Showing posts with label ulang tahun. Show all posts
Showing posts with label ulang tahun. Show all posts

September 7, 2019

Menua

Tidak ada omong kosong kali ini. semua sudah menghilang oleh harapan-harapan yang tidak terwujud karena ulah sendiri. masih banyak harapan sebelumnya yang harus diwujudkan tanpa harus menata harapan yang baru. saya khawatir membuat harapan baru kemudian mengingkarinya lagi seperti sebelumnya. lebih baik saya berdoa atas apa-apa yang terbaik yang sedang saya jalani sekarang. 

Umur yang sudah semakin menua namun kualitas diri tak kunjung berkembang. masih berkutat pada hal bendawi yang sesungguhnya bukan tujuan akhir namun melawan nafsu sungguh berliku, kadang memenangkan perlawanan nafsu namun seringkali tunduk akan iming-iming nafsu duniawi yang melenakan. meski sesungguhnya sudah paham bahwa khayalan akan duniawi layaknya fatamorgana yang ketika didatangi sesungguhnya tidak ada. jadi seperti apa sesungguhnya yang harus dijalani? 

Saya akan berusaha menjalani sesederhana apa yang ada di depanku. kuliah lagi yang akan dimulai minggu depan dan tetap berharap semoga berjalan lancar dan baik. meski secara spesifik, subjek yang saya pilih bukan merupakan ilmu agama namun saya tetap percaya bahwa semua ilmu itu akan bermuara pada satu, "Tiada Tuhan Selain Allah."  

Pekerjaan yang sedang saya jalani akan saya tekuni dengan sebaik-baiknya. jika memang pada akhirnya pekerjaan ini masih mengandung sesuatu yang syubhat atau bahkan haram dari sisi mana pun maka saya sangat berharap Allah swt akan menuntun saya pada satu titik di mana saya bekerja untuk sesuatu yang halal menurutNya. toh terlalu lelah untuk mengejar sesuatu yang bukan karena Dia.

Seringkali kita membaca atau mendengar kisah seorang yang sebelumnya ateis, agnostik atau siapa pun yang menafikan adanya Tuhan namun kemudian pada akhirnya menemukan Hidayah dari Allah swt. saya yakin bahwa mereka itu tetap belajar dengan tujuan ingin tahu kebenaran. sebaliknya, mungkin kita pernah mendengar maupun membaca kisah seorang yang sudah menghabiskan sebagian hidupnya untuk belajar ilmu agama namun pada akhirnya jauh dari Allah. perkiraan saya, selama proses belajar, mereka tidak sedang mencari kebenaran hakiki, entah mungkin tujuannya bukan Allah. 

Hidup yang semakin menua dan di umur yang seharusnya sudah matang dalam banyak hal, saya berharap Allah memberikan saya kekuatan hati untuk konsisten dalam kebaikan-kebaikan kecil bertujuan mencari ridhaNya. 

Sekali lagi, saya tidak berharap banyak untuk hal-hal apa pun selain harapan semoga Allah menemani saya dalam setiap menghadapi masalah dan menyelesaikan masalah, selain itu, hanya harapan kesehatan lahir dan batin untuk anak isteri dan orang tua dan mertua.

7 sep 2019

October 3, 2018

Tiga Tahun

Perjalanan waktu tiga tahun hanya seperti mengedipkan mata beberapa detik kemudian semua lain dari sebelumnya. jejak demi jejak sudah dilukis di beberapa ruang dan waktu kemudian bergulir sampai saat ini di sebuah keadaan yang baru. 

Masih tergambar jelas di memoriku tiga tahun silam ketika saya harus bergegas ke Surabaya bertemu keluargaku kemudian bersama mereka menjemputmu di kediamanmu. momen yang seringkali membuatku sentimental karena begitu jauhnya jarak yang akhirnya mempertemukan mereka.

Tiga tahun berlalu yang penuh dengan drama kehidupan. tangisan, amarah, tawa, teriakan, pelukan, dan semua drama yang lazim dalam sebuah keluarga. meski saya yakin bahwa masih banyak rintangan yang menanti namun biarlah waktu yang membawa kita bersama dan menjawab semua.

Seringkali terlintas di benakku bahwa sebenarnya apa hakekat dari semua ini? apakah hanya sebatas hidup bersama, tidur, makan, bersenggama, punya anak kemudian hal lain yang lazim dalam sebuah keluarga? apakah sebatas itu?

Sepertinya sangat klise namun berkeluarga tidak sesederhana ini. jika ingin menyederhanakan mungkin lebih pada sebuah perintah atas keyakinan yang dianut yaitu jawaban jika ditanya kenapa berkeluarga maka jawabannya karena keyakinan atas agama yang saya anut memerintahkan saya menikah dan berkeluarga. ujung-ujungnya bermuara di jawaban tersebut. 

Saya membina keluarga karena diperintahkan seperti itu, saya mencintai keluarga karena diwajibkan dan bla bla bla. toh pada hakekatnya itulah yang utama. tidak ada jawaban lain selain bahwa agama saya memerintahkan seperti itu. sama halnya jika saya tidak minum alkohol, bukan karena alasan kesehatan namun karena agama saya jelas melarang hal tersebut maka saya tinggalkan.

Begitulah yang ada di pikiranku namun terlepas dari itu semua, kebersamaan ini akan tetap menjadi tanggung jawabku. meski pada sebuah kenyataan bahwa saya belum bisa memberi materi secara berlebih bahkan lebih sering isteri yang berperan sedangkan tadi siang, saya diingatkan Allah melalui ceramah aa Gym bahwa jangan sekali-kali meminta kepada isteri bahkan untuk membeli bensin sekalipun. saya masih sering melakukan hal tesebut.

di tiga tahun kebersamaan ini, ada satu kado yang akan membahagiakan isteri saya yang merupakan sebuah mimpinya dan juga impian saya. semoga terwujud dan menjadi kado spesial baginya. 

Semoga Allah meridha saya diterima di pekerjaan yang sedang saya daftar dan ini akan membahagiakan isteri saya.

31018

September 7, 2018

Semakin Menua

Tepat hari ini, berkali lipat tahun yang lalu, saya dihadirkan ke dunia ini tanpa kesadaranku secara kalkulasi manusia. Tuhan memilihku menjadi salah satu penghuni bumi sampai pada detik ini. 

Di saat manusia lain sudah menemukan misinya dihadirkan sebagai manusia, saya masih bingung sampai sekarang, apa sebenarnya tujuan Tuhan mengirimku ke dunia ini dalam wujud manusia. jika banyak orang dengan klise mengatakan bahwa jadilah manusia dan berbuat baiklah namun menurutku tidak berhenti sampai di situ. ada hal lain kenapa setiap orang dihadirkan. saya yakin semua punya misi khusus dan itu yang sampai sekarnag belum kutemukan.

"وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan, AKu tidak menciptakan manusia dan jin melainkan untuk menyembah-Ku.” [Adz-Dzariat/51 : 56]"
Ayat di atas menurutku misi umum bagi semua manusia, namun pribadi masing-masing punya kekhasan dan itu yang harus digali, sialnya saya yang sudah hidup hampir dua kali lipat usia Nabi Muhammad Saw belum menemukan apa sebenarnya keunikan atau potensi yang diselipkan Tuhan dalam diriku yang bermanfaat bagi orang lain. 

Umur yang semakin menua, saya masih berada pada pergulatan pekerjaan yang tidak sesuai dengan prinsip namun tetap bertahan karena kebutuhan. oh mengerikan memang namun pada puncak kegelisahan pun belum ada jalan keluar sampai pada detik ini. perasaan paling bersalah apalagi yang melebih rasa bersalah terhadap penghianatan kata hati. kita bergulat dengan rasa bersalah setiap saat namun tidak kuasa mengikuti kata hati, hanya mengeluh tanpa berada bertindak.

Saya kembali berikrar kepada nuraniku bahwa tahun ini terakhir berada di pekerjaan yang tidak sejalan dengan prinsipku, kekuatan hati dan doa-doa yang mengalir deras dari lisanku senantiasa membangkitkan harapanku bahwa Tuhan sang Pemilik semesta akan berkenan mengamini doaku karena sekeras apapun usaha dan tekad jika Sang Maha belum berkenan maka tidak ada yang bisa mengubah apapun. saya sudah mengalami banyak hal yang menurutku memang tidak bisa diganggu gugat terkait kejadian-kejadian yang tidak disangka.

paling tidak kita hanya bisa berdoa yang terbaik dengan meenyerahkan keputusan yang terbaik menurut-Nya. "jika memang impian ini terbaik untuk diri dan keluarga, dunia dan akhirat maka ridhailah karena yang tahu segalanya adalah Engkau Ya Tuhanku." mungkin seperti itu redaksi yang lebih baik dibandingkan dengan redaksi meminta untuk diluluskan dengan nada yang menggebu.

Tahun ini, saya punya impian keluar dari pekerjaan ini dan mencari pekerjaan yang sesuai dengan hati. saya berencana dan berusaha mendaftar di instansi yang menurutku lebih aman. ironinya lagi bahwa ini yang kesekian kalinya saya mencoba. saya tidak tahu di tempat mana saya terdampar namun saya akan berusaha dan berdoa kemudian menyerahkan segala keputusan kepada Tuhanku dengan mengandalkan intervensi doa. saya yakin Tuhanku akan selalu mengiringi jalanku dan menunaikan impianku. 

Ibuku, ibu dari anakku dan Ibu dari ibu anakku akan bahagia ketika impian ini terwujud. mereka adalah kebahagianku.

sampai jumpa di akhir tahun ini. semoga Tuhanku menunjukkan kuasanya kepadaku dan mengamini doa-doaku untuk impianku dengan keridhaanNya.

7 9 18