October 12, 2016

Neerja (2016)

"Jangan bekerja terlalu diforsir, menunduklah saat berjalan, urus urusanmu sendiri, pikirkan kehormatan hidupmu saat dalam bahaya." testimoni Ibu Neerja pada acara setahun meninggalnya Neerja

Saya agak malas mereview film ini. Bukan dari segi cerita ataupun pemerannya namun lebih pada dampak dari film ini. Film yang menceritakan pembajakan pesawat yang berangkat dari India menuju Frankfurt, Jerman dan akan berakhir di  Amerika Serikat namun dibajak saat transit di karachi, Pakistan.

Film ini jelas sangat sensitif terhadap hubungan India dengan pakistan yang tidak pernah akur. meskipun diangkat dari kisah nyata dari kisah Neerja Bhanot yang menjadi korban pembajak pesawat sipil Pan Am 30 tahun yang lalu. alasannya karena Pesawat tersebut dibajak di Karachi. memang para pembajak bukan dari kelompok extrimis Pakistan melainkan dari kelompok Abu Nidal Palestina.

Cerita di film ini berawal dari seorang gadis bernama Neerja Bhanot. dia seorang mantan model yang kemudian beralih menjadi seorang Pramugari. Ibunya mendesak supaya resign namun dia bersikeras karena sangat menyenangi pekerjaannya.

beberapa hari sebelum ulang tahunnya, Neerja melakukan penerbangan dengan pesawat Pan Am Flight 73. dini hari, dia diantar sang pacar ke bandara. perpisahan keduanya diakhiri dengan pelukan sebelum Neerja naik ke pesawat.

Pesawat Pan Am akan berangkat dari Mumbai transit di Karachi dan Frankfurt kemudian akan berakhir di New York. penerbangan tersebut adalah debut Neerja sebagai kepala kabin. 

sesampai di Karachi, Pakistan sesaat setelah transit sebelum take off, sekelompok orang yang menyamar sebagai petugas bandara membajak pesawat dengan senjata lengkap. mengetahui keadaan tersebut, Neerja berinisiatif memberitahu kepada Pilot kondisi di kabin. Pilot dan Co-Pilot melarikan diri melalui pintu rahasia.

mengetahui pilot kabur, para teroris marah dan melakukan negoisasi dengan petugas bandara. berjam-jam drama pembajakan tersebut berlangsung namun tidak ada kejelasan akan hasil negoisasi antara teroris dan pihak bandara. akhirnya para teroris semakin kalut. 

semua penumpang disuruh mengumpulkan paspornya. Neerja dan teman pramugarinya bertugas mengumpulkan semua paspor penumpang namun dia membisiki teman-temannya untuk tidak mengambil paspor USA. 

setelah sekitar 15 jam dan belum ada hasil dari negoisasi. lampu di kabin pesawat mati. para teroris mengira bahwa mereka akan dikepung . dalam kekalutan, teroris melepaskan tembakan membabi buta. Neerja dibantu dengan pramugari lain membuka pintu darurat. para penumpang berebutan keluar.

Neerja yang sejatinya sudah berada di pintu darurat memilih untuk tidak keluar dari pesawat dan memastikan semua penumpang sudah keluar dari pesawat. ada 3 bocah yang ternyata masih terjebak di kabin. Neerja memutuskan untuk menyelamatkan ketiga anak tersebut tetapi sialnya, saat hendak keluar dari pintu darurat, mereka kepergok seorang teroris. Neerja memeluk ketiga anak tersebut. Neerja meninggal dengan hujaman peluru namun ketiga anak yang dilindunginya selamat.

dari segala sisi, film ini keren namun seperti yang saya katakan diatas bahwa film ini sangat berpotensi menyinggung pihak Pakistan. Pesawat dibajak di bandara Karachi Pakistan dan para pembajak meskipun bukan orang namun dari kalangan Islam yang notabene mayoritas warga Pakistan adalah Muslim.

but overall, this film remmonded for u all

12 10 16

No comments: