Sudah tak berbilang kali aku menulis tentang waktu bahkan dalam beberapa tulisanku yang bahkan tidak berhubungan dengan waktu pun sering kusisipkan kata itu. Aku memang selalu memperhatikan perjalanan waktu yang seakan tidak pernah letih melangkah dan terus melangkah bahkan sering terkesan waktu berlari begitu cepat. Aku terkadang tak percaya bahwa usiaku sudah menginjak umur yang matang dimana serasa baru kemarin aku bermain layangan ataupun bermain lumpur.
Tiba pada saat ini, di gerbang Ramadhan 1436 H, seakan baru sebulan berlalu aku menjalani Ramadhan tahun di Cilandak namun ternyata kali ini ramadan sudah datang menyapa. Perjalanan waktu yang begitu amat cepatnya benar-benar membuatku terkesima bahwa tidak ada tempat bagi orang yang berleha-leha tanpa bergerak mengikuti alur kehidupan. berjalan adalah solusi paling sempurna dalam mengikuti permainan waktu dan sesekali meneduh ketika penat menghampiri namun jangan biarkan malas mendera karena kita akan tergerus oleh aliran waktu
Durasi setahun yang aku lalui layaknya hanya sekilas pandangan mata. aku tidak sempat mudik lebaran tahun lalu karena masalah ekonomi. Masih segar diingatanku saat shalat ied di masjid Istiqlal. Di tengah riuh kegembiraan manusia yang merayakan kemenangan, aku bahkan menitikkan air mata dengan berbagai alasan. Sepi dalam keramaian karena jauh dari orang yang diakrabi mungkin pula nista yang sudah bergunung membuatku tak tahu harus bagaimana mengakuinya di hadapan Sang Ilahi.
Setahun berjalan, kedzaliman masih aku ulangi meski beberapa kali aku mengikrarkan diri untuk bertobat. Benarlah sebuah pernyataan yang kira-kira seperti ini bahwa lebih baik menghindari maksiat karena ketika sudah terjebak di dalamnya, terkadang membutuhkan kerja keras untuk lepas darinya bahkan seringkali manusia gagal lepas dari cengkraman maksiat.
Hal yang berbeda setahun ini adalah kesibukanku yang harus menjalani rutinitas di kantor bumida rawamangun. Aku kemudian bergumul dengan kesibukan mingguan kemudian menghabiskan waktu berjalan-jalan saat weekend. Suatu bentuk kesyukuran karena tidak mempunyai aktivitas terkadang membunuh gairah kreativitas.
Esok ramadan kembali. Selalu saja ketika momen tersebut tiba, maka memori masa lalu menyeruak di kepalaku tentang semua kenangan di kampung. Ramadan memang selalu menghadirkan kehangatan karena kita akan melewati beberapa rutinitas bersama-sama entah dengan keluarga maupun dengan teman-teman. mulai sahur, shalat subuh di mesjid yang dipenuhi khalayak, jalan-jalan pagi dan saat petang menjelang, aneka jajanan ta'jil dijual di pinggir jalan, buka bersama yang ramai diadakan dimana-mana sampai tarweh bareng.
Di usia yang sudah tidak lagi muda, aku berusaha untuk memaknai Ramadhan bukan sekedar bernostalgia dengan masa kecil yang penuh kesan namun lebih dari semua itu, aku berusaha untuk merefresh ulang semua hal yang telah berjalan setahun sebelumnya. Ramadhan selalu mengingatkan aku bahwa usia selalu bertambah dan umur berkurang.
Sebentar lagi Ramadhan tiba
Marhaban Ya Ramadhan
170615
Esok ramadan kembali. Selalu saja ketika momen tersebut tiba, maka memori masa lalu menyeruak di kepalaku tentang semua kenangan di kampung. Ramadan memang selalu menghadirkan kehangatan karena kita akan melewati beberapa rutinitas bersama-sama entah dengan keluarga maupun dengan teman-teman. mulai sahur, shalat subuh di mesjid yang dipenuhi khalayak, jalan-jalan pagi dan saat petang menjelang, aneka jajanan ta'jil dijual di pinggir jalan, buka bersama yang ramai diadakan dimana-mana sampai tarweh bareng.
Di usia yang sudah tidak lagi muda, aku berusaha untuk memaknai Ramadhan bukan sekedar bernostalgia dengan masa kecil yang penuh kesan namun lebih dari semua itu, aku berusaha untuk merefresh ulang semua hal yang telah berjalan setahun sebelumnya. Ramadhan selalu mengingatkan aku bahwa usia selalu bertambah dan umur berkurang.
Sebentar lagi Ramadhan tiba
Marhaban Ya Ramadhan
170615

