January 13, 2019

Ganti Rugi

beberapa hari ini, kau sudah mulai mau jika diajak shalat di masjid bahkan kau akan merajuk jika tidak diajak meskipun saya tahu bahwa hal yang kau senangi ke masjid karena bisa bermain. saya agak khawatir jika mengajakmu di masjid besar karena kau bermain di teras masjid ketika waktu shalat tiba. pernah suatu ketika saat shalat isya, saya memikirkanmu sepanjang shalatku karena pada saat shalat berlangsung, kau keluar masjid bermain sendirian. teras masjid tersebut agak sepi apatahlagi tidak jauh dari jalan raya. meski demikian, saya bahagia karena kau mau ikut ke masjid.

Hal lain yang membuatku sedikit agak was-was adalah tingkahmu yang agresif.
tanganmu sangat cekatan menyentuh atau pun mengelaborasi apapun yang baru menurutmu, alhasil tanganmu membuahkan hasil kemarin siang saat belanja di Transmart.

Seperti biasa saat weekend, kita berempat sering ke swalayan meski hanya sekedar jalan-jalan. kemarin siang giliran Transmart ITC Kuningan yang kita sambangi.  kau biasanya minta naik di trolly belanjaan. setelah beberapa saat mengitari Transmart, kita tiba di stand piring, saya yang menjagamu tidak menduga bahwa tanganmu akan menyentuh lusinan mangkok. spontan saya berusaha menahan mangkok yang jatuh karena tarikan tanganmu namun tanganku tidak mampu menjangkau.

"Praaakkkk," suara mangkok pecah berhamburan. seorang ibu yang akan melintas tampak terperangah sedangkan saya dengan woles memungut serpihan mangkok dengan dibantu Pramuniaga. saya membatin, untung hanya satu yang pecah, bagaimana jika semua tumpukan mangkok tadi ikut pecah.

Kita harus membayar mangkok yang pecah, namun its oke karena harganya tidak terlalu mahal, 37 ribu.

sesampak di Kasir saat barkode mangkok discan, tertulis harganya 399 ribu. sepersekian detik saya protes ke kasir namun sang kasir mengatakan bahwa ini memang harga lusinan dan harus dibayar semua. seketika saya keringatan meskipun dengan hawa dingin ac. saya protes bahwa itu kan hanya ganti rugi sebagai konsekuensi. untung saya salah seorang pegawai pria berinisiatif menanyakan langsung ke pic. setelah beberapa saat menunggu sambil was-was harus membayar mahal, saya menenangkan diri. tidak lama kemudian, si pria datang dan memberikan catatan bahwa harga yang akan kita bayar cuma 37 ribu. saya segera menghela nafas lega.

Nak, saya tahu bahwa kau sama sekali belum mengerti, itulah sebabnya saya sama sekali tidak marah kepadamu. lagi pula meskipun di beberapa kali kesempatan saat di rumah, saya memarahimu jika berbuat salah namun saya sebisa mungkin menghindari untuk memarahimu di depan orang lain. sebisa mungkin nak karena jika itu terjadi, terkadang seorang anak akan menjadi penakut dan mematikan karakter anak.

ya, berbuat salah lah nak selama masih bisa ditorelir dan tidak melampaui batas, pun jangan melakukan khilaf yang berulang karena sejatinya seseorang akan maju jika melakukan kesalahan namun akan mundur jika kesalahan yang diperbuat adalah kesalahan berulang karena itu artinya dia tidak belajar dari kesalahan sebelumnya.

kebagusan, 13 1 19

January 6, 2019

Film

1. Nazi Overload
meski berlatar belakang film perang dunia namun film fokusnya bukan pada perang terbuka. film ini menceritakan tentang pasukan usa yang ingin menyelamatkan seornag ilmuwan yang ditangkap oleh Nazi. pencarian mereka berakhir di sebuah kastel tempat ujicoba yang dilakukan oleh ilmuwan Eris. mereka tidak menyadari bahwa terrnyata eris sudah memilih bergabung dengan Nazi.

mereka terlambat untuk mencegah penelitian yang dikenal dengan wabah hitam. sebuah virus yang dibawah oleh Serangga dan mampu meledakkan tubuh manusia. bahkan beberapa diantara mereka dijadikan percobaan untuk menguji apakah penelitian tersebut berhasil.

Meski Kapten berhasil lolos dan pulang ke usa namun dalam tubuhnya sudah disuntikkan wabah tersebut sehingga saat menghadap presiden, ribuan seranga keluar dari tubuhnya dan meledakkan tubuh si kapten. Serangga tersebut akhirnya menyebar ke seluruh dunia.

2. Operation Dunkirk.
Kembali bercerita tentang perang dunia antara Nazi melawan pasukan sekutu. titik poinnya adalah menyelamatkan seorang perempuan bernama Anqeluiqe yang mengetahui rumus algoritma. kode yang sebenarnya dirumuskan oleh ilmuwan Jerman namun tidak mau bekerja sama dengan Hitler. sebelum ditangkap, dia memberitahukan kode tersebut kepada Anqelique.

misi penyelamatan ini dipimpin oleh Letnan Calloway dari pasukan Inggris. dia mendpat perintah langsung untuk mendapatkan kode algoritma.

apesnya, tentara Nazi pun sedang mengejar perempuan tersebut untuk mendapatkan kode algoritma. sambungan radio untuk mendapatkan bantuan tidak bisa dilakukan karena radio mereka tercecer saat dikejar pasukan Nazi, hingga mereka tiba di sebuah rumah kenalan Anqelique. mereka meminjam radio untuk menyambung ke markas demi mendapatkan bantuan. setelah tersambunh, mereka diinstruksikan secara detail untuk bergerak ke arah lapangan dan akan dijemput pesawat, sialnya pasukan Nazi menyadap percakapan tersebut dan mengetahui detail rencana pelarian mereka. Pasukan Nazi dengan mudah mengejar mereka sampai di lapangan. setelah dikepung ratusan tentara Nazi di lapangan, sepersekian menit bantuan melalui udara datang dan menyelamatkan mereka.

3. Wunderland
"these Soldiers were the first and last line of defense against hitler's war machine"

Masih tentang perang dunia. entah berapa film yang diproduksi tentang betapa mengerikannya perang dunia. Film ini didedikasikan bagi 20 tentara yang dieksekusi oleh pasukan Nazi dari jarak yang sangat dekat.

musim dingin di momen natal 1944. menjelang kekalahan Nazi namun sisa pasukan mereka memberikan serangan kejutan yang tak terduga. sebuah unit kecil yang dipimpin oleh letnan Cappa harus menahan laju pasukan Nazi yang terus merangsek ke arah pertahanan usa.

sialnya, mereka tidak punya banyak amunisi dan pasukan yang cukup menghadapi pasukan Nazi dalam jumlah besar sehingga pada akhirnya, mereka ditangkap dan dieksekusi tanpa ampun.

Dalam setiap film perang, selalu ditampilkan bahwa serdadu dari pihak yang berperang mengingat keluarga mereka pada saat terancam bahkan banyak dari mereka yang sudah menulis surat sebagai antisipasi jika mereka tewas. sepertinya memang perang bukan untuk mereka namun untuk kepentingan penguasa. mereka melakoni sebagai keterpaksaan atau nasionalisme semu yang didoktrin oleh penguasa.

4. Thousand Yard Stare
lagi-lagi film perang dunia yang mengisahkan betapa mengerikannya dampak dari sebuah perang. film ini diangkat dari kisah nyata salah satu veteran perang, Roland, yang mengalami trauma berat pasca perang.

meski berlatar belakang perang namun sisi yang diangkat dari film ini adalah psikis seorang mantan tentara perang. saya tidak terlalu menikmati film ini karena alurnya yang maju mundur, sangat membosankan karena ketika sudah berada di klimaks adegan peran, alurnya kemudian maju lagi ketika Letnan Roland berada di rumahnya bergelut dengan ingatan kengerian perang.

Roland beruntung masih bisa selamat setelah serbuan tentara Nazi yang membabi buta dan menewaskan banyak sekali tentara usa. Roland selamat karena berlindung di bawah temannya yang sudah meninggal.

setelah itu, dia ditemukan oleh dua prajurit Nazi dan dijadikan tawanan. Roland kemudian di bawah ke clearing station pasukan Nazi. tiba-tiba ada serbuan dari pasukan usa ke tempat dimana Roland ditawan. akhirnya dia diselamatkan oleh pasukan usa yang berhasil menguasai titik aman pasukan Nazi.

Roland beberapa saat tidak mampu menemui keluarganya ketika sudah kemblai. dia menghabiskan banyak sekali minuman bir yang dipesan sambil terus bergelut dengan ingatannya akan perang yang menewaskan banyak sekali temannya. meski pada akhirnya, dia kembali ke rumahnya dan berkumpul dengan keluarganya.

ada adegan menarik ketika Roland hampir ditembak mati oleh salah seorang tentara Nazi namun dia diselamatkan oleh tentara Nazi lainnya. hal ini karena sebelumnya, Roland juga menyelamatkan nyawanya saat terluka oleh tembakan pasukan udara usa.

 5. 22 Chaser
film ini benar-benar memperlihatkan figur seorang bapak yang tak kenal menyerah mencari nafkah buat anak isterinya. berprofesi sebagai sopir derek, Ben harus banting tulang mencari pelanggan namun dia juga tetap menjaga sportifitas dan taat aturan sehingga tak jarang dia tidak mendapatkan customer. oleh teman-temannya, Ben dijuluki sopir pemerintah karena ketaatannya pada aturan dan tidak pernah mau melanggar.

Ben meminjam uang pada salah seorang polisi yang harus dikembalikan pada batas waktu yang sangat singkat. hal tersebut menambah beban Ben karena selain itu, dia juga sudah kadung janji pada anaknya untuk membelikannya sepeda pada hari ulang tahunnya.

Ben sudah berusaha sangat keras namun keberuntungan belum jua menghampirinya hingga pada akhirnya, semalam sebelum jatuh tempo utangnya, dia menempuh jalan yang tak biasa. dia ikut arus dalam mencari customer derek. salah satu kompetitornya yang dulu bermain curang, dirusak lampu mobil dereknya kemudian matanya disemprot oleh Ben.

Malam itu, Ben bertarung dengan salah satu teman lain untuk mendapatkan customer mobil mewah yang sedang tabrakan. mereka berdua mengadu kecepatan untuk saling mendahului di tempat kejadian. Ben sudah tidak punya pilihan selain memenangkan kesempatan terakhir ini demi membayar lunas utangnya dan melunasi janji kepada anaknya. di perempatan lampu merah, ben mampu mendahului temannya dan sialnya, temannya yang berada beberapa meter di belakangnya ditabrak taxi hingga tewas. Ben mendapatkan keberuntungannya malam itu.

pada akhirnya, Ben mampu melunasi utangnya dan membelikan sepeda kepada anaknya. Ben pun mengambil alih perusahaan mobil derek setelah membongkar perselingkuhan bosnya.

"uang ada di jalanan"

6. Den of Thieves
Pihak kepolisian usa harus memburu perampok bank yang sangat ahli. perampok dipimpin oleh Pablo ynag sangat mahir dalam menggunakan senjata sedangkan pihak kepolisian dikomandoi oleh Nick.

beberapa minggu sebelum perampokan, pihak polisi sudah mengendus modus yang dilakukan oleh para perampok bahkan pramuniaga bar yang menjadi bagian dari komplotan perampok, diciduk kemudian dipaksa untuk membongkar strategi perampokan. Donnie, sang pramuniaga yang berperan sebagai sopir perampok, memberitahu detail perampokan namun ada hal yang disembunyikan tentang rencana perampokan bank. dia kemudian dilepas dan tetap bersikap normal saat bersama para perampok supaya tidak dicurigai.

hari jumat saat perampokan berlangsung, Pablo dan komplotannya mampu mengelabui Nick dan anggotanya namun tak lama kemudian, Nick sadar akana hal tersebut kemudian dia mengubah rencana dan menemukan perampok yang sedang melarikan diri. terjadi kemacetan ketika Nick membuntuti para perampok sehingga memaksa mereka turun di jalanan yang ramai sehingga terjadi baku tembak. Nick mampu melumpuhkan Pablo dan komplotannya. salah satu adegan sentimental ketika salah seorang kawan Pablo yang terluka parah akibat tembakan, masih sempat memikirkan keluarganya apalagi dia mempunyai seorang anak gadis yang sangat dicintainya.

Donnie yang diborgol di mobil polisi saat terjadi baku tembak mampu melarikan diri dan membawa semua orang hasil rampokan. dia akhirnya pindah ke London dan memiliki bar di sana.

Januari 19

December 31, 2018

Bermimpi

saya tidak pernah merasa bosan mengulangi keinginan-keinginanku setahun ke depan di setiap akhir tahun. meski eksekusiku selalu melemah bahkan di awal tahun namun setidaknya catatan impian sebagai alarm bahwa ada target yang membuatku terus bergerak, bukan semata mengikuti arus. 

Sebenarnya setiap kali menengok ke belakang catatan akhir tahun, banyak yang terwujud melalui kuasa Tuhan, mengapa saya bilang demikian, karena proses realisasinya tampak mustahil namun toh berwujud dalam kenyataan. seperti catatan 16 yang menurutku ada beberapa yang tercapai meski di dua tahun berikutnya. 

Membeli rumah menurutku salah satu realisasi terbesar dari impianku yang kucatat di akhir tahun 2016. awalnya saya nampak pesimis namun ternyata tidak bagi Tuhan. Dia membukakan jalan dengan sangat mudah pada waktunya dan itu yang terjadi bagiku.

di tahun 2019, pastinya saya memendam mimpi yang akan kugapai, selain mewujudkan catatan akhir tahun sebelumnya yang belum terwujud saya juga punya catatan impian baru yang akan kurengkuh, toh catatan-catatan ini akan menjadi bukti bagi diriku bahwa saya serius menjalani hidup dan semoga Tuhan merestui apa yang kudambakan.

ini mungkin yang terlintas untuk kugapai tajun 2019.

firstly, saya akan serius kuliah S2 di Universitas Paramadina. saya sudah melakukan proses pendaftaran dan tinggal menunggu jadwal kuliah tahun 2019. sebenarnya bukan gengsi-gengsian sehingga saya melanjutkan pendidikan S2, alasannya lebih pada beberapa hal yaitu saya pernah berjanji kepada Ibuku bahwa saya akan melanjutkan S2 dan ini kesempatan untuk memenuhi ikrarku kepada ibuku. alasan lain karena saya ingin mengkondisikan diriku dalam iklim akademik. rutinitas kantor membuat kepalaku mandeg bahkan sepertinya diriku terlalu menjadi seorang realis bahkan permisif untuk banyak hal, lanjut kuliah mungkin kembali akan memperbaiki sel otakku yang rapuh. semoga saya bisa mengikuti perkuliahan dengan baik dan lancar.

Secondly, impianku di tahun sebelumnya adalah tidak lagi bekerja di Perusahaan sekarang yang menurutku belum membuatku settle karena masalah prinsip. saya berharap semoga tahun 2019 bisa berjodoh dengan pekerjaan yang menenangkan hatiku tanpa harus permisif pada pekerjaan karena alasan butuh, syukur-syukur kalau pekerjaan yang membuatku senang. lembaga penelitian, atau lembaga independen negara yang sesuai dengan major kuliahku. semoga, amiiin.

semoga gaji cukup untuk membayar cicilan utang dan kebutuhan sehari-hari sehingga pemasukan isteri untuk dirinya sendiri.

ketiga, saya harus lebih banyak membaca buku dan menulis. resolusi ini dari kapan tahun namun selalu pudar di pertengahan tahun padahal membaca adalah koentji. jangan pernah berhenti belajar dan jangan pernah merasa puas.

selebihnya, saya ingin sering mengunjungi orang tuaku, melihat mereka bahagia dan sehat. anak istriku dan mertua sejat selalu dan diberi kecukupan rezeki untuk mereka.

saya tidak boleh melupakan impian untuk berguna kepada orang lain. saya belum menemukan cara yang paten nmaun setidaknya jika saya tidak bisa menyenangkan orang lain, palimg tidak saya tidak melakukan sesuatu yang orang lain tidak suka.

"saya percaya semua resolusi bisa diwujudkan menjadi nyata, selama kita menjalani prosesnya yaitu menyusun resolusi, membangun visi, amenetapkan rencana kemudian mengeksekusi rencana serta mengontrol untuk memastikan hasilnya sesuai rencana. ringkasnya: resolusi, visi, rencana, aksi dan kontrol. - Kang Hasan"

impian lain yang belum terpikir akan kutambahkan dalam perjalanan waktu. semoga Semesta merestui apa yang sedang kutulis. amiiin. amiiin. amiiin 

31 Des 2018: 22.58

December 11, 2018

OTS #15

Negeri surganya bumbu dengan makanan yang terkenal dengan santan dan rempah-rempah.siapa yang tidak kenal dengan daerah ini yang sudah pernah melambungkan nama Indonesia ke penjuru dunia sebagai negara penghasil makanan terlezat nomor satu. ya benar sekali, Rendang. daerah penghasil Rendang ini sudah lama ingin kujejak dan ingin mengetahui seperti apa sebenarnya kehidupan di sana.

Akhir tahun akhirnya terwujud. di pertengahan bulan Desember, saya melakukan perjalanan kantor ke kota ini. diiringi dengan drama penerbangan yang mendebarkan ketika Batik Air akan lepas landas, hujan deras dan angin kencang mengiringi perjalanan kami. jarak panjang tidak lebih dari 1 km menurut pandangan saya. hanya kabut putih dan deru mesin Pesawat bercampur dengan teriakan hujan yang terdengar. Pesawat seperti tertimpa pasir karena gemericik air hujan yang terlalu deras. 

setelah melewati beberapa menit yang menegangkan, Pesawat akhirnya terbang di atas awas dengan cuaca yang terang. saya kemudian menikmati perjalanan udara meskipun tidak terlalu lama. perjalanan dari Jakarta ke kota Minang memang hanya ditempuh dalam durasi 1 jam 45 menit. menjelang landing, Pesawat ternyata harus memutar ke tengah laut kemudian mengambil aba-aba mendarat. saya menduga bahwa Pesawat harus menghindari angin yang terlalu kencang atau mungkin juga karena rutenya seperti itu.

Akhirnya saya menginjakkan kaki di kota ini. analisa awal saya bahwa kota ini tidak terlalu besar melihat bandaranya yang jauh lebih kecil dari bandara Hasanuddin, saya selalu membandingkan bandara Hasanuddin setiap landing di Bandara lain di Indonesia. 

Butuh waktu sekitar 45 menit dari Bandara ke pusat kota. sepanjang perjalanan, pemandangan pohon kelapa memenuhi ruang pinggir jalan. angkot berwarna orange mendominasi angkutan umum di sepanjang jalan dan kesadaran lalu lintas masyarakatnya yang tidak jauh berbeda dengan warga negera Indonesia pada umumnya. selalu merasa paling terburu-buru, melanggar lalu lintas yang akhirnya mengambil hak pengguna jalan.

Sepanjang perjalanan, Saya membayangkan bagaimana dulu kota ini melahirkan banyak cendikia, Buya Hamka misalnya. saya juga membayangkan kota ini didominasi masyarakat yang cantik dan tampan khas suku Minang, meski kemudian hari berikutnya, anggapan saya teranulir. orang Minang menurutku tidak berbeda dengan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Saya menginap di salah satu hotel yang baru berdiri, hotel Amaris. sekitar dua kilometer dari kantor tempatku beraktivitas selama seminggu di kota Minang. sebenarnya ada hotel Pangeran tepat di depan kantor namun jauh hari sebelumnya, hotel Amaris sudah dibooking temanku via aplikasi online.

Saya tidak terlalu banyak waktu mengeksplorasi kota ini karena ada masalah di kantor, namun sejauh jejak kakiku di kota ini,  saya beranggapan bahwa kota ini tidak terlalu besar, mungkin jauh lebih kecil dari kota Makassar. oh iya, keterikatan asmara kota Makassar dengan kota Minang sangat kental. wakil Presiden seorang Bugis dan isterinya dari Minang. novel Buya Hamka mengangkat cerita asmara antara tokoh utama Zainuddin yang berasal dari Makassar dengan sang pacar, Hayati yang merupakan keturunan bangsawan Minang.

Sejatinya saya ingin menyambangi tempat legendaris batu Malin Kundang yang melegenda seantero nusantara namun seperti yang saya katakan di atas bahwa masalah di kantor membuat gerak saya terbatasi dan membatalkan beberapa rencana yang sudah matang. saya hanya mengunjungi pantai dan menyusuri jalan arah ke Semen Padang, selebihnya hanyabl sudut kota yang kudatangi.

Sependek pengamatan saya selama seminggu dan analisa dari salah seorang teman yang sudah bermukin di kota ini, karakter orang Minang sangat tidak enakan. mereka lebih memilih menyimpan masalah daripada harus menyinggung perasaan orang lain. pandangan saya ini subjektif memang namun saya punya bukti setidaknya semua hasil interview yang saya lakukan. semua auditee saya memilih lebih memendam masalah dan tidak menceritakan kepada orang lain dibandingkan menjadikan masalah mereka menjadi lebih besar. kalau hal yang tidak enakan kayak begini, saya jadi ingat teman saya di Makassar yang disentil oleh salah seorang teman saya yang lain melalui artikel yang berjudul "Saying no without feeling guilty".

Minang, 12-17 12 18

November 20, 2018

#OTS 14

Akhirnya sampai juga di ujung barat Negeri ini. sebelumnya di awal tahun ini, saya sudah mendaratkan kaki saya di pulau paling timur. sensasinya bahwa negeri ini sudah kujejak dari timur ke barat. saya bisa membandingkan bahwa tidak ada perbedaan mencolok yang harus dipertentangkan di setiap daerah yang berbeda, kita satu negeri yang seharusnya menjaga persaudaraan.

tiga jam perjalanan via udara membawaku dari Cengkareng ke bandara Sultan Iskandar Muda. saya melihat bandara di kota ini jauh lebih kecil daripada bandara di kota asalku. saya menyewa taxi bandara ke hotel di pinggir kota. sekitar satu jam perjalanan menelusuri pinggir kota, pemandangan sudah terlihat lebih lengang karena malam sudah menjelang. saya lebih banyak membunuh waktu perjalanan sambil mengobrol dengan sang sopir taxi mengenai kejadian tsunami beberapa tahun lalu. dia bercerita banyak tentang tsunami yang memporakporandakan kota serambi mekah. sambil mengingat masa kelam, dia bercerita bahwa tempat tinggalnya tidak terkena dampak bencana dan pada saat tsunami, dia sedang berada di Bandara. sesekali obrolan kami kuselipkan terkait sepak terjang GAM di masa lalu.

Ada dua hal yang membuat saya sangat tertarik ketika memasuki kota ini, pertama tentunya fenomena bencana tsunami yang maha dahsyat dan menarik perhatian seluruh dunia dan yang kedua adalah perjalanan panjang konflik GAM yang ingin melepaskan diri dari NKRI.

Pertama saya akan bercerita tentang tsunami. saya menyempatkan mengunjungi beberapa spot yang memang sangat kental dengan sejarah bencana tsunami diantaranya monumen tsunami yang dibangun menyerupai kapal. memasuki monumen tersebut, kita seolah berada saat kejadian, suara air yang berdengung dengan lampu yang dimatikan dan desain tetesan air yang menambah suasana menjadi lebih menyeramkan. memasuki ruangan demi ruangan, kengerian benar-benar sangat terasa dengan begitu banyaknya nama korban yang tercatat itu pun yang bisa diindentifikasi. ada begitu banyak cerita yang bertebaran. spot selanjutnya yang saya kunjungi adalah kapal apung milik PLTD. kapal yang terdampar di tengah kota ini sudah dijadikan monumen dan pengunjung bisa memasuki ruangan kapal yang sudah didesain dengan dokumentasi pasca bencana. tidak ketinggalan juga mengunjungi masjid Baiturrahman. Masjid yang sangat fenomenal karena pada saat kejadian, masjid tersebut tidak terdampak bencana tsunami sementara di sekitarnya sudah hancur lebur.

kengerian tsunami di tahun 2004 memang tak terkira. salah seorang sopir grab yang kutumpangi bercerita bahwa anak isterinya menjadi korban. wajahnya begitu sedih mengingat kejadian tersebut. sebelum kembali ke kota, dia mengungsi selama 1 tahun.

Selain fenomena tsunami, saya juga banyak memungut cerita tentang GAM. konflik yang berkepanjangan di wilayah ini yang membuat trauma. ada yang menarik dari benang merah antara bencana tsunami dengan konfik GAM. jadi salah seorang guide yang membawa turis dari Malaysia di museum tsunami menjelaskan bahwa salah satu hikmah dari tsunami karena konflik dengan GAM berakhir. dia sempat mengisahkan bahwa ketika konflik dengan GAM, kengerian yang dimunculkan lebih parah karena seringkali setiap pagi, warga menemukan mayat yang dibunuh dan ditaruh begitu saja di depan rumah. setelah tsunami, konflik sudah aman dan wilayah ini berangsur damai meskipun beberapa kali terjadi riak kecil dari sisa para combatan GAM.

Saya sempat diajak oleh rekan kerja makan siang di perkampungan yang lumayan sudah agak jauh dari kota. menurutnya bahwa perkampungan tersebut adalah salah satu basis dari gerakan GAM. wliayahnya masih tergolong hutan dan jalananan masih dalam tahapan pengaspalan. saya berpikir bahwa pastiny beberapa tahun silam, daerah ini menjadi daerah yang menyeramkan.

Saya menyempatkan juga bertandang ke pulau ujung paling barat, titik 0. spot yang sangat ingin saya kunjungi karena merupakan tepian bagian paling barat negeri ini. butuh waktu sekitar 45 menit menyeberang via kapal Feri cepat untuk menjangkau pulau ini, kemudian dari pelabuhan sekitar dua jam menuju titik 0. di Senja yang mulai menua saat itu, saya memandangi samudera yang membatasi negeri ini.

oh iya, ada fenomena menarik di kota ini. kita tidak akan menjumpai pusat belanja Mall dan Bioskop, sama sekali tidak ada namun jika ingin warung kopi maka kota ini adalah surganya. setiap deretan jalanan dipenuhi oleh warung kopi dan anehnya, setiap warung kopi tersebut dipenuhi oleh pengunjung, aneh kan? ya begitulah adanya.

November 18

October 11, 2018

#OTS 13

perjalanan kali ini lebih spesial. untuk pertama kalinya menapak kaki di bumi Borneo bagian barat. saya sudah lama memimpikan untuk menjajaki semua pulau besar di negeri ini, dan mission saya tercapai kali ini. 5 pulau besar yang dulu kupelajari sudah kuhirup udaranya, Borneo yag paling terakhir.

senin pagi yang cerah, saya menumpang pesawat Sriwijaya dari Cengkareng menuju Polonia. ternyata perjalanan udara dari ibukota ke kota ini hanya memakan waktu satu jam, jauh lebih cepat dibandingkan ketika saya mudik. sesampai di bandara tujuan, saya mencoba merasakan hangatnya udara di kota ini. sedikit terasa panas menurut penerawanganku. memang kota ini terkenal sebagai kota yang dilalui jalur khatulistiwa.

saya menginap di sebuah hotel baru tepat di depan sebuah Gereja, tidak terlalu jauh dari kantor yang akan kutuju. sebelumnya saya mengira bahwa bahasa di kota ini tidak terlalu berbeda dengan logat di daerahku namun ternyata dugaanku meleset jauh. dialek di kota ini mirip melayu bahkan memang banyak suku melayu di kota ini, mungkin karena dekat dengan Malaysia. perantau dari Sulawesi ternyata lebih banyak yang berdiam di bagian timur pulau ini sehingga budaya di sana hampir sama.

enam hari di kota ini membuatku bisa mengunjungi beberapa spot yang memang menjadi favoritku ketika berkunjung ke sebuah daerah baru misalnya Mesjid raya, tempat keramaian yang khas, taman kota dan spot yang khas tentang sebuah daerah. saya menyempatkan merasakan suasana wisata kapal di atas sungai Kapuas pada malam hari. menurutku tidak terlalu istimewa karena sensasinya kurang.

Untuk makanan masih standar, tidak terlalu berbeda mungkin lebih mirip makanan orang padang yang mengutamakan bumbu. tata kota tidak terlalu berbeda dengan kota lain, masih hampir sama. kesadaran berlalu lintas di kota ini agak kurang, beberapa kali kutemukan pengendara yang tidak mematuhi aturan lalu lintas seperti menerobos lampu merah sedangkan seharusnya, kota seperti ini bisa lebih patuh dibandingkan ibukota yang semrawut.

Oktober 18
#Pontianak

October 3, 2018

Tiga Tahun

Perjalanan waktu tiga tahun hanya seperti mengedipkan mata beberapa detik kemudian semua lain dari sebelumnya. jejak demi jejak sudah dilukis di beberapa ruang dan waktu kemudian bergulir sampai saat ini di sebuah keadaan yang baru. 

Masih tergambar jelas di memoriku tiga tahun silam ketika saya harus bergegas ke Surabaya bertemu keluargaku kemudian bersama mereka menjemputmu di kediamanmu. momen yang seringkali membuatku sentimental karena begitu jauhnya jarak yang akhirnya mempertemukan mereka.

Tiga tahun berlalu yang penuh dengan drama kehidupan. tangisan, amarah, tawa, teriakan, pelukan, dan semua drama yang lazim dalam sebuah keluarga. meski saya yakin bahwa masih banyak rintangan yang menanti namun biarlah waktu yang membawa kita bersama dan menjawab semua.

Seringkali terlintas di benakku bahwa sebenarnya apa hakekat dari semua ini? apakah hanya sebatas hidup bersama, tidur, makan, bersenggama, punya anak kemudian hal lain yang lazim dalam sebuah keluarga? apakah sebatas itu?

Sepertinya sangat klise namun berkeluarga tidak sesederhana ini. jika ingin menyederhanakan mungkin lebih pada sebuah perintah atas keyakinan yang dianut yaitu jawaban jika ditanya kenapa berkeluarga maka jawabannya karena keyakinan atas agama yang saya anut memerintahkan saya menikah dan berkeluarga. ujung-ujungnya bermuara di jawaban tersebut. 

Saya membina keluarga karena diperintahkan seperti itu, saya mencintai keluarga karena diwajibkan dan bla bla bla. toh pada hakekatnya itulah yang utama. tidak ada jawaban lain selain bahwa agama saya memerintahkan seperti itu. sama halnya jika saya tidak minum alkohol, bukan karena alasan kesehatan namun karena agama saya jelas melarang hal tersebut maka saya tinggalkan.

Begitulah yang ada di pikiranku namun terlepas dari itu semua, kebersamaan ini akan tetap menjadi tanggung jawabku. meski pada sebuah kenyataan bahwa saya belum bisa memberi materi secara berlebih bahkan lebih sering isteri yang berperan sedangkan tadi siang, saya diingatkan Allah melalui ceramah aa Gym bahwa jangan sekali-kali meminta kepada isteri bahkan untuk membeli bensin sekalipun. saya masih sering melakukan hal tesebut.

di tiga tahun kebersamaan ini, ada satu kado yang akan membahagiakan isteri saya yang merupakan sebuah mimpinya dan juga impian saya. semoga terwujud dan menjadi kado spesial baginya. 

Semoga Allah meridha saya diterima di pekerjaan yang sedang saya daftar dan ini akan membahagiakan isteri saya.

31018

September 21, 2018

OTS #12

Tidak terlalu berkesan perjalanan kali ini karena tepat dua tahun yang lalu, saya sudah pernah menjajaki kota ini dengan tujuan yang sama. tidak terlalu banyak perubahan di kota ini selama dua tahun terakhir. mungkin hanya perbaikan jalan di beberapa titik yang membuat kota ini sedikit macet. bangunan masih sama dan cuaca seperti layaknya kota kecil di pulau Jawa, menyenangkan dan membuat rindu. saya yang pernah tinggal di Ngawi serasa kembali mengenang masa lalu.

Enam hari ini kota ini berjalan begitu cepat, hanya saja sudut kota yang kali ini kukunjungi hampir sama di dua tahun sebelumnya.

Wisata kuliner yang pernah kurasakan seperti warung makan di sebuah tempat menuju Baturaden. sedikit berbeda tentang menu masakan dan tata ruang warungnya yang lebih rapi.

hal lain yang berbeda adalah merasakan menginap di hotel baru dekat kantor. selebihnya suasananya masih sama. riuh kehidupan serasa berhenti pada sekitar jam 8 atau jam 9 malam. orang banyak yang berdiam di rumah sehingga kota lebih lengang. berbeda berkali lipat dengan kehidupan ibukota yang serasa tidak pernah berhenti berdetak.

menurut saya, kota ini memang salah satu pilihan terbaik bagi sebagian orang yang suka dengan ketenangan dan ingin menikmati hidup yang tenang. kota ini menawarkan banyak sisi yang bisa dihirup sebagai energi kehidupan. dekat dengan alam dan terhindar dari kegaduhan hidup.

September 2018
#Purwokerto

September 7, 2018

Semakin Menua

Tepat hari ini, berkali lipat tahun yang lalu, saya dihadirkan ke dunia ini tanpa kesadaranku secara kalkulasi manusia. Tuhan memilihku menjadi salah satu penghuni bumi sampai pada detik ini. 

Di saat manusia lain sudah menemukan misinya dihadirkan sebagai manusia, saya masih bingung sampai sekarang, apa sebenarnya tujuan Tuhan mengirimku ke dunia ini dalam wujud manusia. jika banyak orang dengan klise mengatakan bahwa jadilah manusia dan berbuat baiklah namun menurutku tidak berhenti sampai di situ. ada hal lain kenapa setiap orang dihadirkan. saya yakin semua punya misi khusus dan itu yang sampai sekarnag belum kutemukan.

"ÙˆَÙ…َا Ø®َÙ„َÙ‚ْتُ الْجِÙ†َّ ÙˆَالْØ¥ِÙ†ْسَ Ø¥ِÙ„َّا Ù„ِÙŠَعْبُدُونِ
“Dan, AKu tidak menciptakan manusia dan jin melainkan untuk menyembah-Ku.” [Adz-Dzariat/51 : 56]"
Ayat di atas menurutku misi umum bagi semua manusia, namun pribadi masing-masing punya kekhasan dan itu yang harus digali, sialnya saya yang sudah hidup hampir dua kali lipat usia Nabi Muhammad Saw belum menemukan apa sebenarnya keunikan atau potensi yang diselipkan Tuhan dalam diriku yang bermanfaat bagi orang lain. 

Umur yang semakin menua, saya masih berada pada pergulatan pekerjaan yang tidak sesuai dengan prinsip namun tetap bertahan karena kebutuhan. oh mengerikan memang namun pada puncak kegelisahan pun belum ada jalan keluar sampai pada detik ini. perasaan paling bersalah apalagi yang melebih rasa bersalah terhadap penghianatan kata hati. kita bergulat dengan rasa bersalah setiap saat namun tidak kuasa mengikuti kata hati, hanya mengeluh tanpa berada bertindak.

Saya kembali berikrar kepada nuraniku bahwa tahun ini terakhir berada di pekerjaan yang tidak sejalan dengan prinsipku, kekuatan hati dan doa-doa yang mengalir deras dari lisanku senantiasa membangkitkan harapanku bahwa Tuhan sang Pemilik semesta akan berkenan mengamini doaku karena sekeras apapun usaha dan tekad jika Sang Maha belum berkenan maka tidak ada yang bisa mengubah apapun. saya sudah mengalami banyak hal yang menurutku memang tidak bisa diganggu gugat terkait kejadian-kejadian yang tidak disangka.

paling tidak kita hanya bisa berdoa yang terbaik dengan meenyerahkan keputusan yang terbaik menurut-Nya. "jika memang impian ini terbaik untuk diri dan keluarga, dunia dan akhirat maka ridhailah karena yang tahu segalanya adalah Engkau Ya Tuhanku." mungkin seperti itu redaksi yang lebih baik dibandingkan dengan redaksi meminta untuk diluluskan dengan nada yang menggebu.

Tahun ini, saya punya impian keluar dari pekerjaan ini dan mencari pekerjaan yang sesuai dengan hati. saya berencana dan berusaha mendaftar di instansi yang menurutku lebih aman. ironinya lagi bahwa ini yang kesekian kalinya saya mencoba. saya tidak tahu di tempat mana saya terdampar namun saya akan berusaha dan berdoa kemudian menyerahkan segala keputusan kepada Tuhanku dengan mengandalkan intervensi doa. saya yakin Tuhanku akan selalu mengiringi jalanku dan menunaikan impianku. 

Ibuku, ibu dari anakku dan Ibu dari ibu anakku akan bahagia ketika impian ini terwujud. mereka adalah kebahagianku.

sampai jumpa di akhir tahun ini. semoga Tuhanku menunjukkan kuasanya kepadaku dan mengamini doa-doaku untuk impianku dengan keridhaanNya.

7 9 18

August 5, 2018

Rezeki

"Barang siapa yang bertakwa kepada Allah SWT niscaya Dia mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka. (QS. Ath Tholaq: 2-3)"

Sungguh sangat sulit menjelaskan seperti apa itu rezeki dan bagaimana dia mendatangi kita. Penjelasan yang paling lazim hanya seputar bahwa jika kita bekerja maka kita akan mendapatkan hasil sesuai yang diusahakan. Hanya sebatas pada penjelasan lurus seperti itu meski tanpa disadari, ada beberapa orang yang tidak terlalu bekerja keras namun hasilnya maksimal. Lebih dari yang mereka harapkan sedangkan di sisi lain, ada orang yang sudah sekeras baja mengusahakan sesuatu namun hasilnya nihil. "mungkin" seperti itulah "cara kerja Allah" memberikan rezeki kepada hambaNya karena sesungguhnya ada faktor x dibalik kemurahan Allah atas karunia kepada Makhluknya.

Ini bukan cerita yang menyanjung diri namun sekedar renungan untuk merekonstruksi kembali pemahaman tentang rezeki. Sebuah sebab yang sama sekali masuk dalam kalkulasi manusia tetapi pada kenyataannya, hal tersebut terjadi namun bukan berarti bahwa yang diusahakan dan didoakan tidak akan terwujud. Semua tergantung kepada Allah apakah Dia akan merealisasikan atau menunda dan mengganti dengan yang lain.

Dua bulan lalu, mimpi membeli rumah masih sekedar angan-angan.belum ada usaha untuk mewujudkan mimpi tersebut karena menganggap masih mustahil adanya. tabungan belum seberapa sedangkan harga rumah di kota ini minta ampun harganya. setelah lebaran, mulai terbersit untuk lebih serius mencari rumah murah namun layak untuk ditempati bersama keluarga.

Tiga minggu terakhir, saya memberanikan diri mencari rumah di sekitar Jak-sel dan daerah Depok setelah berhitung dengan dana maksimal yang bisa dikeluarkan. beberapa rumah sangat ideal namun tidak terjangkau. Ada yang terjangkau namun jarak terlalu jauh. Ada yang terjangkau, jarak dekat namun rumahnya tidak layak. 

Tiga minggu kemudian, kami dipertemukan dengan rumah sederhana di daerah Kebagusan. Rumah second namun sangat terawat dengan baik. Harga yang ditawarkan pun masih terjangkau meski akses masuk tidak bisa dilalui mobil namun setidaknya prioritas saat ini adalah rumah yang berjarak dekat dari kantor.

Setelah mempertimbangkan banyak hal, kami memutuskan membeli rumah tersebut meski sebagian dari dana dipinjam dari bank yang harus dilunasi dalam sepuluh tahun. Hal tersebut sedikit menjadi beban namun pertimbangan yang lebih jauh lagi bahwa jika tidak memberanikan diri maka akan semakin sulit merealisasikan impian mempunyai rumah. Saat ini masih dalam proses transaksi, semoga berjalan sesuai dengan harapan tanpa ada rintangan yang berarti.

Hal yang ingin kuceritakan bukan impian yang terwujud namun proses bagaimana kami menjalaninya. Proses yang sangat cepat hanya sekitar satu bulan sedangkan ada beberapa orang yang bertahun-tahun mencari rumah sebelum menemukan yang sesuai dengan keinginan.

Mungkin seperti teori cocoklogi namun saya pikir ada benang merah dengan kejadian beberapa waktu lalu yang kami alami di rumah kontrakan. Setahun di rumah kontrakan, kloset mampet sehingga tidak bisa digunakan. Kami memanggil jasa penyedot tinja karena berpikir pasti tampungan kotoran penuh. Setelah jasa penyedot datang, kami mencari septic tank yang ternyata tidak ada. Akhirnya kami minta maaf kepada karyawan jasa penyedot tinja dan memberinya tip sebagai pengganti bensin. Kemudian kami berinisatif membiayai pembuatan septic tank dengan harapan, sang empunya kontrakan mengganti biayanya.

Di luar dugaan, setelah proses pengerjaan septic tank selesai, pemilik kontrakan tidak mau mengganti penuh biaya dengan berbagai alasan. Dia hanya mengganti sepertiga dari seluruh biaya. sejak saat itu, kami berdoa semoga tahun ini terakhir mengontrak di rumah ini dan mencari rumah kontrakan baru. masalah lain muncul ketika mesin air bermasalah dan dia pun tidak bersedia bertanggung jawab sedangkan seharusnya, kerusakan inventaris yang bukan merupakan sebab dari yang mengontrak, seharusnya menjadi tanggung jawab pemilik.

Kami mengikhlaskan hal tersebut sementara terus berdoa semoga bisa mendapat kontrakan yang lebih layak. namun Tuhan memberikan sesuatu yang lebih baik. Dia membuka jalan membeli rumah untuk segera pindah dari kontrakan ini. prosesnya sementara berjalan tinggal menunggu proses di Notaris.

Demikianlah Allah bekerja dengan tak terduga. manusia hanya berusaha memastikan kaki, tangan, hati dan semua gerak geriknya melakukan hal-hal baik. Meskipun sebagian dana untuk membeli rumah berasal dari pinjaman bank yang masih menjadi perdebatan namun setidaknya, saya sudah berkonsultasi dengan salah seorang ustadz yang kuanggap kapabel dan memahami hukum Islam.

4 august 18

July 11, 2018

Tengah Tahun

sudah awal juli berarti sudah setengah tahun berlalu di 2018. Belum ada pencapaian yang memuaskan sesuai dengan target bahkan banyak yang meleset. Banyak hal konyol maupun kebiasaan buruk yang masih saja dilakoni yang seharusnya sudah dicampakkan jauh jauh, jika tidak mampu berubah ke arah lebih baik maka bersiaplah untuk hal yang biasa saja di tahun berikutnya, masih beruntung kalau tidak mundur.

Target tahun ini memang harus meningkat dari tahun lalu dan zona yang sedang dijalani sekarang semoga bisa berganti dengan alasan yang prinsipil. Meski pada akhirnya harus bermandi keringat namun tak apalah, demi yang lebih baik untuk indrawi maupun nurani yang semakin berontak.

Hanya saja, perwujudan dalam usaha ril masih sangat minim bahkan boleh dikata 1 persen dari usaha 100 persen yang harus dijalani. Selalu saja ada alasan mengada ada untuk menunda yang akhirnya melewatkan waktu. Tidak nampak keseriusan dalam diri untuk fokus paling tidak beberapa menit dalam sehari.

Harus sadar diri bahwa waktu terus berlalu dan menyadari bahwa bilangan umur sudah lebih dari yang seharusnya. Di angka seperti sekarang ini, seharusnya fokus hidup beberapa jengkal lebih maju dari apa yang sedang kujalani saat ini namun apa daya, saya adalah barisan dari serdadu manusia labil yang masih terus berputar di masalah yang sama dan tak menemukan titik keluar untuk menatap tujuan hidup yang hakiki.

Semoga saja Rabb mengamini usaha dan doa yang tak henti kurapal dan tahun ini bisa meninggalkan sumber yang menggelisakan jiwa dan menjemput cita untuk kemudian menata target yang menenangkan jiwa. Semoga tahun ini bisa meninggalkan zona yang nyaman di jasad namun membuat suasana hati tak menentu. 

Ini bukan sebuah ungkapan ketidaksyukuran namun lebih pada menjaga prinsipil supaya tidak terlalu jauh terperosok. Amin. Engkau Rabb yang Maha Tahu Segala melebihi pengetahuanku.

Juli 18

June 15, 2018

Ironi Perantau Saat Musim Mudik

Merantau seperti menghitung hari dalam setahun untuk mudik, menandai hari libur dan hari berburu tiket. Bukan tak mungkin bahwa momen mudik inilah yang menjadi kekuatan bagi para perantau untuk tetap bertahan di tanah rantau. Bagaimana tidak, hidup di kampung halaman beribu kali lipat menyenangkan dibandingkan dengan harus hidup di rantau namun urusan perut seringkali memaksa seseorang untuk tetap bertahanan.  

Saya dan keluarga sudah berburu tiket 4 bulan sebelum momen mudik. ini harus dilakukan untuk mengantisipasi melonjaknya harga tiket menjelang mudik. dugaan kami benar. saat membeli tiket pesawat 4 bulan lalu, kami masih bisa mendapatkan tiket seharga 700 ribu an namun beberapa hari menjelang mudik, harga tiket pesawat yang sama sudah mencapai 2 juta. 

Mudik serupa oase bagi perantau. dia datang sekali dalam setahun membasuh dahaga perantau untuk memulihkan energi yang habis dimakan duniawi. 

Terlalu banyak cerita di luar nalar tentang mudik. bagaimana pemudik berdesak-desakan di kapal laut, di mobil maupun di pesawat dengan biaya yang tidak murah. namun apakah itu mengurungkan niat para pemudik? Tidak, sama sekali tidak malah bahkan sebaliknya, semua kisah tersebut menjadi lelucon di kemudian hari. 

Mudik memang secara indrawi hanya layaknya para perantau yang pulang kampung melepas kangen, melintasi kembali serpihan masa lalu, namun lebih dari itu, mudik punya sisi spritual. pulang memeluk orang tua, melepas energi negatif dan mengganti dengan energi positif untuk selanjutnya mengarungi kembali kehidupan rantau yang durjana.

June 14, 2018

Random tentang Ramadan

Ramadan menyisakan satu hari lagi namun belum ada satu pun renungan yang kusisakan di ruang ini. momen yang sebenarnya menyisakan banyak hikmah terlewatkan yang sudah seharusnya cukup menjadi sedikit dari banyak perenungan yang ada. 

Ramadan yang datang sekali dalam setahun dan dalam rentang waktu tersebut, akan banyak hal yang akan dilewati bahkan belum tentu Ramadan tahun depan akan menjumpai kita namun demikian, kita tetap disunnahkan untuk berdoa semoga  masih bisa dipertemukan dengan Ramadan tahun depan. 

Secara random, ada beberapa nasehat yang ingin kucatat tentang hal yang ingin kujadikan sedikit dari beberapa referensi untuk mengarungi jalan kedepan. 

Hidup adalah dosis. rumusan teori yang disampaikan oleh Cak Nun namun sejatinya saya sudah lama memikirkan hal seperti ini namun belum mampu menemukan kata yang pas dan penyampaian Cak Nun menegaskan apa yang selama ini kurenungkan. jadi seperti ini, hidup adalah takaran, apapun ini semuanya punya dosis yang kita sendiri mengetahui seberapa banyak yang seharusnya. kita mengetahui takaran makanan yang kita makanan dan harus mengukur makanan tersebut tanpa melebihi dosis. bahkan berdoa pun punya dosis. kita sadar diri terhadap apa yang akan kita minta kepada Tuhan dan bukan karena nafsu untuk meminta semuanya meski sebenarnya tidak salah. 

Sebagai suami isteri, kita tahu batasan maksimal berhubungan yang tidak berlebihan. kita tahu seberapa banyak dosis yang dibutuhkan dalam bekerja maupun istirahat bahkan semuanya punya dosis yang jika over dari dosis maka tidak baik untuk diri.

Tafsir Al Misbah dari Prof Quraish Shibab mengeksplorasi tentang perlunya bersikap sabar ketika kita teraniaya. tingkatannya seperti ini, jika kita diperlakukan buruk, tidak jadi soal jika membalas namun tidak melebihi keburukan yang diterima namun lebih baik lagi jika kita bersabar atas keburukan yang diterima. langkah ketiga dan yang paling terbaik adalah membalas keburukan yang diterima dengan perbuatan baik. itulah tingkatan yang sebaik-baiknya untuk mendapatkan ganjaran yang baik dari Allah. 

Menurut Buya Hamkah yang dikisahkan kembali Prof Quraish bahwa shalat ini laksana mencari gelombang pada radio. sedikit demi sedikit kita memutar tombol untuk mendapatkan salurna yang jernih. begitu pun dengan shalat, jangan pernah lelah menunaikan shalat untuk menemukan kenikmatan bersama Tuhan. 

Berdoa pasti akan dikabulkan namun ingat bahwa bagaimana mungkin Tuhan akan mengabulkan doa jika makanan kita masih haram, pakaian masih haram.

29 Ramadan 1439 H