Entah sudah berapa kali aku melewatkan momen Idul Adha di kampung. Tidak lagi menyaksikan euforia masyarakat ketika menjelang pemotongan hewan qurban. masa yang dulu selalu meninggalkan kenangan yang tertawan di sudut hati.
Tahun lalu, Saya menikmati momen Idul Adha di kawasan Cibubur tepatnya di kota wisata. Rumah salah seorang kerabat isteri Saya. Tidak terlalu banyak hal yang membuatku harus mengingat momen Idul Adha tahun lalu. toh hanya mengikuti shalat Idul Adha kemudian kembali ke rumah dan berdiam diri di kamar.
Idul Adha kali ini kemungkinan akan kembali kuhabiskan di Ibu Kota. Saya tidak punya cukup waktu untuk mudik ke kampung halaman. Namun ada kesyukuran lain karena seminggu sebelum Idul Adha, Saya punya kesempatan pulang kampung bertepatan dengan tugas kantor di kota Provinsi.
Menelisik kembali momen Idul Adha membawaku menikmati masa kecil. Masa di mana begitu riangnya kami kumpulan bocah membantu para orang tua yang sedang sibuk di tempat pemotongan hewan qurban. Tugas kami biasanya mencuci daging qurban di sungai kemudian membagikan ke Masyarakat.
Hanya saja, di malam Idul Adha. Saya sedih melihat jagoan Saya yang meringkuk lenas karena demam. Dokter mengatakan bahwa dia diare akut.
Saya agak trauma setiap kali dia demam. Kenangan setahun silam dini hari sekitar jam 3 pagi, saat kami harus bergegas membawanya ke RSUD Pasar Minggu. Dia harus diopname selama 3 hari sebelum diizinkan pulang oleh Dokter.
Oh iya, doa-doa terbaik kupanjatkan di malam Idul Qurban, semoga kita semua bisa meneladani perjalanan tauhid Nabi Ibrahim dan ketaatan Nabi Ismail terhadap Tuhan dan orang tuanya.
Cilandak, 31 8 17
Saat takbir berkumandang sahut menyahut.
No comments:
Post a Comment