3 Desember 2012
Mungkin masa ini yang selalu ingin kuulangi. Beribu kali kutorehkan dalam goresan penaku di masa yang kelam ini. Jika saja setiap manusia diberi kesempatan sekali untuk mengulang suatu masanya maka masa inilah yg kupilih untuk kuulangi.
Dua tahun telah berlalu. Tak terasa adanya namun seperti hakekat waktu yang akan terus berjalan tanpa menghiraukan teriakan orang yang menyesali waktu tak berguna, seperti itulah adanya aku.
Pertemuan dua tahun lalu yang amat kusesali bahkan mungkin salah satu penyesalan terbesarku dalam hidup. Bertemu denganmu mencampakkanku dalam dunia yang tak ingin kupilih.
Aku berada dikota masa itu, kota yang masih asing bagiku meski kelak akan menjadi salah satu kota yang paling kurindukan.
Aku dipertemukan oleh waktu denganmu. Di sebuah kantor kecil sebuah lembaga NGO. Aku duduk diam dan tak banyak berbicara, hanya mengamati setiap orang asing di sekitarku. Aku sempat melihatmu duduk dengan polosnya dan tak pernah terpikir apaapa olehku tentangmu. Hanya satu yang kutahu pada masa itu, aku ingin punya banyak teman.
4 februari 2013
Waktu ada aliran jejak langkah yang tak pernah sedikitpun berhenti walau sejenak, begitu pula waktu membawaku di lembaga NGO tempat pertama kali aku mengenalmu. 2 bulan berlalu seperti hanya kedipan mata. Aku kemudian melanjutkan perjalanan waktuku di perusahaan lain dan anehnya itu dekat dengan kotamu.
Tak ada apaapa memang saat pertama kali menginjakkan kaki di kotamu, dipikiranku bahwa aku punya seorang teman di kota yang baru kujejak.
Langkahku sering gontai karena terhempas jauh dari semua yang telah akrab denganku. Aku harus memulai semua dari awal dan benarbenar belajar mengenali.
Aku kuatkan tekad beribu kali untuk tetap bertahan.
April 2013
Entah dari mana awalnya. Intensitas kita komunikasi semakin sering. Aku tak bisa menerka apa yang sedang terjadi pada saat itu. Yang pasti bahwa sekarang baru kusadari itulah awal dari petaka hidupku yang tenggelam.
Kita saling bertukar cerita dan apa saja yang dialami. Entah perasaan apa namanya namun hakekatnya saat itu bahwa aku telah meretas jalan.
Aku tertegun apa yang merasuki sukmaku. Ataukah semua karena kesombonganku.
Agustus 2013
Kedekatan kita semakin intim. Saat jauh darimu serasa sukma melayang jauh keluar dari jasad, tak ada semangat namun ketika di dekatmu, semua menjadi taman bunga yang mendamaikan. Memang perasaan itu melandaku.
Namun sekali lagi aku berkata perasaan itu telah meluluhlantakkan rasionalitasku. Tidak ada lagi yang tersisa dari isi kepalaku.
25 desember 2013
Awal babak baru cerita kita dimulai. Engkau lulus di sebuah instansi pemerintah di ibukota dan engkau akan meninggalkan kotamu. Semua berjalan begitu cepat.aku masih tetap di kota itu saat engkau sudah berbalik badan ke ibu kota.
Tidak ada perasaan aneh saat itu yang kurasakan. setidaknya untuk beberapa saat, aku bisa meninggalkan nista yang kerap kali terulang. Itu saja. Perpisahan itu kurayakan dengan suka cita meski kutahu hanya sekeja karenaaku berjanji akan menyusulmu. Naif diriku ini.
5 April 2014
Aku benar-benar menyusulmu. Dengan perasaan yang tak menentu karena kutahu semua yang sudah kuhindari akan kembali terjadi. Aku tahu itu.
Hidupku benar-benar dipenuhi tragedi tanpa henti.
Kamarkosrawamangun. 190115 23:23
Mungkin masa ini yang selalu ingin kuulangi. Beribu kali kutorehkan dalam goresan penaku di masa yang kelam ini. Jika saja setiap manusia diberi kesempatan sekali untuk mengulang suatu masanya maka masa inilah yg kupilih untuk kuulangi.
Dua tahun telah berlalu. Tak terasa adanya namun seperti hakekat waktu yang akan terus berjalan tanpa menghiraukan teriakan orang yang menyesali waktu tak berguna, seperti itulah adanya aku.
Pertemuan dua tahun lalu yang amat kusesali bahkan mungkin salah satu penyesalan terbesarku dalam hidup. Bertemu denganmu mencampakkanku dalam dunia yang tak ingin kupilih.
Aku berada dikota masa itu, kota yang masih asing bagiku meski kelak akan menjadi salah satu kota yang paling kurindukan.
Aku dipertemukan oleh waktu denganmu. Di sebuah kantor kecil sebuah lembaga NGO. Aku duduk diam dan tak banyak berbicara, hanya mengamati setiap orang asing di sekitarku. Aku sempat melihatmu duduk dengan polosnya dan tak pernah terpikir apaapa olehku tentangmu. Hanya satu yang kutahu pada masa itu, aku ingin punya banyak teman.
4 februari 2013
Waktu ada aliran jejak langkah yang tak pernah sedikitpun berhenti walau sejenak, begitu pula waktu membawaku di lembaga NGO tempat pertama kali aku mengenalmu. 2 bulan berlalu seperti hanya kedipan mata. Aku kemudian melanjutkan perjalanan waktuku di perusahaan lain dan anehnya itu dekat dengan kotamu.
Tak ada apaapa memang saat pertama kali menginjakkan kaki di kotamu, dipikiranku bahwa aku punya seorang teman di kota yang baru kujejak.
Langkahku sering gontai karena terhempas jauh dari semua yang telah akrab denganku. Aku harus memulai semua dari awal dan benarbenar belajar mengenali.
Aku kuatkan tekad beribu kali untuk tetap bertahan.
April 2013
Entah dari mana awalnya. Intensitas kita komunikasi semakin sering. Aku tak bisa menerka apa yang sedang terjadi pada saat itu. Yang pasti bahwa sekarang baru kusadari itulah awal dari petaka hidupku yang tenggelam.
Kita saling bertukar cerita dan apa saja yang dialami. Entah perasaan apa namanya namun hakekatnya saat itu bahwa aku telah meretas jalan.
Aku tertegun apa yang merasuki sukmaku. Ataukah semua karena kesombonganku.
Agustus 2013
Kedekatan kita semakin intim. Saat jauh darimu serasa sukma melayang jauh keluar dari jasad, tak ada semangat namun ketika di dekatmu, semua menjadi taman bunga yang mendamaikan. Memang perasaan itu melandaku.
Namun sekali lagi aku berkata perasaan itu telah meluluhlantakkan rasionalitasku. Tidak ada lagi yang tersisa dari isi kepalaku.
25 desember 2013
Awal babak baru cerita kita dimulai. Engkau lulus di sebuah instansi pemerintah di ibukota dan engkau akan meninggalkan kotamu. Semua berjalan begitu cepat.aku masih tetap di kota itu saat engkau sudah berbalik badan ke ibu kota.
Tidak ada perasaan aneh saat itu yang kurasakan. setidaknya untuk beberapa saat, aku bisa meninggalkan nista yang kerap kali terulang. Itu saja. Perpisahan itu kurayakan dengan suka cita meski kutahu hanya sekeja karenaaku berjanji akan menyusulmu. Naif diriku ini.
5 April 2014
Aku benar-benar menyusulmu. Dengan perasaan yang tak menentu karena kutahu semua yang sudah kuhindari akan kembali terjadi. Aku tahu itu.
Hidupku benar-benar dipenuhi tragedi tanpa henti.
Kamarkosrawamangun. 190115 23:23
No comments:
Post a Comment