October 6, 2016

Sanam Teri Kasam (2016)

"Budaya Masyarakat yang turun menurun mematikan karakter manusia."

Film berikutnya yang menemaniku di liburan weekend. bercerita tentang budaya Masyarakat yang masih konvensional. ada mitos di budaya masyarakat yang masih mengakar kuat bahwa tidak boleh melangkahi seorang kakak dalam hal pernikahan. ketika seorang adek ingin menikah maka harus menunggu kakaknya menikah terlebih dahulu.

budaya seperti itu ternyata tidak hanya berlaku di negeri ini namun masyarakat India juga masih sangat mempercayai budaya tersebut bahkan dalam hal yang ekstrim dibandingkan masyarakat indonesia.

Saru seorang gadis cupu pegawai perpustakaan. dia hidup bahagia dengan seorang adik perempuannya dan kedua orang tuanya. hanya satu yang menjadi keresahan Saru karena dia belum jua bertemu jodohnya sedangkan Kaveri, adik satu-satunya, sudah ngebet ingin menikah.

adat di keluarga Saru tidak membolehkan seorang adik mendahului kakaknya menikah apapun alasannya. hal tersebut yang menjadi beban pikiran Saru apatahlagi sering kali, dia sudah didesak oleh adiknya untuk segera mencari jodoh.

Saru yang dasarnya cupu membuatnya sulit menemukan calon pendamping. hingga suatu waktu dia membaca sebuah majalah yang covernya tentang seorang model. ndilalahnya, model tersebut adalah pacar seorang pria yang satu apartemen dengan keluarga Saru.

Inder, pacar si model yang bertetangga dengan Saru. dia seorang anak pengacara kaya dan pacar dari model terkenal. Saru nekat masuk ke kamar Inder jam 4 subuh untuk meminta tolong kepada pacarnya.

pada saat Saru dan Inder berduaa di kamar, pacarnya tiba-tiba datang. dia curiga bahwa Inder dan Saru selingkuh. Inder kemudian ingin menjelaskan bahwa sejatinya Saru datang hanya ingin meminta tolong di make over olehnya namun pacar Inder tidak percaya kemudian melempar botol ke arah Inder yang mengenai punggungnya sambil berlalu.

Saru merasa bersalah kemudian membersihkan darah di punggung Inder. pada momen tersebut, Manish Choudhary, ayah Saru datang dan memergoki mereka atas laporan dari satpam kompleks. Tn Manish begitu marah sampai pada keputusannya tidak menganggap lagi Saru sebagai anak. Saru dicoret dari daftar keluarga dan fotonya dikalungkan kembang sebagai pertanda dia sudah meninggal.

mengetahui hal tersebut, Saru amat terpukul begitupun Inder. sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap Saru, Inder mencarikan rumah sebagai tempat tinggal.

Saru dan Inder melewati hidup bersama sejak dia diusir dari rumah. pada perjalanannya, Saru merubah penampilannya menjadi seorang yang cantik jelita. banyak yang jatuh hati kepadanya namun Saru lebih memilih Abimanyu, teman kerjanya.

Abimanyu ternyata serius dan melamar Saru. pernikahan mereka sudah direncanakan namun ternyata, ayah Saru tidak setuju setelah mengetahui bahwa Saru sudah dianggap meninggal di keluarganya. Saru begitu terpukul. Inder dengan tulus terus menemani Saru.

Suatu waktu dalam keputusasaan yang tak tertahankan, Saru pergi tanpa memberitahu siapapun. Inder panik sesaat mengetahui Saru pergi. dia mendatangi perpustakaan dan ternyata Saru sudah resign. Inder kemudian mencari tanpa henti dan menemukan Saru di tengah hutan dalam kesendiriannya.

ketika hendak pulang, Inder mendapati Sari yang sedang mimisan. Inder pun membawa Saru memeriksakan kesehatannya. berawal dari situ, Inder mengetahui bahwa Saru menginap tumor di kepalanya. Inder begitu terpukul karena dia sudah terlanjur jatuh cinta kepada Saru.

Inder mendatangi ayah Saru dan memintanya untuk melepas kembang dari foto Saru. ayah Saru yang belum tahu keadaan anaknya masih berkeras untuk tetap menganggap Saru sudah meninggal.

Saru pun datang sendiri ke orang tuanya dan meminta restu menikah dengan Inder. dalam keterpaksaan, orang tuanya mengabulkan doa Saru. 

Setelah menikah, Ayah Saru baru mengetahui keadaan sesungguhnya bahwa Saru sedang sakit. dia begitu terpukul atas apa yang sudah dilakukannya terhadap Saru.

"Apapun yang didoakan orang tua terhadap anaknya, entah itu berkah ataupun celaka akan dikabulkan."

Film Sanam Teri Kasam mengajarkan bahwa budaya yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman seharusnya ditinggalkan apatahlagi yang mengekang kebebasan dan kreativitas manusia.
Ibuku sering mengingatkan untuk menjaga ucapan tentang anakku. jangan pernah begitu mudahnya mengeluarkan kata-kata yang negatif tentang anak karena terkadang hal tersebut menjadi kenyataan.

Ada semacam pelajaran kualat dalam cerita film tersebut.

6 10 16

No comments: