January 27, 2015

Mas Ed

Aku sering menjumpai orang di setiap perjalanan hidupku. Sudah begitu banyak orang yang silih berganti masuk dalam kehidupanku. Terkadang tidak cocok namun kerapkali pun satu paham. Sejak pertama kali aku menginjakkan kaki di pulau jawa, ada paradigma yang terbongkar dari kepalaku tentang karakter orang jawa dan bahkan kalau Allah mengizinkan maka aku akan mempersunting gadis jawa.

Dulu saat masih berputar-putar di tanah Sulawesi, aku menyangka bahwa orang Jawa adalah orang yang suka menjajah bahkan mereka tidak mau susah dalam hidup. Itu dulu namun sekarang aku tahu dan paham bahwa manusia tidak bisa digeneralisasikan seenak dengkul kita. Dalam hal ini bahwa setiap manusia dari manapun berada dan suku apapun bahkan agama apapun dia, maka dia kan memiliki nurani. Karakternya terkadang dibentuk oleh keluarga yang membesarkannya. itulah kesimpulanku tentang manusia sampai saat ini.

Kembali ke perjalananku yang menemui orang silih berganti. kali ini selama lima bulan di tempat ini. Aku bertemu dengan salah seorang kokarda yang berasal dari klaten. seiring berjalan waktu, kami akrab karena aku sering menemaninya bermalam di kantor pada malam sabtu. Namanya mas E. Setelah lama bercengkerama dengannya, aku tahu banyak tentang dirinya. Dia mempunyai isteri dan seorang anak yang tinggal di kampung. Dia setiap sebulan sekali pulang menengok isterinya. Dia pernah bercerita bahwa dia sudah 10 tahun bekerja sebagai kokarda di kantor ini. Awal dia bekerja di sini, dia doyan dugem, mabuk dan jarang salat bahkan di kaki kirinya ada tatoo. Aku mengenal dia dalam keadaan seperti sekarang. Sudah amat sangat tertib salat bahkan tidak pernah aku menjumpai dia meninggalkan shalat duha di kantor. Merokok pun sudah ditinggalkannya. Setiap kali bekerja, dia sering menghapal Al-Qur'an.

Banyak hal yang membuatku salut kepada mas E. Ketulusannya dalam bekerja dan tidak pernah mengeluh bahkan pemikirannya yang visioner membuatku harus mengacungkan jempol untuknya. Ternyata selama bekerja, dia mengumpulkan uangnya untuk memulai usaha ternak bebek di kampungnya dan hingga di awal tahun ini, dia memutuskan untuk resign dari kantor ini dan pulang kampung melanjutkan usaha ternak bebeknya, berkumpul  dengan anak isterinya.

Terlalu singkat memang perkenalanku dengannya namun sesingkat itu aku bisa mengatakan bahwa dia adalah orang baik. aku sering bermain catur dengannya tapi dia lumayan jenius kalau main catur.

mengenangmasseyangsebentarlagipulangkampung
270115

No comments: