October 12, 2016

Neerja (2016)

"Jangan bekerja terlalu diforsir, menunduklah saat berjalan, urus urusanmu sendiri, pikirkan kehormatan hidupmu saat dalam bahaya." testimoni Ibu Neerja pada acara setahun meninggalnya Neerja

Saya agak malas mereview film ini. Bukan dari segi cerita ataupun pemerannya namun lebih pada dampak dari film ini. Film yang menceritakan pembajakan pesawat yang berangkat dari India menuju Frankfurt, Jerman dan akan berakhir di  Amerika Serikat namun dibajak saat transit di karachi, Pakistan.

Film ini jelas sangat sensitif terhadap hubungan India dengan pakistan yang tidak pernah akur. meskipun diangkat dari kisah nyata dari kisah Neerja Bhanot yang menjadi korban pembajak pesawat sipil Pan Am 30 tahun yang lalu. alasannya karena Pesawat tersebut dibajak di Karachi. memang para pembajak bukan dari kelompok extrimis Pakistan melainkan dari kelompok Abu Nidal Palestina.

Cerita di film ini berawal dari seorang gadis bernama Neerja Bhanot. dia seorang mantan model yang kemudian beralih menjadi seorang Pramugari. Ibunya mendesak supaya resign namun dia bersikeras karena sangat menyenangi pekerjaannya.

beberapa hari sebelum ulang tahunnya, Neerja melakukan penerbangan dengan pesawat Pan Am Flight 73. dini hari, dia diantar sang pacar ke bandara. perpisahan keduanya diakhiri dengan pelukan sebelum Neerja naik ke pesawat.

Pesawat Pan Am akan berangkat dari Mumbai transit di Karachi dan Frankfurt kemudian akan berakhir di New York. penerbangan tersebut adalah debut Neerja sebagai kepala kabin. 

sesampai di Karachi, Pakistan sesaat setelah transit sebelum take off, sekelompok orang yang menyamar sebagai petugas bandara membajak pesawat dengan senjata lengkap. mengetahui keadaan tersebut, Neerja berinisiatif memberitahu kepada Pilot kondisi di kabin. Pilot dan Co-Pilot melarikan diri melalui pintu rahasia.

mengetahui pilot kabur, para teroris marah dan melakukan negoisasi dengan petugas bandara. berjam-jam drama pembajakan tersebut berlangsung namun tidak ada kejelasan akan hasil negoisasi antara teroris dan pihak bandara. akhirnya para teroris semakin kalut. 

semua penumpang disuruh mengumpulkan paspornya. Neerja dan teman pramugarinya bertugas mengumpulkan semua paspor penumpang namun dia membisiki teman-temannya untuk tidak mengambil paspor USA. 

setelah sekitar 15 jam dan belum ada hasil dari negoisasi. lampu di kabin pesawat mati. para teroris mengira bahwa mereka akan dikepung . dalam kekalutan, teroris melepaskan tembakan membabi buta. Neerja dibantu dengan pramugari lain membuka pintu darurat. para penumpang berebutan keluar.

Neerja yang sejatinya sudah berada di pintu darurat memilih untuk tidak keluar dari pesawat dan memastikan semua penumpang sudah keluar dari pesawat. ada 3 bocah yang ternyata masih terjebak di kabin. Neerja memutuskan untuk menyelamatkan ketiga anak tersebut tetapi sialnya, saat hendak keluar dari pintu darurat, mereka kepergok seorang teroris. Neerja memeluk ketiga anak tersebut. Neerja meninggal dengan hujaman peluru namun ketiga anak yang dilindunginya selamat.

dari segala sisi, film ini keren namun seperti yang saya katakan diatas bahwa film ini sangat berpotensi menyinggung pihak Pakistan. Pesawat dibajak di bandara Karachi Pakistan dan para pembajak meskipun bukan orang namun dari kalangan Islam yang notabene mayoritas warga Pakistan adalah Muslim.

but overall, this film remmonded for u all

12 10 16

October 11, 2016

MARDAANI [2014]

"1,2 million children are trafficked worldwide for sexual exploitation. India is the world's "hub" of child sex trafficking.  in India nearly 40,000 children are abducted every year, of which 11,000 remain untraced.  every eight minutes a child goes missing in India."

Film yang menceritakan fenomena sosial di masyarakat Hindustan yang sampai sekarang masih menjadi salah satu problem paling besar di masyarakat India bahkan dunia. saya berandai-andai, jikalau saja film maker di Indonesia berani membuat film yang diambil dari kondisi sosial masyarakat setempat.

Film ini bercerita tentang seorang Shivani Shivaji Roy (Rani Mukerji) adalah Inspektur senior pada divisi kriminal di Mumbai. dia hidup bahagia dengan suaminya yang bekerja di klinik dan seorang keponakannya yang sangat disayanginya.

pekerjaan yang menumpuk membuat Shivani selalu pulang telat namun tidak pernah sekalipun mengurangi kemesraan dalam rumah tangganya.

Shivani kemudian harus berurusan dengan masalah yang rumit ketika Pyaari, seorang anak tunawisma yang tinggal di rumah singgah dan sangat akrab dengan keponakannya hilang tanpa sebab. Shivani melakukan penyelidikan atas kasus hilangnya Pyaari dan beberapa gadis di bawah umur dengan bantuan staffnya.

Penyelidikannya atas kehilangan Pyaari membuat jaringan Narkoba dan perdagangan anak terganggu. Shivani mendapat telepon dari Karan, seorang bos dari jaringan perdagangan anak yang dianggap sebagai anak ingusan oleh Shivani.

Saat ditanya oleh Karan apa keinginannya, Shivani mengatakan bahwa dia ingin Pyaari dilepaskan. Karan tidak bersedia karena merasa Pyaari sudah mengetahui banyak hal atas jaringannya. Shivani berjanji apapun yang terjadi, dia akan mencari dan melepaskan Pyaari.

banyak masalah yang menimpa Shivani selama dalam penyelidikannya. suaminya dituduh sebagai dokter mesum dan dipermalukan di depan umum oleh anak buah Karan. Shivani pun mendapat kiriman jari jempol Pyaari yang membuatnya semakin marah.

Shivani melanjutkan pencariannya ke New Delhi setelah mendapat petunjuk bahwa Karan berada di sana. di New Delhi, Shivani bekerja sama dengan kepolisian pusat. mereka berhasil menjebak jaringan Karan dengan umpan 2 orang Nigeria yang berpura-pura sebagai pemasok narkoba. saat terjadi transaksi, mereka kemudian dikepung namun ternyata Karan melarikan diri, hanya menyisakan Wakeel, karib Karan yang terjebak di dalam rumah tempat transaksi.

mengetahui dirinya sudah tidak bisa melarikan diri, Wakeel masuk ke dalam toilet dan bunuh diri. dia pun menghancurkan handphonenya untuk menghilangkan jejak. 

setelah kasus tersebut, kepolisian pusat menyarankan kepada Shivani untuk tidak lagi melanjutkan kasusnya karena hal tersebut hanya membuang waktu dan tidak pernah yang berhasil mengungkap kasus-kasus semacam itu.

Shivani tidak pantang mundur. dia terus melanjutkan kasusnya sampai pada akhirnya, dia mengetahui lokasi rumah Karan. dia bertandang ke rumah Karan dan dijamu oleh Walt, Ibu Karan. dia diberi minum obat penenang sehingga tak sadarkan diri. Karan datang dan mendapati Shivani dalam keadaan tak berdaya.

Shivani dibawa ke tempat pelacuran milik Karan dalam keadaan terikat. saat pesta dimulai, Shivani ditempatkan di kamar atas dan ternyata, dia dijual ke pada seorang Menteri yang ingin menjamah tubuhnya. saat berdua di kamar, Shivani mengeluarkan pisau yang sudah disiapkan di sepatunya. dia menikam sang Menteri dan menyanderanya. 

Shivani mengancam membunuh sang Menteri jika Karan tidak melepaskan semua gadis belia yang menjadi kacungnya. Shivani ke parkiran bersama Karan dan semua gadis belia yang dijadikan pelacur oleh Karan. sampai di parkiran, sang Menteri meninggal kemudian Karan dan Shivani berduel dengan tangan kosong.

Pada akhirnya, setelah sudah tidak bertenaga, Karan dikeroyok oleh semua gadis belia dengan sampai dia menemui ajalnya.

dari sisi cerita, film ini lumayan memberikan informasi tentang bagaimana perdagangan di Masyarakat India sudah begitu parah bahkan dari statistik di awal film diberitikan bahwa sekitar 40,00 gadis di bawah umur diculik setiap tahunnya. ini menandakan bahwa kasus perdagangan anak dibawah umur benar-benar menjadi masalah serius di masyarakat India.

satu hal yang sangat disayangkan, akting Rani Mukerji sebagai seorang polisi tidak cukup membuatku terpesona. saya sangat menikmati jika seandainya Kareena Kapoor yang berperan sebagai Shivani mengingat aktingnya di film Agent Vinod sebagai seorang agen lumayan meyakinkan.

11 10 16

Terra Surroor (2016)

Film ini sebenarnya sudah beberapa hari yang lalu ku tonton sehingga alur ceritanya sedikit lupa. film yang tidak terlalu berkesan apatahlagi tokohnya yang masih asing bagiku.

cerita film ini menurutku amat sangat sederhana. kita dengan mudahnya menebak setiap potongan demi potongan cerita dalam cerita film ini. berbeda dengan film

konflik dari film ini dimulai saat Raghu (Himesh Reshamiya) selingkuh kemudian dengan polosnya, dia jujur kepada tunangannya, Tara Wadia (Farah Karimaee), bahwa semalam dia meniduri seorang wanita. mendengar jawaban yang menurutku amat naif, Tara kemudian memutuskan pergi ke Dublin tanpa meninggalkan pesan apapun kepada ibunya dan Raghu.

Tara yang seorang penyanyi pergi ke Dublin atas undangan seseorang yang baru dikenalnya via facebook, Anirudh Brahman. Raghu dan Ibunya pun panik mengetahui kepergian Tara tanpa pesan.

singkat cerita,Raghu berangkat ke Dublin setelah mengetahui Tara ditahan oleh kepolisian setempat atas tuduhan pengedar narkoba. Raghu berjanji kepada ibunya Tara untuk membawa Tara pulang dalam keadaan selamat.

kasus Tara sangat rumit karena dia tertangkap tangan membawa narkoba. hukum di Dublin sangat ketat atas kasus narkoba. 

kasus Tara ditangani oleh seorang pengacara wanita yang berasal dari India, Elle Jardan. meski sudah berusaha keras namun dia tidak mampu membuktikan bahwa Tara tidak bersalah.

Raghu yang notabene adalah seorang gangster mengambil jalan pintas. dia berencana akan membawa lari Tara dari penjara. beruntung, dia dibantu oleh Robin, seorang tahanan yang kebetulan satu penjara dengan Tara dan sudah beberapa kali melarikan diri dari penjara.

Raghu memberitahu hal tersebut kepada Tara dan menjelaskan detail cara melarikan diri dari penjara. Tara mengiris nadinya kemudian dia dilarikan ke rumah sakit. Raghu kemudian menjemputnya di rumah sakit dan membawanya pergi. 

setelah itu, Raghu kemudian berterus terang kepada Tara bahwa sebenarnya dia seorang gangster yang bekerja kepada pemerintah india. 

Raghu kemudian mencari Anirudh yang mengundang Tara ke Irlandi. dalam pencariannya, dia kemudian mengetahui bahwa ternyata Anirudh adalah seorang yang sangat dekat dengannya dan Tara. di gedung perpustakaan, Raghu menemukan Anirudh. 

dari situ terungkap semua sebab dari peristiwa tersebut. Anirudh tega menjebak Tara karena saat masih bocah, dia menyaksikan dengan mata kepala sendiri ketika Raghu menembak ayahnya. Anirudh tidak takut dibunuh oleh Raghu karena dengan kematiannya maka tidak ada yang bisa melepaskan Tara dari jeratan hukum di Irlandi.

Raghu yang memang memiliki sikap yang keras tidak perduli akan ancaman Anirudh. Anirudh tewas dengan beberapa butir peluru yang dimuntahkan dari pistol Raghu.


aku telah menonton sekitar 7 film Bollywood dalam bulan ini yang diproduksi 2015 dan 2016. menurutku, dalam segala sisi, film ini menempati urutan paling bontot. cerita yang terlalu sederhana, akting tokoh utama yang payah dan adegan aksi yang slow motion. 

11 10 16

October 6, 2016

Sanam Teri Kasam (2016)

"Budaya Masyarakat yang turun menurun mematikan karakter manusia."

Film berikutnya yang menemaniku di liburan weekend. bercerita tentang budaya Masyarakat yang masih konvensional. ada mitos di budaya masyarakat yang masih mengakar kuat bahwa tidak boleh melangkahi seorang kakak dalam hal pernikahan. ketika seorang adek ingin menikah maka harus menunggu kakaknya menikah terlebih dahulu.

budaya seperti itu ternyata tidak hanya berlaku di negeri ini namun masyarakat India juga masih sangat mempercayai budaya tersebut bahkan dalam hal yang ekstrim dibandingkan masyarakat indonesia.

Saru seorang gadis cupu pegawai perpustakaan. dia hidup bahagia dengan seorang adik perempuannya dan kedua orang tuanya. hanya satu yang menjadi keresahan Saru karena dia belum jua bertemu jodohnya sedangkan Kaveri, adik satu-satunya, sudah ngebet ingin menikah.

adat di keluarga Saru tidak membolehkan seorang adik mendahului kakaknya menikah apapun alasannya. hal tersebut yang menjadi beban pikiran Saru apatahlagi sering kali, dia sudah didesak oleh adiknya untuk segera mencari jodoh.

Saru yang dasarnya cupu membuatnya sulit menemukan calon pendamping. hingga suatu waktu dia membaca sebuah majalah yang covernya tentang seorang model. ndilalahnya, model tersebut adalah pacar seorang pria yang satu apartemen dengan keluarga Saru.

Inder, pacar si model yang bertetangga dengan Saru. dia seorang anak pengacara kaya dan pacar dari model terkenal. Saru nekat masuk ke kamar Inder jam 4 subuh untuk meminta tolong kepada pacarnya.

pada saat Saru dan Inder berduaa di kamar, pacarnya tiba-tiba datang. dia curiga bahwa Inder dan Saru selingkuh. Inder kemudian ingin menjelaskan bahwa sejatinya Saru datang hanya ingin meminta tolong di make over olehnya namun pacar Inder tidak percaya kemudian melempar botol ke arah Inder yang mengenai punggungnya sambil berlalu.

Saru merasa bersalah kemudian membersihkan darah di punggung Inder. pada momen tersebut, Manish Choudhary, ayah Saru datang dan memergoki mereka atas laporan dari satpam kompleks. Tn Manish begitu marah sampai pada keputusannya tidak menganggap lagi Saru sebagai anak. Saru dicoret dari daftar keluarga dan fotonya dikalungkan kembang sebagai pertanda dia sudah meninggal.

mengetahui hal tersebut, Saru amat terpukul begitupun Inder. sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap Saru, Inder mencarikan rumah sebagai tempat tinggal.

Saru dan Inder melewati hidup bersama sejak dia diusir dari rumah. pada perjalanannya, Saru merubah penampilannya menjadi seorang yang cantik jelita. banyak yang jatuh hati kepadanya namun Saru lebih memilih Abimanyu, teman kerjanya.

Abimanyu ternyata serius dan melamar Saru. pernikahan mereka sudah direncanakan namun ternyata, ayah Saru tidak setuju setelah mengetahui bahwa Saru sudah dianggap meninggal di keluarganya. Saru begitu terpukul. Inder dengan tulus terus menemani Saru.

Suatu waktu dalam keputusasaan yang tak tertahankan, Saru pergi tanpa memberitahu siapapun. Inder panik sesaat mengetahui Saru pergi. dia mendatangi perpustakaan dan ternyata Saru sudah resign. Inder kemudian mencari tanpa henti dan menemukan Saru di tengah hutan dalam kesendiriannya.

ketika hendak pulang, Inder mendapati Sari yang sedang mimisan. Inder pun membawa Saru memeriksakan kesehatannya. berawal dari situ, Inder mengetahui bahwa Saru menginap tumor di kepalanya. Inder begitu terpukul karena dia sudah terlanjur jatuh cinta kepada Saru.

Inder mendatangi ayah Saru dan memintanya untuk melepas kembang dari foto Saru. ayah Saru yang belum tahu keadaan anaknya masih berkeras untuk tetap menganggap Saru sudah meninggal.

Saru pun datang sendiri ke orang tuanya dan meminta restu menikah dengan Inder. dalam keterpaksaan, orang tuanya mengabulkan doa Saru. 

Setelah menikah, Ayah Saru baru mengetahui keadaan sesungguhnya bahwa Saru sedang sakit. dia begitu terpukul atas apa yang sudah dilakukannya terhadap Saru.

"Apapun yang didoakan orang tua terhadap anaknya, entah itu berkah ataupun celaka akan dikabulkan."

Film Sanam Teri Kasam mengajarkan bahwa budaya yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman seharusnya ditinggalkan apatahlagi yang mengekang kebebasan dan kreativitas manusia.
Ibuku sering mengingatkan untuk menjaga ucapan tentang anakku. jangan pernah begitu mudahnya mengeluarkan kata-kata yang negatif tentang anak karena terkadang hal tersebut menjadi kenyataan.

Ada semacam pelajaran kualat dalam cerita film tersebut.

6 10 16

October 5, 2016

Jazbaa (2015)

"Pada sebuah persimpangan antar keluarga dan karir."

Saya memilih menonton film ini karena pemerannya salah seorang idola artis saat bocah, Aishwarya Rai Bachchan. aktiknya selalu mempesona apatahlagi wajahnya yang selalu menolak untuk menua, ah Aishwarya memang mempesona.

Pengacara adalah salah satu profesi paling prestise di tengah Masyarakat. profesi tersebut identik dengan uang banyak dan suap menyuap. seorang terdakwa harus menyiapkan uang yang tidak sedikit untuk menangani kasusnya.

Anuradha Verma, seorang pengacara kondang yang dalam setiap kasus yang ditanganinya selalu menang. dia terkenal sebagai pengacara sukses. disamping sebagai Pengacara, Verma juga seorang ibu dari gadis bernama Sanaya, putri semata wayangnya.  

Verma seorang single parent yang ditinggal cerai oleh suaminya setelah mengetahui bahwa dia mengandung seorang bayi perempuan. suaminya menginginkan laki-laki sebagai anak pertama. suaminya bahkan tega meminta Verma untuk menggugurkan kandungannya yang ditolak mentah-mentah olehnya.

meski menyandang seorang single parent namun perjalanan karir Verma berjalan mulus. dia dikenal sebagai pengacara yang selalu menang dalam setiap kasus yang ditanganinya.

konflik film  bermula ketika di sebuah acara lomb lari yang diadakan oleh sekolah putri verma. Sanaya menghilang sesaat setelah lomba. tidak ada seorang pun yang tahu kemana Sanaya pergi. Verma begitu panik setelah menyadari anaknya diculik. dia tidak tahu harus berbuat apa-apa selain menunggu instruksi dari si penculik.

beberapa saat kemudian, penculik menelepon Verma dan menyampaikan modusnya menculik Sanaya. penculik ingin agar Verma menjadi pengacara Niyaz, seorang pembunuh yang sedang menunggu vonis mati. penculik menjadikan kebebasan Niyaz sebagai tebusan atas Sanaya.

Verma berada di persimpangan hati. di satu sisi, dia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada puterinya dan di sisi lain, dia tahu bahwa kasus Siyaz adalah kasus yang sudah diketahui oleh publik dan nuraninya berkata bahwa tidak mungkin dia membela seorang pembunuh.

namun naluri Verma sebagai seorang Ibu lebih kuat. dia menyanggupi menjadi pengacara Siyaz demi keselamatan Sanaya. penculik tidak ingin jika Verma melibatkan polisi dan menyuruh Verma berbohong kepada polisi bahwa Sanaya sedang berada di rumah Neneknya.

4 hari adalah sisa waktu yang dimiliki oleh Verma untuk mencari bukti demi membebaskan Siyaz dari vonis hukuman mati. Verma dibantu oleh Yohan, inspektur polisi yang sedang diskors. mereka mencari bukti siang dan malam bahkan Verma harus berpura-pura sebagai penulis ketika meminta keterangan dari Garima, Ibu Sia, korban pembunuhan.

ada setitik asa yang ditemukan oleh Verma ketika mengetahui bahwa kasus ini melibatkan seorang politikus yang akan maju dalam pilkada. potongan demi potongan kejadian mulai dirangkai oleh Verma dari hasil investigasinya.

Verma mendapatkan kesimpulan lain bahwa ada kemungkinan, Sia dibunuh oleh Sam karena pada saat kejadian, Sam sedang berada di rumah Sia. sam adalah pacar Sia.

tibalah saatnya persidangan yang menentukan nasib Sanaya. di persidangan, Sam membenarkan bahwa dia berada di rumah Sia ketika pembunuhan terjadi namun pada saat itu, dia dalam keadaan tidak sadarkan diri karena pengaruh narkoba. dia baru sadar ketika Sia sudah terbujur kaku bergelimangan darah. Sam kemudian membawa mayat Sia ke rumahnya.

Mayat Sia ternyata membawa masalah baru terhadap Mahesh Maklai, Ayah Sam. dia seorang politikus yang akan maju dalam pertarungan Pilkada. kasus ini menyita perhatian Mahesh karena partainya sangat getol dalam isu gender dan kekerasan seksual.

tidak ingin karirnya hancur, Mahesh kemudian membersihkan mayat Sia dan membuangnya di sungai. hal inilah yang kemudian dijadikan bukti kunci bagi Verma untuk membebaskan Siyaz dari tuduhan pembunuhan. Verma beranggapan bahwa Mahesh bersalah dalam hal menghilangkan barang bukti. alhasil, Siyaz dibebaskan sementara dari tuduhan sedangkan Mahesh Maklai dan Sam Maklai dijadikan terdakwa.

Sesaat setelah lepas dari vonis dan hendak pulang, Siyaz ditabrak oleh orang yang tidak dikenal di parkiran. namun tabrakan tersebut tidak sampai membuatnya meninggal.

Setelah berhasil menangani kasus Siyaz dan membebaskan Sanaya dari sekapan penculik, Verma berkunjung rumah Garima sekedar meminta maaf. namun fakta lain kemudian membuat Verma tergoncang. dia menemukan fakta bahwa penculik Sanaya adalah Garima, ibu Sia.

beberapa saat ketika masih disekap, penculik mengirimkan foto Sanaya yang sedang tertidur di sebuah ranjang. Verma melihat ranjang tersebut ada di rumah Garima. fakta kedua bahwa sebuah tangan patung yang dikirim kepada Verma oleh penculik saat berada di pengadilan dan di rumah Garima. verma melihat sebuah patung tanpa tangan yang motifnya sama dengan yang dia terima.

Verma kemudian mengkonfrontir kepada Garima kenapa tega melakukan hal tersebut. Garima pun terus terang bahwa dia ingin membunuh Siyaz dengan tangannya sendiri, dia tidak ingin Siyaz mati di tangan hukum. tidak ada jalan lain selain Siyaz harus dibebaskan dari vonis. orang yang menabrak Siyaz di parkiran sesaat setelah bebas adalah suruhan Garima.

Setelah ditabrak, Siyaz hanya mengalami luka-luka kemudian Garima mengambil bagiannya. dia membawa Siyaz ke sebuah gudang dan merantainya. dalam keadaan tak berdaya, Siyaz disiram bensin dan dibakar hidup-hidup oleh Garima.

Verma terkejut mendengar penuturan Garima tetapi dia dapat merasakan bagaimana pedihnya perasaan seorang ibu kehilangan anaknya. Verma hanya diam merenungi setiap potongan cerita hidup yang baru saja dijalaninya.

Sesaat kemudian, polisi datang menjemput Garima dengan tuduhan melakukan pembunuhan. Garima sudah siap atas konsekuensi dari perbuatannya namun sebelum diangkut ke kantor polisi, Verma meminta surat tugas atas penangkapan kliennya.
"jika aku bisa menjadi pengacara seorang pembunuh, kenapa aku tidak bisa menjadi pengacara atas seorang ibu." jawab Verma ketika melihat guratan keheranan dari wajah Garima.

Film Jazbaa lumayan menguras emosi setiap melihat raut wajah sedih seorang Verma ketika Sanaya diculik. menurutku, ekspresi paling jujur benar-benar ditunjukkan oleh Aishwarya Rai dalam memerankan seorang ibu yang kehilangan anaknya karena penculikan.

"Seorang pria baru menjadi ayah ketika anaknya sudah dilahirkan sedangkan seorang wanita sudah menjadi ibu saat janinnya mulai berkembang"

5 10 16

Te3n (2016)

"Kecintaan seorang Kakek terhadap cucunya".

Saya sedang keranjingan menonton film Bollywood hasil download menggunakan fasilitas kantor. mengerikan saat menyadari bahwa saya digaji tetapi hanya melakukan hal-hal yang tidak memberi nilai lebih terhadap kemajuan Perusahaan. maafkan saya.

John Biswas, seorang kakek sepuh yang tidak pernah berhenti memupuk harapannya untuk mencari tahu penculik cucunya. 8 tahun kasus tersebut sudah terjadi namun dia tetap bersetia datang setiap hari ke kantor polisi menanyakan kasus penculikan terhadap cucunya meski John menyadari bahwa Martin, seorang polisi yang dulu menangani kasus tersebut sudah resign dan berprofesi sebagai pendeta.

Suatu ketika, Ronnie, seorang bocah diculik dengan kasus yang sama dengan penculikan terhadap Angela, cucu John. kasus tersebut kemudian kembali menguak kasus 8 tahun yang silam karena modusnya yang persis dengan penculikan terhadap Angela.

Martin kembali bergairah ikut menangani kasus tersebut karena masih penasaran terhadap kasus yang dia tangani tetapi tidak menghasilkan apa-apa. hal tersebut yang membuatnya tidak bisa tidur selama 8 tahun.

bersama John, Martin mencari fakta tentang penculikan Ronnie kemudian menghubungkannya dengan kasus penculikan Angela yang sudah berlarut-larut selama 8 tahun. 

alur cerita ini sebenarnya mundur karena penculikan Ronnie sebenarnya adalah kreasi dari John yang ingin membalas dendam terhadap Manohar, kakek Ronnie yang sejatinya adalah penculik Angela 8 tahun silam, 

Sembari tetap mengunjungi kantor Polisi, John selalu berusaha untuk mencari fakta sekecil apapun untuk menemukan penculik Cucunya hingga suatu hari, semesta mengabulkan ikhtiar John yang tak pernah putus harapan selama 8 tahun mencari penculik cucunya. dengan Vespa tua miliknya, dia menyusuri setiap sudut yang kemungkinan menyimpan fakta penculikan cucunya.

Saat membeli kebutuhan sehari-hari di Pasar, John melihat seorang anak kecil yang memakai kupluk milik angela. dia kemudian mengikuti anak tersebut yang ternyata seorang tuli dan bisu dan tinggal di sebuah rumah singgah.

John menanyakan perihal kupluk tersebut kepada pihak rumah singgah. ternyata kupluk tersebut sumbangan dari seseorang. John berjalan sendiri menyambung semua potongan fakta yang diketahuinya yang ternyata mengarah ke Manohar, seorang pensiun pegawai pertanahan.

dalam penyelidikannya, John harus merelakan Vespa yang telah menemaninya bertahun-tahun demi ditukar dengan data yang berkaitan dengan penyelidikannya.

pada sebuah kesempatan, John menggeledah rumah tua Manohar dan menemukan semua fakta bahwa penculik cucunya adalah Manowar. ketika itu, John menyaksikan Manohar dengan cucunya, Ronnie. terlintas di benak John untuk menculik Ronnie dan mengarang cerita bahwa Manohar yang menculik Ronnie.

John melancarkan aksinya menculik Ronnie. dengan penyelidikan yang detail, John mampu menjalankan aksinya dengan sangat rapi. John kemudian membawa Ronnie ke sebuah tempat. 

John berpura-pura meminta uang tebusan dan memberikan petunjuk kepada Manohar bagaimana caranya menyerahkan uang tebusan tersebut. aksi tersebut diketahui oleh Martin dan menangkan Manohar di sebuah rel kereta api.

pada akhir cerita, Martin mengetahui bahwa sesungguhnya penculik Ronnie adalah John atas dasar balas dendam. Martin menuntut John kenapa tidak pernah jujur kepadanya bahwa John sudah mengetahui bahwa Manohar penculik Angela. jawaban John cukup telak "bukan kau yang menemukan penculiknya, tetapi aku."

John kemudian berbicara empat mata dengan Manohar tentang motifnya menculik Angela. Manohar membeberkan semua alasan kenapa dia menculik Angela. Manohar terpaksa menculik Angela karena tidak tahu cara mendapatkan uang atas biaya operasi putrinya yang notabene adalah ibu Ronnie. uang tebusan tersebut digunakan untuk membayar rumah sakit.

Manohar menceritakan bahwa tidak ada niatnya membunuh angela. kematian Angela semata karena kecelakaan. saat itu, Angela berusaha melarikan diri kemudian dikejar oleh  Manohar. sialnya, Angela tersandung kayu kemudian jatuh yang akhirnya meninggal.

Manohar ingin menebus kesalahannya dan menyanggupi semua permintaan John. pada akhirnya, John meminta Manowar mengakui bahwa dialah yang menculik Angela dan Ronnie.

Film yang menurut saya lumayan sebagai hiburan weekend. meski harus diakui bahwa cerita film tersebut sungguh sederhana dan saya tidak menemukan klimaks yang membuat jantung berhenti berdetak dalam sesaat.

Meski begitu, film tersebut berhasil menggambarkan betapa seorang kakek amat sangat cinta kepada cucunya. toh pada kenyataannya, cucu pertama sering kali lebih dicintai oleh seorang kakek ataupun nenek dibanding anaknya sendiri, terkadang apapun dipenuhi demi kecintaannya terhadap cucunya.

apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap Amitabh Bachchan yang menurutku berhasil memerankan John sebagai seorang kakek yang tegar atas pendiriannya untuk tetap mencari tahu pembunuh cucunya meski sudah berlangsung 8 tahun. pada akhirnya jam terbang yang berbicara.

5 10 16

Memaki Diri

Saya memaki diriku setiap kali gagal untuk sedikit berkeras pada diri. Ini seringkali terjadi sesaat setelah menunaikan 3 rakaat, Saya hendak membaca buku yang bertumpuk di rak namun berakhir dengan bermain hp sampai berjam-jam. dalam hati hanya sekedar mengecek apakah ada pesan di wa atau sekedar membaca berita online namun pada akhirnya, hp tetap mesra di tanganku 2-3 jam lamanya dan gagallah rencana membaca.

Saya menyadari terlalu lemah sama pertahanan diri. Memanjakan diri dengan segala hal-hal yang tidak penting. Aku memaki diri jika tak bisa berkeras untuk lebih baik.

Entah sampai kapan lagi setiap hal yang menurutku. Tidak pernah kuasa mengendalikan diri dalam hal-hal yang absurditas.

Saya memaki diri. Tidak ada yang mampu kuperbuat dalam langkah yang kujejak sebagai sebuah rutinitas yang seakan membawa kepada kepunahan. hampir waktuku tersita hanya untuk membaca semua berita online yang memuakkan, semakin banyak kubaca maka semakin kacau pikiranku.

Ah, apakah ini pertanda otakku sudah buntu di sebuah persimpangan antara keinginan untuk melakukan hal yang bermanfaat namun tersandung pada sebuah kebutuhan bulanan. entahlah.

Setidaknya toh saya tidak punya tanggung jawab pekerjaan yang menumpuk meski sepertinya saya sedang membohongi diriku dalam hari-hari yang membosankan. 

Saya hanya khawatir atas setiap tetes sari makanan yang masuk ke dalam aliran darahku dihitung sebagai sebuah rezeki yang syubhat apatahlagi haram. Untuk saya mungkin masih bisa kutolerir namun bagi anak isteriku, oh tidak Tuhan. saya tidak mau membayangkan atas kemungkinan-kemungkinan mereka mengkonsumsi apa yang tidak seharusnya. Hal tersebut akan menjadi darah daging yang merusak jiwa mereka.

memaki diri yang selalu gagal berkarya
di suatu waktu pada bulan agustus

September 30, 2016

OTS #1

Purwokerto, kota pertama yang kukunjungi dalam rangka tugas kantor. sebenarnya sih bulan lalu sudah dinas luar namun berhubung masih di daerah Jabodetabek jadi kesannya serasa tidak dinas.

semenjak mutasi 2 bulan lalu, saya harus siap keluar kota minimal sekali dalam sebulan. harus mempersiapkan kesehatan lahir dan batin demi pekerjaan.

Purwokerto sebuah kota yang terletak di jawa tengah merupakan bagian dari kota Banyumas. saya sudah sering melintasi kota ini setiap kali mudik ke Madiun namun tidak pernah mampir meski sekedar di stasiunnya alhasil ada sedikit rasa lega ketika ditugaskan ke sana dan mempunyai kesempatan mengitari sudut kota itu.

saya menginap di hotel Meotel yang terletak di pinggir kota. hotel yang masih baru di kota ini. masih tersisa aroma cat dan bagian samping masih dalam proses finishing. saya seminggu di kota ini dari tanggal 19- 23 September 2019.

sepintas kota Purwokerto hampir sama dengan Madiun. kota ini terbilang lumayan ramai dalam kategori kecamatan. ya Purwokerto cuma kota kecamatan bahkan bukan kabupaten namun ramai oleh Mahasiswa.

Terdapat banyak universitas di kota ini. Unsoed adalah universitas paling besar di kota ini. terletak di kawasan arah ke Baturraden. sayang sekali saya tidak sempat menikmati kawasan kampus tersebut padahal biasanya kalau menyambangi sebuah kota, saya selalu tertarik mengunjungi kampus-kampus apatahlagi kampus yang lumayan besar.

malam terakhir di kota ini, saya menyambangi daerah Baturraden. agak sedikit mirip jalanannya di daerah Batu, Malang. 

untuk menetap dan menua, kota ini lumayan recommended. tidak terlalu bising dan punya banyak ruang untuk bermesraan dengan semesta.

30 9 16

Penghujung September

Tidak ada, iya tidak ada sama sekali
hampa, mengisi setiap detik yang terlangkahi

di penghujung september kali ini
semua sama
hanya waktu yang terbuang sia-sia

30 9 16

September 26, 2016

Idul Adha

Entah sudah berapa kali aku melewatkan momen Idul Adha di kampung. Tidak lagi menyaksikan euforia masyarakat ketika menjelang pemotongan hewan qurban. masa yang dulu selalu meninggalkan kenangan yang tertawan di sudut hati.

Tahun lalu, Saya menikmati momen Idul Adha di kawasan Cibubur tepatnya di kota wisata. Rumah salah seorang kerabat isteri Saya. Tidak terlalu banyak hal yang membuatku harus mengingat momen Idul Adha tahun lalu. toh hanya mengikuti shalat Idul Adha kemudian kembali ke rumah dan berdiam diri di kamar.

Idul Adha kali ini kemungkinan akan kembali kuhabiskan di Ibu Kota. Saya tidak punya cukup waktu untuk mudik ke kampung halaman. Namun ada kesyukuran lain karena seminggu sebelum Idul Adha, Saya punya kesempatan pulang kampung bertepatan dengan tugas kantor di kota Provinsi.

Menelisik kembali momen Idul Adha membawaku menikmati masa kecil. Masa di mana begitu riangnya kami kumpulan bocah membantu para orang tua yang sedang sibuk di tempat pemotongan hewan qurban. Tugas kami biasanya mencuci daging qurban di sungai kemudian membagikan ke Masyarakat.

Hanya saja, di malam Idul Adha. Saya sedih melihat jagoan Saya yang meringkuk lenas karena demam. Dokter mengatakan bahwa dia diare akut.

Saya agak trauma setiap kali dia demam. Kenangan setahun silam dini hari sekitar jam 3 pagi, saat kami harus bergegas membawanya ke RSUD Pasar Minggu. Dia harus diopname selama 3 hari sebelum diizinkan pulang oleh Dokter.

Oh iya, doa-doa terbaik kupanjatkan di malam Idul Qurban, semoga kita semua bisa meneladani perjalanan tauhid Nabi Ibrahim dan ketaatan Nabi Ismail terhadap Tuhan dan orang tuanya.

Cilandak, 31 8 17
Saat takbir berkumandang sahut menyahut.

September 9, 2016

Ulang Tahun (Lagi)

Sejak kapan aku mulai peduli dengan yang namanya ulang tahun? selalu kupersetankan hal remeh temeh seperti itu sejak dulu. toh keniscayaan yang tidak bisa dihindari sampai pada akhirnya membawa kita ke lembah kefanaan.

Tapi tidak apalah untuk sekedar mengingat awal jejak memasuki gerbang dunia yang tengik. berapa puluh tahun yang lalu, di sebuah desa kecil dan terlahir dari seorang Ibu yang keren. aku berlumuran darah dan tangisan yang meraung-raung menyadari betapa mengerikannya menghadapi hidup ini. kata Ibu hari itu hari senin.

Sampai sekarang dengan berlipat angka umurmu. aku tak tahu harus berkata apa karena doa sudah terpanjatkan semua. hanya yang menjadi pembeda saat ini adalah aku sudah beristeri dengan seorang anak kecil yang ganteng. untuk yang lainnya mungkin tidak ada perubahan.

Aku masih belum mampu menentukan arah hidup yang hakiki. masih selalu terjebak dalam setiap tikungan yang absurd namun tak apalah, langkah harus tetap diayun.

Sudah tidak terlalu banyak harapan yang kusandarkan di dunia ini. hanya beberapa hal sederhana yang kuinginkan.

Normal bagi seorang suami menginginkan anak isterinya selalu dalam keadaan baik-baik saja. memberi nafkah dan menyediakan tempat berteduh. seperti itu mungkin keinginan sederhana yang sekarang kusimpan dalam diriku, tidak lebih.

hal lain mungkin adalah keinginan untuk menetap dan menua di kota kecil. tidak di Ibu kota. aku memang bukan orang yang terlalu ngotot dalam hidup untuk hal-hal yang sifatnya material. hanya sekedar ingin hidup bahagia dalam kesederhanaan bersama keluarga.

entah, semua itu keinginan yang sederhana atau bahkan terlalu muluk namun yang pasti hidupku sekarang hanya ingin berfokus pada keluarga.

angka-angka hidup yang kulewati semakin bertambah banyak. aku ingin sampai pada suatu titik dimana hidup itu kuartikan bukan melulu tentang hal-hal yang indrawi namun menyingkap semua hijab yang masih menutup hati.

ah, sudah. ini saja testimoni tentang pengulangan tanggal lahirku. sebenarnya aku sudah malas menulis rutinitas tiap tahun seperti ini namun sekedar untuk menyegarkan otakku tentang hal-hal yang kuinginkan.

Selamat ulang tahun buat saya.

Cipaku, 8 September 16

August 24, 2016

Tentang Berpulang

Hidup adalah cerita tentang penantian untuk berpulang bukan tentang pertemuan. Selalu saja ketika ada yang mendapat giliran apatahlagi seorang yang diakrabi, maka diri akan bersedih. Saya selalu berandai-andai seandainya saja perpisahan itu tidak ada namun toh itu bukanlah hidup jika abadi.
 
Sabtu malam kemarin, kakak laki-laki dari ibuku mendapat giliran dipanggil Ilahi. Ada rasa pilu di sudut hatiku mendengar kepergian beliau. salah satu saudara ibuku  yang dekat dengan Ibuku. Subjektif memang alasannya kenapa saya menaruh respek kepada beliau namun toh bukankah semua orang memang memandang kecintaan mereka secara subjektif.

Bukan tanpa alasan kenapa saya menyimpan sedih mendengar kepergiaannya. Sejak kecil beliau selalu ada ketika Ibuku butuh, beliau hadir sebagai sosok kakak bagi Ibuku dan tak terhitung bantuannya kepada keluargaku.

Beliau menjaga silaturrahim dengan istiqomah. Sehabis pulang shalat maghrib, beliau selalu saja menyempatkan mampir di rumahku entah sejenak atau bahkan sampai menjelang isya. Beliau akan selalu ada mendengarkan masalah yang sedang dihadapi Ibuku.

Beliau mempunyai 12 orang anak dan menghidupinya dari bertani tanpa sekalipun mengeluh. Sesuatu yang langka bagi pasangan suami isteri sekarang yang tidak berani mempunyai banyak anak karena ketakutan-ketakutan akan kekurangan materi, jangankan berani mempunyai anak sampai selusin, 3 ataupun 4 anak masih banyak yang mempertimbangkan masalah nafkahnya. Namun beliau tidak pernah ada pertimbangan seperti itu karena kekuatan iman bahwa toh semua rezeki sudah disiapkan semesta bagi calon penghuninya.

Tidak ada lagi paman saya yang selalu menyambutku dengan senyuman saat mudik, tidak ada lagi yang menggangguku dengan pertanyaan-pertanyaan usil dan hal-hal lain yang selalu kurindukan darinya.
 
Selamat jalan om, semoga Ilahi selalu menyertaimu dengan maghfiranya. Menerima semua amalan baikmu dan mengampuni semua khilafmu.

Cipaku, 24 Agustus 2016

July 19, 2016

Zona Baru

Genap 2 tahun di tempat ini dan harus memulai hal baru di tempat yang baru. Memang selalu ada kekhawatiran ataupun kecemasan terhadap hal yang akan terjadi ketika berpindah zona dari yang sebelumnya sudah settle kemudian harus beradaptasi lagi yang baru, tetapi takkan meruntuhkan semangatku karena toh hidup ini akan menjadi lapang ketika ketika selalu berusaha memperluas zona nyaman kita.

Hidup tidak melulu tentang hal-hal yang mudah namun juga sebaliknya, hidup bukan tragedi yang selalu menawarkan kepedihan. Hidup adalah perjalanan hidup dengan iringan suka duka, senang susah. jika hanya memilih senang maka itu bukan hidup tetapi surga.

Hidup seperti perjalanan waktu yang bergerak laksana cahaya, hanya kedipan mata kemudian kita sudah dilemparkan jauh ke depan entah dalam nasib seperti apa. Dua tahun di tempat ini hanyalah seperti melempar pandangan ke langit kemudian tiba-tiba sampai.

Masih jelas ingatanku 2 tahun silam, 26 Agustus 2014, Aku memasuki tempat ini tanpa pengetahuan sama sekali. Diam dan terus memperhatikan keadaan sekitar, sesekali bertanya akan hal-hal yang asing. Semua mengalir dan berlalu begitu saja sampai sekarang, tempat ini perlahan menyatu dengan diri.

Sekali lagi, zona nyaman ini sebentar lagi akan kutinggalkan. Sejatinya, aku sudah tidak terlalu sentimentil terhadap yang namanya perpisahan namun tetap saja bahwa semua hal yang sudah dilewati akan dirindukan. Aku harus berdamai dengan pergantian proses dalam hidup karena toh ketika tidak ada pergantian maka hidup akan berjalan di tempat.

 Di tempat yang baru, aku menduga akan banyak lagi puzzle yang harus kususun menjadi satu kesatuan utuh, toh menurutku, hidup ini adalah serpihan puzzle yang kita rangkai satu persatu hingga pada akhirnya nanti, semua akan ditinggalkan entah ketika menjadi utuh atau tidak lagian yang akan diperlihatkan nantinya oleh Ilahi adalah kesungguhan kita mengikuti proses bukan pada hasilnya.

Tempat ini sudah kuresapi baunya, sudah kupeluk erat selama dua tahun dan akan menjadi kenangan dan cerita yang nantinya akan kutertawakan terhadap hal-hal yang terjadi selama ini. meski selalu ada kesempatan untuk kembali ke tempat ini selama aku masih berstatus di bawah bendera perusahaan namun mungkin saja masih lama atau bahkan tidak sama sekali

Ya sudah, Sayonara kantor Rawamangun.

19 07 16 08:34