Sejak kapan aku mulai peduli dengan yang namanya ulang tahun? selalu kupersetankan hal remeh temeh seperti itu sejak dulu. toh keniscayaan yang tidak bisa dihindari sampai pada akhirnya membawa kita ke lembah kefanaan.
Tapi tidak apalah untuk sekedar mengingat awal jejak memasuki gerbang dunia yang tengik. berapa puluh tahun yang lalu, di sebuah desa kecil dan terlahir dari seorang Ibu yang keren. aku berlumuran darah dan tangisan yang meraung-raung menyadari betapa mengerikannya menghadapi hidup ini. kata Ibu hari itu hari senin.
Sampai sekarang dengan berlipat angka umurmu. aku tak tahu harus berkata apa karena doa sudah terpanjatkan semua. hanya yang menjadi pembeda saat ini adalah aku sudah beristeri dengan seorang anak kecil yang ganteng. untuk yang lainnya mungkin tidak ada perubahan.
Aku masih belum mampu menentukan arah hidup yang hakiki. masih selalu terjebak dalam setiap tikungan yang absurd namun tak apalah, langkah harus tetap diayun.
Sudah tidak terlalu banyak harapan yang kusandarkan di dunia ini. hanya beberapa hal sederhana yang kuinginkan.
Normal bagi seorang suami menginginkan anak isterinya selalu dalam keadaan baik-baik saja. memberi nafkah dan menyediakan tempat berteduh. seperti itu mungkin keinginan sederhana yang sekarang kusimpan dalam diriku, tidak lebih.
hal lain mungkin adalah keinginan untuk menetap dan menua di kota kecil. tidak di Ibu kota. aku memang bukan orang yang terlalu ngotot dalam hidup untuk hal-hal yang sifatnya material. hanya sekedar ingin hidup bahagia dalam kesederhanaan bersama keluarga.
entah, semua itu keinginan yang sederhana atau bahkan terlalu muluk namun yang pasti hidupku sekarang hanya ingin berfokus pada keluarga.
angka-angka hidup yang kulewati semakin bertambah banyak. aku ingin sampai pada suatu titik dimana hidup itu kuartikan bukan melulu tentang hal-hal yang indrawi namun menyingkap semua hijab yang masih menutup hati.
ah, sudah. ini saja testimoni tentang pengulangan tanggal lahirku. sebenarnya aku sudah malas menulis rutinitas tiap tahun seperti ini namun sekedar untuk menyegarkan otakku tentang hal-hal yang kuinginkan.
Selamat ulang tahun buat saya.
Cipaku, 8 September 16
Sudah tidak terlalu banyak harapan yang kusandarkan di dunia ini. hanya beberapa hal sederhana yang kuinginkan.
Normal bagi seorang suami menginginkan anak isterinya selalu dalam keadaan baik-baik saja. memberi nafkah dan menyediakan tempat berteduh. seperti itu mungkin keinginan sederhana yang sekarang kusimpan dalam diriku, tidak lebih.
hal lain mungkin adalah keinginan untuk menetap dan menua di kota kecil. tidak di Ibu kota. aku memang bukan orang yang terlalu ngotot dalam hidup untuk hal-hal yang sifatnya material. hanya sekedar ingin hidup bahagia dalam kesederhanaan bersama keluarga.
entah, semua itu keinginan yang sederhana atau bahkan terlalu muluk namun yang pasti hidupku sekarang hanya ingin berfokus pada keluarga.
angka-angka hidup yang kulewati semakin bertambah banyak. aku ingin sampai pada suatu titik dimana hidup itu kuartikan bukan melulu tentang hal-hal yang indrawi namun menyingkap semua hijab yang masih menutup hati.
ah, sudah. ini saja testimoni tentang pengulangan tanggal lahirku. sebenarnya aku sudah malas menulis rutinitas tiap tahun seperti ini namun sekedar untuk menyegarkan otakku tentang hal-hal yang kuinginkan.
Selamat ulang tahun buat saya.
Cipaku, 8 September 16
No comments:
Post a Comment