December 31, 2018

Bermimpi

saya tidak pernah merasa bosan mengulangi keinginan-keinginanku setahun ke depan di setiap akhir tahun. meski eksekusiku selalu melemah bahkan di awal tahun namun setidaknya catatan impian sebagai alarm bahwa ada target yang membuatku terus bergerak, bukan semata mengikuti arus. 

Sebenarnya setiap kali menengok ke belakang catatan akhir tahun, banyak yang terwujud melalui kuasa Tuhan, mengapa saya bilang demikian, karena proses realisasinya tampak mustahil namun toh berwujud dalam kenyataan. seperti catatan 16 yang menurutku ada beberapa yang tercapai meski di dua tahun berikutnya. 

Membeli rumah menurutku salah satu realisasi terbesar dari impianku yang kucatat di akhir tahun 2016. awalnya saya nampak pesimis namun ternyata tidak bagi Tuhan. Dia membukakan jalan dengan sangat mudah pada waktunya dan itu yang terjadi bagiku.

di tahun 2019, pastinya saya memendam mimpi yang akan kugapai, selain mewujudkan catatan akhir tahun sebelumnya yang belum terwujud saya juga punya catatan impian baru yang akan kurengkuh, toh catatan-catatan ini akan menjadi bukti bagi diriku bahwa saya serius menjalani hidup dan semoga Tuhan merestui apa yang kudambakan.

ini mungkin yang terlintas untuk kugapai tajun 2019.

firstly, saya akan serius kuliah S2 di Universitas Paramadina. saya sudah melakukan proses pendaftaran dan tinggal menunggu jadwal kuliah tahun 2019. sebenarnya bukan gengsi-gengsian sehingga saya melanjutkan pendidikan S2, alasannya lebih pada beberapa hal yaitu saya pernah berjanji kepada Ibuku bahwa saya akan melanjutkan S2 dan ini kesempatan untuk memenuhi ikrarku kepada ibuku. alasan lain karena saya ingin mengkondisikan diriku dalam iklim akademik. rutinitas kantor membuat kepalaku mandeg bahkan sepertinya diriku terlalu menjadi seorang realis bahkan permisif untuk banyak hal, lanjut kuliah mungkin kembali akan memperbaiki sel otakku yang rapuh. semoga saya bisa mengikuti perkuliahan dengan baik dan lancar.

Secondly, impianku di tahun sebelumnya adalah tidak lagi bekerja di Perusahaan sekarang yang menurutku belum membuatku settle karena masalah prinsip. saya berharap semoga tahun 2019 bisa berjodoh dengan pekerjaan yang menenangkan hatiku tanpa harus permisif pada pekerjaan karena alasan butuh, syukur-syukur kalau pekerjaan yang membuatku senang. lembaga penelitian, atau lembaga independen negara yang sesuai dengan major kuliahku. semoga, amiiin.

semoga gaji cukup untuk membayar cicilan utang dan kebutuhan sehari-hari sehingga pemasukan isteri untuk dirinya sendiri.

ketiga, saya harus lebih banyak membaca buku dan menulis. resolusi ini dari kapan tahun namun selalu pudar di pertengahan tahun padahal membaca adalah koentji. jangan pernah berhenti belajar dan jangan pernah merasa puas.

selebihnya, saya ingin sering mengunjungi orang tuaku, melihat mereka bahagia dan sehat. anak istriku dan mertua sejat selalu dan diberi kecukupan rezeki untuk mereka.

saya tidak boleh melupakan impian untuk berguna kepada orang lain. saya belum menemukan cara yang paten nmaun setidaknya jika saya tidak bisa menyenangkan orang lain, palimg tidak saya tidak melakukan sesuatu yang orang lain tidak suka.

"saya percaya semua resolusi bisa diwujudkan menjadi nyata, selama kita menjalani prosesnya yaitu menyusun resolusi, membangun visi, amenetapkan rencana kemudian mengeksekusi rencana serta mengontrol untuk memastikan hasilnya sesuai rencana. ringkasnya: resolusi, visi, rencana, aksi dan kontrol. - Kang Hasan"

impian lain yang belum terpikir akan kutambahkan dalam perjalanan waktu. semoga Semesta merestui apa yang sedang kutulis. amiiin. amiiin. amiiin 

31 Des 2018: 22.58

No comments: