Tuhan mungkin saja mengarahkanku ke tempat ini untuk bekerja supaya aku belajar banyak hal. Mengendalikan diri dengan semua kondisi yang ada. aku yakin itu. Perjalananku di dunia kerja memang penuh dengan lika-liku dan sejak aku mengamini semua yang kujalani, aku berusaha menemukan satu titik temu bahwa semua ini hanyalah untuk mendewasakanku.
Pertama kali bekerja sebagai DDC GP. Aku dituntut untuk mengendalikan ego. Bagaimana tidak, sebagai lulusan sarjana, aku harus berdiri di pinggir jalan dan berdiri mencari nasabah meski GP bertujuan baik namun tetap saja pandangan orang tentang mencari nasabah adalah hal yang tidak lazim.
Kemudian bekerja sebagai marketing Erlangga membuatku harus menabrak semua aturan yang kubuat dalam hidupku. Mencari pelanggan dengan berbagai macam cara bahkan cara yang tidak dibenarkan dengan nalarku. Aku sudah sering menyogok dan sudah sering mengacuhkan nuraniku saat harus memberikan grasi kepada guru-guru hanya untuk mencapai target jualan.
Pekerjaan yang kulalui sekarang memang sedikit lebih soft. bekerja sebagai staff namun aku harus sadari bahwa bidang pekerjaanku sekarang bergerak di jasa yang sebagian orang masih menganggapnya syubhat. Aku pun masih ragu meski sekarang aku bukan marketing namun tetap saja aliran bisnis ini berasal dari kapitalisasi modal.
Tadi ada momen lucu, bahkan lucu sekali menurutku meski sedikit miris dan aku pun harus diam seribu bahasa menghadapi nasabah tersebut. Sampai akhirnya aku diam seribu bahasa karena ibu itu nampaknya hanya ingin mengeluarkan uneg-unegnya. hingga diakhir pembicaraan, aku tersenyum dan mengatakan semoga ibu sehat dan rejeki lancar.
ibu itu mungkin sedang kesal. ah, sudahlah.
Kantorrawamangun. 210115
No comments:
Post a Comment