February 2, 2015

1 Februari 2015

Mungkin pilihannya adalah salah. atau mungkin memang setiap hal punya akibat yang mengikuti
aku sebenarnya bersyukur bahkan lebih dari itu
alam selalu saja memberikan pelajaran yang bermakna
entahlah
namun seringkali kumengingkarinya

kemarin
kalaupun disatu hal aku berontak
dan ingin melampiaskan semua amarah
namun satu hal yang aku yakini bahwa itu adalah akibat dari perbuatan yang dulu kuperbuat.
alam tidak pernah salah, semesta menyayangi makhluknya
aku belajar bahwa semua akan kembali ke dalam diri

ingin kumeronta
ingin kehancurkan semua yang ada dalam setiap langkah yang salah
namun siapa sebenarnya yang ingin kumaki, orang lainkah
atau bahkan muka ku sendiri

naif memang

aku menjadi pecundang yang tak berarti
namun aku tidak akan menghentikan langkahku untuk selalu belajar

kantorBumidaRawamangun. 020215
 

January 31, 2015

Kota Ini

Mungkin di kota ini aku menjumpai begitu banyak cerita yang sebelumnya sama sekali tidak terpikir olehku. Seperti mimpi saja saat mendengar orang yang begitu gampangnya menghakimi orang lain, tentang maling yang ketangkap basah di samping kantorku, tentang teman kantor yang selalu berkonflik dan tentang apa saja yang mungkin akan memberikan kita pelajaran tentang hidup.

Ritme kehidupan yang begitu cepat dan tuntutan yang semakin melambung tidak membiarkan sedikit pun manusia di sini untuk bernafas dan berhenti sejenak melepas penat. saling sikut dan saling lomba dalam hal apa saja. tidak mengherankan ketika arus manusia dalam keruwetan kota ini sering menimbulkan berbagai macam konflik horizontal bahkan tentang hal sekecil apapun.

Sangat mudah untuk menemui orang yang dengan begitu mudahnya meluapkan emosi. orang-orang sepertinya tidak lagi memiliki sedikit kesabaran untuk memaafkan orang lain. cobalah untuk naik bis, busway ataupun angkot, semua orang tidak ada sedikitpun yang melempar senyum. mereka hening dalam keheningan yang artifisial atau bahkan parah lagi yang sibuk dengan hp nya sampai di tempat tujuan. cobalah untuk naik lift bersama kerumunan orang, tidak akan ada saling tegur, bahkan yang ada menunduk sambil hening seperti memikirkan sesuatu yang sangat pelik bahkan menurutku di kota ini, senyuman begitu mahal harganya.

Cobalah untuk memutari kota ini dan mencari alamat. Saat kesasar dan kesulitan menemukan alamat maka coba untuk bertanya ke tukang ojek atau siapa pun yang engkau temui. Aku yakin engkau akan mendapat banyak diantara mereka yang dengan acuh menjawab atau bahkan dengan wajah malas menjelaskan alamat yang engkau tanyakan meski mungkin mereka tahu alamat tersebut. Di sini aku tidak menggeneralisasikan semua orang di Jakarta ataupun tidak sedang mencoba untuk menghayal karena aku sendiri mengalaminya. pekerjaanku sebagai surveyor kantor membuatku harus melancong ke seantero Jabodetabek mencari alamat. Kerapkali aku bertanya ke orang-orang dan tanggapan yang kuterima seringkali mereka dengan wajah masam menjawab pertanyaanku. aku bahkan berpikir bahwa seandainya bisa dibayar, mungkin bertanya pun kita harus membayar di kota ini. ironi sekaligus menyedihkan.

Bagaimana pun kota ini penuh dengan dinamika kehidupan. Jika ingin mencoba nyali untuk menentukan kadar kesabaran sampai dimana batasnya maka sering-seringlah berkendara di kota ini. Jika mampu menjaga hati tanpa kesal sedikitpun saat sedang di jalanan kota ini maka level kesabaran kita sudah teruji. aku bahkan seringkali kesal, jengkel atau apapun itu ketika berkendara dan ada saja yang membuat hati seakan ingin mengumpat.

Inilah Jakarta dengan seluk beluknya. Bagaimanapun juga bahwa kota ini Insya Allah akan menjadi kota tempat tinggal mungkin sampai tua ataupun mungkin 10 tahun ke depan. aku harus belajar ikhlas dan mencintai kota dengan segala seni kehidupan di dalamnya.

January, 30 2015

January 27, 2015

Mas Ed

Aku sering menjumpai orang di setiap perjalanan hidupku. Sudah begitu banyak orang yang silih berganti masuk dalam kehidupanku. Terkadang tidak cocok namun kerapkali pun satu paham. Sejak pertama kali aku menginjakkan kaki di pulau jawa, ada paradigma yang terbongkar dari kepalaku tentang karakter orang jawa dan bahkan kalau Allah mengizinkan maka aku akan mempersunting gadis jawa.

Dulu saat masih berputar-putar di tanah Sulawesi, aku menyangka bahwa orang Jawa adalah orang yang suka menjajah bahkan mereka tidak mau susah dalam hidup. Itu dulu namun sekarang aku tahu dan paham bahwa manusia tidak bisa digeneralisasikan seenak dengkul kita. Dalam hal ini bahwa setiap manusia dari manapun berada dan suku apapun bahkan agama apapun dia, maka dia kan memiliki nurani. Karakternya terkadang dibentuk oleh keluarga yang membesarkannya. itulah kesimpulanku tentang manusia sampai saat ini.

Kembali ke perjalananku yang menemui orang silih berganti. kali ini selama lima bulan di tempat ini. Aku bertemu dengan salah seorang kokarda yang berasal dari klaten. seiring berjalan waktu, kami akrab karena aku sering menemaninya bermalam di kantor pada malam sabtu. Namanya mas E. Setelah lama bercengkerama dengannya, aku tahu banyak tentang dirinya. Dia mempunyai isteri dan seorang anak yang tinggal di kampung. Dia setiap sebulan sekali pulang menengok isterinya. Dia pernah bercerita bahwa dia sudah 10 tahun bekerja sebagai kokarda di kantor ini. Awal dia bekerja di sini, dia doyan dugem, mabuk dan jarang salat bahkan di kaki kirinya ada tatoo. Aku mengenal dia dalam keadaan seperti sekarang. Sudah amat sangat tertib salat bahkan tidak pernah aku menjumpai dia meninggalkan shalat duha di kantor. Merokok pun sudah ditinggalkannya. Setiap kali bekerja, dia sering menghapal Al-Qur'an.

Banyak hal yang membuatku salut kepada mas E. Ketulusannya dalam bekerja dan tidak pernah mengeluh bahkan pemikirannya yang visioner membuatku harus mengacungkan jempol untuknya. Ternyata selama bekerja, dia mengumpulkan uangnya untuk memulai usaha ternak bebek di kampungnya dan hingga di awal tahun ini, dia memutuskan untuk resign dari kantor ini dan pulang kampung melanjutkan usaha ternak bebeknya, berkumpul  dengan anak isterinya.

Terlalu singkat memang perkenalanku dengannya namun sesingkat itu aku bisa mengatakan bahwa dia adalah orang baik. aku sering bermain catur dengannya tapi dia lumayan jenius kalau main catur.

mengenangmasseyangsebentarlagipulangkampung
270115

Tentang Madiun dan Rencana Kita

Ini kebersamaan kami berjalan pulang ke madiun setelah penat dengan ritme hidup di ibu kota. terlalu sayang untuk tidak menuliskan setiap jejak kebersamaan. perjalanan dua tahun bersamamu cukup membuatku banyak belajar tentang hidup dan kesetiaan meski aku juga sadar bahwa ini belum apa-apa karena kita baru merencanakan sebuah kehidupan yang lain. kesetiaan dan kebersamaan bahkan hal yang tulus baru akan menemui ujiannya ketika kita mengarungi kehidupan yang sebenarnya. hanya satu yang kuharap darimu, jangan sekali-kali berubah. aku memang kerapkali marah, dan bahkan seringkali membuatmu menangis namun aku pun tidak akan membuatmu terluka. menangis dan terluka adalah dua hal yang berbeda dek. engkau adalah gadis mungil yang membuatku berarti dan berani melangkah bahkan tentang hidup seperti apa yang akan kita jalani. tidak tergantung dengan materi dan duniawi meski kita berdua pun sadar kita butuh akan hal itu.

Aku ingat saat menemui keluargamu yang menawarkan kita bantuan. aku sadar bahwa engkau memang bertekad memulai dari awal bersamaku karena tidak pernah memaksakan diri untuk menerima tawaran dari tantemu tentang bantuan yang katanya akan dijual murah kepada kita (meski aku sendiri sadar dan mengakui bahwa harga seperti itu amat sangat mahal). dengan tegas engkau berkata bahwa kita mengontrak dulu sesaat setelah menikah dan tidak perlu memaksakan diri untuk membeli rumah.

Dalam hati kecilku pun aku amat sangat setuju bahwa kita tidak mesti untuk memaksakan diri membeli rumah ketika belum cukup. biarkanlah orang berceloteh tentang kita dan kita tetap berjalan menjalani hidup sesuai dengan kodrat yang memang akan kita jalani. aku menyepakati prinsipmu yang tidak mau memberatkan keluargamu. Aku pun menancapkan dalam dadaku bahwa aku tidak akan menyusahkan orang lain. satu hal yang kuhindari adalah berutang budi kepada orang lain dan jangan sampai orang lain mendikte kehidupan kita karena merasa sudah membantu kehidupan kita.

Perjalanan kita sudah sejauh ini dan kita tidak pernah tergantung kepada orang lain. aku hanya menginginkan kita menjalani hidup tanpa harus berharap bantuan dari orang lain termasuk juga tantemu yang menawarkan bantuan. jikalau saja nantinya kita membeli rumah dari dia maka aku harap harga yang kita beli sesuai dengan yang dijual kepada orang lain dan tidak perlu untuk dimurahkan. aku menghindari berutang budi karena yakinlah jika orang lain merasa membantu kita maka ada suatu masa dia akan mengungkapkannya kepada orang lain dan itu yang amat tidak aku inginkan. bahkan tantemu belum apa-apa sudah bercerita banyak kepada keluargamu yang lain bahwa dia akan menjual murah rumah kepada kita, ingat ini belum ada deal loh dan dia sudah menyebar cerita tentang niatnya membantu kita membeli rumah dan apatahlagi nantinya kalau benar-benar kita membeli rumah dari dia.

hidup ini tidak meluluh tentang materi yang tidak ada habisnya. kita hidup sesuai dengan jalan yang dijalani.

kantorrawamangun. 270115
 #LatePost

January 26, 2015

3 Oktober 2015

Kemarin malam, aku ditelepon oleh mama E. Bercerita banyak tentang persiapan pernikahan yang memang sudah lama kami rencanakan. tanggal 3 oktober 2015 adalah waktu yang sudah disepakati untuk acara pernikahan. Kemarin malam pula, mama E menyarankan supaya keluargaku tidak perlu lagi untuk datang melamar, cukup saja saat pertemuan kakakku dengan mama eni beberapa bulan yang lalu. Aku sepakat dengan hal itu karena pertimbangan biaya.

Entah apa yang kurasakan saat mengingat-ingat tanggal 3 oktober. Semua perasaan bercampuk aduk dan bergelora di dalam dadaku. aku tak tahu harus menyebut perasaan itu sebagai perasaan senang, was-was ataupun khawatir. Aku hanya menjalani semua dengan ikhlas dan berusaha untuk tetap mawas diri. Pernikahan adalah sebuah janji suci yang tidak boleh dipermainkan. Tanggung jawab sebagai suami bukan yang yang mudah apatahlagi nantinya menjadi ayah.

Ah, benar-benar khawatir menyelimuti perasaanku.

tibatibateringat3oktober

260115

January 22, 2015

Rasa yang Tertinggal

Ya Allah, semoga aku tidak berada di pusaran orang yang di depan mereka saling bercanda namun di belakang kemudian harus saling menjatuhkan.

Aku tahu disini sudah mulai tidak sehat, setiap dari mereka merasa benar dan saat berhadapan mereka seperti sangat amat akrab namun tidak seperti adanya.

Kuatkan aku untuk tidak berada di dalam arus yang menenggelamkan ini. biarkanlah semua berjalan seperti apa adanya namun semoga saja aku tidak terjebak di dalamnya

Teringat sebuah candaan dosenku bahwa tidak baik berteman dengan orang yang suka menjelek-jelekkan orang lain.
 
CONTINUED
2201015

January 21, 2015

Ibu yang Berceramah

Tuhan mungkin saja mengarahkanku ke tempat ini untuk bekerja supaya aku belajar banyak hal. Mengendalikan diri dengan semua kondisi yang ada. aku yakin itu. Perjalananku di dunia kerja memang penuh dengan lika-liku dan sejak aku mengamini semua yang kujalani, aku berusaha menemukan satu titik temu bahwa semua ini hanyalah untuk mendewasakanku.

Pertama kali bekerja sebagai DDC GP. Aku dituntut untuk mengendalikan ego. Bagaimana tidak, sebagai lulusan sarjana, aku harus berdiri di pinggir jalan dan berdiri mencari nasabah meski GP bertujuan baik namun tetap saja pandangan orang tentang mencari nasabah adalah hal yang tidak lazim.

Kemudian bekerja sebagai marketing Erlangga membuatku harus menabrak semua aturan yang kubuat dalam hidupku. Mencari pelanggan dengan berbagai macam cara bahkan cara yang tidak dibenarkan dengan nalarku. Aku sudah sering menyogok dan sudah sering mengacuhkan nuraniku saat harus memberikan grasi kepada guru-guru hanya untuk mencapai target jualan.

Pekerjaan yang kulalui sekarang memang sedikit lebih soft. bekerja sebagai staff namun aku harus sadari bahwa bidang pekerjaanku sekarang bergerak di jasa yang sebagian orang masih menganggapnya syubhat. Aku pun masih ragu meski sekarang aku bukan marketing namun tetap saja aliran bisnis ini berasal dari kapitalisasi modal.

Tadi ada momen lucu, bahkan lucu sekali menurutku meski sedikit miris dan aku pun harus diam seribu bahasa menghadapi nasabah tersebut. Sampai akhirnya aku diam seribu bahasa karena ibu itu nampaknya hanya ingin mengeluarkan uneg-unegnya. hingga diakhir pembicaraan, aku tersenyum dan mengatakan semoga ibu sehat dan rejeki lancar.
ibu itu mungkin sedang kesal. ah, sudahlah.

Kantorrawamangun. 210115

January 20, 2015

Keluarga dan Rumah

Untuk seorang pejalan pulang. meninggalkan rumah dalam keadaan hening. segalanya memang nampak menyenangkan namun percayalah bahwa ada masa dimana rumah menjadi istana yang tak tertandingi.

Tidak ada salah memang untuk berjalan jauh. langkah yang gontai tak boleh surut dan bahkan untuk seorang laki-laki di keluargaku, harus mencoba untuk merantau dan menguji dirinya sebagai lelaki meski sekali lagi aku ingatkan bahwa setegar apapun dan sekuat apapun jiwa lelaki, ada masa dimana dia menoleh ke belakang dan merindukan istana kecilnya.

Untuk yang mungkin saja mencoba untuk melupakan masa kecilnya atau pun bahkan berusaha untuk menghapus memori tentang rumah tempat dia tumbuh, yakinlah bahwa mereka telah melakukan hal yang siasia karena rumah tetap melekat dalam sanubari setiap manusia. Rumah menjadi saksi bisu ketika aku mulai tumbuh dan menjadi besar.

Boleh saja bangga bertemu banyak orang, berkawan dengan siapa saja bahkan dengan para manusia yang ditemui di setiap jalan yang ditempuh namun ada satu falsafah yang tidak pernah luntur di kepalaku bahwa " sejauh apapun kakimu melangkah di bumi Tuhan, maka keluarga adalah tempat sebaik-baik kembali untuk bersandar ketika merasa letih."

Dia saat semua kawan yang engkau kenal di dalam perjalananmu menyanjungmu, keluarga terkadang hanya mendoakan yang terbaik untuk dan ketika engkau terjatuh dan tidak satupun temanmu yang menolong maka keluarga akan selalu dengan tangan terbuka memberikan bantuan apapun.

Keluarga layaknya mereka yang dilupakan saat senang dan menjadi sandaran ketika susah.

Ingatlah suatu hal bahwa rumah dan keluargamu jauh di pelosok sana adalah harta yang tak bernilai. Mereka adalah berlian yang tidak akan pernah bisa ditukar dengan apapun.

keluarga adalah basis hidup seseorang. dia selalu ada untuk setiap hal yang menjadi keluhan maupun kesenangan.
 
 
200115
kantorbumidarawamangun

January 19, 2015

Sebuah Desa

Mengingat kampung dikala sendiri saat jauh di perantauan adalah hal yang lumrah. Dalam keheningan malam, hujan deras dan kesendirian di kamar kos akan menambah suasana syahdu saat mengingat kampung halaman. Tidak mudah memang melupakan kampung halaman yang sudah menyatu dengan sukma diri.

Semalam saat suasana itu datang, hening dan hujan yang gerimis. memoriku berputar kembali ke kampung halaman dan di saat yang bersamaan, aku membaca sebuah artikel di situs kompas tentang kampung halamanku. Lumayan mengobati sedikit rindu yang bergelora namun satu hal juga yang membuatku heran bahwa hampir dua tahun meninggalkan kampung, semua seakan sudah perlahan berubah.  

http://travel.kompas.com/read/2013/01/11/16480535/Menikmati.Alam.Pegunungan.di.Buntu.Lamba

Jalan itu Terjal

3 Desember 2012
Mungkin masa ini yang selalu ingin kuulangi. Beribu kali kutorehkan dalam goresan penaku di masa yang kelam ini. Jika saja setiap manusia diberi kesempatan sekali untuk mengulang suatu masanya maka masa inilah yg kupilih untuk kuulangi.

Dua tahun telah berlalu. Tak terasa adanya namun seperti hakekat waktu yang akan terus berjalan tanpa menghiraukan teriakan orang yang menyesali waktu tak berguna, seperti itulah adanya aku.
Pertemuan dua tahun lalu yang amat kusesali bahkan mungkin salah satu penyesalan terbesarku dalam hidup. Bertemu denganmu mencampakkanku dalam dunia yang tak ingin kupilih.
Aku berada dikota masa itu, kota yang masih asing bagiku meski kelak akan menjadi salah satu kota yang paling kurindukan.

Aku dipertemukan oleh waktu denganmu. Di sebuah kantor kecil sebuah lembaga NGO. Aku duduk diam dan tak banyak berbicara, hanya mengamati setiap orang asing di sekitarku. Aku sempat melihatmu duduk dengan polosnya dan tak pernah terpikir apaapa olehku tentangmu. Hanya satu yang kutahu pada masa itu, aku ingin punya banyak teman.

4 februari 2013
Waktu ada aliran jejak langkah yang tak pernah sedikitpun berhenti walau sejenak, begitu pula waktu membawaku di lembaga NGO tempat pertama kali aku mengenalmu. 2 bulan berlalu seperti hanya kedipan mata. Aku kemudian melanjutkan perjalanan waktuku di perusahaan lain dan anehnya itu dekat dengan kotamu.

Tak ada apaapa memang saat pertama kali menginjakkan kaki di kotamu, dipikiranku bahwa aku punya seorang teman di kota yang baru kujejak.
Langkahku sering gontai karena terhempas jauh dari semua yang telah akrab denganku. Aku harus memulai semua dari awal dan benarbenar belajar mengenali.
Aku kuatkan tekad beribu kali untuk tetap bertahan.

April 2013
Entah dari mana awalnya. Intensitas kita komunikasi semakin sering. Aku tak bisa menerka apa yang sedang terjadi pada saat itu. Yang pasti bahwa sekarang baru kusadari itulah awal dari petaka hidupku yang tenggelam.

Kita saling bertukar cerita dan apa saja yang dialami. Entah perasaan apa namanya namun hakekatnya saat itu bahwa aku telah meretas jalan.
Aku tertegun apa yang merasuki sukmaku. Ataukah semua karena kesombonganku.

Agustus 2013
Kedekatan kita semakin intim. Saat jauh darimu serasa sukma melayang jauh keluar dari jasad, tak ada semangat namun ketika di dekatmu, semua menjadi taman bunga yang mendamaikan. Memang perasaan itu melandaku.

Namun sekali lagi aku berkata perasaan itu telah meluluhlantakkan rasionalitasku. Tidak ada lagi yang tersisa dari isi kepalaku.

25 desember 2013
Awal babak baru cerita kita dimulai. Engkau lulus di sebuah instansi pemerintah di ibukota dan engkau akan meninggalkan kotamu. Semua berjalan begitu cepat.aku masih tetap di kota itu saat engkau sudah berbalik badan ke ibu kota.

Tidak ada perasaan aneh saat itu yang kurasakan. setidaknya untuk beberapa saat, aku bisa meninggalkan nista yang kerap kali terulang. Itu saja. Perpisahan itu kurayakan dengan suka cita meski kutahu hanya sekeja karenaaku berjanji akan menyusulmu. Naif diriku ini.

5 April 2014
Aku benar-benar menyusulmu. Dengan perasaan yang tak menentu karena kutahu semua yang sudah kuhindari akan kembali terjadi. Aku tahu itu.
Hidupku benar-benar dipenuhi tragedi tanpa henti.

Kamarkosrawamangun. 190115  23:23

Pencari Jalan

Serupa memoar pagi yang menggelora. Serupa laju kereta tak terhalang dan serupa pula pesawat yang melayang. Nelangsa menghinggapi dan terkadang merasa kalah dan berjalan mundur. Berbalik badan kemudian gontai melangkahkan kaki. terkadang terlintas untuk kembali pulang.

Layaknya jiwa yang gersang. Mengikuti irama kehidupan yang berputar begitu saja. hingga pada suatu titik di mana dosa yang tak terhindarkan. Hanya lidah yang berucap namun jasad tak kunjung bertobat, inikah yang namanya karma ataupun kualat.

Benarlah kata si fulan, tentang rupa-rupa apa saja

Lorong waktu yang kususuri semakin tak bersahabat. Cahaya remang tak berkilau. Aku berkilah dengan semua khotbah yang tak berguna. nyatanya aku adalah jalang tak berharga.

Pudarlah keluguan yang dulu ada. menggantikan ia yang tersamarkan oleh kemunafikan. Ingin rasanya kuberteriak. Ingin kukabarkan itu semua. Aku ingin lari. Sejauh kaki bisa melangkah

Suatu waktu, aku duduk terdiam. Di lorong waktu yang terdalam. bayang wajah sang ibu menari indah di pelupuk mataku. Menegurku dengan semua dosa yang kuperbuat. Nak, aku ikut pula menanggung semua dosa-dosamu..!" begitu katanya kepadaku. remuk rasanya hati ini. ingin menangis dalam hening.

Perjumpaanku adalah tragedi. Ironi dan menyedihkan sekaligus pertemuan yang paling kusesali. Ingin kuulang semua waktu yang ada, ingin kukembali dan memilih untuk tidak mengenalnya. aku hancur dengan perjumpaan itu.
 
Benarlah apa yang dikatakan Luqman,
ﻳﺎ ﺑﻨﻲ!..ﺇﺫﺍ ﺃﺭﺩﺕ ﺃﻥ ﺗﻔﻬﻢ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺤﻜﻤﺔ )ﺍﻟﺤﻜﻤﺔ(، ﻫﻞ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﺤﻴﻦ ﻭﺣﺘﻰ ﺍﻟﺤﺐ ﻳﻤﻜﻦ ﺃﻥ ﻳﻠﻢ ﺑﻬﺎ ﺍﺳﻤﻬﺎ ﺍﻣﺮﺃﺓ، ﻷﻥ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺍﻧﻬﺎ ﻣﺜﻞ ﺍﻟﺤﺮﺏ ﺑﺪﻭﻥ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻭﺍﻟﻤﺤﺒﺔ ﻟﻪ ﺣﺘﻰ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺳﻮﻑ ﻳﺄﻛﻞ .ﻟﻜﻢ، ﻭﺇﺫﺍ ﺗﻜﺮﻩ ﺣﺘﻰ ﺍﻧﻪ ﺳﻮﻑ ﻳﺪﻣﺮ ﻟﻚ ﻟﻘﻤﺎﻥ ﺍﻟﺤﻜﻴﻢ{ }

Wahai Anakku..! Jika Kamu Ingin Memahami Arti Dari Sebuah Hikmah (KEBIJAKSANAAN),Maka Jangan Sampai Dirimu Dapat Dikuasai Oleh Yang Namanya Seorang Perempuan,Karena Perempuan Itu Bagaikan PERANG Tanpa PERDAMAIAN,Apabila Dia MENCINTAIMU Maka Dia Akan MEMANGSAMU,Dan Apabila Dia MEMBENCIMU Maka Dia Akan MEMBINASAKAN Dirimu. {Luqman Al-Hakim}.

Dentuman kata mengalun lembut dalam relung hatiku. Memaksaku untuk hidup dalam kekalutan. Aku tahu, ini mungkin saja aku sesali, dan esok tiada lagi. namun daya jiwaku telah berkata, aku sudah terlalu jauh.Aku masih selalu saja menyesali pertemuan yang dulunya menghancurkan prinsipku.

Aku berkata. Karena terlalu banyak saksi bisu tentang semua. aku adalah manusia tak berhati. mengulum semua yang pernah kuajarkan.

KEMARIN ADALAH TRAGEDI, HARI INI ADALAH IRONI DAN BAHKAN ESOK HARI ADALAH PENGULANGAN.

RWMNGN, 190115

January 15, 2015

Masalah adalah Hidup

kepada yang sedang bersedih di ujung senja yang basah
kepada yang menanti asa dalam hening membisu

semua segera akan berakhir,
menutup hari dengan cita yang terkabulkan
kepada diri yang merasa lebih keras
dan kepada semua yang diujung patah asa

yakinlah hujan sebentar lagi berhenti meneteskan airnya
namun tetap bersiap karena esok mungkin dia datang lagi
bersiaplah.
1501015
masalah harus dihadapi,

January 14, 2015

Dont Do It


Hidup kita akan selalu diwarnai dengan kejadian yang tidak terduga, kadang-kadang berbalik dengan yang kita inginkan. Ada rumus 5 JANGAN mudah-mudahan bisa jadi manfaat.
  1. Jangan Mudah Panik, Tenang tapi tidak santai, karena panik tidak menyelesaikan masalah.
  2. Jangan Suka Mendramatisir Masalah.; Sehingga keadaan menjadi tegang karena pikiran kita sendiri, tetap berfikir positif.
  3. Jangan Bersikap Emosional; Karena kemarahan sikap penuh nafsu cenderung mendangkalkan akal sehat. Orang pemarah kata katanya tidak bermutu, keputusan tidak adil, perilakunya juga rendah.
  4. Jangan Pernah Putus Asa dari Pertolongan Allah; Karena tidak ada yang mustahil bagi Allah, walaupun kita tidak bisa mendetksi dari mana arah pertolongan Allah.
  5. Jangan Merasa Berjasa; Sudah tugas kita untuk berbuat amal soleh. apabila ada hasil yang baik, semuanya karena kemurahan Allah,
 Apabila belum berhasil, maksimalkan ikhtair dan serahkan semua ke Allah.

NB. Sumbernya lupa