January 19, 2015

Pencari Jalan

Serupa memoar pagi yang menggelora. Serupa laju kereta tak terhalang dan serupa pula pesawat yang melayang. Nelangsa menghinggapi dan terkadang merasa kalah dan berjalan mundur. Berbalik badan kemudian gontai melangkahkan kaki. terkadang terlintas untuk kembali pulang.

Layaknya jiwa yang gersang. Mengikuti irama kehidupan yang berputar begitu saja. hingga pada suatu titik di mana dosa yang tak terhindarkan. Hanya lidah yang berucap namun jasad tak kunjung bertobat, inikah yang namanya karma ataupun kualat.

Benarlah kata si fulan, tentang rupa-rupa apa saja

Lorong waktu yang kususuri semakin tak bersahabat. Cahaya remang tak berkilau. Aku berkilah dengan semua khotbah yang tak berguna. nyatanya aku adalah jalang tak berharga.

Pudarlah keluguan yang dulu ada. menggantikan ia yang tersamarkan oleh kemunafikan. Ingin rasanya kuberteriak. Ingin kukabarkan itu semua. Aku ingin lari. Sejauh kaki bisa melangkah

Suatu waktu, aku duduk terdiam. Di lorong waktu yang terdalam. bayang wajah sang ibu menari indah di pelupuk mataku. Menegurku dengan semua dosa yang kuperbuat. Nak, aku ikut pula menanggung semua dosa-dosamu..!" begitu katanya kepadaku. remuk rasanya hati ini. ingin menangis dalam hening.

Perjumpaanku adalah tragedi. Ironi dan menyedihkan sekaligus pertemuan yang paling kusesali. Ingin kuulang semua waktu yang ada, ingin kukembali dan memilih untuk tidak mengenalnya. aku hancur dengan perjumpaan itu.
 
Benarlah apa yang dikatakan Luqman,
ﻳﺎ ﺑﻨﻲ!..ﺇﺫﺍ ﺃﺭﺩﺕ ﺃﻥ ﺗﻔﻬﻢ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺤﻜﻤﺔ )ﺍﻟﺤﻜﻤﺔ(، ﻫﻞ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﺤﻴﻦ ﻭﺣﺘﻰ ﺍﻟﺤﺐ ﻳﻤﻜﻦ ﺃﻥ ﻳﻠﻢ ﺑﻬﺎ ﺍﺳﻤﻬﺎ ﺍﻣﺮﺃﺓ، ﻷﻥ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺍﻧﻬﺎ ﻣﺜﻞ ﺍﻟﺤﺮﺏ ﺑﺪﻭﻥ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻭﺍﻟﻤﺤﺒﺔ ﻟﻪ ﺣﺘﻰ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺳﻮﻑ ﻳﺄﻛﻞ .ﻟﻜﻢ، ﻭﺇﺫﺍ ﺗﻜﺮﻩ ﺣﺘﻰ ﺍﻧﻪ ﺳﻮﻑ ﻳﺪﻣﺮ ﻟﻚ ﻟﻘﻤﺎﻥ ﺍﻟﺤﻜﻴﻢ{ }

Wahai Anakku..! Jika Kamu Ingin Memahami Arti Dari Sebuah Hikmah (KEBIJAKSANAAN),Maka Jangan Sampai Dirimu Dapat Dikuasai Oleh Yang Namanya Seorang Perempuan,Karena Perempuan Itu Bagaikan PERANG Tanpa PERDAMAIAN,Apabila Dia MENCINTAIMU Maka Dia Akan MEMANGSAMU,Dan Apabila Dia MEMBENCIMU Maka Dia Akan MEMBINASAKAN Dirimu. {Luqman Al-Hakim}.

Dentuman kata mengalun lembut dalam relung hatiku. Memaksaku untuk hidup dalam kekalutan. Aku tahu, ini mungkin saja aku sesali, dan esok tiada lagi. namun daya jiwaku telah berkata, aku sudah terlalu jauh.Aku masih selalu saja menyesali pertemuan yang dulunya menghancurkan prinsipku.

Aku berkata. Karena terlalu banyak saksi bisu tentang semua. aku adalah manusia tak berhati. mengulum semua yang pernah kuajarkan.

KEMARIN ADALAH TRAGEDI, HARI INI ADALAH IRONI DAN BAHKAN ESOK HARI ADALAH PENGULANGAN.

RWMNGN, 190115

No comments: