesali takdir. ikuti iramanya dan enjoy it.

26 6 20

June 24, 2020

Kebiasaan Buruk

Kebiasaan kecil apa dalam hidupmu sehari-hari yang kau sadari bahwa hal tersebut tidak baik bagi kesehatanmu namun kau tidak pernah berhasil untuk menghindarinya?
kalau saya yang ditanya demikian, tidak terlalu lama berpikir untuk menjawab,

"mengorek kuping"

Ya, mengorek-ngorek kuping menjadi kebiasaan sampingan yang disenangi oleh semua umat manusia tanpa mengenal perbedaan Suku, Ras, Agama dan perbedaan apapun yang merupakan konstruksi manusia. 

Saya tidak paham kenapa mengorek kuping menjadi begitu menyenangkan. ketika Kuping sudah mulai gatal dan tidak terpuaskan jika hanya mengoreknya dengan jari kelingking atau jari telunjuk, maka kita akan mulai mencari media apa saja yang bisa digunakan untuk menusuk kuping dan memutar-mutar media tersebut seperti mengaduk kopi, entah searah jarum jam maupun berlawanan dengan jarum jam kemudian untuk menimbulkan sensasi yang luar biasa menyenangkan. saya hakkul yakin bahwa tidak cukup untuk memenuhi nafsu mengorek kuping hanya dengan 1 kali korekan. saya yang notabene adalah penganut mazhab mengorek kuping dengan gulungan kertas bahkan bisa menghabiskan 4-5 gulungan kertas sebelum sensasinya terpuaskan. seseorang yang sudah dalam tahap kecanduan tidak akan pernah puas mengorek kuping sebelum ada rasa nyeri di dalam gendang telinga dan mulai menyadari bahwa baru saja melakukan tindakan yang bisa merusak kesehatan kuping.

 Mengorek kuping merupakan kebiasaan yang sampai sekarang tidak mampu saya hentikan yang anehnya bahwa setiap kali saya mengorek kuping saya dengan gulungan kertas - bahkan bukan dengan cotton buds - saya selalu menyadari bahwa saya sedang menzalimi diri saya sendiri dan selalu berjanji bahwa tidak akan mengulanginya, namun ternyata, menghentikan kebiasaan mengorek kuping itu lebih sulit dari pada menahan boker ketika sedang mengendarai motor. entah kenapa, saya malah tidak suka mengorek kuping dengan cotton buds, mungkin karena trauma di awal-awal kebiasaan mengorek kuping ketika beberapa kali kapas di ujung cotton buds tertinggal di dalam kupingku.

Saya selalu gagal menghentikan kebiasaan buruk tersebut karena sensasi geli-geli enak ketika gulungan kertas mengenai gendang telinga yang hampir menyamai sensasi orgasme, apatahlagi ketika cairan bening yang kemudian menempel di gulungan kertas yang baunya membuat candu - entah kenapa orang menyenangi bau mereka (cairan telinga, bau cantengan) namun tidak pernah suka mencium bau dari orang lain.

Tak terhitung sudah berapa kali Kuping saya bengkak dan sakitnya naujubillah ketika keseringan dikorek-korek dan setiap kali hal tersebut terjadi, tidur pun sangat tidak menyenangkan karena bagian kuping yang sakit tidak bisa ditindih dan setiap saat kuping berdenging dan menimbulkan rasa sakit di sekujur kepala. ketika kuping saya bengkak, butuh 4-5 hari untuk sembuh. anehnya setelah sembuh, ada begitu banyak cairan yang menggumpal yang mungkin sisa dari bengkak dan saya kembali menyenangi sensasi baunya. bau ini seperti mantan yang wujudnya sudah terlupakan namun rasanya tetap terbayang di kepala. 

Saya selalu bersumpah untuk meninggalkan kebiasaan jahannam tersebut namun selalu gagal, bahkan mungkin di setiap resolusi awal tahun, menghentikan kebiasaan mengorek Kuping selalu saya tempatkan di urutan paling atas. Jika dalam agama tobat yang tidak diterima adalah tobat sambal maka mungkin pertobatan saya dalam dunia perkorekan Kuping tidak akan pernah diterima karena saya layaknya seperti orang yang tobat sambal. Ketika sedang mengkonsumsi sambal yang pedasnya level 21, maka dalam hatinya selalu berniat untuk menghentikan makan sambal namun setiap kali jam makan tiba, nasi dengan lauk ayam goreng atau pecel lele tidak akan dimakan jika tidak ditemani 3 sendok sambal yang warnanya menyala.

Saya tidak mengetahui secara persis kapan kebiasaan Jahannam ini membuatku terpenjara dan saya juga tidak bisa menjamin sampai kapan kebiasaan ini saya hentikan karena kebiasaan mengorek Kuping adalah teman sejati bagi kesendirian. Coba kawan-kawan ingat-ingat lagi, mengorek Kuping akan kita lakukan sepuasnya ketika sedang sendiri namun jika dalam keramaian orang, ada rasa gengsi untuk memutar-mutar gulungan kertas dalam Kuping.

Dari analisa di atas, maka kawan-kawan yang ingin menghentikan kebiasaan mengorek Kuping seperti saya, maka hindari menyendiri, jika masih jomlo maka segera cari pasangan sehingga kebiasaan menusuk Kuping bisa dikonversi dengan kebiasaan menusuk lubang yang lain dengan media yang berbeda yang tentunya lebih bermanfaat, lebih menyenangkan, bisa menambah populasi manusia dan yang terpenting mendatangkan pahala.

Juni 16

June 21, 2020

Ruang Hampa

over the day, I read some article about the life. I dont know why but my heart was so empty at all. for some event what I'v done, for every single things that make me feel uncomfort. I feels like living in another side. untuk beberapa hal mungkin saya tidak ada yang harus dikhawatirkan bahkan apa sih sebenarnya yang harus dtakutkan, iya itu teorinya namun semenjak beberapa tahun belakang, arah saya semakin berbelok, sometime turn the right, most in time turn over the left. saya membayangkan bahwa banyak hal yang kusesali dalam arti sebenarnya namun penyelesan terbesarku adalah ketidakonsistenanku dalam banyak hal yang kulakukan, despite of I was spending my time for doing something unuseful khususnya 15 tahun terakhir.

You know, I taking my post graduate in 32 years old, it's to late. kadang saya berpikir kenapa baru sekarang dan di lain waktu saya berpikir untuk apa sebenarnya saya melanjutkan ini semua. saya khawatr in the name of pride of something like a bad intention. kemudian saya berpikir ketika pikiranku sedang positif bahwa education never be a useless. I'm enjoying it despite sometime a bad things come up in my mind seperti merasa bahwa saya sudah terlalu tua dan ketinggalan banyak hal when I realize that mostly of my friends is more younger than me. itu salah satunya namun ada hal yang membuatku semakin menyalahkan diriku when I knew that one of my lecturer is 3 years younger than me. bayangkan betapa inferiornya saya di dalam kelas.

ketika saya menyadari itu semua, apakah lantas saya menyerah. I dont think so. everything going to be ok. I really believe that when I'm stopping now, I regret manymore for this day. saya percaya bahwa hal-hal baik akan selalu menyertai dimanapun berada. meski dengan tetap akrab dengan banyak sekali perasaan inferior dan pikiran-pikiran negatif yang sebenarnya sangat tidak perlu. saya masih yakin bahwa one day, I'm gonna immerse myself in academics sphere. satu hal yang harus saya taklukkan sekarang adalah kemauan dan membentuk sikap konsisten, mengurangi kebiasaan menunda dan terlalu banyak memegang hp than reading a book.

Untuk ruang-ruang yang hampa. banyak hal yang menyebabkan lebih buruk.my relationship with my in laws sangat dingin despite of we're stay together namun sedari awal, tidak pernah sehangat my mother. saya juga tidak pernah terlalu mencoba untuk putting more effort to get it but I also keep it in the rule. saya selalu menjaga perasaannya meskipun memang terkadang sangat aneh karena setiap hari bertemu. namun tak apalah, I'm not a good gay in some situation. it almos same my relation with my father. it because a past experience. 

tahun ini umur saya semakin menua dalam hal sebenarnya. angkanya sudah melewati angka 3 dengan beberapa langkah. saya merasa bahwa ini merupakan detik-detik untuk menemukan sesuatu yang seharusnya membuatku hidup, salah satu upaya saya adalah melanjutkan pendidikan. saya rasa selama bekerja di tiga Perusahaan yang berbeda, saya belum menemukan diriku selain karena kebutuhan akan rupiah, even for this current job. saya masih terombang ambing harus kemana untuk berpegangan. jika di sini terus, rasanya I putting my self in the dark prison. bukan karena tidak bersyukur namun ada space which makes me feel empty all along. saya tidak mau gagal dalam hidup, dalam artian fail to try, untuk hasil ukurannya sangat relatif.

okelah, starting to read more and more
rethinking about my choice.
whispering onto myself and say, you can what you want with the hand of God
kembali studying about islam more serious than before.
God, take my hand and bring me to Your path. the true path.

21 6 20
 

May 25, 2020

The Second Syawal

During Ramadan, I didn't post any ideas at all. I strongly sought to looking for some of it but it's failed. laziness and flatness being a prime caused. this demonstrating me that consistency still being my problem for pursuing my end. for that matter, I have a vast leisure to do some useful activities staying at home for along time because of covid-19 pandemic however I didn't.

I've

April 13, 2020

Pernahkah Kamu..???

Pernahkah kalian menginginkan sesuatu selama bartahun-tahun dalam setiap kesempatan datang, selalu gagal dan kegagalan itu membuatmu terperosok? jika iya, kita sama.

Pernahkah kalian dalam suatu momen sedang menunggu sesuatu dan sudah mempersiapkan segalanya namun berlalu begitu saja karena ternyata waktunya salah? iya saya juga. kuliah online jam 1 siang dan saya sudah mempersiapkan segalanya sebelum jam satu namun kuliah tersebut terlewat karena saya mengira bahwa akan dimulai jam 4 sore. hal yang paling menyakitkan karena informasi baru diberitahukan tepat setelah kuliah selesai dan saya masih duduk di depan laptop seperti sedang menunggu.

Atau pernahkah kalian sudah merencanakan mudik dari awal tahun namun tiba-tiba gagal karena adanya virus yang mewabah sedangkan sebelumnya, pikiran tentang kampung sudah sering menari-nari di pikiranmu? kali ini kita sama lagi. sebuah kondisi yang mengharuskan untuk membatalkan mudik sedangkan rindu yang tak terlunasi sudah membayangi.

Pernahkah kamu dengan sebitu inginnya hidup dalam sebuah perjalanan yang sesuai dengan prinsip yang selama ini diagung-agungkan dan menghindari pekerjaan yang dianggap tidak sejalan dengan prinsip tersebut namun ternyata realitas hidup mencampakkan kalian dalam pekerjaan yang selama ini dihindari bahkan belum bisa lepas? iya saya itu.

atau pernahkah menginginkan sesuatu yang kemudian terwujud dalam dalam kondisi yang kalian tidak sepakati? iya saya seperti itu.

***
Dalam banyak hal, hidup selalu menghadirkan kejutan-kejutan yang sama sekali tak terduga. perjalanan semakin panjang namun diri seperti kehilangan arah. diri tercerabut dari nilai yang semakin samar dan tak terbaca sehuruf pun. hidup menjadi sangat pragmatis dan segalanya dikalkulasi dengan nilai duniawi sedangkan semua akan sirna dalam sekejap, lalu bagaimana melepaskan semuanya? 

Belum ada jawaban yang pasti..!!!

Diri masih bertarung dengan diri yang lainnya tanpa henti. semakin jauh pertarungan ini maka arah hidup semakin kabur dan kesasar. setiap kali mencoba untuk melepaskan semuanya namun beberapa kali lipat keadaan hidup datang dan memaksa kemudian berkata, 

"jalani saja..!!!"

Apa yang harus dibanggakan dengan kehidupan seperti ini. kehidupan yang tidak diperjuangkan dengan semangat nilai kemanusiaan. hidup yang atas nama tanggung jawab terhadap keluarga kemudian berubah menjadi pragmatis sedangkan tanggung jawab terhadap keluarga tidak pernah sekalipun melarang untuk berbuat yang juga menjunjung tinggi nilai yang hakiki.

Lalu apa jika seperti demikian..???

Saya juga tidak tahu. saya takluk di depan Semesta yang tidak jua menuntunku untuk menjadi manusia yang seutuhnya. manusia yang menjalani hidupnya dengan semangat perjuangan yang tak kenal lelah. sebuah kehidupan yang dipupuk dalam nilai yang tak terhingga dan tak terbatasi dengan kalkulasi keuntungan duniawi.

14 04 20

April 12, 2020

Virus Corona dan Cara Manusia Menyikapi

Wabah ini benar-benar mengungkap semua tabir terdalam setiap Manusia, entah secara individu maupun kelompok. tidak bisa dipungkiri bahwa eksistensi Manusia adalah hal yang paling hakiki dan jika yang satu itu terancam maka terkadang Manusia melakukan hal yang mungkin bahkan di luar dugaan. ada Manusia yang semakin menjadi manusia seutuhnya dalam menyikapi wabah virus ini dengan berbagai kegiatan dan tindakan untuk menjaga eksistensi manusia lainnya, bukan hanya berfikir tentang keselamatan sendiri, namun demikian ada juga Manusia yang mencampakkan esensinya sebagai seorang Manusia bahkan memperlihatkan sisi terdalamnya yang menyimpan kekelaman. semua hal tersebut atas nama eksistensi entah saya di bagian yang mana. Beberapa berita di bawah ini saya sajikan sebagai bukti bahwa memang manusia sama dan dilengkapi dengan piranti yang persis sama namun cara mereka menyikapi wabah ini tidak selalu sama.

Manusia-manusia yang menyikapi Wabah Covid-19 dengan panik dan melakukan hal yang mendegradasi nilai kemanusiaan mereka.
  1. Warga melakukan protes terhadap isolasi mandiri pasien Covid-19 karena menganggap bahwa tempatnya dekat dengan pemukiman padat penduduk. daerah ini tidak jauh dari kampungku. Sumber berita
  2. Warga menolak pemakaman jenazah yang positif Covid-19 karena mereka takut tertular sedangkan sudah dijelaskan bahwa pemakaman tersebut sudah sesuai dengan protokol dan dipastikan tidak akan menularkan penyakit. kejadian ini terdapat di beberapa daerah antara lain di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, di Ungaran Timur, Semarang, Jawa Tengah, di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dan masih banyak daerah yang melakukan hal yang sama dengan satu alasan bahwa mereka ketakutan tertular.
  3. Di beberapa daerah bahkan di seluruh dunia, terdapat fenomena yang disebut sebagai panic buying. mereka melakukan hal tersebut karena takut jika wabah ini dalam waktu yang lama dan bahan pokok habis di pasaran. 

April 10, 2020

2020

2020 sudah memasuki bulan keempat. proses perjalanan dalam setahun yang belum genap mencukupi setengahnya, namun nampaknya tahun ini menjadi sebuah perjalanan panjang yang melelahkan bukan hanya fisik namun juga psikis bahkan bukan masalah yang relatif maka masing-masing orang namun menjadi masalah yang universal. sebuah tahun yang benar-benar tidak terbayangkan sebelumnya. saya tidak sedang menghakimi sebuah perjalanan dari sudut pandang orang secara psikis namun saya hanya ingin mengatakan bahwa secara lahiriah, semua orang marasakan dampak dari musibah yang sedang terjadi.

Mungkin di akhir tahun kemarin, semua orang sudah menyusun resolusi dengan sistematis dan penuh dengan optimisme yang tinggi dengan bayang-bayang akan berjumpa dengan mimpi-mimpi di tahun ini namun baru tiga bulan berjalan, saya yakin bahwa semua relosusi tersebut porak-poranda dengan makhluk yang begitu sangat kecil dan tak kasat mata. sesuatu yang tak terlihat secara indrawi memang lebih membahayakan.

Virus Corona atau yang sering dikenal dengan nama Covid-19...!!!

Pandemi virus ini benar-benar menciptakan sebuah horor bagi seluruh manusia di bumi ini. Akhir Desember 2019, virus ini sudah mengirimkan pesan kepada seluruh Manusia untuk menyiapkan amunisi dengan sebaik-baiknya namun nampaknya Manusia tidak pernah mau belajar terhadap alam. apa yang mereka raih selama ini dalam hal yang mereka sebut sebagai sebuah "peradaban" membuat manusia lupa akan asalnya. Manusia menjadikan dirinya sebagai pusat dari alam semesta yang segalanya bisa mereka kendalikan.

Peringatan yang sudah sangat jelas dari makhlus tak kasat mata ini bahkan disikapi dengan pongah oleh para Manusia pemegang otoritas di beberapa negara. Presiden di negeri saya bahkan dengan cerobohnya melakukan langkah yang berani ketika periode Februari 2020, virus ini belum menyerang negeriku, Presiden membuka jalur wisata dari negara yang sudah terpapar, bahkan Menteri Kesehatan mengerdilkan virus ini bahwa hanya virus biasa yang bisa disembuhkan sendiri oleh tubuh Manusia. pun demikian dengan negara yang mendaku pemimpin dunia, Presidennya meremehkan virus ini.

Kemudian apa yang terjadi tidak lama setelah itu, virus ini kemudian dengan membabi buta menyerang semua Manusia tanpa kecuali. Negara yang sebelumnya meremehkan ternyata kewalahan dari menghadapi makhluk yang sama sekali tak terlihat. 

Peringatan yang sangat jelas dari Alam...!!!

Teori-teori sudah berseliweran di linimasa tentang asal muasal munculnya virus ini. bagi para aktivitis lingkungan, mereka mungkin mengatakan bahwa virus ini lahir dari keserakahan Manusia dalam mengeksploitasi alam tanpa batas. bagi para pengamatan ekonomi politik, mungkin akan berpikir bahwa ini adalah hasil dari design perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok. bagi para Ilmuwan Alam bahwa virus ini sebenarnya sesuatu yang lazim karena dalam proses perjalanan alam semesta ini, setiap makhluk akan saling menyerang untuk tetap eksis, di balik makhluk yang eksis hari ini, ada berbagai jenis makhluk lain yang dikorbankan. bagi para teori konspirasi, Mereka meyakini bahwa virus ini dibuat di laboratorium sebagai senjata kimia.

Bayangkan di sekitar Jakarta dan kota satelitnya, setiap orang melihat tanah kosong sebagai potensi untuk membangun perumahan yang kemudian dijual dengan harga yang tidak masuk akal. membangun rumah tidak lagi membangun sebuah bangunan sebagai tempat istirahatnya jiwa namun membangun rumah semata untuk sebuah bangunan kokoh yang dinilai dengan bebeberapa lembar kertas yang kemudian dijadikan pride sebagai sebuah simbol keberhasilan, kemewahan dan simbol duniawi lainnya.

Di kota ini, tidak ada lagi ruang untuk makhluk selain Manusia selain Makhluk yang bisa dimanfaatkan oleh mereka.

Terlepas dari semua teori yang ada, saya tidak terlalu tertarik untuk meyakini salah satunya. satu hal yang pasti bahwa ancaman virus ini nyata dan sedang menyerang eksistensi Manusia. setiap individu seharusnya mengambil bagian dalam proses penyelesaian masalah ini dalam ranahnya masing-masing. jika seorang Dokter maka akan bahu membahu di rumah sakit, jika seperti saya yang tidak terlalu berkepentingan di luar, maka tinggal di rumah sesuai anjuran Pemerintah.

Saya yakin bahwa eksistensi Manusia masih akan tetap berlanjut dan momen akan akan berlalu suatu saat nanti meskipun tidak bisa dipastikan kapan akan berakhir. namun bukan pada persoalan apakah Manusia masih tetap eksis atau tidak namun pada persoalan bahwa seberapa Manusia yang harus takluk di depan virus ini. kematian memang sesuatu yang pasti namun kematian massal adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang harus disikapi. atau jangan-jangan memang kita hidup hanya untuk mempertahankan eksistensi masing-masing. mungkin kebetulan saya bahwa kita menghadapi musuh yang sama sehingga saling membantu mempertahankan eksistensi, jika badai ini berlalu, kita akan kembali lagi ke pola lama untuk saling mengalahkan demi sebuah pride yang namanya eksistensi.



Dampaknya menghancurkan semua lini kehidupan bahkan salah satu lini yang selama ini diagungkan-agungkan oleh Manusia adalah keagamaan yang juga porak poranda. lihatlah Gereja, Masjid, Pura, Sinagoge dan semua tempat yang selalu dijadikan tempat penyembahan. semua dikosongkan atas nama virus ini. lalu kemudian apa yang tersisa dan keegoan Manusia selama ini tentang siapa yang benar dalam beribadah kepada Sang Pemilik semesta. semua terdiam menyadari bahwa tidak ada yang patut mendaku kelompoknya sebagai paling suci. rumah-rumah ibadah tersebut hanyalah bangunan sebagai sebuah simbol yang paling sering hanya dijadikan sebagai sebuah pengukuhan diri sebagai paling suci, namun yang paling hakiki bahwa Tuhan sebenarnya tidak membutuhkan itu semua. Tuhan membutuhkan hati Manusia yang jernih dalam benar-benar mencariNya dalam keheningan terlepas dari kalkulasi duniawi.

Salah satu gambar yang entah benar atau tidak, terlihat seorang Manuasia duduk di depan Kabbah sambil berlutut. gambar tersebut disertai dengan caption kurang lebih seperti ini bahwa bukan raja, buka orang kaya namun hanya seorang tukang bersih yang boleh beribadah di depan Kabbah. 

Semua orang harus tinggal di rumah. banyak hal yang harus ditarik garis lurusnya. menjadi pelajaran bagi Manusia bahwa rumah bukan hanya tempat singgah untuk berbaring namun juga harus dihidupkan dengan kehangatan antar anggota keluarga. selama ini sesama keluarga hanya bertatapan pada subuh sebelum berangkat dan pada malam hari sepulang kantor dan ini adalah momen untuk kemudian merekonstruksi kembali apa makna rumah sebenarnya. sejatinya rumah bukan hanya bagunan fisik semata untuk berteduh dan sebagai pride bagi sebagian orang berpunya yang mempunyai rumah bak istana, namun rumah lebih dari itu semua.

Tinggal di rumah juga mengajarkan kita bahwa betapa tersiksanya hewan yang dikurung dalam kandang tanpa dikeluarkan. meskipun sebenarnya saya masih sangat awam untuk menarik garis dengan ranah ini karena beberapa hewan yang sudah didomestikasi memang perlu dikandangkan.

Namun terlalu jauh jika saya melihat apa yang ada di luar diri saya tanpa melihat apa yang sudah berubah dalam diri saya setelah hampir tiga minggu harus mendekam di rumah karena makhluk yang tak kasat mata.

Nampaknya belum ada yang terlalu signifikan terjadi di dalam diri saya. rencana-rencana yang seharusnya sudah bisa saya selesaikan di rumah tidak tercapai. hati saya masih picik dalam menghadapi musibah ini dan jarang sekali berbisik ke dalam diri saya, apa yang seharusnya saya lakukan sebagai seorang Manusia, dan jika momen ini berlalu, langkah apa selanjutnya yang harus kuteruskan supaya hidup sedikit lebih bermakna? 

April 6, 2020

Turning Point for Contemplating

Almost 4 months, most of Countries in the world is conquering by Covid-19. since the emerge in Wuhan, RRT end of December 2019 and now, whole the world facing the same fearness. nobody knows when the virus go away or when human can be defeat this Virus but the most important things is how to be survive for this time. 

it so many things or something like the hidden messages if we want to contemplate more about this situation. depend on us, by what side to analysis this phenomenon. environmentalist will says that it because the failure of human. they exploitation and destruction more and more the earth without remaining at all for other creatures meanwhile this earth is the home for all universes. Covid-19 is representing a anger of the earth.

Despite more difficulties of it, but always follows by some blessing. this virus teach us to stay all along time at home, wash our hands frequently, social distancing, and and the other things what we never do in the normal condition.

for me, covid-19 outbreak being a turning point to rethinking my habit in all aspects, how to eat, what I have to eat, when I have to take a rest or running my work, how to interact with the other and so on. I begin try no to eating some meats except fish. 

I need a time to refresh my head from all problems.I going to let it and being free. this is the best moment to think more and deciding my future. being a worker in company is not a fault but I have to brave to dream most of it.

I can't cultivate my relationship with the others in office because it just like a work relation, it's getting ironic. I want to find another place or another work which leads me to be a real human. the day when no mad panic or desperate to get a life, when the life flows like a river.

the day had come for my desire when taking a class at Paramadina University. I remembered for years ago after graduating strata 1. I always said that I would continue my class. I was a bit regret because make it true in a late time. I had a few months to finish my class and try to immerse myself in academic realm. I have a few jobs or tasks in pursuing it and on of those tasks is reading and writing more and more. I knew that it need a lot of time but thats not a problem. 

Having a chance to continue my class makes me enthusiasm. the most importang things is do not wasting my time. do the best.

March 21, 2020

Kepemimpinan

Lima tahun bergabung di Perusahaan ini setidaknya sudah memberikan saya pengalaman menjadi seorang bawahan dari empat sosok pimpinan yang berbeda karakter. pimpinan tertinggi dalam struktur unit kerja yang langsung berhubungan dengan pekerjaanku sehari-hari. perbedaan karakter mewarna gaya kepemimpinan masing-masing. 

Sebenarnya tidak ada yang salah atas gaya kepemimpinan yang berbeda hanya saja jika kepemimpinan sudah berubah arah menjadi terlalu tendensius untuk kepentingan pribadi maka perlu diinterupsi apatahlagi Perusahaan ini bergerak di bidang jasa yang tentunya fokus pada kepuasan customer. 

Ini beberapa pemimpin yang kualami sejak di Perusahaan ini. saya yakin bahwa penjelasan ini akan sangat subjektif sesuai penilaianku namun di belahan dunia mana sih sesuatu tidak subjektif jika seseorang memberikan penilaiannya.

Tahun pertama bergabung, saya dibawahi oleh seorang pimpinan yang menurutku wibawa sebagai pemimpin sudah ada. dia seorang yang terkesan tegas dan tidak pandang bulu, berani dan blak-blakan. hanya saja menurutku dia terkadang sering meremehkan seseorang yang tidak disenanginya, terlalu sering menceritakan negatif orang lain di belakang. ini sangat aneh karena orang yang blak-blakan biasanya tidak suka memendam perasaan. overall, dia tidak pernah memarahiku secara langsung namun juga saya bukan bawahan yang dia senangi. intinya jiwa kepemimpinannya sangat kuat hanya saja dia setidaknya bisa menahan diri untuk tidak terlalu banyak bicara apalagi untuk hal-hal yang tidak perlu bahkan tidak memandang siapa lawan bicaranya. Pemimpin yang kedua adalah anti tesis dari sosok pertama.

Teori tentang Pemimpin dan kepemimpinan sudah seabrek. tinggal kita bagaimana mengambil hikmah dari semua teori yang sudah berserakan atau jangan-jangan bukan pertanyaan bisa atau tidak bisa mengambil hikmah namun lebih pada pertanyaan mau atau tidak mau mengambil hikmah, karena ketakutan akan status quo atau perasaan ego untuk dihargai sebagai seorang Pemimpin.

power sindrom...!!

Begitu banyak Pemimpin yang seperti itu. jabatannya mengekang dirinya dan menguasai kepribadiaannya tanpa sadar bahwa karakter yang dipertunjukkan sangat artifisial yang sama sekali tidak membuat bawahannya terkesan yang ada bahwa bawahannya menerterwakan kejenakaannya.

Pemimpin yang baik tidak harus berteriak bahwa dia seorang Pemimpin untuk dihormati namun Pemimpin yang disegani adalah yang bekerja dengan sepenuh hati dan memperlihatkan kepada bawahannya tentang realitas pekerjaan yang sebenarnya, bukan malah sibuk melakukan pencitraan sebagai seorang atasan yang tak tahu arah memimpin.

atau jangan-jangan untuk menutupi ketidakmampuan memimpin..?

mungkin saja, selalu muncul hipotesi-hipotesis sebagai anggapan dasar terhadap perilaku yang agresif.

Pemimpin, jabatan yang tak lekang waktu karena sejatinya kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri.

January 16, 2020

OTS #

Kali kedua menginjakkan kaki di pulau Borneo, namun kali ini Borneo bagian timur yang lebih dekat dengan Sulawesi dan mayoritas pendatang berasal dari sana sehingga saya tidak merasa asing di daerah ini. bahasa yang digunakan hampir dengan bahasa native saya sehingga serasa pulang kampung.

Perjalanan perdana di tahun 2020 memang terasa berkesan apatahlagi daerah yang belum pernah dikunjungi. meski demikian, sehari sebelum keberangkatan yang sudah ditentukan, saya sedikit was-was saat menonton berita dan ternyata kota ini dikelilingi banjir yang tidak main-main tingginya, ada yang hampir sepaha orang dewasa bahkan pada puncak banjir, akses jalan ke bandara tidak bisa dilewati. untungnya siang hari saat berangkat, langit nampak cerah seakan merestui perjalanan saya kali ini, tidak ada setitik awan yang menandakan akan turun hujan.

Saya berangkat dari ibu kota jam setengah 3 sore dengan menumpang pesawat batik air. pesawat lumayan penuh. jarak tempuh perjalanan via udara sekitar 2 jam persis sama dengan jarak tempuh ke kampung saya. sesampai di Bandara, saya menemukan cuaca yang cukup cerah sehingga mengurangi kekhawatiran saya akan terhalang banjir ke tempat menginap. oh iya saya sudah memesan hotel Violand di bilangan jalan Ahmad Yani dengan pertimbangan karena dekat dengan kantor.

keluar dari bandara, seperti pada umumnya di bandara lain, bejibun sopir taxi menawari kami dengan berbagai macam rayuan maut. saya menjatuhkan pilihan pada salah seorang sopir paruh baya yang kemudian saya ketahui lebih muda dari pada saya ketika banyak berbincang di atas mobil padahal kesan pertama saya, dia mungkin sudah berumur 40 tahun.

Perjalanan ke hotel sekitar 40 menit dengan jalanan yang hampir sama dengan medan jalan di kampungku. naik turun bukit.

Kami tiba hotel sehabis maghrib dengan sebuah hotel yang sangat jauh dari ekspektasi yang diharapkan. saat memesan hotel via traveloka, gambarnya lumayan bagus dan nampaknya akan menyenangkan menginap di hotel tersebut namun ide selalu menyalahi realita. kebersihan tidak dijaga, bau menyengat dari kamar mandi, handuk yang sudah berwarna coklat pun demikian seprei yang sepertinya meninggalkan noda. Esok hari, kami memutuskan pindah ke hotel Amaris. hotel yang lumayan untuk ditinggali selama 6 hari.

Selama 6 hari di kota ini, saya memandangi banyak hal. hiruk pikuk kota yang sebentar lagi menjadi bagian dari ibu kota negara. penataan kota yang belum terlalu baik apatahlagi kota ini dipenuhi sungai yang menyebabkan kota ini sangat rawan banjir dan diperparah dengan hutan di sekelilingnya yang sudah dihabisi para penambang.

Selasa pagi, banjir akhirnya benar-benar datang setelah sebelumnya diguyur hujan. banjir di kota ini tidak tanggung-tanggung bahkan ada yang sampai sepaha. sebagian besar kota ini dilanda banjir yang menyebabkan saya tidak bisa mengeksplorasi sudut-sudut kota secara detail.

sampai sabtu pagi saat hendak pulang, kota ini masih digenangi air banjir bahkan hampir saja saya tidak bisa pulang karena akses ke arah bandara sudah banjir di daerah terminal.

December 31, 2019

2020

2019 selangkah lagi akan berlalu kemudian melangkah ke halaman berikutnya, 2020. sebuah perjalanan waktu yang secara positivistik sebenarnya sangat lama namun secara afeksi hanya berlalu dalam sekedip mata. begitulah perkembangan manusia sampai pada ujungnya nanti bahwa kalkulasi angka-angka selalu dinegasikan dengan perasaan yang ada dalam diri manusia, itulah sebabnya hidup ini tidak melulu tentang pengetahuan posivistik bahkan mungkin sesuatu yang tidak bisa dikalkulasi selalu lebih dominan. toh Tuhan juga tidak suka jika kita terlalu kalkulatif dalam hidup karena Dia punya rumus sendiri, kalau tidak percaya, coba pelajari lagi konsep sedekah - lain soal jika kalian tidak mempercayai konsep Ketuhanan berserta sistematika semesta yang berjalan sesuai instruksiNya- yang mana ketika seseorang bersedakah, uangnya berkurang secara matematis namun bertambah secara nilai. entah itu perasaan senang karena sudah membantu orang lain atau bahkan memang jika percaya bahwa sedekah akan membawa berkah misalnya ketika kita membutuhkan sesuatu, maka selalu ada jalan. Tuhan menyiapkan sesuatu yang kita butuhkan.

Saya kadung terbiasa menulis sesuatu di akhir tahun yang saya inginkan terjadi di tahun berikutnya meskipun semua tidak terealisasi. namun paling tidak, dalam beberapa tahun terakhir, selalu ada perubahan besar dalam setiap tahun minimal satu momen.

Tahun ini, momen yang menurutku lumayan signifikan adalah saya melanjutkan sekolah. sesuatu yang sebenarnya beberapa tahun sudah saya impikan namun baru terwujud tahun ini sedangkan di tahun sebelumnya, saya menempati rumah yang dicicil. selalu ada hal yang membahagiakan setiap tahunnya.

Tidak terlalu banyak harapan yang kuinginkan di tahun depan namun paling tidak beberapa resolusi tahun-tahun sebelumnya bisa terealisasi di tahun depan. kemudian volume bacaan bisa meningkat paling tidak 4 buku sebulan mengingat saya harus memaksa diri untuk membaca, selain memang sebuah kebutuhan, saya juga membutuhkan sebagai referensi di kampus. kemudian saya berharap ada gawean anyar yang bisa terjadi di tahun depan. semua hal-hal baik selalu saya harapkan termasuk kesehatan keluarga.

Tulisan juga harus diperbanyak untuk melatih kemampuan menulis sebelum menghadapi karya tulis akhir. semua harus dibiasakan untuk bisa mencapai hasil yang maksimal.

Amin Ya Allah

Kebagusan, 31-12-19, 21.39 Wib

December 22, 2019

Macea

Rumah,
sanubariku terenyuh setiap kali melintasi semua kenangan.
manusiawi,
mungkin iya.
kepada siapa aku mengharapkan waktu membawa semua serpihan memori yang terserak, tertinggal nun jauh waktu yang lampau dan ruang yang terbentang

Ibu, rinduku padamu. 
klise,
mungkin iya,
tetapi tak ada satupun yang berani menggerus semua rasaku pada dirimu, tak ada bahkan semesta mengamini.

setelah itu, 
aku hanya ingin memelukmu, dalam hening yang dicengkeram malam

Ibu, 
aku hampir kalah,
bertarung tak berujung di kota ini. pertarungan tanpa tujuan yang hanya berakhir pada sisasisa energi yang terkuras.

Ibu,
sanubariku ingin bertanya padamu, 
kemana semua arah ini akan berujung

setelah itu,
aku hanya ingin mengecup keningmu yang mulai mengeriput.

Hari Ibu
22 12 2019

December 19, 2019

Being a Role Model

Dua kali saya memutuskan resign dari sebuah Perusahaan dengan alasan yang hampir saja, ada unsur pekerjaan yang tidak mampu saya kompromikan dengan prinsipku sehingga membulatkan tekadku untuk menyatakan bahwa saya harus meninggalkan pekerjaan tersebut. bagiku, prinsip adalah sebuah hal yang tidak bisa ditawar dengan apapun dan apa saja yang bertentangan dengan prinsip maka yang harus dimenangkan adalah prinsip, jangan pernah menawar akan hal itu.

Now, I'm having that moment like before. my job have any situation that makes me compromise with an ideal things.
Saya tidak pernah membayangkan akan bekerjasama dengan seorang Supervisor yang sudah sangat senior namun dengan karakter seperti staf bahkan lebih dari hal tersebut, dia sepertinya menggunakan wilayahnya menjadi interest personal. sesuatu yang menurutku sangat norak dengan posisi yang seperti itu. 

here is some of what he done when I gone to do a job in  Paid acomodation by his akun online to get some cashback even just 2 hundred thousand.