beberapa hari ini, kau sudah mulai mau jika diajak shalat di masjid bahkan kau akan merajuk jika tidak diajak meskipun saya tahu bahwa hal yang kau senangi ke masjid karena bisa bermain. saya agak khawatir jika mengajakmu di masjid besar karena kau bermain di teras masjid ketika waktu shalat tiba. pernah suatu ketika saat shalat isya, saya memikirkanmu sepanjang shalatku karena pada saat shalat berlangsung, kau keluar masjid bermain sendirian. teras masjid tersebut agak sepi apatahlagi tidak jauh dari jalan raya. meski demikian, saya bahagia karena kau mau ikut ke masjid.
Hal lain yang membuatku sedikit agak was-was adalah tingkahmu yang agresif.
tanganmu sangat cekatan menyentuh atau pun mengelaborasi apapun yang baru menurutmu, alhasil tanganmu membuahkan hasil kemarin siang saat belanja di Transmart.
Seperti biasa saat weekend, kita berempat sering ke swalayan meski hanya sekedar jalan-jalan. kemarin siang giliran Transmart ITC Kuningan yang kita sambangi. kau biasanya minta naik di trolly belanjaan. setelah beberapa saat mengitari Transmart, kita tiba di stand piring, saya yang menjagamu tidak menduga bahwa tanganmu akan menyentuh lusinan mangkok. spontan saya berusaha menahan mangkok yang jatuh karena tarikan tanganmu namun tanganku tidak mampu menjangkau.
"Praaakkkk," suara mangkok pecah berhamburan. seorang ibu yang akan melintas tampak terperangah sedangkan saya dengan woles memungut serpihan mangkok dengan dibantu Pramuniaga. saya membatin, untung hanya satu yang pecah, bagaimana jika semua tumpukan mangkok tadi ikut pecah.
Kita harus membayar mangkok yang pecah, namun its oke karena harganya tidak terlalu mahal, 37 ribu.
sesampak di Kasir saat barkode mangkok discan, tertulis harganya 399 ribu. sepersekian detik saya protes ke kasir namun sang kasir mengatakan bahwa ini memang harga lusinan dan harus dibayar semua. seketika saya keringatan meskipun dengan hawa dingin ac. saya protes bahwa itu kan hanya ganti rugi sebagai konsekuensi. untung saya salah seorang pegawai pria berinisiatif menanyakan langsung ke pic. setelah beberapa saat menunggu sambil was-was harus membayar mahal, saya menenangkan diri. tidak lama kemudian, si pria datang dan memberikan catatan bahwa harga yang akan kita bayar cuma 37 ribu. saya segera menghela nafas lega.
Nak, saya tahu bahwa kau sama sekali belum mengerti, itulah sebabnya saya sama sekali tidak marah kepadamu. lagi pula meskipun di beberapa kali kesempatan saat di rumah, saya memarahimu jika berbuat salah namun saya sebisa mungkin menghindari untuk memarahimu di depan orang lain. sebisa mungkin nak karena jika itu terjadi, terkadang seorang anak akan menjadi penakut dan mematikan karakter anak.
ya, berbuat salah lah nak selama masih bisa ditorelir dan tidak melampaui batas, pun jangan melakukan khilaf yang berulang karena sejatinya seseorang akan maju jika melakukan kesalahan namun akan mundur jika kesalahan yang diperbuat adalah kesalahan berulang karena itu artinya dia tidak belajar dari kesalahan sebelumnya.
kebagusan, 13 1 19
No comments:
Post a Comment