Kebiasaan kecil apa dalam hidupmu sehari-hari yang kau sadari bahwa hal tersebut tidak baik bagi kesehatanmu namun kau tidak pernah berhasil untuk menghindarinya?
kalau saya yang ditanya demikian, tidak terlalu lama berpikir untuk menjawab,
"mengorek kuping"
Ya, mengorek-ngorek kuping menjadi kebiasaan sampingan yang disenangi oleh semua umat manusia tanpa mengenal perbedaan Suku, Ras, Agama dan perbedaan apapun yang merupakan konstruksi manusia.
Saya tidak paham kenapa mengorek kuping menjadi begitu menyenangkan. ketika Kuping sudah mulai gatal dan tidak terpuaskan jika hanya mengoreknya dengan jari kelingking atau jari telunjuk, maka kita akan mulai mencari media apa saja yang bisa digunakan untuk menusuk kuping dan memutar-mutar media tersebut seperti mengaduk kopi, entah searah jarum jam maupun berlawanan dengan jarum jam kemudian untuk menimbulkan sensasi yang luar biasa menyenangkan. saya hakkul yakin bahwa tidak cukup untuk memenuhi nafsu mengorek kuping hanya dengan 1 kali korekan. saya yang notabene adalah penganut mazhab mengorek kuping dengan gulungan kertas bahkan bisa menghabiskan 4-5 gulungan kertas sebelum sensasinya terpuaskan. seseorang yang sudah dalam tahap kecanduan tidak akan pernah puas mengorek kuping sebelum ada rasa nyeri di dalam gendang telinga dan mulai menyadari bahwa baru saja melakukan tindakan yang bisa merusak kesehatan kuping.
Mengorek kuping merupakan kebiasaan yang sampai sekarang tidak mampu saya hentikan yang anehnya bahwa setiap kali saya mengorek kuping saya dengan gulungan kertas - bahkan bukan dengan cotton buds - saya selalu menyadari bahwa saya sedang menzalimi diri saya sendiri dan selalu berjanji bahwa tidak akan mengulanginya, namun ternyata, menghentikan kebiasaan mengorek kuping itu lebih sulit dari pada menahan boker ketika sedang mengendarai motor. entah kenapa, saya malah tidak suka mengorek kuping dengan cotton buds, mungkin karena trauma di awal-awal kebiasaan mengorek kuping ketika beberapa kali kapas di ujung cotton buds tertinggal di dalam kupingku.
Saya selalu gagal menghentikan kebiasaan buruk tersebut karena sensasi geli-geli enak ketika gulungan kertas mengenai gendang telinga yang hampir menyamai sensasi orgasme, apatahlagi ketika cairan bening yang kemudian menempel di gulungan kertas yang baunya membuat candu - entah kenapa orang menyenangi bau mereka (cairan telinga, bau cantengan) namun tidak pernah suka mencium bau dari orang lain.
Tak terhitung sudah berapa kali Kuping saya bengkak dan sakitnya naujubillah ketika keseringan dikorek-korek dan setiap kali hal tersebut terjadi, tidur pun sangat tidak menyenangkan karena bagian kuping yang sakit tidak bisa ditindih dan setiap saat kuping berdenging dan menimbulkan rasa sakit di sekujur kepala. ketika kuping saya bengkak, butuh 4-5 hari untuk sembuh. anehnya setelah sembuh, ada begitu banyak cairan yang menggumpal yang mungkin sisa dari bengkak dan saya kembali menyenangi sensasi baunya. bau ini seperti mantan yang wujudnya sudah terlupakan namun rasanya tetap terbayang di kepala.
Saya selalu bersumpah untuk meninggalkan kebiasaan jahannam tersebut namun selalu gagal, bahkan mungkin di setiap resolusi awal tahun, menghentikan kebiasaan mengorek Kuping selalu saya tempatkan di urutan paling atas. Jika dalam agama tobat yang tidak diterima adalah tobat sambal maka mungkin pertobatan saya dalam dunia perkorekan Kuping tidak akan pernah diterima karena saya layaknya seperti orang yang tobat sambal. Ketika sedang mengkonsumsi sambal yang pedasnya level 21, maka dalam hatinya selalu berniat untuk menghentikan makan sambal namun setiap kali jam makan tiba, nasi dengan lauk ayam goreng atau pecel lele tidak akan dimakan jika tidak ditemani 3 sendok sambal yang warnanya menyala.
Saya tidak mengetahui secara persis kapan kebiasaan Jahannam ini membuatku terpenjara dan saya juga tidak bisa menjamin sampai kapan kebiasaan ini saya hentikan karena kebiasaan mengorek Kuping adalah teman sejati bagi kesendirian. Coba kawan-kawan ingat-ingat lagi, mengorek Kuping akan kita lakukan sepuasnya ketika sedang sendiri namun jika dalam keramaian orang, ada rasa gengsi untuk memutar-mutar gulungan kertas dalam Kuping.
Dari analisa di atas, maka kawan-kawan yang ingin menghentikan kebiasaan mengorek Kuping seperti saya, maka hindari menyendiri, jika masih jomlo maka segera cari pasangan sehingga kebiasaan menusuk Kuping bisa dikonversi dengan kebiasaan menusuk lubang yang lain dengan media yang berbeda yang tentunya lebih bermanfaat, lebih menyenangkan, bisa menambah populasi manusia dan yang terpenting mendatangkan pahala.
Juni 16
No comments:
Post a Comment