Kemarin malam, aku ditelepon oleh mama E. Bercerita banyak tentang persiapan pernikahan yang memang sudah lama kami rencanakan. tanggal 3 oktober 2015 adalah waktu yang sudah disepakati untuk acara pernikahan. Kemarin malam pula, mama E menyarankan supaya keluargaku tidak perlu lagi untuk datang melamar, cukup saja saat pertemuan kakakku dengan mama eni beberapa bulan yang lalu. Aku sepakat dengan hal itu karena pertimbangan biaya.
Entah apa yang kurasakan saat mengingat-ingat tanggal 3 oktober. Semua perasaan bercampuk aduk dan bergelora di dalam dadaku. aku tak tahu harus menyebut perasaan itu sebagai perasaan senang, was-was ataupun khawatir. Aku hanya menjalani semua dengan ikhlas dan berusaha untuk tetap mawas diri. Pernikahan adalah sebuah janji suci yang tidak boleh dipermainkan. Tanggung jawab sebagai suami bukan yang yang mudah apatahlagi nantinya menjadi ayah.
Ah, benar-benar khawatir menyelimuti perasaanku.
tibatibateringat3oktober
260115
No comments:
Post a Comment