January 20, 2015

Keluarga dan Rumah

Untuk seorang pejalan pulang. meninggalkan rumah dalam keadaan hening. segalanya memang nampak menyenangkan namun percayalah bahwa ada masa dimana rumah menjadi istana yang tak tertandingi.

Tidak ada salah memang untuk berjalan jauh. langkah yang gontai tak boleh surut dan bahkan untuk seorang laki-laki di keluargaku, harus mencoba untuk merantau dan menguji dirinya sebagai lelaki meski sekali lagi aku ingatkan bahwa setegar apapun dan sekuat apapun jiwa lelaki, ada masa dimana dia menoleh ke belakang dan merindukan istana kecilnya.

Untuk yang mungkin saja mencoba untuk melupakan masa kecilnya atau pun bahkan berusaha untuk menghapus memori tentang rumah tempat dia tumbuh, yakinlah bahwa mereka telah melakukan hal yang siasia karena rumah tetap melekat dalam sanubari setiap manusia. Rumah menjadi saksi bisu ketika aku mulai tumbuh dan menjadi besar.

Boleh saja bangga bertemu banyak orang, berkawan dengan siapa saja bahkan dengan para manusia yang ditemui di setiap jalan yang ditempuh namun ada satu falsafah yang tidak pernah luntur di kepalaku bahwa " sejauh apapun kakimu melangkah di bumi Tuhan, maka keluarga adalah tempat sebaik-baik kembali untuk bersandar ketika merasa letih."

Dia saat semua kawan yang engkau kenal di dalam perjalananmu menyanjungmu, keluarga terkadang hanya mendoakan yang terbaik untuk dan ketika engkau terjatuh dan tidak satupun temanmu yang menolong maka keluarga akan selalu dengan tangan terbuka memberikan bantuan apapun.

Keluarga layaknya mereka yang dilupakan saat senang dan menjadi sandaran ketika susah.

Ingatlah suatu hal bahwa rumah dan keluargamu jauh di pelosok sana adalah harta yang tak bernilai. Mereka adalah berlian yang tidak akan pernah bisa ditukar dengan apapun.

keluarga adalah basis hidup seseorang. dia selalu ada untuk setiap hal yang menjadi keluhan maupun kesenangan.
 
 
200115
kantorbumidarawamangun

No comments: